Mangupura, baliwakenews.com
Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) terus menggencarkan berbagai upaya dalam penanggulangan Kasus Demam Berdarah Dengue (BDD) yang meningkat belakangan ini. Dimana Pihak Puskesmas mendapat laporan dari programer tercacat ada 177 kasus DBD di Kutsel. Camat Kutsel, Ketut Gede Arta diminta tanggapannya akan kondisi ini, Senin (10/2/2025) membenarkan adanya peningkatan kasus DBD tersebut.
Dimana kasus DBD di Kutsel kata dia merupakan siklus tahunan. Pihakmya sudah melakukan berbagai upaya bersama instansi terkait lainnya. Pihaknjya juga belum ini, sempat mengumpulkan para tim Jumantik di Kecamatan Kutsel. Dimana hasil pemantauan Tim Jumantik di Kutsel juga sudah cukup tinggi mencapai 98 persen. Dia juga berharap selain melakukan pematuan Tim Jumantik ini juga terus gencar malakukan edukasi ke masyarakat.
Lebih jauh dijelaskannya, Kutsel adalah wilayah yang heterogen dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi. “Kemungkinannya bisa saja terjadi ada yang digigit di luar Kutsel dan baru terdeteksi setelah dilakukan pengecekan di Kutsel. Hal ini juga perlu diwaspadai bersama,” ajaknya.
Sebab jika penanggulangan DBD ini tidak dilakukan secara bersama-sama semua komponen masyarakat diyakininya hasilnya tidak akan maksimal. “Menurut saya foging atau pengasaoan adalah jalan terakhir dan itupun belum tentu menanggulangi penyebarannya jika tidak dibarengi Pemberantasan Sarang Nyamuknya,” tegasnya.
Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Kutsel, dr Made Sugiana, mengungkapkan untuk kasus DBD sementara dilaporkan oleh programer jumlah total kasus 177 orang (132/100.000) penduduk.
Di sisi lain penanggulangan DBD sedang tetap digalakkan oleh Tim Jumantiknya. Seperti melaluai mengamati kasus-kasus dan pemantauan jentik berkala. “Angka Bebas jentik kita 98%, tidak ada dilaporkan kematian karena DBD, mudah mudahan dengan berakhirnya musim hujan kejadiannya semakin menurun,” harap Sugiana.
Dia mengakui memang ada peningkatan kasus dari sebelumnya, tetapi belum melewati garis batas Maximal. Dia berharap, masyarakat ikut bersama-sama menanggulangi DBD dengan PSN Plus serta mencegah gigitan nyamuk. Selain itu yang tak kalah penting juga yaitu mengelola sampah dengan Baik agar tidak rawan menjadi sarang nyamuk.
“Termasuk melaporkan segera jika terjadi kasus,” imbuhnya sembari menambahkan ada tiga desa dan kelurahan di Kutsel yang rawan DBD, yaitu Desa Pecatu, Kelurahan Benoa serta Kelurahan Jimbaran. BWN-04

































