Gianyar, baliwakenews.com
I Made Kamardiyana memperoleh nomor urut 1 dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pengundian nomor urut tiga calon perbekel tersebut berlangsung di Kantor Desa Pejeng, Selasa (25/8).
Kamardiyana yang hadir bersama sejumlah pendukung memaknai nomor urut 1 bukan sekadar identitas dalam kontestasi Pilkel. Baginya, angka tersebut menjadi simbol komitmen untuk menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas apabila dipercaya memimpin Desa Pejeng.
“Bagi saya, nomor 1 bukan berarti harus menjadi yang paling di depan, tetapi bagaimana kita bisa menjadi yang pertama dalam melayani masyarakat dengan hati. Saya ingin nomor 1 ini menjadi pengingat untuk selalu mendengar, memahami, dan mengutamakan kepentingan masyarakat Pejeng,” ujar pria yang akrab disapa Kadek Kamardiyana tersebut.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui kerja nyata. Pembangunan desa, kata dia, tidak cukup hanya dengan program dan janji, tetapi membutuhkan kepedulian, partisipasi masyarakat serta keberanian menggali potensi desa.
“Makna nomor 1, satu tujuan, satu semangat dan satu hati untuk membangun Pejeng. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, saya ingin membuktikannya dengan aksi nyata dan kerja yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Kamardiyana merupakan tokoh muda asal Banjar Panglan, Desa Pejeng. Ia selama ini dikenal aktif mengembangkan pertanian berbasis komunitas melalui Mai Organic Farm. Usaha yang dirintis sejak 2016 itu menggabungkan pertanian organik dengan sektor pariwisata, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Selain pertanian, Kamardiyana juga aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan. Ia menjadi salah satu penggagas komunitas Curik Bali di Pejeng yang bergerak dalam upaya pelestarian lingkungan, termasuk pelepasliaran curik Bali.
Pengalaman tersebut menjadi bekal Kamardiyana dalam mengikuti Pilkel Pejeng. Sebelum fokus mengembangkan pertanian, ia sempat bekerja sebagai manajer perusahaan travel. Dari aktivitas berkebun, ia kemudian membangun kolaborasi bersama petani lokal hingga berkembang menjadi komunitas Mai Organic Farm.
Dalam pencalonannya, Kamardiyana mengusung tagline Pejeng MANTAP, yang merupakan akronim dari Muda, Amanah, Ngayah, Tulus, Aktif Berinovasi dan Peduli.
Ia juga membawa gagasan gerakan dari konservasi menuju kesejahteraan sebagai salah satu arah pembangunan Desa Pejeng. Setelah pengundian nomor urut, Kamardiyana bersama dua kandidat lainnya akan mengikuti tahapan Pilkel sesuai jadwal yang telah ditetapkan. BWN-05































