Wakil Ketua DPRD Badung Made Wijaya Minta Pasang CCTV di Kawasan Tanjung Benoa

0
Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, SE

Mangupura, Baliwakenews.com


Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Wijaya,SE mendesak pemerintah untuk memasang CCTV di wilayah Tanjung Benoa. “Sebagai destinasi wisata internasional, Tanjung Benoa membutuhkan fasilitas CCTV dan ini sangat urgen,” ujar politisi asal Kelurahan Tanjung Benoa, Rabu (21/10).

Dipaparkan Made Wijaya, CCTV berfungsi untuk memantau kondisi wilayah terutama yang berkaitan dengan keamanan dan kondusivitas. Dengan adanya CCTV, tegasnya, orang yang ingin berbuat tindak kriminal akan berpikir dua kali untuk melakukannya.

Hal ini, tegas Pak Yonda sapaan populer Made Wijaya, karena aksi atau perbuatannya jahatnya akan gampang terlacak. Pemasangan CCTV juga berkait dengan tugas-tugas pihak Kepolisian untuk bisa segera memperoleh data dari sebuah aksi atau kasus kriminal yang terjadi.

Sebagai destinasi pariwisata internasional, ungkapnya, CCTV sangat membantu pemantauan aktivitas maupun tamu-tamu maupun warga yang ada. Pemasangan CCTV akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat internasional untuk berkunjung maupun melakukan investasi di Tanjung Benoa.

Satu lagi fungsi CCTV yang tak kalah pentingnya, tegas Made Wijaya, banyak warga maupun pemilik akomodasi wisata yang membuang sampah ke pantai. “Terkadang sampah bisa dilemparkan dari lantai atas sebuah bangunan akomodasi,” ujarnya.

Mengingat penting dan urgensinya, dia berharap Pemkab Badung segera memasang CCTV di kawasan Tanjung Benoa. “Setelah kami petakan, CCTV hanya perlu dipasang di lima titik,” tegasnya.

Saat ditanya kenapa belum dipasang, padahal jumlahnya hanya lima titik, Wijaya menyatakan, ada kemungkinan terlupakan. Dia menegaskan, pemasangan CCTV di lima titik tak membutuhkan anggaran yang tifak terlalu besar. “Kami mengingatkan kembali agar kebutuhan CCTV di Tanjung Benoa tak terlupakan lagi,” tegasnya sembari menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan pemasangan CCTV ini sejak lama, termasuk pada Pandangan Umum (PU) Fraksi Gerindra DPRD Badung.

Dia kembali berharap, dengan adanya CCTV, masyarakat maupun wisatawan yang datang tidak melakukan hal-hal yang di luar ketentuan, seperti tidak melakukan tindak pidana, tindak membuang sampah sembarangan, dan sebagainya. “Karena itu, sekali lagi kami minta Pemkab Badung memberi atensi terhadap kebutuhan CCTV di Tanjung Benoa,” tegasnya. BWN-05

HUT Ke-50, Perumdam Tirta Mangutama Gelar Sarasehan Pelayanan Publik

0
-Sarasehan pelayanan publik sebagai serangkaian puncak HUT Ke 50 Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung sebagai forum evaluasi sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan dalam pengelolaan dan distribusi air bersih.
-Sarasehan pelayanan publik sebagai serangkaian puncak HUT Ke 50 Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung sebagai forum evaluasi sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan dalam pengelolaan dan distribusi air bersih.

Mangupura, Baliwakenews.com- Memasuki usia setengah abad, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sarasehan pelayanan publik sebagai forum evaluasi sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan dalam pengelolaan dan distribusi air bersih.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Perumda Air Minum Tirta Mangutama tersebut berlangsung pada Rabu (21/10/2026). Sarasehan dimoderatori Ir. Made Sastra Kencana dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Ombudsman dan badan publik lainnya di Bali.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, mengatakan, peringatan setengah abad perusahaan daerah tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan, mengidentifikasi berbagai persoalan, serta merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.

Menurutnya, selama 50 tahun perjalanan perusahaan, berbagai capaian telah diraih. Namun, perkembangan wilayah, pertumbuhan penduduk, serta perubahan kondisi lingkungan juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi agar pelayanan air minum kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Saat ini, salah satu tantangan yang kami hadapi adalah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Kondisi ini berdampak terhadap debit sejumlah sumber air, baik air tanah, mata air, maupun air sungai,” ujar Suyasa.

Ia menjelaskan, keberlanjutan sumber air sangat dipengaruhi kondisi lingkungan, terutama kawasan hulu. Jika kawasan hulu mengalami kerusakan, ketersediaan air di wilayah hilir juga berpotensi terganggu. Karena itu, pengelolaan sumber daya air membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari penyedia layanan, tetapi juga seluruh pihak yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Tirta Mangutama terus melakukan berbagai upaya, mulai dari mengoptimalkan pengelolaan sumber air yang tersedia hingga mencari titik-titik sumber air potensial yang memungkinkan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dinilai semakin penting seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya wilayah Badung Selatan. Peningkatan aktivitas pariwisata turut mendorong kebutuhan air minum sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Selain membahas tantangan ketersediaan air, sarasehan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai persoalan tata kelola dan pelayanan publik. Suyasa menyebut, pelayanan air minum berkaitan dengan berbagai instansi yang memiliki kewenangan serta mekanisme kerja masing-masing.

Melalui forum tersebut, Perumda Tirta Mangutama mengundang Ombudsman, pihak jalan nasional, Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), serta unsur keuangan untuk membahas berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin mencari titik temu agar dalam pelaksanaan pelayanan tidak terlalu banyak menimbulkan gangguan. Kami menyadari gangguan pelayanan tidak sepenuhnya bisa dihindari, tetapi dampaknya perlu diminimalkan karena air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, melalui diskusi lintas instansi tersebut, berbagai persoalan yang berkaitan dengan tata kelola, pembiayaan, dan pelaksanaan pelayanan dapat dicarikan solusi yang lebih efektif dan proporsional. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan tanpa mengabaikan keberlanjutan operasional perusahaan.

Sarasehan ini sekaligus menjadi bagian dari refleksi 50 tahun perjalanan Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam menjalankan tugas pelayanan dasar. Ke depan, penguatan koordinasi antarlembaga, optimalisasi sumber air, serta peningkatan efektivitas pengelolaan diharapkan menjadi landasan untuk menjawab kebutuhan air minum masyarakat Badung yang terus berkembang. BWN-05

Seluruh Fraksi DPRD Buleleng Setuju Ranperda APBD 2027 dan Pembangunan RSUD Dilanjutkan, Ini Catatannya

0
apat Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan eksekutif atas kedua Ranperda, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Buleleng, Selasa (20/10/2026).
apat Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan eksekutif atas kedua Ranperda, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Buleleng, Selasa (20/10/2026).

Singaraja, Baliwakenews.com – Seluruh fraksi DPRD Kabupaten Buleleng menyatakan sepakat melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 serta Ranperda pelaksanaan pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng dengan skema tahun jamak atau multiyears 2027–2028.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan eksekutif atas kedua Ranperda, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Buleleng, Selasa (20/10/2026).

Meski sepakat melanjutkan pembahasan, masing-masing fraksi menyampaikan sejumlah catatan penting. Mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kehati-hatian dalam mengelola defisit anggaran, pemerataan pembangunan infrastruktur hingga jaminan agar pembangunan gedung RSUD benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, SM, dan dihadiri Wakil Bupati Buleleng, anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, pimpinan perangkat daerah, tim ahli pimpinan serta undangan lainnya.

Fraksi PDIP-Hanura Soroti PAD dan Defisit Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan-Hanura melalui juru bicara A.A. Agung Widia Putra menekankan pentingnya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta optimalisasi PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan.

Namun, upaya meningkatkan pendapatan daerah perlu mempertimbangkan regulasi terkait keringanan pajak agar kebijakan fiskal tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan pelaku usaha.

Fraksi ini juga mengingatkan pentingnya pengelolaan defisit anggaran secara hati-hati. Sementara terkait pembangunan gedung RSUD Buleleng melalui skema tahun jamak 2027–2028, Fraksi PDIP-Hanura menyetujui pembahasan dilanjutkan untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Golkar Ingatkan Pemerataan Infrastruktur hingga Pedesaan

Fraksi Partai Golkar melalui Ketut Dody Tisna Adi, SM, menyoroti kebijakan fiskal daerah agar tidak menghambat pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pedesaan.

Menurut Golkar, pembangunan harus tetap memperhatikan wilayah yang perekonomiannya bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta pariwisata yang mulai berkembang di berbagai wilayah Kabupaten Buleleng.

Fraksi Golkar menyetujui kedua Ranperda dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya dengan catatan pengalokasian anggaran harus tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

NasDem Minta APBD Disusun Berdasarkan Kebutuhan Riil

Fraksi Partai NasDem melalui Wayan Ediparsa mendorong agar pembahasan Ranperda APBD 2027 dilakukan secara cermat, transparan, dan akuntabel.

NasDem mengingatkan bahwa penyusunan APBD tidak boleh sekadar memenuhi ketentuan administratif. Anggaran daerah harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, kemampuan keuangan daerah, serta skala prioritas pembangunan.

Prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dinilai penting agar setiap alokasi anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buleleng.

Gerindra Tekankan Dampak Pembangunan RSUD

Fraksi Partai Gerindra melalui juru bicara Luh Marleni menyatakan dukungan terhadap kelanjutan pembahasan Ranperda APBD 2027 dan pembangunan gedung RSUD Buleleng.

Gerindra mendorong pembahasan lebih mendalam bersama pihak eksekutif, khususnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Terkait pembangunan RSUD, Gerindra menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan fisik gedung. Fasilitas tersebut harus mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Demokrat-PKB: APBD Harus Menjawab Persoalan Masyarakat

Fraksi Demokrat-PKB melalui H. Mulyadi Putra juga menyetujui kelanjutan pembahasan kedua Ranperda tersebut.

Fraksi ini mengingatkan agar program prioritas daerah terus dikawal sehingga pelaksanaannya memberikan dampak nyata bagi masyarakat Buleleng.

“APBD harus ditempatkan sebagai instrumen pemerintah daerah dalam menjawab persoalan-persoalan nyata yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar H. Mulyadi saat membacakan pandangan fraksi.

Pembahasan Berlanjut Sebelum Ditetapkan Menjadi Perda

Kesepakatan seluruh fraksi menjadi tahapan penting dalam proses pembahasan Ranperda APBD Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2027 dan Ranperda pembangunan gedung RSUD Buleleng.

Selanjutnya, proses akan memasuki agenda tanggapan atau jawaban Bupati Buleleng atas pemandangan umum fraksi-fraksi. Pembahasan kemudian berlanjut melalui rapat internal DPRD maupun pembahasan bersama pemerintah daerah sebelum kedua Ranperda ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Meski seluruh fraksi telah menyatakan persetujuan untuk melanjutkan pembahasan, substansi kedua Ranperda tetap perlu dikaji secara mendalam. Tantangannya adalah memastikan anggaran daerah tetap sehat, pembangunan berlangsung merata, dan investasi pada fasilitas kesehatan benar-benar berujung pada peningkatan pelayanan bagi masyarakat Buleleng.

Dengan demikian, pembahasan APBD 2027 dan pembangunan RSUD tidak hanya menjadi agenda legislasi, tetapi juga momentum untuk memastikan kebijakan anggaran daerah berjalan sesuai kebutuhan dan kepentingan masyarakat. BWN-03

Pengangguran Badung Turun Jadi 1,57 Persen, 601 Pekerja Tembus Pasar Kerja Luar Negeri

0
Kepala Disperinaker Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (21/10/2026) mengatakan pengangguran Badung turun jadi 1,57 Persen.
Kepala Disperinaker Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (21/10/2026) mengatakan pengangguran Badung turun jadi 1,57 Persen.

Mangupura, Baliwakenews.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Badung diklaim turun dari 2,72 persen menjadi 1,57 persen pada 2026. Di tengah pemulihan ekonomi dan dominasi sektor pariwisata, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung mencatat 726 tenaga kerja berhasil disalurkan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sebanyak 601 orang di antaranya ditempatkan di luar negeri.

Capaian tersebut menunjukkan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Badung, Bali, tidak hanya bertumpu pada pasar kerja lokal. Peluang bekerja di luar negeri turut menjadi jalur penempatan tenaga kerja, meski tantangan peningkatan kompetensi dan perlindungan pekerja tetap menjadi perhatian.

Kepala Disperinaker Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, mengatakan penurunan TPT sejalan dengan pulihnya aktivitas ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya pada Rabu (21/10/2026).

“Data makro ekonomi terbaru menunjukkan TPT kita turun drastis ke angka 1,57 persen karena aktivitas ekonomi daerah sudah pulih sepenuhnya. Penurunan ini menempatkan Badung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran terendah,” ujarnya.

726 Tenaga Kerja Tersalurkan, Penempatan Luar Negeri Mendominasi

Berdasarkan data Disperinaker Badung, dari total 726 tenaga kerja yang disalurkan selama delapan bulan pertama 2026, sebanyak 508 orang merupakan laki-laki dan 218 orang perempuan.

Penempatan luar negeri mencapai 601 orang, sedangkan penempatan dalam negeri sebanyak 125 orang. Dengan demikian, sekitar 82,8 persen dari total penempatan tercatat mengarah ke pasar kerja luar negeri.

Di sisi lain, Disperinaker Badung mencatat 276 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) terdaftar, terdiri atas 179 laki-laki dan 97 perempuan. Jumlah pendaftaran tersebut merupakan data tersendiri dan tidak dapat disamakan dengan total pekerja yang telah ditempatkan.

Penyaluran tenaga kerja tertinggi terjadi pada April 2026, dengan jumlah mencapai 210 orang dalam satu bulan.

Besarnya penempatan luar negeri memperlihatkan pentingnya kesiapan tenaga kerja Badung dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional. Penguatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan akses terhadap informasi kerja yang resmi menjadi faktor penting agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan.

Pariwisata Masih Jadi Mesin Penyerapan Tenaga Kerja Badung

Sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Badung. Industri perhotelan, restoran, dan katering menjadi bidang utama yang membuka peluang kerja, terutama di kawasan Badung selatan.

Selain pariwisata, tenaga kerja juga terserap di sektor perdagangan, jasa transportasi, hiburan, industri kreatif, dan pengolahan pangan.

Menurut Ngurah Rai, geliat ekonomi di kawasan wisata seperti Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu menjadi salah satu penopang terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat.

Namun, ketergantungan terhadap sektor pariwisata juga menuntut tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.

Job Fair hingga Pelatihan Mekanik Motor Listrik

Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, Disperinaker Badung rutin menggelar bursa kerja atau job fair. Program ini mempertemukan lulusan sekolah dan perguruan tinggi dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum Hari Buruh atau May Day untuk memperkuat komunikasi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha guna menjaga hubungan industrial tetap kondusif.

Selain memperluas akses informasi lowongan kerja, Disperinaker Badung menjalankan pelatihan berbasis kompetensi dengan memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Pelatihan yang diberikan antara lain mekanik sepeda motor konvensional dan kendaraan listrik selama 40–42 hari. Pelatihan manajemen wirausaha kuliner juga disiapkan untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha mandiri.

Ngurah Rai menyebutkan, hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen alumni pelatihan berhasil terserap industri atau membuka usaha sendiri. Sertifikat kompetensi menjadi salah satu modal untuk meningkatkan daya saing lulusan.

Perusahaan Didorong Serap Minimal 70 Persen Pekerja Lokal

Pemkab Badung juga mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam memperluas kesempatan kerja bagi warga setempat. Salah satu langkahnya melalui perjanjian kerja sama penyerapan tenaga kerja ber-KTP Badung dengan target minimal 70 persen.

Kebijakan tersebut diarahkan kepada pelaku usaha, termasuk hotel dan restoran baru di kawasan Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu. Selain itu, program magang industri dikembangkan agar peserta memperoleh pengalaman kerja sekaligus memiliki peluang direkrut sebagai karyawan tetap.

Upaya tersebut menjadi penting bagi Badung sebagai daerah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi. Pertumbuhan usaha diharapkan tidak hanya meningkatkan kegiatan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi tenaga kerja lokal.

Meski demikian, efektivitas target penyerapan 70 persen perlu diikuti pemantauan pelaksanaan di lapangan agar kesempatan kerja bagi warga Badung benar-benar terealisasi.

Bidik Keahlian Digital dan Ekonomi Hijau

Ke depan, Disperinaker Badung akan menyesuaikan kurikulum pelatihan dengan perkembangan kebutuhan industri. Fokusnya mencakup teknologi kendaraan listrik, keterampilan digital, dan manajemen pariwisata berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menargetkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan mencapai 59,80 persen melalui dukungan APBD.

Di samping itu, lulusan pelatihan yang ingin membangun usaha akan didorong melalui stimulus modal kerja dan pendampingan bisnis. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pilihan masyarakat, dari semula hanya mencari pekerjaan menjadi pelaku usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Penurunan TPT Badung menjadi 1,57 persen merupakan capaian yang perlu dijaga melalui penciptaan pekerjaan yang produktif dan berkelanjutan. Tantangan berikutnya bukan sekadar menurunkan angka pengangguran, melainkan memastikan warga lokal memperoleh akses kerja yang layak, terlindungi, dan sesuai dengan kompetensi mereka. BWN-03/kominfo

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

0

Tabanan, baliwakenews.com

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menghadiri apel dan roadshow sosialisasi bersama Tim Kolaborasi Orkes Tabanan yang melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK), sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 1 Kediri, Kecamatan Kediri, Senin (19/10), dan dihadiri Kepala Sekolah beserta jajaran guru, para pengurus KPA, PPTI, PMI, dan BNK Kabupaten Tabanan, serta para siswa.

Melalui sambutannya, Wabup Dirga yang juga selaku ketua rangkaian organisasi tersebut menegaskan bahwa generasi muda merupakan penerus Tabanan yang memegang peranan penting dalam menentukan masa depan daerah. “Anak-anak sekalian adalah generasi penerus Tabanan. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Karena itu, selain rajin belajar, kalian juga harus menjaga kesehatan, memiliki komitmen yang baik, menjauhi narkoba, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Dirga menjelaskan bahwa masing-masing organisasi yang tergabung dalam Tim Kolaborasi Orkes Tabanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda. “KPA mengajak kita memahami HIV/AIDS dengan benar serta tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV. PPTI membantu meningkatkan kesadaran tentang TBC, mulai dari pencegahan hingga pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas. PMI mengajarkan kita tentang kemanusiaan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan semangat membangun bersama. Sementara itu, BNK mengajak kita menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berani menolak ajakan yang dapat merusak masa depan,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Wabup Dirga mengingatkan para siswa agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya serta tidak ragu meminta bantuan kepada guru maupun orang tua ketika menghadapi persoalan. Perhatian terhadap percepatan penurunan stunting juga disampaikan Wabup Dirga sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya berkaitan dengan tinggi badan, tetapi juga dengan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat berbagai faktor, termasuk kekurangan gizi dalam jangka panjang. “Kalian perlu membiasakan makan makanan bergizi, tidak melewatkan sarapan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan, dan memperhatikan kesehatan diri. Kebiasaan sehat remaja akan menjadi bekal penting untuk masa depan anak dan cucu kalian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga turut mendorong pembentukan KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) di sekolah-sekolah sebagai wadah bagi para siswa untuk belajar, berbagi informasi yang benar, saling mengingatkan, dan menjadi teladan positif bagi teman sebaya. “KSPAN bukan sekadar organisasi, tetapi wadah bagi kalian untuk belajar dan berbagi informasi yang benar, saling mengingatkan, serta menjadi contoh positif bagi teman-teman sebaya. Saya berharap KSPAN benar-benar aktif, bukan hanya terbentuk di atas kertas, tetapi diisi dengan kegiatan yang menarik, edukatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah,” harapnya.

Wabup Dirga juga mengajak kepala sekolah dan jajaran guru untuk terus mendukung kegiatan tersebut melalui sinergi bersama KPA, PPTI, PMI, dan BNK agar edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dan mudah dipahami oleh para siswa. Ia menitipkan tiga pesan utama kepada generasi muda, yakni menjaga diri dan masa depan, peduli terhadap teman, serta menjadi pelopor perubahan. “Mulailah dari diri sendiri, dari sekolah, dan dari keluarga. Tidak perlu menunggu menjadi orang besar untuk melakukan hal yang baik,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wabup Dirga  Wabup Dirga mengajak kepala sekolah dan jajaran guru untuk terus mendukung kegiatan tersebut melalui sinergi bersama KPA, PPTI, PMI, dan BNK agar edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dan mudah dipahami oleh para siswa.  Pihaknya juga berharap seluruh sekolah di Kabupaten Tabanan dapat menjadi lingkungan yang aman, bebas narkoba, peduli terhadap kesehatan, serta mampu melahirkan generasi yang sehat, berprestasi, dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya.BWN-HT

Edukasi Pola Hidup CERDIK, Ketua YKI Badung Ajak Siswa SD No. 1 Dalung Perangi Kanker Sejak Dini

0
Ketua YKI Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin langsung pelaksanaan Pembinaan Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna Sekolah di SD No. 1 Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Selasa (20/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin langsung pelaksanaan Pembinaan Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Sekolah di SD No. 1 Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Selasa (20/10). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah, para Guru, Tenaga Pendidikan, serta jajaran Pengurus dan Tim Pembina PKTP YKI Kabupaten Badung.

Sebagai pimpinan YKI Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak-anak sejak usia dini. Lingkungan sekolah dinilai sebagai tempat yang sangat strategis karena kebiasaan baik yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar akan terbawa hingga dewasa, bahkan mampu ditularkan kepada lingkungan keluarga di rumah masing-masing.

“Kalian adalah generasi penerus Kabupaten Badung, jadilah agen kesehatan dengan membiasakan hidup sehat dan menjauhi rokok. Kepada Bapak/Ibu Guru, kami berharap materi ini tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi terus dibina dan diterapkan dalam aktivitas sekolah sehari-hari agar SD No. 1 Dalung bisa menjadi contoh sekolah sehat dan peduli kanker di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Kegiatan pembinaan ini mencakup tiga langkah konkret demi menekan risiko kanker. Di antaranya adalah penyuluhan perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) untuk pencegahan sejak dini. Selain itu dilakukan pula penataan kantin sehat agar jajanan siswa terjamin kebersihan dan gizinya, serta gerakan peduli lingkungan melalui penggunaan tumbler dan tempat makan sendiri demi mengurangi penggunaan kantong plastik di sekolah.

Sementara itu, Kepala SD No. 1 Dalung, Ni Nyoman Sumartini, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa bahagianya atas kehadiran Ketua YKI Badung beserta tim pembina di sekolahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih karena sekolah kami sudah ditunjuk sebagai sekolah binaan untuk PKTP Badung. Begitu ditunjuk, kami sangat berbahagia, karena kami ingin sekali tahu bagaimana penanggulangan kanker yang ada,” ucapnya.

Melalui sinergi lintas sektor ini, YKI Kabupaten Badung berharap pembinaan PKTP di SD No. 1 Dalung dapat melahirkan generasi muda Badung yang sehat, berkarakter, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang peduli dan tanggap terhadap pencegahan penyakit kanker secara berkelanjutan.BWN-HB

Cegah Stunting, Ketua TP. PKK Badung Salurkan 200 Paket Olahan Ikan di Desa Ayunan

0
Ketua TP. PKK sekaligus Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyalurkan paket olahan ikan yang dirangkaikan dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen meningkatkan konsumsi ikan masyarakat demi mendukung pemenuhan gizi keluarga dan mencegah stunting. Upaya nyata ini diwujudkan melalui penyaluran paket olahan ikan yang dirangkaikan dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Badung ini dihadiri langsung oleh Ketua TP. PKK sekaligus Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan penuh dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pangan bergizi bagi tumbuh kembang anak.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Plt. Camat Abiansemal bersama unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Ayunan, perangkat desa, serta masyarakat penerima manfaat. Dalam aksi sosial ini, sebanyak 200 paket olahan ikan berupa ikan nila, ikan lele, dan abon tuna diserahkan kepada warga.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk menjadikan ikan sebagai menu wajib harian. Selain mendorong pemanfaatan pekarangan untuk budidaya ikan mandiri, beliau menekankan pentingnya kreativitas dalam mengolah makanan agar anak-anak gemar makan ikan.

“Jadi wajib Ibu-ibu setiap hari ada ikannya. Ikan mengandung mineral, asam amino, dan omega-3 yang penting untuk kecerdasan anak-anak, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan anak. Mari kita biasakan mengonsumsi ikan, tidak hanya saat ada bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan pangan ini harus menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk membangun kebiasaan sehat secara mandiri.

“Kita berharap ibu-ibu bisa mengolah ikan menjadi berbagai macam menu, sehingga anak-anak juga senang mengkonsumsi ikan. Jadi bukan hanya ketika ada bantuan, tetapi menjadi kebiasaan setiap hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, menjelaskan bahwa penyaluran di Desa Ayunan ini merupakan titik kedelapan dari target 10 kali penyaluran sepanjang tahun 2026. Program ini sengaja melibatkan kelompok pembudidaya serta pengolah lokal guna menggerakkan sektor ekonomi perikanan Badung.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus mendorong masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan. Di sisi lain, program ini juga memberikan ruang bagi kelompok pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan lokal untuk terus berkembang,” ujarnya.BWN-HB

Ketua TP. PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

0
Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10)

Mangupura, baliwakenews.com

Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya.BWN-HB

Jimbaran Hijau Invites Elementary Students to Shape Their Village’s Future Through Writing Competition

0
Jimbaran Hijau Invites Elementary Students to Shape Their Village’s Future Through Writing Competition.
Jimbaran Hijau Invites Elementary Students to Shape Their Village’s Future Through Writing Competition.

Mangupura, Baliwakenews.com – What would Jimbaran look like if children had the power to shape its future? That question lies at the heart of Jimbafest Presents: Pekan CERIA, a community initiative encouraging elementary school students to imagine a better village through creativity, literacy and environmental awareness.

Organised by Jimbaran Hijau in collaboration with Desa Adat Jimbaran, the Badung Regency Education, Youth and Sports Office (UPT Disdikpora), and Yayasan Jimbaran Hijau, the programme brings together education and community engagement in celebration of Earth Day, Teachers’ Day and Saraswati Day.

One of the programme’s highlights is the writing competition, “My Dream for a Better Jimbaran Village” (Impianku untuk Desa Jimbaran yang Terbaik), open to students in Grades 4, 5 and 6 from elementary schools across Jimbaran.

The competition began with a technical meeting on October 6, 2026, attended by 25 principals and Indonesian-language teachers from public elementary schools in Jimbaran. The writing competition itself will take place in person on October 29, 2026, at the courtyard of Jimbaran Hub.

Participants will write their essays by hand, encouraging them to develop their own ideas and express their thoughts without relying on digital tools. Beyond writing skills, the theme invites students to look beyond personal ambitions and consider how their dreams could contribute to the wider community and the future of their village.

“We believe the future of a sustainable Jimbaran begins with how children dream about it today,” said Lydia Natalia, Head of Business Services at Jimbaran Hijau, highlighting the company’s commitment to environmental education for children in the surrounding community.

Yudha Bantono, a writer and competition judge, emphasised the importance of nurturing children’s imagination and empathy through writing.

“Handwriting encourages children to think slowly, feel, and carefully put their thoughts into words. It is an extraordinary exercise in empathy,” Yudha said.

Cheryl Marella, Corporate Communications Senior Manager at Jimbaran Hijau, said children’s imagination and perspectives are essential to creating public spaces that support their needs.

“Children’s voices and visions are the foundation of public spaces that are truly child-friendly,” Cheryl explained.

Yusea Eka Prasetya, Chair of Yayasan Jimbaran Hijau, said environmental education and children’s participation have long been integral to Jimbafest.

“Jimbafest has always involved the community and children. Pekan CERIA is part of the road to Jimbafest 2027, which will become a biennial community festival,” Yusea said.

The initiative has also received a positive response from local schools. Ayu Made Manik Suyasmini, S.E., S.Pd., M.Pd., Principal of SDN 1 Jimbaran, welcomed the competition as an opportunity to strengthen children’s literacy and environmental understanding.

“This writing competition is a very positive initiative to improve literacy and environmental awareness among pre-teen children. We are fully committed to supporting it,” she said.

As one of the key programmes under Jimbafest Presents: Pekan CERIA, the writing competition aims to do more than develop writing skills. By giving young students a platform to express their hopes for Jimbaran, the initiative seeks to nurture a generation that is more aware of, connected to and invested in the future of its own community. BWN-07

Evaluasi Progres Kegiatan APBD 2026, Bupati Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

0
Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan.BWN-HB

Keyakinan Konsumen Bali Turun pada September 2026, BI Ungkap Sinyal Pelemahan Kondisi Ekonomi

0
Sumber: (Humas) SURVEI - Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali pada 20 Oktober 2026 merilis IKK September 2026 tercatat sebesar 122,75, turun dari 123,08 pada Agustus 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Keyakinan konsumen di Provinsi Bali masih berada di zona optimistis pada September 2026. Namun, penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di tengah melemahnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini menjadi sinyal yang perlu dicermati.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, IKK September 2026 tercatat sebesar 122,75, turun dari 123,08 pada Agustus 2026. Meski demikian, indeks tersebut masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang berada di level 118,10.

Data yang dirilis Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali pada 20 Oktober 2026 itu menunjukkan optimisme masyarakat masih terjaga. Akan tetapi, kondisi ekonomi yang dirasakan saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan harapan masyarakat terhadap prospek ekonomi ke depan.

Kondisi Ekonomi Saat Ini Melemah, IKE Turun 2,40 Persen

Salah satu indikator yang patut menjadi perhatian adalah Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Pada September 2026, IKE tercatat sebesar 115,17, turun dari 118,00 pada bulan sebelumnya atau terkontraksi 2,40 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Penurunan tersebut bersumber dari tiga komponen utama, yakni persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya dengan indeks 123,00, penghasilan saat ini dengan indeks 122,00, serta konsumsi barang tahan lama dengan indeks 100,50.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa meskipun konsumen Bali masih optimistis, persepsi terhadap sejumlah aspek ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat mengalami pelemahan dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Konsumsi barang tahan lama menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan keyakinan rumah tangga dalam melakukan pembelian barang bernilai relatif besar.

Ekspektasi Konsumen Bali Justru Menguat

Di tengah melemahnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, harapan konsumen terhadap enam bulan mendatang justru meningkat.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik dari 128,17 pada Agustus 2026 menjadi 130,33 pada September 2026. Kenaikan tersebut mencapai 1,69 persen secara bulanan.

Penguatan terutama ditopang oleh perkiraan kegiatan usaha yang mencapai indeks 131,50, perkiraan ketersediaan lapangan kerja sebesar 130,50, dan perkiraan penghasilan sebesar 129,00.

Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan antara persepsi masyarakat terhadap ekonomi yang sedang berlangsung dan harapan mereka terhadap perkembangan ekonomi ke depan.

BI Bali menilai peningkatan ekspektasi tersebut menunjukkan masyarakat masih meyakini pendapatan, kesempatan kerja, dan kegiatan usaha akan tetap membaik dalam enam bulan mendatang.

Pariwisata Masih Menjadi Penopang Optimisme

Kinerja pariwisata masih menjadi salah satu faktor utama yang menopang keyakinan konsumen di Bali. Aktivitas wisatawan mendukung sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, serta berbagai sektor jasa lainnya.

BI Bali juga mencatat optimisme pada kelompok pekerja formal dengan indeks 120,3 dan pekerja informal sebesar 125,7. Sementara itu, kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp5–6 juta dan Rp2–3 juta per bulan menunjukkan peningkatan keyakinan dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, BI menjelaskan bahwa penurunan IKK pada September 2026 turut mencerminkan normalisasi aktivitas ekonomi setelah periode puncak kunjungan wisatawan pada Agustus 2026.

Artinya, optimisme konsumen masih bertahan, tetapi perkembangannya tetap dipengaruhi oleh dinamika aktivitas pariwisata dan dampaknya terhadap pendapatan masyarakat.

Inflasi Bali 3,79 Persen, Daya Beli Perlu Dijaga

Selain kondisi pasar tenaga kerja dan pendapatan, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga keyakinan konsumen serta konsumsi rumah tangga di Bali.

BI mencatat inflasi Bali pada September 2026 sebesar 3,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut berada sedikit di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen, atau rentang 1,5–3,5 persen.

Tekanan harga menjadi tantangan tersendiri karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan ruang belanja rumah tangga. Karena itu, terjaganya optimisme konsumen perlu diikuti dengan upaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat aktivitas ekonomi.

BI Bali terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali.

Langkah yang ditempuh antara lain melalui operasi pasar, pemantauan harga komoditas strategis, serta peningkatan kelancaran distribusi pangan.

Optimisme Harus Diikuti Perbaikan Ekonomi Riil

Perkembangan survei konsumen September 2026 memberikan dua gambaran penting bagi perekonomian Bali. Di satu sisi, IKK yang masih berada di atas 100 menunjukkan keyakinan konsumen tetap optimistis. Di sisi lain, penurunan IKE memperlihatkan bahwa persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini mengalami tekanan.

Penguatan IEK menjadi modal positif bagi perekonomian Bali ke depan. Namun, harapan terhadap peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha perlu didukung oleh kondisi ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Bali, keberlanjutan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, pengendalian inflasi, dan terjaganya daya beli akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan konsumsi rumah tangga serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. BWN-03

Psikotes 40 Pejabat Eselon II Pemprov Bali, Koster Ingin Potret Utuh, Bukan Sekadar Portofolio

0
Sumber: (Humas) PSIKOTES - Gubernur Bali, Wayan Koster menggelar psikotes terhadap 40 pejabat pimpinan tinggi pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali di Fakultas Kedokteran Unud, Denpasar, Selasa 20 Oktober 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster menggelar psikotes terhadap 40 pejabat pimpinan tinggi pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran karakter dan profil psikologis pejabat secara lebih utuh, sebagai bahan evaluasi dalam mendorong profesionalisme, kepemimpinan, dan peningkatan kinerja birokrasi.

Koster menegaskan, psikotes tersebut bukan bertujuan mencari-cari kesalahan pejabat ataupun menjadi dasar otomatis untuk mencopot seseorang dari jabatannya. Ia ingin penilaian terhadap pejabat tidak hanya bertumpu pada portofolio dan rekam jejak administratif, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik personal yang memengaruhi cara seseorang bekerja dan memimpin.

“Terima kasih telah mengikuti tes psikotes ini. Saya ingin mendapatkan gambaran profil karakteristik personal seluruh pejabat Eselon II,” ujar Koster.

Psikotes berlangsung di Ruang Sidang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Lantai 4, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), Kampus Sudirman, Denpasar, Selasa 20 Oktober 2026 mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA

Koster Soroti Keterbatasan Penilaian Berbasis Portofolio

Menurut Koster, penilaian melalui mekanisme manajemen talenta belum sepenuhnya memberikan gambaran yang sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan di lapangan. Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan seluruh pejabat yang berkaitan dengan pengisian jabatan Eselon II, III, dan IV.

Selama ini, penilaian untuk promosi jabatan antara lain bertumpu pada portofolio. Namun, menurutnya, dokumen rekam jejak tersebut belum tentu mampu menggambarkan kompetensi dan karakter kepemimpinan seseorang secara menyeluruh.

“Karena itu saya buat tes ini agar saya mendapatkan gambaran lebih personal yang lebih utuh. Saya ingin jabatan ini betul-betul diisi oleh kompetensi yang profesional dan kepemimpinan yang tepat,” tegasnya.

Melalui psikotes tersebut, Koster ingin memperoleh perspektif tambahan mengenai karakteristik pejabat yang memimpin perangkat daerah. Informasi itu diharapkan membantu pemerintah provinsi dalam mendorong kesesuaian antara kompetensi, karakter kepemimpinan, dan tanggung jawab jabatan.

Hasil Psikotes Dirahasiakan, Bukan Otomatis Pencopotan

Koster memastikan hasil psikotes bersifat rahasia dan tidak akan disebarluaskan. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak serta-merta berarti pejabat yang mengikutinya akan dicopot dari jabatan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kinerja tetap menjadi perhatian penting, terutama bagi pejabat Eselon II yang memegang tanggung jawab strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Hasilnya tidak disebarluaskan. Ini bukan berarti akan dicopot dari jabatan, meskipun saya dapat gambaran ke depannya kalau kinerjanya tidak bagus, apalagi ini Eselon II,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan kualitas birokrasi tidak cukup hanya melalui pemenuhan persyaratan administratif. Kinerja, profesionalisme, dan kemampuan memimpin juga menjadi aspek penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pejabat publik.

Pejabat Diminta Lebih Responsif dan Tepat Menjalankan Program

Selain pemetaan profil psikologis, Koster meminta seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama meningkatkan kinerja dengan menjalankan program berdasarkan matriks yang telah ditetapkan serta sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

Ia menekankan pentingnya pola kerja yang sistematis sekaligus kemampuan memahami substansi pekerjaan dan merespons kebutuhan pelaksanaan kebijakan secara tepat.

“Bukan hanya sistematis dalam bekerja, tapi memahami kinerja yang baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Harus lebih responsif dan lebih tepat dalam mengerjakan kebijakan ke depannya,” imbuhnya.

Bagi Koster, pejabat Eselon II memiliki posisi strategis karena menjadi pimpinan perangkat daerah yang menerjemahkan dan mengoperasionalkan program gubernur ke dalam pelaksanaan tugas di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Karakter dan perilaku pemimpin, lanjutnya, dapat memengaruhi suasana kerja, hubungan antarpegawai, serta capaian kinerja organisasi. Karena itu, pemetaan karakteristik personal dinilai penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai profil kepemimpinan pejabat.

Pemprov Bali Gandeng Fakultas Kedokteran Unud

Pelaksanaan psikotes ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung kesejahteraan kerja dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui pemetaan profil psikologis pejabat eksekutif.

Sebanyak 40 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali mengikuti kegiatan tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai karakteristik personal pejabat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil pemetaan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pengembangan kompetensi, penguatan kepemimpinan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Bali.

Dengan demikian, evaluasi birokrasi tidak berhenti pada penilaian dokumen dan rekam jejak, tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas kepemimpinan serta pencapaian kinerja yang terukur. BWN-03

BI Bali Raih Apresiasi DEKS Lewat Program Inovasi UMKM Hijau, Dorong Bisnis Berkelanjutan dan Pemberdayaan Perempuan

0
Sumber: (Humas) APRESIASI - BI Provinsi Bali mendapat apresiasi dari DEKS Bank Indonesia dalam ajang ISEF 2026 di JCC, 14–18 Oktober 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendapat apresiasi dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia atas keberhasilan mendorong praktik bisnis hijau bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali 2026. Apresiasi tersebut diberikan dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), 14–18 Oktober 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Achris Sarwani mengatakan capaian ini menjadi pengakuan atas upaya pengembangan UMKM di Bali yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga mengedepankan pengelolaan limbah, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali memperoleh satu booth khusus UMKM hijau di ISEF 2026. Booth tersebut menjadi ruang bagi UMKM binaan dan mitra BI Bali untuk memperkenalkan praktik bisnis ramah lingkungan sekaligus menjadi percontohan bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) lainnya dalam mengembangkan UMKM hijau secara inklusif.

“Salah satu UMKM yang mendapat kesempatan tampil dalam booth tersebut adalah DINZ Handmade, pelaku usaha yang berhasil mengolah limbah produksi menjadi produk baru bernilai komersial, ” ungkapan Achris.

Partisipasi DINZ Handmade menjadi contoh bahwa pengelolaan limbah tidak harus berhenti pada upaya mengurangi sampah. Dengan kreativitas dan inovasi, limbah produksi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang pendapatan baru.

Lebih dari itu, DINZ Handmade juga mengembangkan proses produksi yang melibatkan kelompok perempuan di wilayahnya. Pemberdayaan tersebut membuka ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Keterlibatan DINZ Handmade di ISEF 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa penerapan prinsip bisnis hijau dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Praktik tersebut sejalan dengan upaya membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan, inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BI Bali Dorong UMKM Hijau dari Lingkungan hingga Pasar

Program Inovasi UMKM Hijau Bali 2026 menjadi bagian dari upaya KPwBI Provinsi Bali untuk mendorong pelaku usaha menerapkan praktik bisnis yang lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan UMKM tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan penjualan, tetapi juga pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, pengolahan limbah, inovasi produk, serta keterlibatan masyarakat dalam rantai usaha.

Kehadiran booth UMKM hijau pada ISEF 2026 memberikan kesempatan bagi produk-produk ramah lingkungan dari Bali untuk memperoleh eksposur lebih luas. Forum tersebut juga menjadi sarana mempertemukan praktik baik UMKM daerah dengan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Bagi pelaku usaha seperti DINZ Handmade, kesempatan showcasing di ajang nasional ini dapat memperkuat pengenalan produk sekaligus memperluas peluang pengembangan pasar dan jejaring bisnis.

Ekonomi Syariah Berkelanjutan Jadi Agenda Strategis

ISEF ke-13 tahun 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Festival yang berlangsung pada 14–18 Oktober tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri halal, lembaga keuangan syariah, UMKM, investor, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam penutupan ISEF 2026 di JCC, Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan yang inklusif. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak cukup diukur dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati manfaatnya.

ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar. Sementara itu, business matching pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun, terdiri atas pembiayaan syariah Rp2,6 triliun dan perdagangan syariah Rp558,4 miliar. Komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah juga mencapai Rp6,05 triliun.

Festival tersebut dikunjungi sekitar 93 ribu orang, dengan jangkauan media massa dan media sosial mencapai 26,5 juta orang. Lebih dari 1.000 pelaku industri halal turut terlibat dalam rangkaian kegiatan yang mencakup penguatan industri halal, perluasan pembiayaan, pengembangan usaha, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda.

Partisipasi BI Bali melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali 2026 memperkuat kontribusi daerah dalam agenda tersebut. Pengalaman DINZ Handmade menunjukkan bahwa inovasi pengolahan limbah dan pemberdayaan perempuan dapat menjadi bagian dari pengembangan UMKM yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.

Ke depan, penguatan praktik bisnis hijau diharapkan tidak hanya menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memperluas kesempatan usaha, meningkatkan daya saing UMKM Bali, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. BWN-03

Festival Tring Pegadaian 2026 Hadir di Bali, Anggis Devaki hingga Jegeg Bulan Siap Meriahkan Acara

0
Sumber: (Humas) FESTIVAL TRING! - Pegadaian mengajak masyarakat Bali untuk meramaikan Festival Tring! by Pegadaian pada 21–25 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Bali.

Denpasar, Baliwakenews.com

PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Denpasar menghadirkan Festival Tring! by Pegadaian di Trans Studio Mall Bali pada 21–25 Oktober 2026. Festival ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun aplikasi Tring by Pegadaian dengan menghadirkan hiburan musik, aktivitas interaktif, bazar, hingga edukasi investasi bagi masyarakat Bali.

Sejumlah musisi dan talenta lokal siap memeriahkan festival tersebut. Nama-nama yang dijadwalkan tampil di antaranya Bagus Wirata, Anggis Devaki, Meiska, Nanoe Biroe, KIS Band, dan Jegeg Bulan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, mengatakan kehadiran para musisi tersebut menjadi salah satu daya tarik Festival Tring yang dikemas sebagai ruang hiburan sekaligus sarana untuk mendekatkan layanan Pegadaian kepada masyarakat.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, festival ini juga menawarkan beragam kegiatan yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai kalangan. Beberapa di antaranya Tring! Charm Walk, Tring! Sing & Shine, Tring! Colour Fun, Tring! Little Star, dan Tring! Little Runway.

“Pengunjung juga dapat menikmati Music & Dance Performance, mengikuti lomba dan permainan, serta mengunjungi Tring Corner untuk mengenal lebih jauh layanan Pegadaian melalui aplikasi Tring, ” ujarnya.

Ada Bazar Lelang Emas hingga Cuci Emas Gratis

Salah satu kegiatan yang turut dihadirkan adalah Bazar Lelang Emas. Selain itu, Pegadaian menyediakan layanan Cuci Emas Gratis sebagai bagian dari rangkaian aktivitas festival.

“Bagi masyarakat yang ingin memperluas wawasan keuangan, Festival Tring juga menghadirkan Talkshow Investasi Cerdas. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk mengenal layanan Pegadaian serta memahami pilihan investasi yang tersedia, ” imbuhnya.

Kombinasi hiburan, aktivitas komunitas, dan edukasi keuangan tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang berkunjung ke Trans Studio Mall Bali selama lima hari pelaksanaan festival.

Momentum Perkenalkan Layanan Digital Pegadaian

Edy Purwanto, mengatakan Festival Tring merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat dalam merayakan ulang tahun aplikasi Tring by Pegadaian.

“Festival Tring kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan pengalaman mengenai berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui Tring,” ujar Edy Purwanto.

Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, perusahaan berupaya menghadirkan berbagai layanan dalam satu platform digital agar lebih mudah diakses masyarakat.

Festival ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Pegadaian untuk memperkenalkan pemanfaatan layanan digital, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan dan investasi.

Pegadaian mengajak masyarakat Denpasar dan berbagai daerah di Bali untuk meramaikan Festival Tring! by Pegadaian pada 21–25 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Bali.

Dengan beragam penampilan musisi, aktivitas keluarga, bazar lelang emas, hingga edukasi investasi, Festival Tring diharapkan menjadi salah satu pilihan kegiatan hiburan masyarakat Bali sekaligus momentum mengenal lebih dekat layanan digital Pegadaian. BWN-03

Longsor Terjang Perumahan di Kediri, Dua Rumah Rusak dan Satu Orang Luka

0
LONGSOR: Tanah longsor di Perumahan Teras Dati, Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, mengakibatkan dua rumah warga rusak.

Tabanan, baliwakenews.com

Tanah longsor menerjang Perumahan Teras Dati, Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (20/10/2026) pukul 07.30 Wita. Dua rumah rusak dengan total kerugian ditaksir Rp200 juta, sementara satu orang terluka.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, menjelaskan longsor dipicu kondisi tanah pondasi perumahan yang labil.

Rumah milik Nurul Laili mengalami kerusakan pada bagian kamar dan dapur dengan kerugian sekitar Rp150 juta.

Sementara dapur rumah milik A.A. Krisna Jaya rusak dengan kerugian ditaksir Rp50 juta.

“Korban luka bernama Risnu Akbar Kurniawan, 29, sudah mendapatkan perawatan di RS Kasih Ibu,” jelasnya.

BPBD Tabanan menerjunkan Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 4 untuk melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak.

“Saat ini kami telah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik,” pungkasnya. BWN-06