Sampah Dapur Disulap Jadi “Emas” Pertanian, PKM Unwar Latih KWT Bhuana Asri Buat Kompos Ramah Lingkungan

0
Sumber: (Humas) PKM Unwar - Tim PKM Unwar Saat memberikan pelatihan kepada KWT Bhuana Asri, Br. Sandakan, Petang, Badung, pada 9 Mei 2026.

Mangupura, Baliwakenews.com

Sampah organik rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa menjadi “emas” bagi pertanian. Inilah yang dilakukan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Bhuana Asri, Br. Sandakan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada 9 Mei 2026.

Lewat pelatihan dan pendampingan intensif, para anggota KWT diajarkan cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Program ini diketuai oleh Ir. A. A. S. Putri Risa Andriani bersama anggota tim Ir. Ni Ketut Mardewi dan Ratna Ayu Widiaswari. Kegiatan tersebut didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa.

KWT Bhuana Asri selama ini dikenal aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman hortikultura seperti sayuran hijau, kol, dan cabai. Namun di balik aktivitas pertanian rumah tangga itu, pengelolaan limbah organik masih menjadi tantangan utama.

“Sampah sisa dapur dan limbah pertanian sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain berpotensi mencemari lingkungan, kondisi ini juga menyebabkan pemborosan sumber daya yang sebenarnya dapat diolah kembali menjadi pupuk alami, ” ungkap Putri Risa.

Tak hanya itu, minimnya pemahaman anggota kelompok mengenai teknik pengomposan yang tepat membuat produksi kompos mandiri belum mampu menghasilkan kualitas yang maksimal.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian menghadirkan pelatihan praktis dengan metode layering atau metode berlapis. Teknik ini dilakukan dengan menyusun bahan organik kaya karbon seperti daun kering dan ranting, lalu dipadukan dengan bahan kaya nitrogen seperti rumput segar dan sisa sayuran secara bergantian di dalam wadah kompos.

Peserta juga diajarkan tahapan lengkap mulai dari persiapan wadah kompos, penyusunan lapisan bahan, pemberian aktivator seperti EM4 atau air cucian beras, hingga proses pemeraman dan pembalikan kompos secara berkala.

Lebih lanjut Putri Risa, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah organik, tetapi juga membangun kemandirian kelompok tani dalam menyediakan pupuk ramah lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota KWT mampu memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi kompos berkualitas yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Anggota KWT Bhuana Asri menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata karena selain membantu mengurangi limbah rumah tangga, penggunaan kompos juga dinilai mampu menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.

Program pemberdayaan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih mandiri, hemat biaya, dan berkelanjutan berbasis pengelolaan lingkungan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas kelompok tani dan pengembangan lingkungan berkelanjutan, ” pungkasnya. BWN-03

PUSPA Badung Perkuat Skill Perempuan Lewat Pelatihan

0
PUSPA-Forum PUSPA Kabupaten Badung bersama Forum PUSPA Provinsi Bali memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tata rias dan sanggul pakem Bali di Kantor Perbekel Dalung, Kuta Utara, Rabu (13/5).

Dalung, Baliwakenews.com

Forum PUSPA Kabupaten Badung bersama Forum PUSPA Provinsi Bali memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pelatihan tata rias dan sanggul pakem Bali di Kantor Perbekel Dalung, Kuta Utara, Rabu (13/5). Kegiatan ini diikuti puluhan perempuan sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ketua Forum PUSPA Kabupaten Badung, Nyonya Ayu Parwata, menegaskan pelatihan tersebut menjadi langkah konkret mendorong kemandirian perempuan. Selain membantu perempuan lebih mandiri dalam berhias untuk kebutuhan adat maupun acara resmi, keterampilan itu juga dinilai berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

“Melalui pelatihan ini, ibu-ibu tidak hanya bisa menghemat pengeluaran, tetapi juga memiliki peluang membuka usaha jasa tata rias,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Forum PUSPA memiliki tiga fokus utama atau 3N, yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia, serta menghapus kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan. Pelatihan kecakapan hidup seperti tata rias dan sanggul dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi perempuan.

Selain program pemberdayaan, PUSPA Badung juga telah menjalankan berbagai aksi sosial, mulai dari bantuan bagi anak disabilitas hingga rencana kerja sama layanan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Badung dan Klinik Putu Parwata. Ke depan, PUSPA juga berencana mengembangkan pelatihan kuliner serta kunjungan ke perajin tenun endek guna mendukung UMKM lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Hak Perempuan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali , Ni Nyoman Cahayawati, SE. M.Si, menyebut Badung menjadi daerah ketiga pelaksanaan pelatihan setelah Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana. Tahun ini, pelatihan diberikan lebih lengkap dengan materi teknik sanggul dan tata rias wajah profesional atau Make Up Artist (MUA).

“Perempuan Bali harus berdaya di tengah situasi ekonomi saat ini. Sertifikat yang diberikan nantinya diharapkan bisa menjadi bekal kompetensi untuk masuk ke dunia profesional,” katanya.

Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga tradisi berpakaian adat Bali sesuai pakem. Kegiatan ditutup dengan praktik langsung dan peragaan hasil riasan peserta di bawah bimbingan narasumber kompeten. BWN-05

Usaha dan Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal Terancam Disanksi Berat, Pol.PP Gelar Sidang Tipiring di Kantor Camat Kuta

0
Tegas: Sidang tipiring di Kantor Camat Kuta menjadi langkah tegas Pemkab Badung menindak pelanggaran sampah dan pelanggaran perda lainnya.

Manguoura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung mulai mengarahkan penindakan sampah liar tidak hanya kepada pelaku yang tertangkap membuang sampah sembarangan, tetapi juga kepada usaha atau perusahaan yang menjadi sumber sampah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemkab Badung menekan persoalan darurat sampah yang masih terjadi di sejumlah wilayah, khususnya kawasan pariwisata.

Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara menegaskan, pihaknya kini akan menelusuri asal-usul sampah yang dibuang secara ilegal. Jika terbukti berasal dari sebuah usaha, maka tempat usaha tersebut juga berpotensi dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.

“Kalau sampah yang dibuang itu berasal dari kegiatan usaha dan dilakukan oleh karyawannya, tentu tempat usaha terkait juga bisa dikenakan sanksi,” tegas Suryanegara saat dihubungi Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, sanksi yang disiapkan tidak hanya sebatas teguran. Pemkab Badung membuka kemungkinan penghentian sementara operasional usaha, penutupan tempat usaha, penyegelan hingga pencabutan izin usaha apabila pelanggaran terus terjadi.

“Kami akan telusuri tempat usahanya. Sanksinya bisa penghentian sementara, penutupan usaha, penyegelan sampai pencabutan izin. Bahkan jika bangunannya melanggar aturan dan tidak memiliki izin, bisa sampai pembongkaran,” ujarnya.

Penegasan ini muncul setelah Satpol PP Badung kembali menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Kantor Camat Kuta, Jumat (8/5/2026). Dalam sidang tersebut, dua pelanggar kasus sampah dijatuhi sanksi denda. Seorang pegawai rumah makan didenda Rp150 ribu, sementara pelaku jasa angkut sampah yang membuang sampah sembarangan di Kedonganan didenda Rp300 ribu.

Sementara itu, tiga pelanggar lainnya belum menjalani sidang karena datang terlambat dan dijadwalkan mengikuti sidang pekan depan. “Yang tiga pelanggar datang terlambat. Mereka diminta hadir jam 8 pagi, tetapi baru datang sekitar jam 10 lebih sehingga sidang sudah berlangsung,” jelasnya.

Suryanegara menambahkan, sidang tipiring akan rutin dilaksanakan setiap pekan sebagai bagian dari penegakan Perda sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah. Pekan depan, sidang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Kuta Utara. “Sidang tipiring ini akan terus dilakukan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” katanya.

Tidak hanya kasus sampah, sidang tipiring juga menangani pelanggaran lain, termasuk tujuh pedagang yang kedapatan berjualan di atas trotoar. Seluruh pelanggaran terhadap Perda Nomor 7 Tahun 2016, menurutnya, tetap dapat diproses secara hukum meskipun pelaku telah menerima sanksi adat.

“Dasar hukumnya berbeda. Sanksi adat berdasarkan aturan adat, sedangkan tipiring merupakan pidana berdasarkan aturan daerah,” tandasnya. BWN-04

Pembuangan Sampah Liar di Kuta Disebut Mulai Menurun, Satgas Pengawasan Dinilai Efektif Ubah Pola Buang Sampah Masyarakat

0
Sembarangan: Petugas DLHK Badung saat mengangkut sampah yang sebelumnya dibuang sembarangan di beberapa titik teotoar Kuta.

Mangupura, baliwakenews.com

Upaya penanganan sampah di Kecamatan Kuta mulai menunjukkan hasil positif. Setelah pembentukan satuan tugas (satgas) pengawasan sampah, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di titik resmi pengumpulan perlahan meningkat, sementara praktik pembuangan liar mulai berangsur menurun.

Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya volume sampah yang masuk ke lokasi pembuangan resmi milik pemerintah dibanding sebelumnya yang justru banyak dibuang sembarangan.

Sekretaris Camat Kuta, Made Agus Suantara mengungkapkan, pola pengangkutan sampah kini mengalami peningkatan signifikan di titik resmi pembuangan. Kondisi itu menjadi indikator bahwa masyarakat mulai sadar memilah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Awalnya ada dua truk yang disiagakan mengangkut sampah. Biasanya satu truk penuh dan satu lagi hanya setengah terisi. Sekarang justru dua truk penuh dan harus ditambah lagi armadanya. Ini artinya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah mulai tumbuh dan mereka membawa sampah ke titik pengumpulan yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Meski demikian, pemerintah kecamatan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung serta linmas tetap memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan yang masih kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.

“Kita tetap berjaga. Titik liar nanti akan ada penjagaan lebih ketat melalui kolaborasi DLHK dan linmas. Kelurahan katanya juga akan diberikan satu truk untuk menyisir sampah liar,” katanya.

Selain memperkuat pengawasan, Kecamatan Kuta juga mendorong desa adat memiliki tempat pemilahan sampah mandiri agar proses pengelolaan bisa dilakukan lebih dekat dari sumber sampah. Langkah ini dianggap penting karena sampah liar yang masih ditemukan umumnya belum dipilah, sementara sistem pengangkutan DLHK mewajibkan sampah dalam kondisi terpilah.

Pemerintah juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat guna menekan aksi buang sampah sembarangan. Bahkan sejumlah titik rawan direncanakan dipasangi CCTV atas inisiatif kepala lingkungan setempat untuk memantau aktivitas pembuangan liar.

“Sudah dijaga tapi masih ada yang membuang sampah sembarangan. Namun sekarang kesadaran masyarakat sudah meningkat. Pembuangan sampah liar mulai menurun walaupun masih ada yang kucing-kucingan,” ungkapnya.

Menurut Agus Suantara, pengawasan lingkungan ke depan akan dilakukan lebih masif dengan melibatkan seluruh stakeholder di masing-masing wilayah agar penanganan sampah berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, DLHK Badung juga tengah menyiapkan uji coba mesin pencacah sampah organik bertenaga listrik di kawasan Padang Seni. Mesin tersebut diharapkan mampu membantu pengolahan sampah organik di tingkat lokal sebelum incinerator beroperasi penuh.

“Di Padang Seni kemungkinan akan dibuka untuk uji coba mesin baru bertenaga listrik sebagai alat pencacah sampah organik. Kami berharap segera dapat terealisasi sehingga bisa sedikit membantu mengatasi persoalan sampah di Kuta,” harapnya. BWN-04

Surfing Perempuan di Bali Kian Berkembang, Rip Curl Girls Go Surfing Day Pecahkan Rekor Peserta

0
Surfing: Aksi peselancar perempuan dalam gelaran Rip Curl Girls Go Surfing Day 2026.

Sanur, baliwakenews.com

Antusiasme perempuan terhadap olahraga surfing di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dalam gelaran Rip Curl Girls Go Surfing Day 2026 yang sukses mencatat jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan acara tersebut.

Memasuki edisi ke-23, kegiatan tahunan yang digelar di Rip Curl School of Surf, Sanur, Bali pada 10 Mei 2026 ini diikuti lebih dari 150 peserta perempuan dari berbagai kalangan dan tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga peselancar berpengalaman.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang belajar surfing, tetapi juga ruang membangun rasa percaya diri, solidaritas, dan komunitas perempuan pecinta laut. Para peserta mendapatkan sesi coaching langsung dari atlet perempuan Rip Curl serta pelatih surfing profesional.

“Saya pertama kali mengikuti Girls Go Surfing Day itu saat berusia 11 tahun, dan sangat terinspirasi melihat bagaimana acara ini berkembang begitu besar sejak saat itu,” ujar atlet Rip Curl Indonesia, Taina Izquierdo.

“Menyaksikan lebih dari 150 perempuan saling mendukung, baik di dalam maupun di luar air, hari ini terasa sangat spesial. Energi, rasa percaya diri, dan semangat komunitasnya luar biasa,” lanjutnya.

Sepanjang kegiatan, peserta dibekali berbagai keterampilan penting terkait keselamatan di laut serta teknik dasar surfing yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan kenyamanan saat berada di air.

Tak hanya berfokus pada olahraga, suasana pantai juga dibuat meriah dengan berbagai aktivitas pendukung seperti yoga, ice bath, voli pantai, musik, hingga aktivasi komunitas bersama para partner acara.

Kesadaran lingkungan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui program coral gardening yang dipimpin tim Rip Curl School of Surf, para peserta diajak menanam coral spider untuk membantu revitalisasi taman karang di kawasan depan sekolah surfing tersebut.

Berbagai sponsor dan partner lokal turut mendukung jalannya acara. BGS Coffee, Indo Amazon, dan Yummy Dairy menyediakan konsumsi untuk menjaga energi peserta sejak pagi hari. Sementara DJ Lissa Cahaya memeriahkan suasana sore menjelang perayaan matahari terbenam bersama Island Brewing.

Momen sunset kemudian berubah menjadi pesta komunitas penuh semangat ketika seluruh peserta berkumpul menikmati suasana pantai dan merayakan pengalaman surfing bersama.

Kesuksesan Rip Curl Girls Go Surfing Day 2026 dinilai menjadi bukti semakin berkembangnya surfing perempuan di Indonesia sekaligus memperlihatkan komitmen Rip Curl dalam membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk mengenal budaya laut dan olahraga surfing.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai partner seperti Mamaka Hotels & Resorts, Solcreme, Megatix, Yummy Dairy, BGS, Island Brewing, Sensatia, Indo Amazon, Onboard Bali, Hydroflask, Prama, The Beach, dan Coca Cola.

Selain mendukung acara, sejumlah partner juga berkontribusi dalam kenyamanan peserta. Solcreme Sunscreen membantu melindungi peserta dari paparan sinar matahari, Sensatia menyediakan produk perawatan setelah surfing, sementara Mamaka Hotels & Resorts menjadi tuan rumah bagi tamu undangan dari Bali dan Jakarta. Rangkaian acara kemudian ditutup melalui official afterparty dinner di Kuta Social Club.

Bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan ini, Rip Curl School of Surf Sanur tetap membuka kelas surfing setiap hari sepanjang tahun bagi pemula maupun peselancar yang ingin meningkatkan kemampuan dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan.

Sebagai informasi, Rip Curl merupakan perusahaan surfing asal Torquay, Australia, yang berdiri sejak 1969 dan dikenal dengan slogan The Ultimate Surfing Company. Selama lebih dari lima dekade, Rip Curl terus fokus mengembangkan produk, event, atlet, dan komunitas surfing di berbagai belahan dunia. BWN-04

Bandara Ngurah Rai Perkuat SDM Keamanan Penerbangan Bertaraf Internasional

0
Keamanan: Pelatihan bertaraf internasional untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan sekaligus memperkuat standar keamanan bandara kawasan regional digelar di Bandara Ngurah Rai.

Mangupura, baliwakenews.com

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan penerbangan melalui pelatihan bertaraf internasional yang melibatkan personel Airport Security dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Bersama organisasi penerbangan sipil internasional ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menggelar ICAO Aviation Security National Instructors Course di Bali.

Pelatihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan sekaligus memperkuat standar keamanan bandara di tingkat regional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarnegara dalam menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengatakan, penguatan kualitas personel keamanan menjadi hal penting mengingat Bandara Ngurah Rai merupakan gerbang utama pariwisata Bali dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun.

“Aspek keamanan merupakan salah satu aspek paling penting dalam operasional kebandarudaraan dan penerbangan. Sebagai pintu gerbang udara Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun, maka dibutuhkan personel Airport Security dengan kemampuan berstandar internasional untuk memastikan keamanan bandara,” ujar Nugroho Jati, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan Program Transformasi Perusahaan, khususnya Pilar People, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM dan layanan personel bandara kelas dunia.

“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan personel Airport Security bandara yang merupakan salah satu unsur pelayanan di garis terdepan kepada pengguna jasa bandara,” lanjutnya.

Pelatihan tersebut diikuti 23 peserta dari negara anggota ICAO kawasan Asia Pasifik, yakni Indonesia sebanyak 11 peserta, Vietnam 4 peserta, Makau Republik Rakyat Tiongkok 4 peserta, Timor Leste 2 peserta, serta masing-masing satu peserta dari Maladewa dan Kepulauan Solomon.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis keamanan penerbangan dan kemampuan instruksional langsung dari instruktur ICAO. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan di organisasi maupun negara masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas pelatihan sesuai standar internasional ICAO.

Kehadiran personel Airport Security dari berbagai operator bandara internasional ini dinilai menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas keamanan penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

“Kami berharap penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara dapat tercipta dengan terselenggaranya kegiatan ini, demi menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang,” tutup Nugroho Jati.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme.BWN-04

Bali Siaga Hantavirus, Dinkes Pastikan Tak Ada Kasus, Perketat Pengawasan di Bandara hingga Pelabuhan

0
Sumber: (Humas) SIAGA HANTAVIRUS - Dinas Kesehatan Bali kini memperkuat pengawasan di bandara, pelabuhan, hingga kawasan kerja, antisipasi Hantavirus Selasa (12/5/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Pemerintah Provinsi Bali mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus menyusul munculnya kasus di sejumlah wilayah Indonesia. Meski hingga kini Bali dipastikan masih aman dan belum ditemukan kasus, pengawasan di berbagai pintu masuk diperketat untuk mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menegaskan hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali. Namun, langkah antisipasi terus dilakukan agar masyarakat tetap terlindungi.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” tegas dr. Anom dalam pers rilis resmi di Denpasar, Selasa (12/5/2026).

Dinas Kesehatan Bali kini memperkuat pengawasan di bandara, pelabuhan, hingga kawasan kerja yang dinilai memiliki risiko tinggi. Skrining juga diperketat terhadap pekerja migran dan kru kapal pesiar yang masuk ke Bali.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini menyebar lewat paparan urine, air liur, hingga kotoran tikus yang terkontaminasi debu. Berbeda dengan COVID-19, hantavirus tidak menular antar manusia.

Meski demikian, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena gejalanya bisa berkembang serius. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga gejala mirip flu berat. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berbahaya.

Untuk mencegah risiko penularan, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus. Warga juga diimbau berhati-hati saat membersihkan gudang atau bangunan lama yang jarang digunakan.

“Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terdapat kotoran tikus. Hindari menyapu dalam kondisi kering agar debu tidak beterbangan,” imbau dr. Anom.

Dinkes Bali juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah beraktivitas di lingkungan yang banyak tikus atau kurang bersih.

Selain memperketat pengawasan, Pemprov Bali kini memperkuat koordinasi dengan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan untuk memantau pasien dengan gejala flu berat yang memiliki riwayat kontak dengan tikus.

Edukasi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus digencarkan sebagai langkah pencegahan dini di masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memantau perkembangan situasi secara real-time,” ujar dr. Anom. BWN-03

Hervina Buktikan Pendidikan Non-Formal Bisa Mendunia Lewat Sentuhan Tri Hita Karana

0
Sumber: (Humas) INOVATOR - Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, sosok pendidik yang meraih penghargaan Inovator Pendidikan 2026 kategori Pendidikan Non-Formal dalam ajang Apresiasi Nasional Insan Pendidikan Berdampak 2026.

Singaraja, Baliwakenews.com

Di tengah derasnya perubahan zaman dan tantangan pendidikan modern, seorang pendidik asal Kabupaten Buleleng memilih menempuh jalan yang berbeda. Bukan sekadar mengajar membaca dan menulis, ia merancang pembelajaran yang mengajarkan cara bertahan hidup, memahami budaya, sekaligus membangun karakter.

Adalah Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, sosok pendidik yang berhasil mengharumkan nama Bali di tingkat nasional setelah meraih penghargaan Inovator Pendidikan 2026 kategori Pendidikan Non-Formal dalam ajang Apresiasi Nasional Insan Pendidikan Berdampak 2026.

Penghargaan bergengsi itu diraih melalui inovasi bertajuk “Model SANJAYANTI Terintegrasi Tri Hita Karana: Menganyam Literasi dan Kecakapan Hidup untuk Akselerasi Asta Cita dan SDGs di PKBM Widya Aksara.”

Bagi Hervina, pendidikan bukan hanya soal angka dan ijazah. Ia percaya pembelajaran harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dari keyakinan itulah lahir model pembelajaran yang memadukan literasi, kecakapan hidup, serta filosofi lokal Bali, Tri Hita Karana.

Di ruang belajar PKBM Widya Aksara, pendidikan dirancang lebih membumi. Peserta didik tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga dibekali keterampilan hidup, kemampuan beradaptasi, hingga nilai harmoni dengan sesama manusia, alam, dan spiritualitas.

“Pendidikan non-formal memiliki peran strategis dalam membuka akses pembelajaran sepanjang hayat. Melalui model SANJAYANTI, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya menguatkan literasi, tetapi juga membangun kecakapan hidup dan karakter berbasis budaya lokal,” ujar Hervina saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2026).

Perjalanan inovasi itu kemudian mengantarkan namanya ke panggung nasional. Ajang penghargaan yang digelar oleh GuruInovatif.id bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada puncak acara yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Hervina tampil sebagai salah satu inovator pendidikan yang dinilai berhasil menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan non-formal.

Namun bagi perempuan asal Buleleng itu, penghargaan bukanlah garis akhir. Ia justru melihatnya sebagai pengingat bahwa pendidikan harus terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar budaya.

“Kami ingin peserta didik memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta harmoni kehidupan sebagaimana filosofi Tri Hita Karana,” tegasnya.

Prestasi yang diraih Hervina pun mendapat apresiasi luas dari kalangan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Keberhasilannya dinilai menjadi bukti bahwa inovasi dari daerah mampu bersaing dan memberi kontribusi nyata di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar trofi penghargaan, capaian tersebut menjadi pesan bahwa transformasi pendidikan bisa lahir dari ruang-ruang belajar sederhana, selama dijalankan dengan gagasan yang berpihak pada manusia dan masa depan.

Di tangan Hervina, pendidikan non-formal tak lagi dipandang sebelah mata. Ia menjelma menjadi ruang harapan baru — tempat literasi, kecakapan hidup, budaya, dan nilai kemanusiaan dirajut menjadi bekal menghadapi dunia yang terus berubah. BWN-03

Ratusan Guru Non-ASN Terancam Berhenti, DPRD Badung Cari Solusi

0
Ketua BK DPRD Badung, Putu Parwata

Mangupura, baliwakenews.com

Ancaman berhentinya ratusan guru non-ASN pada akhir 2026 dinilai dapat memicu stagnasi proses belajar mengajar di Kabupaten Badung. DPRD Badung pun mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan langkah penyelamatan agar dunia pendidikan tidak terganggu.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung, Putu Parwata menegaskan, para guru non-ASN yang telah lama mengabdi tidak boleh diabaikan begitu saja. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan harus segera merumuskan solusi konkret menyusul kebijakan pembatasan masa tugas tenaga non-ASN hingga 31 Desember 2026.

Politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi IV DPRD Badung itu mengingatkan, jika lebih dari 300 guru non-ASN berhenti secara bersamaan, dampaknya akan sangat serius bagi dunia pendidikan di Gumi Keris.

“Kalau sampai 300 lebih guru non-ASN ini tidak mengajar, akan terjadi stagnasi proses belajar mengajar. Ini menjadi beban yang tidak baik bagi anak-anak kita,” ujarnya, Selasa (12/5).

Ia menegaskan penghentian proses belajar bukanlah pilihan. Karena itu, Komisi IV DPRD Badung akan mempercepat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Bupati Badung guna merumuskan langkah taktis.

Sebagai solusi awal, Putu Parwata mendorong para guru non-ASN mengikuti seleksi CPNS. Saat ini tersedia sekitar 175 kuota PNS yang diharapkan dapat menyerap sebagian tenaga kontrak.

Namun demikian, DPRD juga menyiapkan langkah lanjutan bagi guru yang belum lolos seleksi. Salah satunya melalui rapat kerja bersama pemerintah daerah untuk merumuskan skenario transisi agar tidak terjadi kekosongan tenaga pengajar di sekolah.

“Kami akan mendorong ruang kebijakan khusus kepada MenPAN-RB agar tenaga non-ASN yang tersisa tetap dapat melanjutkan tugasnya,” tegasnya.

Putu Parwata juga meminta para tenaga pendidik non-ASN tetap tenang dan menjaga semangat mengajar. Ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik demi menjaga keberlangsungan pendidikan di Badung.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, Rai Twistyanti Raharja mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali terkait pelaksanaan regulasi tersebut.

“Karena regulasi dibuat oleh Kemendikdasmen, maka jika ada hal yang belum jelas akan dikomunikasikan dengan balai yang ada di daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan keberadaan guru non-ASN masih sangat dibutuhkan untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan optimal di sekolah-sekolah negeri di Badung.“Intinya, Pemkab Badung sangat membutuhkan tenaga guru tersebut,” katanya. BWN-05

PKB 2026 Libatkan 20 Ribu Seniman, Koster Pasang Standar Tinggi: Harus Mendunia dan Bebas Sampah

0
Sumber: (Humas) PLENO PKB - Gubernur Bali, Wayan Koster Didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat Rapat Pleno PKB XLVIII di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster memasang standar tinggi untuk pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Tidak hanya menjadi panggung seni budaya terbesar di Pulau Dewata, PKB tahun ini juga ditargetkan tampil lebih profesional, tertib, berkualitas, dan mampu menarik perhatian wisatawan dunia.

Event budaya tahunan kebanggaan Bali itu akan digelar selama hampir satu bulan penuh, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026. Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa dipastikan ambil bagian dalam berbagai rangkaian acara seni dan budaya.

Dalam Rapat Pleno PKB XLVIII di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5/2026), Koster menegaskan bahwa tata kelola PKB harus benar-benar dibenahi agar mampu menjadi wajah budaya Bali di tingkat internasional.

“PKB ini bukan sekadar acara tahunan, tapi simbol identitas Bali di mata dunia. Karena itu harus dikelola profesional, berkualitas, tertib, aman, nyaman, dan berkelas,” tegas Koster.

Didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, Koster mengungkapkan sebelum dirinya menjabat, pelaksanaan PKB dinilai belum tertata maksimal. Mulai dari tema yang dianggap tidak sinkron dengan pertunjukan, tata acara yang semrawut, hingga stand UMKM yang masih dipungut biaya.

Kini, menurutnya, seluruh konsep PKB sudah ditata ulang agar lebih terintegrasi dan berpihak pada pelaku seni serta UMKM lokal.

“Dulu stand pameran bayar. Sekarang gratis supaya perajin dan UMKM bisa berkembang tanpa terbebani biaya,” ujarnya.

Tak hanya soal pertunjukan seni, Koster juga memberi perhatian serius terhadap persoalan kebersihan dan lingkungan selama PKB berlangsung. Ia meminta pengunjung disiplin menjaga kebersihan serta melarang penggunaan plastik sekali pakai oleh pedagang.

Selain itu, aspek keamanan juga menjadi sorotan. Koster meminta pemasangan CCTV diperbanyak untuk menjamin kenyamanan masyarakat selama menikmati rangkaian acara PKB.

Ia bahkan menyinggung soal keamanan makanan dan minuman yang dijual di area festival. Menurutnya, kualitas konsumsi harus dijaga agar tidak menimbulkan persoalan kesehatan bagi pengunjung.

“Semua harus tertib, termasuk data jumlah penonton setiap hari harus jelas supaya kita tahu tingkat kunjungannya,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut.

Untuk urusan parkir, Koster meminta pengelolaan dilakukan terpadu dengan melibatkan desa adat sekitar agar kemacetan dan kesemrawutan tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di akhir arahannya, Koster berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir langsung membuka pawai PKB 2026.

“Saya berharap Presiden Prabowo bisa hadir membuka pawai PKB tahun ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana menjelaskan PKB XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna memuliakan jiwa menuju kesucian dan keharmonisan hidup.

Tema tersebut akan diwujudkan melalui berbagai agenda seperti pawai budaya, pameran, parade seni, lomba, lokakarya, sarasehan budaya hingga perayaan budaya dunia atau Bali World Culture Celebration.

“PKB bukan hanya ruang kreativitas seni, tetapi juga ruang refleksi budaya dan spiritual masyarakat Bali,” jelasnya. BWN-03

BI Bali Bersama Disdikpora Denpasar  Luncurkan Sekolah Rintisan CBP Rupiah Pertama di Indonesia

0
Sumber: (Humas) SEKOLAH RINTISAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar  luncurkan Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah pertama di Indonesia, 7 Mei 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar  mencatatkan inovasi nasional melalui penyelenggaraan Denpasar Education Festival 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan tersebut, sukses mengantarkan 12.053 pelajar dari 238 sekolah memecahkan Rekor MURI lewat “Yoga Asana dengan Formasi CBP”.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Mei 2026 itu Yoga massal dilaksanakan serentak di masing-masing sekolah dan dipusatkan di Lapangan Lumintang, Denpasar.

Selain memecahkan rekor nasional, Denpasar juga menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Program Sekolah Rintisan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah pertama di Indonesia, dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Program tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Edaran Implementasi Sekolah Rintisan CBP Rupiah oleh Kepala Disdikpora Denpasar kepada Bank Indonesia Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan bahwa program CBP Rupiah merupakan langkah strategis untuk membangun literasi ekonomi dan karakter generasi muda sejak dini.

“CBP Rupiah tidak hanya berbicara mengenai uang, tetapi juga gerakan membangun karakter bangsa dan literasi ekonomi generasi muda,” ujarnya.

Menurut Achris, terdapat dua capaian besar dalam kegiatan tersebut. Pertama, terbentuknya Sekolah Rintisan CBP Rupiah pertama di Indonesia yang melibatkan 17 sekolah di Denpasar, terdiri dari 8 SD, 8 SMP, dan 1 sekolah internasional. Kedua, keberhasilan penyelenggaraan Gebyar Yoga Asana dengan Formasi CBP yang melibatkan lebih dari 12 ribu pelajar dan mahasiswa.

Ia menjelaskan, nilai-nilai CBP Rupiah akan diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Kegiatan yoga massal sendiri dilaksanakan serentak di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Lapangan Lumintang, Denpasar. Ribuan siswa membentuk formasi CBP sebagai simbol penguatan pendidikan karakter, kesehatan mental, budaya Bali, dan literasi keuangan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang digagas Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Denpasar.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak atas penyelenggaraan Denpasar Education Festival 2026. Kegiatan ini membuktikan pendidikan bisa menjadi ruang membangun karakter, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kesadaran kebangsaan secara bersamaan,” katanya.

Selain pemecahan Rekor MURI, festival juga diisi berbagai kompetisi edukatif seperti BI STAR Championship, lomba menggambar bertema CBP Rupiah, lomba mendongeng, hingga Festival Karya CBP Rupiah yang menampilkan kreativitas para siswa.

Melalui program ini, Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat komitmennya dalam membangun literasi Rupiah sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kreatif dan kolaboratif. BWN-03

Pantai Kuta Dicoret-coret, Vandalisme di Area Skatepark Jadi Sorotan Wisatawan

0
Vandalisme: Petugas membersihkan coretan akibat aksi vandalisme di area skateboard di Pantai Kuta

Mangupura, baliwakenews.com

Wajah kawasan wisata Pantai Kuta kembali tercoreng ulah vandalisme. Sejumlah fasilitas umum di area depan skatepark dipenuhi coretan cat semprot yang membuat kawasan pesisir wisata tersebut tampak kumuh dan sempat menjadi sorotan pengunjung.

Coretan terlihat menghiasi tembok, tiang rambu lalu lintas, panel penerangan hingga dinding toilet umum di kawasan Pantai Kuta. Kondisi itu memicu perhatian karena lokasi tersebut merupakan salah satu titik yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung bersama pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta langsung turun melakukan pembersihan bertahap sejak Jumat pekan lalu.

Pantauan di lapangan, Senin (11/5/2026), sebagian besar coretan sudah mulai dibersihkan meski masih menyisakan bekas cat di beberapa titik. Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa, mengatakan proses penanganan dilakukan secara bertahap karena beberapa coretan menggunakan lapisan cat yang cukup tebal. “Sejak Jumat pagi sudah ditangani setelah kami koordinasi dengan Dinas PUPR Badung,” ujar Arya.

Menurutnya, pembersihan tidak bisa dilakukan sekaligus agar tidak merusak fasilitas umum yang ada di kawasan tersebut. “Ada yang masih tersisa sedikit karena catnya cukup tebal, jadi memang bertahap pembersihannya,” katanya.

Area depan skatepark disebut menjadi titik paling banyak ditemukan aksi vandalisme. Selain di dinding kawasan, coretan juga muncul pada sejumlah fasilitas umum lain di sekitar jalur pedestrian Pantai Kuta.

Hingga kini pelaku vandalisme belum diketahui. Pengawasan di lokasi disebut masih terkendala keterbatasan CCTV yang hanya mengarah ke area skatepark dan belum menjangkau sisi jalan maupun trotoar. “CCTV di sana hanya satu dan fokus ke area skatepark saja, jadi yang mencoret belum bisa diketahui,” jelas Arya.

Pihak DTW Pantai Kuta berencana memperkuat koordinasi dengan komunitas skateboard dan pengguna fasilitas kawasan agar ikut menjaga kebersihan serta estetika lingkungan wisata.

“Nanti kami koordinasi juga dengan komunitas skatepark supaya pengguna fasilitas di sana ikut menjaga kawasan,” imbuhnya.

Pembersihan vandalisme ini menjadi bagian dari upaya menjaga citra Pantai Kuta sebagai destinasi wisata unggulan Bali agar tetap nyaman, bersih, dan menarik di mata wisatawan.BWN-04

Abrasi Pantai Kuta Kian Mengkhawatirkan Pedagang Sampai Buat Penahan Pasir Selamatkan Jogging Track

0
Cek lapangan: Petugas gabungam dari Pol.PP dan instansi terkait saat mengecek kubangan di Pantai Kuta yang jadi sorotan.

Mangupura, baliwakenews.com

Abrasi yang terus menggerus kawasan Pantai Kuta kini semakin terasa dampaknya. Bahkan, pedagang setempat sampai membuat penahan pasir darurat untuk mencegah jogging track di pesisir kembali jebol diterjang gelombang pasang.

Kondisi ini mencuat setelah viralnya kubangan air di kawasan dekat Patung Penyu, sisi selatan Kantor Satgas Pantai Kuta. Genangan tersebut sempat memicu spekulasi publik di media sosial, bahkan disebut-sebut akibat adanya pengerukan pasir di kawasan pantai.

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung oleh pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta bersama Satpol PP, pihak kelurahan, dan kecamatan pada Senin (11/5/2026), diketahui kubangan itu muncul akibat penahanan pasir yang dibuat pedagang untuk melindungi jogging track dari ancaman abrasi.

Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa, menegaskan kondisi di lokasi kini sudah kembali normal dan genangan air telah hilang.

“Tadi kami sudah turun ke lapangan terkait pengaduan yang masuk ke kanal Bupati. Itu dikira ada yang mengambil pasir, padahal pedagang hanya membuat penahan agar jogging track tidak jebol lagi,” ujar Arya.

Menurutnya, tumpukan pasir yang dibuat pedagang tanpa sengaja menahan aliran air laut sehingga membentuk kubangan sementara. Meski sempat viral, kondisi tersebut disebut bukan kerusakan permanen melainkan dampak situasional di tengah abrasi yang terus terjadi.

Arya mengakui, langkah spontan pedagang itu justru menunjukkan kekhawatiran masyarakat pesisir terhadap kondisi pantai yang semakin tergerus. Jika tidak segera ditahan, jogging track di kawasan tersebut dikhawatirkan kembali rusak diterjang ombak.

“Kalau tidak dijaga dan diurug pasir, takutnya jogging track lebih cepat jebol lagi karena abrasi,” jelasnya.

Karena dinilai bertujuan menjaga fasilitas umum, pihak DTW memilih memberikan pembinaan dan edukasi kepada pedagang agar penataan pasir dilakukan lebih rapi dan tidak menimbulkan genangan yang memicu keluhan wisatawan.

“Pedagangnya sudah kami panggil dan diberikan pemahaman. Kalau memang mau menambah pasir supaya lebih dirapikan dan jangan sampai menimbulkan kubangan lagi,” katanya.

Pantai Kuta sendiri belakangan menjadi sorotan akibat abrasi yang semakin mengikis bibir pantai di sejumlah titik. Pengelola pun mengaku terus melakukan pemantauan terhadap jogging track dan fasilitas pesisir lainnya demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. BWN-04

The Nusa Dua hingga Mandalika Jadi Kunci ITDC Borong Dua Penghargaan BEMA 2026

0
Penghargaan: Penyerahan penghargaan kepada ITDC yang berhasil memborong Dua Penghargaan BEMA 2026.

Mangupura, baliwakenews.com

Keberhasilan mengembangkan kawasan pariwisata terintegrasi berbasis sport tourism, MICE, hingga digital engagement membawa InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026.

Penghargaan tersebut diterima ITDC pada ajang yang digelar MarkPlus Inc di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (6/5). ITDC sukses meraih kategori Key Elements of Marketing dan Tech Marketing berkat strategi pemasaran destinasi yang dinilai inovatif dan adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata global.

Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan wisata saat ini tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, namun juga menciptakan pengalaman wisata yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

“ITDC terus memperkuat kualitas dan daya saing destinasi melalui pengembangan ekosistem pariwisata yang terhubung dengan berbagai aktivasi strategis di setiap kawasan,” ujar Ahmad Fajar.

Menurutnya, berbagai event nasional dan internasional yang digelar di kawasan ITDC menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

The Mandalika, misalnya, disebut menjadi contoh sukses pengembangan sport tourism terintegrasi melalui penyelenggaraan MotoGP, GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, hingga Pocari Sweat Run. Berbagai event tersebut dinilai mampu mengangkat posisi Nusa Tenggara Barat di panggung internasional.

Sementara itu, The Nusa Dua terus diperkuat sebagai destinasi premium berbasis hospitality dan MICE melalui penyelenggaraan forum internasional, konferensi global, event olahraga, wellness tourism, serta pengembangan kawasan hijau berkelanjutan.

Kawasan pariwisata di Bali Selatan itu juga didukung hotel dan resort internasional, fasilitas convention center berstandar dunia, serta infrastruktur pariwisata yang menunjang kenyamanan wisatawan.

Di sisi lain, ITDC juga terus mengembangkan The Golo Mori sebagai destinasi ecotourism dan marine-based tourism yang mengedepankan keindahan alam autentik Labuan Bajo dengan konsep keberlanjutan.

Ajang BEMA 2026 sendiri merupakan penghargaan tahunan bagi BUMN, anak perusahaan BUMN, sub holding, maupun BUMD yang dinilai berhasil menerapkan strategi pemasaran unggul. Penilaian mencakup inovasi pemasaran, penguatan brand image dan customer engagement, pemanfaatan teknologi digital, hingga dampak bisnis berkelanjutan bagi masyarakat dan industri.

“Penghargaan ini menjadi komitmen ITDC untuk terus menghadirkan ekosistem pariwisata yang berdaya saing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta industri pariwisata nasional,” tutup Ahmad Fajar. BWN-04

Gubernur Filipina Kagum Pariwisata Bali, Koster Bongkar Strateginya

0
Sumber: (Humas) KUNJUNGAN - Gubernur Bali, Wayan Koster Saat menerima kunjungan Gubernur Provinsi Siquijor, Filipina, Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (10/5/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Keberhasilan Bali sebagai destinasi wisata dunia ternyata menarik perhatian pemerintah luar negeri. Gubernur Provinsi Siquijor, Filipina, Jake Vincent Sarmiento Villa bahkan datang langsung ke Bali untuk belajar strategi pariwisata dari Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (10/5/2026), dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Koster membeberkan fondasi utama yang membuat Bali tetap kuat sebagai destinasi wisata internasional di tengah persaingan global.

Menurut Koster, kekuatan utama Bali terletak pada budaya, alam, dan keramahan masyarakat yang hingga kini masih terjaga.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Koster.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat berbagai kebijakan strategis untuk menjaga keberlanjutan pariwisata, salah satunya lewat pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kebijakan ini bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari,” katanya.

Koster juga menjelaskan bahwa identitas budaya Bali yang kuat menjadi magnet utama wisatawan mancanegara maupun domestik. Tradisi, adat, seni, hingga kehidupan masyarakat berbasis kearifan lokal dinilai menghadirkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Sementara itu, Jake Vincent Sarmiento Villa mengaku sengaja datang ke Bali untuk mempelajari bagaimana Pulau Dewata mampu mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi wisata dunia.

“Kedatangan kami ke Bali untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang seperti saat ini hingga menjadi salah satu destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Bali tidak lepas dari kemampuan menjaga budaya dan identitas daerah di tengah perkembangan industri pariwisata global. Pengalaman Bali diharapkan menjadi referensi penting bagi Siquijor yang juga dikenal sebagai daerah wisata berbasis alam di Filipina.

Dalam pertemuan tersebut, kedua gubernur juga saling bertukar data dan strategi pengembangan wilayah, termasuk potensi kerja sama di sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai informasi, Siquijor merupakan provinsi kecil di Filipina yang dikenal memiliki keindahan alam dan potensi wisata serupa Bali. Namun, pemerintah setempat kini mulai serius mempelajari pola pengembangan pariwisata Bali yang dinilai sukses menjaga keseimbangan antara budaya, lingkungan, dan industri wisata. BWN-03