Dorong Tata Kelola Wisata Inklusif, Unwar Berdayakan Perempuan Desa Lebih Gianyar

Iklan Home Page

Gianyar, Baliwakenews.com

Desa wisata kini tak lagi hanya mengandalkan panorama alam. Di Desa Lebih, Gianyar, perempuan desa mulai didorong menjadi ujung tombak promosi wisata digital demi menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Langkah itu dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Warmadewa melalui program pemberdayaan bertema Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Tata Kelola Desa Wisata Inklusif Melalui Komunikasi Wisata yang digelar Jumat (15/5/2026).

Program yang digagas kelompok dosen muda Unwar itu fokus membangun kemampuan perempuan desa dalam promosi digital, komunikasi wisata, hingga penguasaan bahasa Inggris dasar untuk menghadapi wisatawan mancanegara.

Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana,  S.A.P.,  menyebut program tersebut menjadi langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia di desa wisata yang kini semakin dikenal wisatawan.

Baca Juga:  Edarkan 1 Kg Ganja, Janda dan Kekasihnya Ditangkap 

“Ini penting untuk memperkuat kapasitas SDM desa agar Desa Lebih semakin siap sebagai desa wisata unggulan,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, warga khususnya kelompok PKK dan Pokdarwis diajak memahami cara membangun citra desa melalui media sosial dan strategi storytelling wisata.

Salah satu gagasan yang paling menarik perhatian peserta adalah gerakan “Satu Ibu, Satu Postingan” yang mendorong setiap perempuan desa aktif mempromosikan potensi wisata Desa Lebih melalui akun media sosial pribadi.

Tim PkM Unwar yang terdiri dari I Putu Adi Permana Putra, S.AP., M.AP., Radha Andra Swari, S.S., M.IL., dan Ni Wayan Ditha Sasmitha, S.I.Kom., M.A., memberikan edukasi dan pelatihan komunikasi wisata.

Baca Juga:  Pemangku Desa Adat Mas Perkuat Sesana Bersama DPK Peradah Indonesia Gianyar Menggelar Diklat Kepemangkuan

Pemateri sekaligus dosen Unwar, I Putu Adi Permana Putra, menegaskan kekuatan promosi wisata modern bukan lagi sekadar iklan mahal, melainkan cerita autentik yang mampu membangun kedekatan emosional dengan wisatawan.

“Kekuatan promosi sekarang ada pada storytelling, visual yang menarik, dan kejujuran konten. Jangan dibuat berlebihan,” tegasnya.

Menurutnya, kuliner lokal, budaya desa, hingga aktivitas sehari-hari warga bisa menjadi senjata utama promosi digital jika dikemas secara kreatif dan konsisten.

Tak hanya belajar media sosial, peserta juga mendapat pelatihan komunikasi bahasa Inggris dasar yang dipandu dosen Unwar, Radha Andra Swari. Menariknya, sesi praktik turut menghadirkan mahasiswa pertukaran asal Prancis bernama Malika yang langsung berinteraksi dengan warga.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika peserta mempraktikkan cara memperkenalkan desa dan melayani wisatawan asing menggunakan bahasa Inggris sederhana.

Baca Juga:  RSUD Buleleng Siap Hadirkan Layanan Ring Jantung Akhir 2023

Radha menilai kemampuan dasar bahasa Inggris warga Desa Lebih sebenarnya sudah cukup baik, namun perlu terus diasah melalui latihan rutin agar lebih percaya diri menghadapi wisatawan mancanegara.

Program ini dinilai menjadi strategi baru pengembangan desa wisata Bali yang tak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat kualitas SDM lokal, khususnya perempuan desa.

Dengan penguatan komunikasi wisata dan literasi digital, perempuan desa kini didorong menjadi aktor utama promosi pariwisata yang mampu mengangkat nama Desa Lebih hingga pasar internasional.BWN-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR