Abrasi Pantai Kuta Kian Mengkhawatirkan Pedagang Sampai Buat Penahan Pasir Selamatkan Jogging Track

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Abrasi yang terus menggerus kawasan Pantai Kuta kini semakin terasa dampaknya. Bahkan, pedagang setempat sampai membuat penahan pasir darurat untuk mencegah jogging track di pesisir kembali jebol diterjang gelombang pasang.

Kondisi ini mencuat setelah viralnya kubangan air di kawasan dekat Patung Penyu, sisi selatan Kantor Satgas Pantai Kuta. Genangan tersebut sempat memicu spekulasi publik di media sosial, bahkan disebut-sebut akibat adanya pengerukan pasir di kawasan pantai.

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung oleh pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta bersama Satpol PP, pihak kelurahan, dan kecamatan pada Senin (11/5/2026), diketahui kubangan itu muncul akibat penahanan pasir yang dibuat pedagang untuk melindungi jogging track dari ancaman abrasi.

Baca Juga:  Pura Dhang Kahyangan Petitenget Gelar Caru Pelaban Sasih Kawulu dan Pujawali Jelih

Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa, menegaskan kondisi di lokasi kini sudah kembali normal dan genangan air telah hilang.

“Tadi kami sudah turun ke lapangan terkait pengaduan yang masuk ke kanal Bupati. Itu dikira ada yang mengambil pasir, padahal pedagang hanya membuat penahan agar jogging track tidak jebol lagi,” ujar Arya.

Menurutnya, tumpukan pasir yang dibuat pedagang tanpa sengaja menahan aliran air laut sehingga membentuk kubangan sementara. Meski sempat viral, kondisi tersebut disebut bukan kerusakan permanen melainkan dampak situasional di tengah abrasi yang terus terjadi.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Pelantikan Dan Pengukuhan Pimpinan Wilayah ISNU Bali

Arya mengakui, langkah spontan pedagang itu justru menunjukkan kekhawatiran masyarakat pesisir terhadap kondisi pantai yang semakin tergerus. Jika tidak segera ditahan, jogging track di kawasan tersebut dikhawatirkan kembali rusak diterjang ombak.

“Kalau tidak dijaga dan diurug pasir, takutnya jogging track lebih cepat jebol lagi karena abrasi,” jelasnya.

Karena dinilai bertujuan menjaga fasilitas umum, pihak DTW memilih memberikan pembinaan dan edukasi kepada pedagang agar penataan pasir dilakukan lebih rapi dan tidak menimbulkan genangan yang memicu keluhan wisatawan.

Baca Juga:  Bupati Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Museum Perdamaian

“Pedagangnya sudah kami panggil dan diberikan pemahaman. Kalau memang mau menambah pasir supaya lebih dirapikan dan jangan sampai menimbulkan kubangan lagi,” katanya.

Pantai Kuta sendiri belakangan menjadi sorotan akibat abrasi yang semakin mengikis bibir pantai di sejumlah titik. Pengelola pun mengaku terus melakukan pemantauan terhadap jogging track dan fasilitas pesisir lainnya demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR