Badung, Baliwakenews.com – Keributan antarpekerja proyek terjadi di sebuah mess pekerja pembangunan di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Insiden yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) malam itu berujung pada sejumlah pekerja mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut bermula saat seorang pekerja disebut tidak sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara cukup keras. Persoalan kemudian berkembang menjadi adu argumen hingga berujung aksi pemukulan terhadap sejumlah pekerja.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 12.30 Wita saat saksi berinisial YK hendak pergi ke kamar mandi di rumah pekerja proyek pembangunan villa di kawasan Sawangan. Saksi mengaku, saat itu tidak sengaja menyenggol Seng sehingga menimbulkan suara agak keras.
“Yang bersangkutan kemudian dihampiri oleh salah satu Security untuk menanyakan hal tersebut. Saksi YK lalu menjelaskan bahwa tidak sengaja menyenggol dan meminta maaf,” ujar Kasi Humas.
Meski demikian, saksi disebut banyak alasan dan security juga memintanya untuk memanggil semua teman-teman yang ada di proyek.
Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, situasi kemudian memanas setelah salah satu teman YK berinisial AW, terbangun karena mendengar keributan. AW kemudian menghampiri rekannya yang sedang terlibat adu argumen.
“Salah satu teman saksi AW yang sedang tertidur mendengar adanya keributan tersebut terbangun dan menghampiri temanya yang sedang adu argumen. Saat itu AW membawa pisau,” tambahnya.
Kemudian, AW menjelaskan bahwa teman teman dari daerahnya tidak pernah membuat masalah dan mengatakan yang biasanya membuat masalah adalah orang luar.
“Mendengar perkataan tersebut beberapa pekerja yang ada disekitar kejadian marah dan melakukan pemukulan terhadap saksi dan teman-temannya. Mereka selanjutnya diamankan di pos security dalam keadaan luka-luka,” terang Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Akibat kejadian tersebut, lima pekerja dilaporkan mengalami luka. AW (24) mengalami luka pada bagian bibir, mata, pipi, tangan kanan, serta kaki kiri.
Sementara RB (22) mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan kiri, serta luka dan lebam pada kedua kaki. FRM (20) juga mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala.
Sedangkan YK (19) dan SRM (24) tercatat sebagai korban dalam kejadian tersebut.
Para korban kemudian mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, mereka masih menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah atau RS Sanglah.
Polisi telah menerima laporan pengaduan dari para korban di SPKT Polsek Kuta Selatan pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.
Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Polsek Kuta Selatan. Polisi juga masih mendalami identitas pihak yang diduga melakukan pengeroyokan.
“Saat ini identitas terduga pelaku masih dalam lidik,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. BWN-07































