Mangupura, baliwakenews.com
Masyarakat pesisir, nelayan, hingga operator wisata bahari di Bali diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang laut setinggi dua meter atau lebih di sejumlah perairan. Kondisi ini terjadi di tengah mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah Bali, meskipun sebagian besar Pulau Dewata secara umum masih berada dalam periode musim kemarau.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Luh Eka Arisanti, menjelaskan, potensi gelombang tinggi perlu diwaspadai di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali.
Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya di laut. Nelayan, operator wisata bahari, maupun pelaku pelayaran diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di perairan.
Di sisi lain, dinamika cuaca di Bali juga mulai menunjukkan perubahan. Dalam tiga hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mulai mengguyur sejumlah wilayah, meskipun sebarannya belum merata.
Luh Eka Arisanti menyampaikan, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika atmosfer pada masa peralihan musim atau pancaroba. Secara umum, sebagian besar wilayah Bali masih berada dalam periode musim kemarau.
“Secara umum saat ini wilayah Bali masih mengalami musim kemarau. Namun, dalam tiga hari terakhir sudah mulai turun hujan dengan intensitas ringan hingga lebat secara tidak merata,” jelasnya.
BMKG memprediksi awal musim hujan di Bali akan berlangsung secara bertahap mulai November hingga Desember 2026. Dalam tiga hari ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat juga masih berpotensi terjadi secara tidak merata di sejumlah wilayah.
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat. Potensi cuaca ekstrem perlu diantisipasi karena dapat memicu bencana hidrometeorologi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun kawasan rawan bencana.
Masyarakat juga diimbau menyesuaikan aktivitas di sektor pertanian dengan perkembangan kondisi cuaca dan iklim. Selain itu, menjaga kesehatan menjadi hal penting karena perubahan cuaca berpotensi memengaruhi daya tahan tubuh.
BMKG mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG. Informasi tersebut penting sebagai dasar untuk menentukan langkah antisipasi, baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan di sektor kelautan.
Dengan mulai munculnya hujan dan masih adanya potensi gelombang tinggi, kewaspadaan perlu ditingkatkan secara bersamaan di daratan maupun perairan. Masyarakat diharapkan tidak hanya memperhatikan perubahan cuaca, tetapi juga mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melakukan aktivitas, khususnya di laut. BWN-04































