Mangupura, Baliwakenews – Warga di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, sempat berkumpul di Jalan Karang Mas dan Jalan Kampus Unud, Selasa (22/9) malam. Situasi tersebut muncul setelah beredar informasi mengenai adanya ancaman penyerangan yang diduga dipicu persoalan pribadi.
Kabar tersebut kemudian ramai di media sosial dengan narasi “Mendapat Ancaman Penyerangan, Warga Jimbaran Siaga”. Menindaklanjuti informasi itu, polisi langsung melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi untuk memastikan kondisi keamanan di lapangan.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan tidak terjadi keributan maupun bentrokan di kedua lokasi tersebut. Warga yang berkumpul disebut hanya melakukan antisipasi setelah mendapat informasi adanya potensi keributan.
“Di TKP Jalan Karang Mas Jimbaran dan selanjutnya di Jalan Kampus Unud Jimbaran tidak adanya keributan, hanya adanya warga Jimbaran yang berkumpul untuk mengantisipasi adanya keributan,” terang Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Informasi ancaman tersebut diketahui berawal dari persoalan pribadi antara seorang warga berinisial IGKA, 23, dengan pria berinisial IKAP, 19. IGKA yang tinggal di kawasan Jimbaran kemudian melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Kuta Selatan.
Berdasarkan keterangan pelapor, persoalan bermula sekitar tiga minggu sebelumnya ketika dirinya sempat menghubungi mantan pacarnya. Selanjutnya, pada Selasa (22/9) sekitar pukul 11.37 WITA, saat sedang berada di hotel tempatnya bekerja di kawasan Jimbaran, IGKA menerima pesan WhatsApp dari akun dengan username Boyka.
“Pengirim pesan tersebut mengaku sebagai pacar dari perempuan yang sebelumnya dihubungi IGKA. Dalam percakapan itu, pengirim kemudian mengajak IGKA untuk bertemu,” tambahnya.
Lantaran merasa tidak enak karena sebelumnya menghubungi perempuan tersebut, IGKA sempat menyampaikan permintaan maaf. Namun, permintaan tersebut disebut tidak menyelesaikan persoalan. Pengirim pesan tetap meminta IGKA bertemu secara langsung.
Karena merasa khawatir dengan keselamatan dirinya, IGKA akhirnya bersedia menemui orang tersebut di lokasi yang dibagikan, yakni kawasan Jalan Kampus Unud Jimbaran. Namun, ketika tiba di lokasi, orang yang dimaksud tidak berada di tempat.
Persoalan kemudian berkembang setelah IGKA mengaku mendapat ancaman bahwa dirinya akan dicari hingga ke rumah. Khawatir dengan situasi tersebut, IGKA akhirnya memilih melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Informasi mengenai ancaman penyerangan selanjutnya menyebar di kalangan warga dan media sosial. Sejumlah warga pun berkumpul di beberapa titik di Jimbaran sebagai langkah antisipasi.
Polisi yang melakukan pengecekan memastikan situasi tetap kondusif dan tidak ditemukan adanya keributan sebagaimana narasi yang beredar.
Saat ini, persoalan tersebut telah ditangani Polsek Kuta Selatan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait untuk mendalami persoalan yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
“Peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Kuta Selatan dan dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya. BWN-07
































