BI Ajak Anak Muda Bali Lawan Sampah Lewat Literasi, Melati Wijsen dan Ajung Santhika, Bongkar Cara Jadi “Changemaker”

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Isu sampah dan krisis lingkungan di Bali kini tak lagi cukup diselesaikan lewat slogan. Melati Wijsen menegaskan perubahan harus dimulai dari keberanian anak muda untuk bergerak dan membangun aksi nyata.

Pesan itu mengemuka dalam Talk Show World Book Day 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Selasa (13/5/2026). Mengusung tema “Bali Local Vibes, Global Tribe: Rooted in Local Harmony, Reaching Global Impact”, acara ini menjadi panggung kolaborasi literasi sekaligus kampanye kepedulian lingkungan.

Dalam sesi bedah buku Change Starts Now, Melati membagikan konsep “3 Things About Changemaker”, yakni dream big, inspire others, dan make it happen. Ia menyoroti bagaimana gerakan Bye Bye Plastic Bags yang dimulai sejak usia 12 tahun kini berkembang menjadi kampanye global melawan sampah plastik.

Baca Juga:  Silaturahmi dengan Umat Muslim Al Hikmah Perum Dalung Permai, Kuta Utara

“Perubahan tidak lahir dari menunggu. Perubahan muncul ketika ada keberanian untuk memulai,” tegas Melati di hadapan ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi hingga guru penggerak.

Tak hanya membahas lingkungan, Melati juga menyinggung pentingnya cultural shift atau perubahan pola pikir masyarakat agar kebijakan lingkungan benar-benar bisa berjalan efektif. Ia memperkenalkan konsep fail-osophy, ego-system, dan eco-system sebagai bagian dari proses membangun perubahan berkelanjutan.

Baca Juga:  Empat Kali Dipuji Gubernur Koster, Pansus TRAP DPRD Bali Disebut “Menggetarkan” Arah Pembangunan Bali

Sementara itu, Co-Founder ACS Bali Foundation, Ajung Santhika, membeberkan berbagai langkah konkret pengelolaan sampah berbasis zero waste di Bali. Mulai dari pemilahan manual, pengolahan organik, daur ulang kaca dan aluminium, hingga pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif bahan bakar.

Ajung menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa selesai hanya lewat wacana.

“Setiap tantangan harus dihadapi, dipelajari, dan dijalani secara konsisten setiap hari,” ujarnya.

Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Yusuf Wicaksono, mengatakan literasi kini bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagaimana pengetahuan diterjemahkan menjadi aksi yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga:  Bhakti Sosial Sambut HUT ke-24, Demokrat Badung Gelar Donor Darah dan Bagikan Paket Sembako

Sebagai bagian dari rangkaian World Book Day 2026, BI Bali juga menyerahkan hibah buku dan meluncurkan program B.I.L.S. (Bank Indonesia Literacy Space). Program itu diperkuat dengan perpustakaan keliling, edukasi QRIS, hingga kampanye peduli lingkungan untuk memperluas akses literasi masyarakat Bali.

“Melalui kegiatan ini, BI Bali ingin mendorong lahirnya generasi muda Bali yang kreatif, peduli lingkungan, dan mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai lokal Tri Hita Karana,” ujar Yusuf. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR