Bali Masih Gerah, Musim Hujan Diprediksi Mulai Akhir November

0
Pantai Kuta: panas menyengat yang menyelimuti pesisir Pantai Kuta.

Mangupura baliwakenews.com


Cuaca panas dan gerah masih menyelimuti Bali dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini diperkirakan belum segera berakhir karena dipengaruhi posisi matahari di belahan bumi selatan (BBS), minimnya tutupan awan, serta pola angin yang melambat pada masa peralihan musim.


Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Diana Siregar, menjelaskan posisi matahari saat ini menyebabkan intensitas radiasi matahari yang diterima wilayah Bali meningkat. Situasi tersebut diperkuat minimnya awan yang menghalangi sinar matahari, sehingga permukaan daratan menerima paparan panas sejak pagi hingga sore hari.


Di sisi lain, pola sirkulasi angin pada masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan cenderung melambat dan berfluktuasi. Akibatnya, panas yang terakumulasi di daratan lebih lambat terurai dan membuat udara terasa semakin gerah. “Pola sirkulasi angin pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan juga melambat dan berfluktuasi. Kondisi ini menyebabkan panas di daratan cenderung terperangkap dan lambat terurai,” jelas Diana, Senin (19/10/2026).


Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Meski demikian, peluang hujan ringan tetap terbuka di sejumlah wilayah, terutama Bali bagian tengah. BMKG memprakirakan awal musim hujan di Bali mulai terjadi pada dasarian III November, khususnya di wilayah Bali bagian tengah. Dasarian III merupakan periode 21–30 November.


Sebelum memasuki periode tersebut, hujan dengan intensitas ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah. Namun, untuk tiga hari ke depan, kondisi cuaca Bali secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Masyarakat pun diimbau tetap menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca. Paparan panas dalam waktu lama perlu diantisipasi dengan menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi aktivitas berat saat matahari terik.


Gelombang Laut Juga Perlu Diwaspadai
Di tengah cuaca yang cenderung cerah, BMKG turut mengingatkan potensi gelombang laut setinggi dua meter atau lebih di sejumlah perairan Bali. Wilayah yang perlu mendapat perhatian meliputi Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, serta perairan selatan Bali.


Potensi gelombang tinggi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, pelaku wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. Kondisi laut yang berisiko dapat membahayakan pelayaran maupun kegiatan wisata di perairan terbuka.
Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut atau wisata bahari diimbau memeriksa informasi cuaca dan gelombang terkini sebelum beraktivitas.


Dengan cuaca panas yang masih berpotensi bertahan hingga beberapa minggu mendatang, masyarakat diharapkan menjaga kondisi tubuh dan membatasi paparan matahari berlebihan. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap perubahan kondisi laut, terutama bagi warga dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Bali. BWN-04

400 Delegasi Dunia Bahas Ancaman Pencemaran Laut di Kuta

0
Sebanyak 400 delegasi dari berbagai negara menghadiri Konferensi Dua Tahunan Perairan Internasional ke-11 Global Environment Facility (GEF) di Kuta, Badung.

Mangupura, baliwakenews.com

Ancaman pencemaran laut, kerusakan keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim menjadi tantangan global yang membutuhkan aksi nyata lintas negara. Persoalan tersebut menjadi fokus pembahasan lebih dari 400 delegasi dari berbagai negara dalam Konferensi Dua Tahunan Perairan Internasional ke-11 Global Environment Facility (GEF) yang berlangsung di Kuta, Badung, pada 19–22 Oktober 2026.

Pertemuan internasional ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga ekosistem air tawar dan laut. Selain itu, konferensi ini mendorong agar komitmen perlindungan lingkungan diwujudkan melalui kebijakan, dukungan pendanaan, dan program konkret.

Mengusung tema Shared Waters, Transformative Solutions: Enabling Systems Change, konferensi tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, serta mitra pembangunan untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan perairan yang melintasi batas negara.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengatakan kerusakan ekosistem perairan tidak dapat ditangani secara parsial. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran yang bersumber dari daratan, terutama sampah plastik, membutuhkan keterlibatan berbagai negara.

“Air tidak mengenal batas negara, begitu pula komitmen kita dalam menjaganya. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran yang bersumber dari daratan, khususnya sampah plastik, mengancam ekosistem perairan di seluruh dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).

Menurut Jumhur, perlindungan ekosistem perairan membutuhkan perubahan sistem yang mengintegrasikan kebijakan, inovasi, pembiayaan berkelanjutan, dan tata kelola yang kuat. Kerja sama lintas negara dan sektor menjadi kunci agar berbagai program dapat berjalan secara terpadu dan memberikan hasil yang optimal.

Bagi Indonesia, persoalan tersebut memiliki arti strategis mengingat karakteristiknya sebagai negara kepulauan. Keberlanjutan sungai, danau, pesisir, dan laut berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, mata pencaharian, serta ketahanan pangan.

KLH/BPLH terus mendorong perlindungan kualitas air, pemulihan sungai dan danau prioritas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Dukungan internasional diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat upaya pencegahan pencemaran.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menegaskan bahwa perlindungan perairan bersama membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, komitmen politik, dan investasi yang memadai.

Bersama GEF, UNDP mendukung negara-negara dalam memperkuat pengelolaan 14 ekosistem laut berskala besar atau Large Marine Ecosystems (LME) yang mencakup hampir 100 negara.

“Karena perairan yang kita miliki bersama, upaya untuk melindunginya juga harus dilakukan bersama,” kata Sara.

Ia berharap pertemuan di Kuta dapat menghasilkan kolaborasi yang lebih kuat, mendorong kebijakan dan investasi berkelanjutan, serta memperluas penerapan solusi yang telah terbukti memberikan hasil.

Sementara itu, Direktur Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO (IOC-UNESCO), Julian Barbière, menyoroti pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi dalam menghadapi berbagai persoalan kelautan.

Menurutnya, kesehatan laut sangat bergantung pada kemampuan negara-negara untuk bekerja sama mengatasi pencemaran, kehilangan keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim. Pengetahuan ilmiah harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata agar perlindungan ekosistem dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Konferensi ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman mengenai praktik pengelolaan perairan. Selain diskusi pleno, para peserta dijadwalkan mengikuti kunjungan teknis lapangan untuk mempelajari hasil serta penerapan program pengelolaan ekosistem.

Agenda lainnya adalah pembahasan arah program menjelang siklus pendanaan kesembilan GEF atau GEF-9. Pembahasan mencakup penguatan capaian program sebelumnya, peningkatan kepemilikan program di tingkat nasional, penjajakan sumber pendanaan tambahan, serta perluasan pendekatan yang telah terbukti berhasil.

Konferensi Dua Tahunan Perairan Internasional ke-11 ini diselenggarakan melalui kolaborasi komunitas International Waters (IW), Pemerintah Indonesia, GEF, UNDP, UNEP, IOC-UNESCO, dan sejumlah mitra lainnya.

Pertemuan di Bali tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen global dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air tawar dan laut. Tantangan selanjutnya adalah memastikan kesepakatan internasional tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diwujudkan melalui kebijakan, dukungan pendanaan, dan aksi konkret di setiap negara.BWN-04

Museum Perdamaian Bom Bali Diharapkan Berdayakan Penyintas

0
Penasehat Organisasi Penyintas, Haji Agus Bambang Priyanto, saat menghadiri doa lintas agama di Ground Zero, 12 Oktober lalu.

Mangupura, baliwakenews.com

Museum Perdamaian Bom Bali diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang tragedi kemanusiaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para penyintas dan keluarga korban. Selain menyampaikan sejarah dan pesan perdamaian, museum yang dibangun Pemerintah Kabupaten Badung tersebut diharapkan membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang terdampak tragedi Bom Bali.

Salah satu aspirasi yang disampaikan organisasi penyintas adalah penyediaan ruang usaha kecil di kawasan museum. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berjualan kopi, camilan, dan makanan ringan guna menambah pendapatan para penyintas.

Penasehat Organisasi Penyintas, Haji Agus Bambang Priyanto, mengatakan keterlibatan penyintas perlu menjadi bagian dari pengembangan museum, termasuk dalam upaya memberikan manfaat ekonomi bagi mereka yang terdampak langsung tragedi tersebut.

“Kami mohon dengan hormat kepada Pemkab Badung, kepada penyintas diberikan sedikit ruangan di sana, paling tidak untuk berjualan kopi, camilan, atau makanan kecil. Untuk menambah pendapatan mereka sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Badung kepada para korban,” ungkapnya.

Menurut Agus, museum juga harus mampu menyampaikan informasi sejarah secara utuh dan akurat kepada masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Bali. Keberadaannya menjadi penting untuk melengkapi Monumen Tragedi Bom Bali yang selama ini menjadi pengingat peristiwa kelam tersebut.

Ia mengingatkan, tanpa penjelasan sejarah yang memadai, pengunjung berpotensi memperoleh informasi yang tidak tepat mengenai tragedi tersebut. Karena itu, materi museum harus disusun berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Monumen tanpa museum, orang itu sering bertanya, bagaimana cerita daripada tragedi ini? Syukur mereka yang tahu persis, mereka bicara bisa dengan benar. Tetapi yang saya takutkan nanti mereka yang tidak mengerti memberikan keterangan kepada wisatawan yang tidak pada tempatnya,” ujarnya.

Untuk mendukung penyusunan materi sejarah, sejumlah dokumen penting terkait tragedi Bom Bali telah diserahkan kepada Dinas Kearsipan Kabupaten Badung. Dokumen tersebut meliputi film, pemberitaan surat kabar dan majalah dari tingkat lokal, nasional hingga internasional, serta foto-foto yang dapat menjadi referensi dalam penyajian sejarah museum.

Agus juga berharap seluruh penyintas dan keluarga korban dilibatkan dalam pengembangan museum. Mereka diharapkan mendapat undangan ketika museum rampung sebagai bentuk penghormatan terhadap pengalaman, perjuangan, dan kesaksian para korban.

Diharapkan Menjadi Pusat Pesan Perdamaian

Ketua Yayasan Isana Dewata, Thiolina Marpaung, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam membangun Museum Perdamaian Bom Bali. Ia berharap museum tersebut berkembang menjadi ruang yang menyuarakan perdamaian hingga tingkat internasional.

Menurut Thiolina, pesan yang dibawa museum harus melampaui keberadaan bangunan fisik. Museum diharapkan menjadi tempat masyarakat belajar tentang pentingnya menjaga perdamaian, menghargai perbedaan, dan membangun solidaritas kemanusiaan.

“Terima kasih kepada Pemda Badung yang sudah berkomitmen mewujudkan museum ini. Semoga museum ini bisa bersuara kepada dunia, Bali menjadi pusat perdamaian dan bisa menjadi contoh untuk perdamaian di dunia,” katanya.

Ia mengajak berbagai pihak bergandengan tangan dalam mengisi dan mengembangkan museum agar pesan perdamaian dapat menjangkau masyarakat dunia, termasuk masyarakat dari 22 negara yang warganya turut menjadi korban dalam tragedi Bom Bali.

Pembangunan Ditargetkan Rampung Desember

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, mengatakan pembangunan Museum Perdamaian Bom Bali ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 30 persen, sedangkan pekerjaan struktur bangunan berada pada angka 20 persen.

Penyelesaian proyek ditargetkan mengikuti kurva S hingga akhir Desember 2026. Pekerjaan mencakup penyelesaian bangunan dan pemasangan sejumlah fasilitas pendukung, seperti videotron, video wall, genset, serta lift.

Sukadana menjelaskan, museum dirancang menggunakan konsep Samsara, yang menggambarkan siklus kelahiran, kehidupan, dan kematian. Konsep tersebut akan diterjemahkan melalui penataan ruang dan taman di sejumlah bagian kawasan museum.

“Di depannya terkait dengan kehidupan, kalau di belakang konsep kelahiran, di tengah itu kematian. Itu akan menceritakan bagaimana pascatragedi dan bagaimana setelah kejadian itu semangat kita untuk menghidupkan kembali rasa toleransi tanpa membedakan ras, suku, dan agama,” jelasnya.

Terkait pengisian materi, Pemkab Badung masih menyamakan persepsi dengan berbagai pihak. Pemerintah membuka ruang bagi keterlibatan lembaga maupun masyarakat yang memiliki kontribusi terhadap penyempurnaan isi museum. Namun, penyusunan dan pengelolaan materi tetap harus mengacu pada standar pengelolaan museum.

Pelibatan masyarakat, termasuk para penyintas, juga terbuka untuk mendukung tujuan pembangunan tersebut. Dengan demikian, museum diharapkan tidak hanya menyimpan catatan sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan perspektif mereka yang terdampak langsung tragedi Bom Bali.

Ke depan, pengelolaan museum berpeluang dikembangkan melalui unit pelaksana teknis (UPT) di bawah dinas, sebelum diarahkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Tidak menutup kemungkinan ini akan menjadi unit pelaksana teknis dari dinas. Setelah itu mungkin dikembangkan menjadi BLUD, sehingga museum ini bisa menghasilkan sesuatu dan mengembangkan itu dari hasil museum itu sendiri,” tandas Sukadana.

Meski pembangunan fisik ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, penyusunan materi dan pengisian museum masih dalam tahap pembahasan. Tantangannya bukan hanya menyelesaikan bangunan, melainkan juga memastikan museum mampu menyajikan sejarah secara akurat, menyebarkan pesan perdamaian, serta memberikan ruang partisipasi dan manfaat bagi para penyintas.BWN-04

Pepito Express Hadir di Jantung Kuta! Jadi Spot Belanja,Ngopi hingga Berburu Oleh-Oleh

0
Grand Opening Pepito Express Kartika Plaza, Selasa (20/10).
Grand Opening Pepito Express Kartika Plaza, Selasa (20/10).

Mangupura, Baliwakenews.com – Kawasan wisata Kuta kembali mendapat tambahan destinasi belanja yang menyasar kebutuhan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pepito resmi membuka Pepito Express Kartika Plaza, gerai ke-53 di Bali yang mengusung konsep praktis dengan memadukan kebutuhan grocery, makanan siap saji, bakery, kopi hingga produk lokal Bali dalam satu tempat.

Berada di kawasan Kartika Plaza, gerai ini dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang menginginkan pengalaman berbelanja praktis selama berlibur. Tak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari, Pepito Express juga menawarkan pilihan makanan dan minuman yang bisa langsung dinikmati, produk untuk perjalanan, serta beragam pilihan oleh-oleh khas Bali.

Vice Chairman Pepito Supermarket, I Nyoman Santiawan, mengatakan pembukaan gerai di kawasan Kuta memiliki arti tersendiri karena lokasinya berada di salah satu destinasi wisata yang telah lama menjadi daya tarik utama Bali.

“Ini merupakan suatu destinasi wisata di Bali yang memang benar-benar juga menjadi cikal bakal daripada wisatawan Bali. Kami berharap kehadiran gerai ini bisa mendukung produk-produk lokal sekaligus memberikan fasilitas pelayanan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar Santiawan.

Ia berharap kehadiran Pepito Express Kartika Plaza turut mendukung kebangkitan pariwisata Bali melalui penyediaan fasilitas belanja yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Pepi Bake House yang menyediakan beragam macam roti, dessert, hingga kopi.

Bukan Sekadar Supermarket, Ada Makanan Siap Saji hingga Kopi

Berbeda dari gerai grocery konvensional, Pepito Express Kartika Plaza menghadirkan pilihan produk yang lebih berorientasi pada kebutuhan wisatawan. Mulai dari perlengkapan perjalanan, makanan siap santap, minuman, hingga produk bakery tersedia untuk menunjang aktivitas pengunjung selama berada di kawasan Kuta.

Salah satu daya tariknya adalah Pepi Bistro, yang menawarkan beragam pilihan makanan siap saji, seperti roasted chicken, beef steak, sandwich, salad segar, buah potong, dan jus. Pilihan ini memberi alternatif bagi wisatawan yang membutuhkan makanan praktis tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari tempat makan.

Sementara itu, Pepi Bake House menghadirkan artisan bread, pastry, dan produk yang baru dipanggang, dilengkapi pilihan kopi untuk menemani sarapan maupun waktu bersantai. Pengunjung juga dapat menikmati makanan dan minuman di tempat atau dine-in.

“Pepito Bakehouse memang lebih mengarah ke bakery dan coffee, jadi mereka bisa nongkrong di sini juga. Pengunjung bisa mencoba produk-produk kami, termasuk produk minuman lokal yang ada di Bali,” kata Santiawan.

Pepi Bistro menyediakan aneka salad, sandwich, hingga daging siap saji.

Memudahkan Wisatawan Berburu Oleh-Oleh

Pepito Express Kartika Plaza juga menghadirkan Sweet Corner, yang menawarkan cokelat, permen, dan aneka kudapan manis. Adapun Bali Delight menyediakan pilihan suvenir lokal yang telah dikurasi untuk memudahkan wisatawan mencari buah tangan sebelum meninggalkan Bali.

Di sisi lain, Three Cellars melengkapi pilihan produk melalui koleksi wine dan spirits yang dikurasi.

Kombinasi berbagai kategori tersebut menjadikan gerai ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja kebutuhan harian, tetapi juga sebagai pilihan singgah bagi wisatawan yang ingin mencari makanan, minuman, dan oleh-oleh dalam satu lokasi.

Ada Promo Grand Opening, Pepito Perluas Jangkauan di Bali

Dalam rangka pembukaan gerai, Pepito juga menghadirkan sejumlah penawaran menarik melalui kolaborasi dengan beberapa bank serta diskon untuk produk tertentu. Ketersediaan dan ketentuan promo mengikuti program yang berlaku di gerai.

Santiawan menegaskan, pasar yang disasar tidak terbatas pada wisatawan mancanegara. Wisatawan domestik dan masyarakat sekitar Kuta juga menjadi bagian penting dari target pelanggan Pepito Express Kartika Plaza.

Pembukaan gerai ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan jaringan Pepito di Bali. Dengan konsep yang menyesuaikan karakter kawasan wisata, Pepito berupaya menghadirkan pengalaman belanja yang lebih praktis sekaligus membuka ruang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

25 Tahun Melayani Bali

Kehadiran gerai baru ini bertepatan dengan perjalanan Pepito yang telah melayani masyarakat Bali sejak 2001. Tahun 2026 menjadi penanda 25 tahun perjalanan perusahaan dalam menyediakan kebutuhan sehari-hari, produk segar, grocery, serta makanan dan minuman pilihan.

Sebagai bagian dari perayaan tersebut, Pepito Celebration – Silver Years of Service dijadwalkan berlangsung di Lotus Pond, GWK Cultural Park, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Perayaan ini menjadi momentum apresiasi bagi pelanggan, komunitas, dan berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan Pepito selama seperempat abad di Bali.

Buleleng Jadi Pilot Project Nasional ASN Corpu, 800 Pejabat Disiapkan Tingkatkan Kompetensi ASN

0
Sumber: (Humas) PELUNCURAN - Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat reformasi birokrasi melalui peluncuran ASN Corpu dan Si Bijak Paten di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Senin (19/10/2026).

Singaraja, Baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat reformasi birokrasi melalui peluncuran ASN Corporate University (ASN Corpu) dan Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi (Si Bijak Paten). Program yang diluncurkan bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI ini menempatkan Buleleng sebagai salah satu daerah pilot project nasional dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).

Peluncuran berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Senin (19/10/2026), dihadiri Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Kepala LAN RI Muhammad Taufiq bersama jajaran pimpinan daerah serta pejabat LAN RI.

Program ini tidak sekadar menjadi sistem pembelajaran bagi ASN, tetapi diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, membangun birokrasi yang berintegritas, dan memastikan program prioritas daerah dapat dijalankan secara efektif.

Sutjidra menegaskan, kolaborasi dengan LAN RI menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ASN di lingkungan Pemkab Buleleng.

“Pengembangan ini untuk seluruh ASN yang ada di Kabupaten Buleleng sehingga mereka betul-betul bisa meningkat kompetensinya menuju ASN yang kredibel, berintegritas, kemudian melaksanakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi,” ujar Sutjidra.

800 Pejabat Jadi Sasaran Tahap Awal

Pemkab Buleleng memiliki lebih dari 15.000 ASN. Namun, implementasi awal ASN Corpu dan Si Bijak Paten akan difokuskan kepada sekitar 800 pejabat dan aparatur yang memiliki peran strategis dalam organisasi pemerintahan.

Mereka terdiri atas unsur pimpinan, kepala bidang, pejabat fungsional (jafung), dan kepala seksi. Setelah mengikuti pembelajaran, para peserta diharapkan meneruskan pengetahuan serta kompetensi yang diperoleh kepada staf di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pembelajaran ini dari pejabatnya dulu, nanti masing-masing OPD akan menyosialisasikan ke stafnya,” jelas Sutjidra.

Sistem pembelajaran tersebut akan dikembangkan melalui sejumlah klaster, mulai dari sosialisasi, pemberdayaan, hingga pengawasan. Materinya juga akan dikaitkan dengan program prioritas Kabupaten Buleleng agar peningkatan kompetensi ASN berujung pada pelaksanaan kebijakan yang lebih terukur.

Dengan pendekatan ini, ASN diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerjemahkan hasil pembelajaran menjadi inovasi dan solusi atas persoalan nyata di masyarakat.

LAN RI Soroti Komitmen Kepemimpinan Buleleng

Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengapresiasi langkah Pemkab Buleleng yang dinilai menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan kompetensi ASN. Ia juga menyoroti kehadiran lengkap jajaran pimpinan daerah dalam peluncuran tersebut.

Menurut Taufiq, kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan ASN Corporate University. Dukungan kepala daerah dan seluruh jajaran diperlukan agar proses pembelajaran tidak berhenti sebagai agenda formal, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi.

“Kalau pemimpinnya seperti Bapak Bupati dan jajaran komit, di mana pun di korporasi maupun birokrasi pasti maju,” tegasnya.

Taufiq menjelaskan, ASN Corpu dirancang sebagai pendekatan pembelajaran terintegrasi yang melibatkan pimpinan hingga staf. Pelaksanaannya juga perlu membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat untuk mendorong inovasi dan mendukung pembangunan Buleleng.

Tiga Target: Inovasi, Pelayanan Publik, dan Penyelesaian Masalah

LAN RI menekankan tiga hasil konkret yang diharapkan dari implementasi ASN Corpu dan Si Bijak Paten di Buleleng.

Pertama, melahirkan terobosan dan inovasi untuk mendukung delapan misi atau program prioritas Bupati Buleleng. Kedua, menghasilkan perbaikan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketiga, membantu menyelesaikan persoalan mendasar daerah, termasuk kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita harapkan prestasinya bisa melebihi rata-rata Provinsi Bali,” kata Taufiq.

Target tersebut menjadi tantangan bagi Pemkab Buleleng untuk memastikan bahwa investasi dalam pengembangan kompetensi ASN memberikan dampak nyata terhadap kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah pejabat yang mengikuti pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan setiap OPD menerapkan pengetahuan, memperbaiki proses kerja, dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Peluncuran ASN Corpu dan Si Bijak Paten diharapkan menjadi titik awal penguatan birokrasi Buleleng yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Sekretaris Utama LAN RI Andi Taufik, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Agus Sudrajat, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Erna Irawati, Kepala Biro Umum, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Hari Nugraha, Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Riyadi, para camat, serta peserta kuliah umum dari berbagai instansi. BWN-03

APBD Buleleng 2027 Tembus Rp2,60 Triliun, Pembangunan Gedung RSUD Diusulkan Multiyears

0
Sumber: (Humas) PARIPURNA - Rapat Paripurna DPRD Buleleng pada Senin (19/10/2026), di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Buleleng.

Singaraja, Baliwakenews.com

DPRD Kabupaten Buleleng mulai membahas dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) strategis yang akan menentukan arah pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah. Kedua Ranperda tersebut meliputi APBD Tahun Anggaran 2027 dan pelaksanaan subkegiatan tahun jamak pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng.

Dalam rancangan APBD 2027, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengusulkan pendapatan daerah sebesar Rp2,60 triliun. Sementara itu, belanja daerah dirancang mencapai Rp2,68 triliun, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp85 miliar yang direncanakan ditutup melalui pembiayaan daerah.

Penjelasan dua Ranperda tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Buleleng pada Senin (19/10/2026), di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Buleleng. Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, SM, dan dihadiri Bupati serta Wakil Bupati Buleleng, jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMD, dan undangan lainnya.

PAD Buleleng 2027 Ditargetkan Rp850 Miliar

Dalam penjelasannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyusun anggaran secara transparan, efisien, serta berorientasi pada penguatan kemandirian fiskal.

“Pendapatan daerah dalam rancangan APBD 2027 ditargetkan sebesar Rp2.602.460.986.089 atau sekitar Rp2,60 triliun. Angka tersebut meningkat 0,05 persen dibandingkan APBD 2026,” ujarnya.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang dirancang mencapai Rp850.098.800.350 atau sekitar Rp850,09 miliar. Target PAD tersebut meningkat 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan transfer dirancang sebesar Rp1.752.362.185.739 atau sekitar Rp1,75 triliun.

Besarnya porsi pendapatan transfer menunjukkan bahwa upaya memperkuat kemandirian fiskal tetap menjadi tantangan bagi Pemkab Buleleng. Peningkatan PAD diharapkan dapat memperluas ruang fiskal daerah untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

Belanja Daerah Dirancang Rp2,68 Triliun

Dari sisi pengeluaran, belanja daerah dalam rancangan APBD Buleleng 2027 ditetapkan sebesar Rp2.687.460.986.089 atau sekitar Rp2,68 triliun.

Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp2.070.523.681.791,33, belanja modal Rp389.016.477.197,67, belanja tidak terduga Rp5 miliar, serta belanja transfer Rp222.920.827.100.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran daerah. Adapun belanja modal yang mencapai sekitar Rp389,02 miliar menjadi salah satu pos penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan aset daerah.

Dengan struktur anggaran tersebut, efektivitas penggunaan belanja menjadi faktor penting agar setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Buleleng.

Rancangan APBD 2027 juga mencatat defisit sebesar Rp85 miliar. Untuk mendukung pembiayaan anggaran, penerimaan pembiayaan dirancang sebesar Rp135 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp50 miliar.

Dengan demikian, pembiayaan netto sebesar Rp85 miliar direncanakan menutup defisit tersebut.

Pembangunan Gedung RSUD Buleleng Diusulkan Dua Tahun Anggaran

Selain APBD 2027, Ranperda kedua yang disampaikan dalam rapat paripurna berkaitan dengan pelaksanaan subkegiatan tahun jamak pembangunan gedung RSUD Kabupaten Buleleng.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menjelaskan, pembangunan gedung rumah sakit tersebut memiliki skala besar dan kompleksitas teknis tinggi. Karena itu, pelaksanaannya direncanakan berlangsung selama dua tahun anggaran, yakni 2027 dan 2028.

Skema tahun jamak atau multiyears dinilai diperlukan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara bertahap dengan perencanaan yang terarah dan berkesinambungan.

Penetapan melalui Peraturan Daerah juga diperlukan sebagai landasan hukum pelaksanaan kegiatan, sekaligus memberikan kepastian mengenai arah, target, dan kesinambungan fiskal daerah.

Meski demikian, pelaksanaan proyek tersebut akan menjadi bagian dari proses pembahasan lebih lanjut di DPRD Buleleng. Perencanaan yang matang, pengendalian anggaran, dan pengawasan pelaksanaan menjadi aspek penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Pembangunan gedung RSUD Buleleng diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Buleleng dan wilayah sekitarnya.

DPRD Buleleng Lanjutkan Pembahasan Ranperda

Setelah penyampaian penjelasan Bupati, DPRD Kabupaten Buleleng akan menindaklanjuti kedua Ranperda melalui mekanisme dan tahapan persidangan yang berlaku.

Pembahasan akan dilanjutkan melalui Pembicaraan Tingkat I sebelum memasuki tahapan berikutnya hingga penetapan menjadi Peraturan Daerah sesuai ketentuan.

Dua Ranperda tersebut memiliki peran strategis bagi arah pembangunan Buleleng. APBD 2027 menjadi instrumen untuk menentukan prioritas pendapatan dan belanja daerah, sedangkan Ranperda pembangunan gedung RSUD menjadi landasan pelaksanaan proyek kesehatan yang direncanakan melintasi dua tahun anggaran.

Publik kini menantikan bagaimana pembahasan di DPRD dapat memastikan anggaran yang disusun tetap realistis, pembangunan berjalan terukur, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Buleleng. BWN-03

Karya Ngenteg Linggih di Pura Pucak Arantaja

0
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri karya Caru Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Upacara Ngenteg Linggih di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci, Desa Petang, Senin (19/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelestarian adat, tradisi, serta kehidupan keagamaan masyarakat. Komitmen nyata tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri prosesi Nodya Caru Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Upacara Ngenteg Linggih Pedudusan Agung, Mendem Pedagingan, Mersigana Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci, Desa Petang, Senin (19/10).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bantuan hibah upakara sebesar Rp 1,7 miliar yang bersumber dari anggaran APBD Induk Tahun 2026. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya, dengan disaksikan oleh seluruh undangan, tokoh masyarakat, dan krama pengempon pura yang hadir memadati areal utama mandala.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa bantuan hibah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam meringankan beban finansial krama adat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta sesuai falsafah Tri Hita Karana. Terlebih, Pura Pucak Arantaja merupakan situs sakral yang diempon oleh para petani dari dua wilayah kecamatan yang berbeda.

“Aspek kelestarian subak sangat bergantung pada kesejahteraan para petaninya. Sebagai pura yang diempon oleh para petani, keberadaan pura ini sangat penting demi kelangsungan subak kita yang ada di Kabupaten Badung. Pemkab Badung berkomitmen untuk mendukung dan meringankan beban dari para petani, yang dibuktikan oleh beasiswa Nak Badung bagi para anak-anak petani. Karena petani ini merupakan pahlawan kita dan saya ingin petani Badung benar-benar bangga menjadi petani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Lasya dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih kepada jajaran Pemkab Badung atas kucuran bantuan yang diberikan secara berkesinambungan kepada krama subak pengempon pura. Pihaknya menjelaskan bahwa Pura Pucak Arantaja selama ini diempon secara swadaya oleh krama dari 7 subak yang tersebar di wilayah Kecamatan Petang dan Kecamatan Abiansemal. Total luasan lahan pertanian subak yang bernaung di bawah pura ini mencapai 810 hektar dengan jumlah krama mencapai 2.025 orang.

“Rangkaian upacara berjalan lancar dan Puncak Karya direncanakan akan dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang. Prosesi ini akan dipuput oleh Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Oka Watulumbang Manuaba. Sekali lagi mewakili seluruh krama pengempon kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah,” kata Wayan Lasya.

Turut hadir OPD terkait dilingkungan Pemkab. Badung, Camat Petang beserta unsur tripika kecamatan, Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Perbekel dan Bendesa se-Kecamatan Petang, Tokoh Masyarakat dan krama Pengempon.BWN-HB

Pemkab Badung Dorong Perempuan Jadi Garda Terdepan Rawat Toleransi

0
Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat Talkshow Lintas Agama di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Kabupaten Badung menggelar Talkshow Kerukunan, Perkuat Peran Perempuan dalam Menjaga Harmoni Tahun 2026 di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). Agenda ini mengusung tema “Perempuan sebagai Pilar Kerukunan, Menguatkan Mental, Mempererat Persaudaraan, dan Mewujudkan Keharmonisan Sosial di Tengah Tantangan Zaman”.

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi wanita, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung ini turut dihadiri Bupati Badung yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta selaku Agen Kerukunan Daerah, narasumber Putu Suprapti Santy Sastra, perwakilan Kesbangpol, Kepala Kemenag Badung, perwakilan FKUB, perwakilan Forpela Bali dan Forgimala Badung

Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat membacakan sambutan Bupati Badung menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dari lingkungan keluarga. Bupati juga mengapresiasi indeks kerukunan Kabupaten Badung pada 2025 yang mencapai angka 98,1 dan menekankan agar capaian tersebut terus dijaga lewat sinergi seluruh elemen.

Sebagai pembicara, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membawakan materi terkait perawatan kerukunan dan penguatan mental keluarga bebas narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis orang tua-anak serta pengawasan gawai demi mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kerukunan ini dimulai dari keluarga dulu. Bagaimana kita bisa rukun ke luar ketika keluarga kita tidak rukun? Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, serta memberikan contoh yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta memaparkan materi perempuan sebagai pilar keharmonisan. Ia mengajak perempuan lintas agama mempererat komunikasi, bijak bermedia sosial, dan merawat rasa aman demi mendukung sektor pariwisata Badung. Pemaparan ditutup oleh Putu Suprapti Santy Sastra yang memotivasi peserta untuk menebar energi positif di lingkungan masyarakat.

“Toleransi ini bukan hanya saja menjadi retorika, tapi diimplementasikan secara nyata. Contohnya, bantuan hari raya Rp 2 juta, setiap hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui talkshow ini, Forpela Badung diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas agama serta mendorong perempuan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga keharmonisan daerah.BWN-HB

Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

0
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (19/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan keuangan desa agar lebih transparan, akuntabel, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kerta Gosana, Kantor Bupati Badung, Senin (19/10).

Kegiatan bersinergi dengan Perwakilan BPKP Provinsi Bali ini dihadiri 180 peserta dari unsur perbekel, sekretaris desa, ketua BPD, camat, hingga perwakilan OPD. Agenda ini mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.

Bupati Badung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, menekankan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah. “Tata kelola keuangan desa yang berkualitas dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung ingin memastikan bahwa desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan memberdayakan masyarakatnya secara berkesinambungan,” tegasnya.

Workshop ini menggarisbawahi poin penting seperti penguatan administrasi keuangan, pemanfaatan evaluasi untuk perbaikan program, peningkatan kemandirian lewat potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah narasumber kompeten hadir memberikan paparan, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI I Dewa Gde Agung Widiarsana mengenai pengawasan pelaksanaan undang-undang dan APBN terkait desa. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali Supendi menjelaskan mekanisme penyaluran Dana Desa, sedangkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tri Wibowo Aji memaparkan pengawalan akuntabilitas keuangan desa. Selain itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Badung Gede Ancana membawakan materi pencegahan penyimpangan hukum di desa.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung berharap aparatur desa menjadikan workshop sebagai ruang belajar produktif dan sarana memperkuat komitmen mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.BWN-HB

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

0
Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni, adat, dan tradisi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna (ST) Putra Laksana sekaligus STPL Youth Culture Festival di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini mengusung tema “Yuva Kalā Saṃskṛti Utsava”, yang berarti Merajut Kreativitas Pemuda, Melestarikan Seni dan Budaya, Serta Mempererat Persaudaraan Dalam Harmoni.

Wabup menyatakan kebanggaannya atas inisiatif pemuda menggelar lomba gender dan tari baris sebagai upaya nyata menjaga warisan leluhur di tengah kemajuan zaman. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik Sekaa Teruna Putra Laksana. Kegiatan STPL Youth Culture ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan tradisi Bali yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana motivasi senilai Rp 60 juta. Anggaran ini dialokasikan masing-masing Rp 30 juta untuk mendukung Lomba Gender dan Rp 30 juta untuk lomba Tari Baris. Wabup mengingatkan peran strategis pemuda sebagai benteng pertahanan kebudayaan dan penggerak utama pariwisata Bali. “Kabupaten Badung dan Bali memiliki benteng utama berupa kebudayaan. Jika bukan kita, generasi muda, yang meneruskan tradisi megambel, menari, dan belajar seni, siapa lagi ? Tanpa budaya, pariwisata Bali tidak akan memiliki daya tarik. Karena itu, Pemkab Badung akan selalu hadir mendukung kreativitas pemuda,” tambah Bagus Alit Sucipta yang juga mengapresiasi keberhasilan ST. Putra Laksana meraih Juara Harapan I pada ajang Saka Fest tingkat Kabupaten.

Sementara itu, Ketua Panitia I Kadek Khrisna Hari Senjaya melaporkan festival dua hari ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari lomba bendera hias tingkat Bali, jalan sehat, senam, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba tari baris tunggal dan tari maskot.

Acara ini turut dihadiri anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Forkompimcam, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat desa, BPD, TP. PKK Desa Darmasaba, Bendesa Adat Tegal, para prajuru adat, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.BWN-HB

Bupati Sutjidra Tantang Muslimat NU Buleleng: Perkuat Pemberdayaan Perempuan hingga Ketahanan Keluarga

0
Sumber: (Humas) HARI SANTRI - Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (18/10/2026).

Singaraja, Baliwakenews.com

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mendorong Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Buleleng memperkuat peran dalam pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga. Organisasi perempuan berbasis keagamaan itu diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pendidikan generasi muda dan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional yang dirangkaikan dengan pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Buleleng masa bakti 2026–2031 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (18/10/2026).

Sutjidra menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat, terutama melalui keluarga. Pemberdayaan perempuan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan, pembinaan moral generasi muda, serta pelayanan sosial dan keagamaan.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjangkau lebih banyak keluarga di Kabupaten Buleleng.

“Muslimat NU Kabupaten Buleleng diharapkan terus berkontribusi nyata dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera,” tegas Sutjidra.

Hari Santri Jadi Momentum Penguatan Karakter Generasi Muda

Dalam kesempatan yang sama, Sutjidra menegaskan peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun bangsa.

Nilai perjuangan tersebut, kata dia, perlu diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan penguatan wawasan kebangsaan.

“Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Sutjidra.

Pesan itu menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu aspek penting dalam membangun generasi muda yang mampu menjaga nilai keagamaan sekaligus berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengurus Baru Muslimat NU Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemkab Buleleng

Sutjidra juga menyampaikan selamat kepada pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Buleleng yang dilantik untuk periode 2026–2031. Ia meminta seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan diperlukan agar berbagai program sosial dapat berjalan lebih efektif. Muslimat NU diharapkan mengambil peran melalui kegiatan pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, serta pelayanan sosial dan keagamaan.

Tantangan bagi kepengurusan baru adalah memastikan peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan berhenti pada agenda organisasi semata.

Toleransi dan Gotong Royong Jadi Modal Pembangunan Buleleng

Selain mendorong penguatan organisasi, Sutjidra mengajak masyarakat Buleleng menjaga persaudaraan, toleransi, dan gotong royong di tengah keberagaman.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Kerja sama lintas elemen dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Buleleng yang maju dan berkelanjutan.

“Mari kita jaga semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong di tengah keberagaman masyarakat Buleleng. Dengan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita dapat mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan,” ajak Sutjidra.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional dan pelantikan pengurus Muslimat NU tersebut, Sutjidra berharap kader organisasi semakin aktif mengabdi kepada umat dan masyarakat.

Penguatan peran perempuan dan keluarga, pendidikan karakter generasi muda, serta kolaborasi lintas elemen diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Muslimat NU dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng. BWN-03

Ganjil-Genap BBM di Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober, Stok Pertalite 11 Hari dan Biosolar 5 Hari

0
Sumber: (Sita) RAKOR - Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai rapat koordinasi di Kantor Pertamina Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang penerapan sistem ganjil-genap untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Bali hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil setelah sistem pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor tersebut dinilai efektif mengurai antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Namun, di balik klaim membaiknya pelayanan, data stok BBM Bali per 19 Oktober 2026 menunjukkan daya tahan pasokan yang berbeda-beda. Stok Pertalite dilaporkan cukup untuk 11 hari, Pertamax delapan hari, Biosolar hanya lima hari, dan Solar 11 hari.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan perpanjangan ganjil-genap dilakukan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi bersama Pertamina, masukan bupati dan wali kota se-Bali, petugas SPBU, serta aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.

Menurut pemerintah daerah, penerapan ganjil-genap mampu mempercepat distribusi dan pelayanan BBM, mengurangi arus kendaraan menuju SPBU, serta mencegah antrean mengular ke jalan yang sebelumnya memicu kemacetan.

Meski demikian, kebijakan ini masih bersifat sementara. Jika hasil pemantauan lapangan menunjukkan pasokan dan distribusi BBM telah normal serta antrean SPBU terkendali, penerapan ganjil-genap dapat dihentikan sebelum 23 Oktober 2026.

Stok Biosolar Bali Hanya Cukup Lima Hari

Persoalan utama yang perlu menjadi perhatian bukan hanya panjangnya antrean, tetapi juga keberlanjutan pasokan BBM ke Bali.

Dalam rapat koordinasi di Kantor Pertamina Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026), Direktur Utama Pertamina Patra Niaga melaporkan stok BBM Bali berada dalam kondisi aman. Berdasarkan data posisi 19 Oktober 2026, rinciannya sebagai berikut:

Pertalite: 30,136 juta liter, cukup untuk 11 hari.

Pertamax: 11,045 juta liter, cukup untuk delapan hari.

Biosolar: 1,752 juta liter, cukup untuk lima hari.

Solar: 10,356 juta liter, cukup untuk 11 hari.

Data tersebut menjadi perhatian karena ketahanan stok setiap jenis BBM tidak sama. Biosolar tercatat memiliki daya tahan paling pendek, yakni lima hari, sehingga kelancaran pengiriman dan distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga kebutuhan masyarakat serta aktivitas ekonomi Bali.

Dalam rapat tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan BBM nasional mencukupi untuk kebutuhan sekitar 16–20 hari ke depan. Dengan kondisi tersebut, pasokan ke daerah semestinya tidak mengalami masalah apabila pengiriman dan distribusi berjalan baik.

Menteri ESDM Perintahkan Penambahan Pasokan BBM ke Bali

Menteri ESDM menginstruksikan Direktur Utama Pertamina dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan volume pengiriman BBM ke Bali agar stok tersedia untuk kebutuhan minimal 15 hari.

Instruksi ini sekaligus menjadi penekanan agar persoalan kelangkaan dan antrean BBM yang terjadi di Bali tidak kembali terulang.

Pemerintah pusat juga mengingatkan bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Gangguan ketersediaan BBM berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, kelancaran mobilitas wisatawan, hingga citra pariwisata Bali dan Indonesia di mata internasional.

Karena itu, Pertamina diminta bekerja lebih responsif dalam menjamin ketersediaan dan distribusi BBM ke SPBU, sekaligus memperketat pengawasan operasional di lapangan.

Sejumlah Langkah Ditempuh untuk Mengurai Antrean SPBU

Sebelum memperpanjang ganjil-genap, Pemprov Bali telah mengombinasikan sejumlah langkah untuk menangani gangguan distribusi dan pelayanan BBM.

Langkah tersebut meliputi pengoperasian SPBU selama 24 jam, terutama di Denpasar dan Badung; penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pegawai pemerintah dan swasta; pembelajaran daring pada semua jenjang pendidikan; serta pelibatan personel TNI sebagai tenaga operator SPBU.

Pemerintah juga meminta dukungan kepolisian untuk mengawal truk tangki BBM dari Depo Manggis dan Sanggaran menuju SPBU serta menjaga keamanan di lokasi pengisian.

Selain itu, pembatasan volume pengisian diterapkan dengan maksimum tiga liter untuk kendaraan roda dua dan 20 liter untuk kendaraan roda empat, disertai sistem ganjil-genap yang semula berlaku pada 17–19 Oktober 2026.

Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Ambulans dan Kendaraan Logistik Dikecualikan

Dalam penerapan sistem ganjil-genap, sejumlah kendaraan dikecualikan dari pembatasan. Kendaraan tersebut meliputi ambulans, mobil pemadam kebakaran, kendaraan niaga pengangkut logistik, kendaraan penumpang umum, serta kendaraan antar-jemput makanan, minuman, dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Pengecualian ini ditujukan untuk menjaga layanan darurat, distribusi barang, transportasi publik, dan pemenuhan kebutuhan pokok tetap berjalan.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Pertamina dan pengelola SPBU yang mengoperasikan layanan selama 24 jam, personel TNI yang membantu sebagai operator, kepolisian yang menjaga keamanan, serta pemerintah kabupaten/kota yang memantau pelayanan BBM.

“Saya juga mengapresiasi kesabaran masyarakat dan aksi spontan warga yang membagikan makanan serta minuman kepada masyarakat yang mengantre BBM, ” ujar Koster.

Efektivitas Ganjil-Genap Harus Diikuti Kepastian Pasokan

Perpanjangan ganjil-genap menunjukkan bahwa pengaturan arus kendaraan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi kepadatan di SPBU. Namun, kelancaran antrean tidak serta-merta menyelesaikan persoalan apabila pasokan dan distribusi BBM belum terjaga secara konsisten.

Dengan stok Biosolar yang dilaporkan cukup untuk lima hari dan instruksi penambahan pasokan hingga ketahanan minimal 15 hari, perhatian kini tertuju pada realisasi pengiriman BBM ke Bali serta konsistensi distribusi dari depot hingga SPBU.

Pemprov Bali menyatakan sistem ganjil-genap dapat dihentikan lebih awal jika kondisi lapangan telah normal. Artinya, keberhasilan penanganan tidak cukup diukur dari berkurangnya antrean, tetapi juga dari kepastian masyarakat memperoleh BBM tanpa gangguan berulang.

“Bagi Bali yang bergantung pada mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata, pemulihan distribusi BBM secara berkelanjutan menjadi kunci agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan kepercayaan terhadap destinasi Pulau Dewata terjaga,” tandasnya. BWN-03

Kejari Badung Lenyapkan Barang Bukti 75 Perkara Inkracht, Kasus Narkoba Masih Mendominasi

0
MUSNAHKAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung kembali memusnahkan barang bukti (BB) dan barang rampasan dari 75 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Mangupura, Baliwakenews.com


Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung kembali memusnahkan barang bukti (BB) dan barang rampasan dari 75 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Eksekusi barang haram dan sarana kejahatan ini digelar oleh Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Badung, Senin (19/10/2026).


Barang bukti yang dilenyapkan tersebut berasal dari perkara yang diputus Pengadilan Negeri dalam rentang periode Juni hingga Agustus 2026.


Kasi Intelijen Kejari Badung, Gde Ancana, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penanganan perkara pidana umum dalam periode ini masih didominasi oleh kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


“Dari total 75 perkara yang diputus inkracht, sebanyak 46 perkara merupakan tindak pidana narkotika. Pemusnahan ini bentuk komitmen kami dalam menyelesaikan eksekusi barang bukti secara tuntas,” ujar Gde Ancana.


Selain barang haram narkotika, petugas juga memusnahkan berbagai sarana pendukung kejahatan dari perkara narkoba tersebut. Di antaranya 11 unit telepon genggam berbagai merek, timbangan elektrik, alat isap sabu (bong), pakaian, tas, serta berbagai barang bukti pendukung lainnya.


Sementara itu, untuk 29 perkara sisanya berasal dari tindak pidana Orang dan Harta Benda (Oharda), Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara dan Ketertiban Umum (Kamnegtibum), serta tindak pidana umum lainnya.


“Barang bukti yang dimusnahkan dari 29 perkara non-narkotika ini meliputi senjata tajam, pakaian, 3 unit telepon genggam, berkas dokumen, hingga barang bukti lain yang terbukti digunakan dalam aksi kejahatan,” tegas Jaksa Madya tersebut.


Pemusnahan barang bukti ini rutin dilakukan Kejari Badung untuk mengantisipasi penumpukan barang bukti di ruang penyimpanan, sekaligus mencegah timbulnya potensi penyalahgunaan barang rampasan negara. BWN-05

Antrean BBM Mulai Terurai, Warga Kutsel Desak Evaluasi Barcode

0
Agak Lengang: Suasana agak lengang terpantau di salah satu SPBU kawasan Taman Griya, Jimbaran.

Mangupura, baliwakenews.com


Pemberlakuan sistem antrean bahan bakar minyak (BBM) berdasarkan pelat nomor ganjil-genap mulai menunjukkan dampak di Kuta Selatan, Badung. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang sebelumnya dipadati kendaraan kini terpantau lebih lengang sejak kebijakan tersebut diterapkan pada 17 Oktober 2026.


Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat setelah beberapa hari harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Antrean yang sebelumnya meluber hingga badan jalan dan memicu kemacetan juga mulai berkurang.


Meski demikian, meredanya antrean belum sepenuhnya menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Kepastian pasokan dan kemudahan memperoleh BBM masih menjadi harapan warga, termasuk evaluasi terhadap penerapan sistem barcode untuk pembelian BBM bersubsidi.
“Lumayan tidak antre panjang lagi, cuma kurang tahu sampai kapan ini berlangsung,” ujar Putu Wahyu, warga yang mengaku sempat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM saat gangguan pasokan terjadi di sejumlah SPBU di Badung, khususnya Kuta Selatan.


Warga berharap kebijakan ganjil-genap tidak hanya mengurai antrean kendaraan, tetapi juga diikuti pemulihan distribusi BBM secara berkelanjutan. Terlebih, Kuta Selatan merupakan kawasan pariwisata yang memiliki mobilitas tinggi dan bergantung pada kelancaran transportasi.


Tokoh Kuta Selatan, Nyoman Suweta, menilai gangguan pasokan BBM telah menimbulkan persoalan serius bagi masyarakat. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, antrean panjang juga berpotensi memicu konflik antarwarga apabila pengaturan di lapangan tidak berjalan baik.


Ia menyoroti dugaan penyerobotan antrean yang disebutnya terjadi selama masyarakat berjuang mendapatkan BBM. Situasi tersebut dinilai membutuhkan pengawasan lebih ketat agar tidak berkembang menjadi perselisihan. “Setiap hari ada saja warga yang antre berjam-jam untuk bisa mendapatkan BBM karena ada yang menyerobot dan tidak mau antre, sehingga terjadi percekcokan sesama warga, bahkan sampai perkelahian. Perkuat petugas keamanan ikut mengamankan dan mengatur lalu lintas karena kemacetan terjadi di mana-mana,” ungkapnya.


Menurut Suweta, petugas keamanan bersama pihak terkait perlu lebih aktif mengatur kendaraan di sekitar SPBU. Langkah tersebut penting untuk mencegah antrean kembali meluber ke jalan raya sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Ia menegaskan, penanganan persoalan BBM tidak cukup hanya melalui pengaturan kendaraan. Ketersediaan pasokan juga harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak terus menghadapi ketidakpastian saat hendak mengisi bahan bakar.


Barcode BBM Bersubsidi Ikut Disorot
Di tengah mulai terurainya antrean, Suweta turut meminta evaluasi terhadap penerapan sistem barcode untuk pembelian BBM bersubsidi di Bali. Ia menilai mekanisme tersebut perlu ditinjau kembali apabila tidak diimbangi ketersediaan produk yang mencukupi di SPBU. “Pada intinya, rakyat membeli BBM, bukan meminta kepada pemerintah. Saya kira aturan barcode di Bali harus dihapuskan karena untuk mendapatkan BBM bersubsidi sudah tidak ada barangnya, seperti Pertalite,” ujarnya.


Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang menginginkan akses BBM lebih mudah, terutama ketika pasokan sedang terganggu. Menurutnya, kebijakan pengaturan pembelian semestinya berjalan seiring dengan jaminan ketersediaan bahan bakar di lapangan.


Suweta juga mengingatkan bahwa kesulitan memperoleh BBM dapat menambah beban ekonomi masyarakat. Ia menyoroti kenaikan harga berbagai kebutuhan, termasuk bahan pokok dan material bangunan, yang menurutnya telah terjadi beberapa kali. Apabila gangguan pasokan berlangsung berkepanjangan, masyarakat dikhawatirkan menghadapi beban tambahan akibat waktu yang terbuang untuk mengantre serta terganggunya mobilitas dan kegiatan usaha.


Karena itu, ia berharap pihak terkait segera memastikan distribusi kembali normal, memperkuat pengawasan di SPBU, serta mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memicu antrean panjang. Pantauan di sejumlah SPBU di Kuta Selatan menunjukkan antrean mulai berkurang setelah sistem ganjil-genap diberlakukan. Namun, masyarakat masih menunggu kepastian pemulihan pasokan agar kondisi tersebut tidak sekadar menjadi perbaikan sementara.


Bagi warga, keberhasilan penanganan krisis BBM bukan hanya ditandai dengan berkurangnya kendaraan yang mengantre, melainkan juga ketersediaan bahan bakar yang stabil, akses pembelian yang tertib, dan tidak terganggunya aktivitas masyarakat maupun perekonomian di kawasan pariwisata Kuta Selatan. BWN-04

Mamaka Jadikan Fun Run sebagai Gerakan Kepedulian Kesehatan Mental, Lebih dari 700 Pelari Padati Kuta

0
Fun Run: Penyerahan hadiah kepada para juara kategori 10K dalam Mamaka Fun Run Vol. 3 2026 yang diikuti lebih dari 700 pelari di kawasan Kuta.

Mangupura, baliwakenews.com


Lebih dari 700 pelari memadati jalanan Kuta dalam Mamaka Fun Run Vol. 3, Minggu (18/10/2026). Tak sekadar mengajak masyarakat hidup aktif, Mamaka Hotels & Resorts memanfaatkan ajang tahunan ini untuk memperluas kepedulian terhadap kesehatan mental melalui kolaborasi dengan Shuffle & Strides.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Mamaka Fun Run berkembang dari kegiatan lari amal menjadi wadah pertemuan komunitas sekaligus sarana menggerakkan aksi sosial. Tahun ini, perhatian diarahkan pada peningkatan kesadaran kesehatan mental yang dinilai masih membutuhkan ruang edukasi dan percakapan terbuka di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Mamaka ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap orang-orang yang menghadapi persoalan psikologis.

Area General Manager SEA Mamaka Hotels & Resorts, Joel Bartlett, mengatakan Mamaka Fun Run terus berkembang sejak pertama kali digelar pada 2024. Antusiasme masyarakat menjadi modal untuk memperluas manfaat kegiatan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi komunitas yang lebih luas.

“Bagi kami, komunitas adalah jantung dari Mamaka Fun Run. Tahun lalu, kami melihat lebih dari 700 orang berkumpul di Kuta. Itu menunjukkan apa yang bisa diwujudkan ketika komunitas bergerak bersama untuk mendukung sebuah gagasan,” ujar Joel.

Menurut dia, pemilihan kesehatan mental sebagai fokus penyelenggaraan tahun ini sejalan dengan nilai yang ingin dibangun Mamaka, yakni gerak, koneksi, dan kesejahteraan yang mencakup kesehatan fisik maupun pikiran.

“Memilih kesehatan mental untuk Mamaka Fun Run Vol. 3 merupakan keputusan yang sangat alami. Mamaka berkaitan dengan gerak, koneksi, dan kesejahteraan. Kami percaya kesejahteraan harus mencakup tubuh dan pikiran,” katanya.

Joel menilai kesehatan mental masih menjadi persoalan yang tidak selalu mudah dibicarakan secara terbuka. Karena itu, Mamaka ingin turut menciptakan ruang yang mendorong masyarakat lebih memahami persoalan tersebut, berani memulai percakapan, serta mengetahui cara memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program Mental Health Awareness Training (MHAT) atau Pelatihan Kesadaran Kesehatan Mental yang dijalankan bersama Shuffle & Strides.

Dana yang terkumpul melalui Mamaka Fun Run Vol. 3 akan membantu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan MHAT secara gratis selama dua hari. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti ketika para pelari mencapai garis finis, tetapi diharapkan berlanjut melalui pengetahuan yang diterapkan dan dibagikan di lingkungan masing-masing.

Perwakilan Shuffle & Strides, Ira, turut mendukung kolaborasi yang menghubungkan aktivitas fisik dengan edukasi kesehatan mental tersebut. Sebagai organisasi nirlaba, Shuffle & Strides berupaya meningkatkan kesadaran kesehatan mental melalui olahraga, kegiatan berbasis komunitas, edukasi, dan percakapan terbuka.

Pelatihan MHAT dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan praktis dalam mengenali tanda dan gejala persoalan kesehatan mental, berkomunikasi dengan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, serta memberikan dukungan awal secara tepat.

Peserta juga memperoleh informasi mengenai sumber daya dan pilihan perawatan kesehatan mental, termasuk memahami kapan seseorang perlu mendapatkan bantuan profesional.

Pelatihan tersebut tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai tenaga profesional kesehatan mental. Fokusnya adalah membangun kemampuan dasar masyarakat agar dapat memberikan dukungan awal dan mengarahkan seseorang kepada sumber bantuan yang sesuai.

Pentingnya edukasi tersebut tercermin dalam data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat prevalensi depresi nasional sebesar 1,4 persen. Angka tertinggi ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun, yakni 2 persen.

Survei kesehatan mental remaja nasional juga menemukan 5,5 persen remaja Indonesia berusia 10–17 tahun mengalami gangguan mental, termasuk kecemasan, depresi, PTSD, dan ADHD.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat persentase pelajar Indonesia berusia 13–17 tahun yang melaporkan pernah serius mempertimbangkan bunuh diri meningkat dari 5,4 persen pada 2015 menjadi 8,5 persen pada 2023.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental. Kemampuan mengenali perubahan perilaku, memulai percakapan yang suportif, dan mengetahui akses bantuan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih peduli sebelum persoalan berkembang menjadi krisis.

Kepedulian sosial telah menjadi bagian dari perjalanan Mamaka Fun Run sejak edisi pertama. Pada 2024, kegiatan lari amal tersebut menyalurkan dukungan untuk inisiatif pendidikan melalui Bali Children Foundation (BCF).

Komitmen itu berlanjut pada 2025 melalui Mamaka Fun Run Vol. 2 yang diikuti lebih dari 700 pelari. Ajang tersebut menghadirkan kategori 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), disertai hiburan, Zumba, aktivitas keluarga, serta keterlibatan sejumlah komunitas lari, di antaranya Shuffle & Strides, Indorunners Bali, CCRC, HOTR, dan Gianyar Runners.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Mamaka kembali menghadirkan kategori 5K dan 10K. Lebih dari 700 peserta yang meramaikan jalanan Kuta menunjukkan besarnya daya tarik olahraga berbasis komunitas sekaligus peluang untuk mengajak masyarakat terlibat dalam gerakan sosial.

Peralihan fokus dari pendidikan menuju kesehatan mental tidak mengubah semangat dasar Mamaka Fun Run. Kedua bidang tersebut sama-sama menempatkan pengetahuan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup sebagai bagian dari kontribusi kepada masyarakat.

Bagi Mamaka, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun pencapaian di lintasan lari. Dampak yang lebih luas diharapkan tercipta ketika semakin banyak masyarakat memahami kesehatan mental dan memiliki keberanian serta pengetahuan untuk mendukung orang-orang di sekitarnya.

Melalui kolaborasi dengan Shuffle & Strides, Mamaka ingin memperluas jangkauan edukasi kesehatan mental di Bali dan Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh peserta pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak orang.

Mamaka Hotels & Resorts merupakan resor bergaya hidup di Pantai Kuta, Bali, yang menawarkan akomodasi, kuliner, hiburan, dan kebugaran. Melalui berbagai inisiatif komunitas, Mamaka berupaya mempertemukan tamu, mitra, dan masyarakat dalam kegiatan yang memberikan dampak positif.

Sementara itu, Shuffle & Strides berfokus pada pengurangan stigma kesehatan mental melalui aktivitas positif, koneksi komunitas, dan edukasi yang mudah diakses. Programnya mencakup lari komunitas, Pelatihan Kesadaran Kesehatan Mental, serta inisiatif untuk memperluas akses terhadap pengetahuan dan bantuan profesional.

Melalui Mamaka Fun Run Vol. 3, Mamaka berharap kebersamaan yang terbangun di jalanan Kuta dapat berkembang menjadi kepedulian sosial yang berkelanjutan. Olahraga mempertemukan masyarakat, sedangkan edukasi kesehatan mental menjadi langkah untuk membangun komunitas yang lebih sehat, baik secara fisik maupun psikologis. BWN-04