Panen 3 Ton Bandeng Premium, Sutjidra Bidik Pasar Ekspor dan Siapkan Gerokgak Jadi ‘Kampung Bandeng’ Nasional

0
Sumber: (Humas) PANEN PERDANA - Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memimpin langsung panen raya perdana ikan bandeng premium di KJA Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Jumat (29/5/2026).

Singaraja, Baliwakenews.com

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra memimpin langsung panen raya perdana ikan bandeng premium di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Jumat (29/5/2026). Hasil panen yang mencapai sekitar 3 ton ini menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor perikanan budidaya Buleleng yang kini mulai menembus pasar ekspor.

Menariknya, komoditas bandeng hasil budidaya masyarakat pesisir tersebut tidak hanya diminati pasar domestik, tetapi juga telah dilirik oleh negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Bahkan, kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal yang mengelola budidaya bandeng turut mendapat pengakuan.

Panen raya tersebut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, didampingi sejumlah pimpinan OPD serta penyuluh perikanan setempat.

Budidaya bandeng premium ini dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah di bawah pembinaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Bibit bandeng atau nener dipelihara selama hampir enam bulan hingga mencapai ukuran ekspor.

Pada panen perdana, sekitar 3 ton ikan berhasil diangkat dari keramba dengan ukuran rata-rata 3–4 ekor per kilogram. Dari total 16 kolam aktif yang saat ini beroperasi, potensi produksi keseluruhan diperkirakan mencapai 8 ton bandeng siap ekspor.

Bupati Sutjidra menegaskan keberhasilan budidaya ini bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

“Keberhasilan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi kelompok-kelompok nelayan lainnya. Potensinya sangat besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat sektor perikanan Buleleng,” ujar Sutjidra.

Melihat prospek yang menjanjikan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen memperluas pengembangan budidaya bandeng di kawasan Gerokgak. Saat ini tercatat lebih dari 60 kelompok nelayan aktif yang terlibat dalam pengembangan sektor perikanan budidaya.

Pemkab bahkan menargetkan kawasan Gerokgak berkembang menjadi sentra produksi utama atau “Kampung Bandeng” yang dikenal secara nasional hingga internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat menjelaskan bahwa keberhasilan panen kali ini didukung oleh kondisi perairan laut yang sangat ideal sehingga pertumbuhan ikan berlangsung optimal dalam waktu 5 hingga 6 bulan.

Menurutnya, program budidaya ini tidak berhenti pada sektor produksi semata. Pemerintah juga mulai mendorong strategi hilirisasi agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Program percontohan ini bertujuan memaksimalkan potensi laut untuk kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain budidaya, kami juga mendorong pengembangan usaha pengolahan bandeng cabut duri agar nilai jual produk semakin tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Melandrat.

Dengan potensi produksi yang terus meningkat dan dukungan hilirisasi berbasis industri pengolahan, bandeng premium Gerokgak kini diproyeksikan menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Buleleng yang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Keberhasilan panen raya ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor perikanan budidaya dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Buleleng, sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dan memperluas pasar ekspor produk perikanan lokal. BWN-03

Koster Pasang Target Besar BBTF 2027: Jangkauan Harus Lebih Luas, Bali Tetap Jadi Lokomotif Pariwisata Indonesia

0
Sumber: (Humas) PENUTUPAN - Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri penutupan BBTF 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Sabtu (30/5/2026).

Mangupura, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster memasang target ambisius untuk penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2027. Setelah mencatat transaksi fantastis mencapai Rp6,9 triliun pada tahun ini, Koster meminta ajang business-to-business pariwisata terbesar di Indonesia tersebut memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan skala penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri konferensi pers penutupan BBTF 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Sabtu (30/5/2026).

“BBTF sudah berjalan sangat baik. Tahun depan harus lebih besar lagi. Apa yang masih kurang tahun ini agar dievaluasi dan diperbaiki sehingga manfaatnya semakin besar bagi Bali dan Indonesia. Pemerintah Provinsi Bali siap memberikan dukungan penuh,” tegas Koster.

Menurutnya, penguatan BBTF menjadi sangat penting mengingat posisi Bali yang masih menjadi tulang punggung pariwisata nasional. Data menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Pulau Dewata.

Dari total 15,3 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada tahun yang sama, sekitar 45 persen memilih Bali sebagai destinasi utama.

“Ini menunjukkan peran Bali sangat besar dalam industri pariwisata nasional,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi kunjungan, kontribusi ekonomi yang dihasilkan Bali juga luar biasa. Devisa pariwisata dari wisatawan mancanegara mencapai lebih dari Rp17 triliun dengan total perputaran ekonomi sekitar Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari total ekonomi pariwisata nasional.

“Pulau Bali yang kecil ini memberikan kontribusi sangat besar bagi Indonesia. Bali tetap menjadi lokomotif utama pariwisata nasional,” tegasnya.

Di tengah tingginya angka kunjungan wisatawan, Koster memastikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara serius. Salah satunya penanganan sampah yang ditargetkan mulai memasuki fase baru melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik pada Juli 2026.

Selain itu, proyek pengelolaan sampah regional Denpasar-Badung juga ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

“Kebersihan adalah fondasi utama pariwisata berkualitas. Karena itu persoalan sampah harus selesai,” katanya.

Untuk mengurai kemacetan, Pemprov Bali juga tengah mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur strategis dengan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI. Sementara di sektor energi, Bali diarahkan menjadi daerah mandiri energi berbasis sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Koster juga menegaskan tidak akan mentolerir wisatawan asing yang melanggar aturan selama berada di Bali. Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat pengawasan melalui penerapan panduan do and don’t serta regulasi Pariwisata Budaya Bali.

“Kami akan menertibkan wisatawan yang melanggar aturan, termasuk melakukan deportasi bila diperlukan. Pariwisata Bali harus berkualitas dan bermartabat,” tegasnya.

Meski sempat muncul kekhawatiran dampak konflik global terhadap sektor pariwisata, Koster menyebut kondisi Bali masih sangat kuat. Bahkan hingga Mei 2026, pendapatan Pajak Hotel dan Restoran mencapai Rp2,89 triliun atau meningkat sekitar Rp300 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dampaknya tidak signifikan. Aktivitas ekonomi dan tingkat hunian hotel masih menunjukkan tren positif,” jelasnya.

Untuk mendongkrak jumlah wisatawan dan memperpanjang lama tinggal mereka di Bali, Pemprov Bali akan mendorong penambahan penerbangan internasional langsung dari sejumlah negara potensial seperti Rusia, Tiongkok, dan Australia.

“Semakin banyak penerbangan langsung, semakin besar peluang peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan konsep yang lebih besar untuk penyelenggaraan tahun depan. Bahkan, BBTF berpeluang bertransformasi dengan menggandeng Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mungkin nanti menjadi Bali and Nusra Travel Fair. Ini masih kami kaji,” ungkapnya.

BBTF 2026 sendiri berhasil menghadirkan 407 buyer dari 44 negara dan 286 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan nilai transaksi mencapai Rp6,9 triliun, penyelenggara optimistis capaian tahun 2027 akan melampaui rekor tahun ini.

BBTF 2027 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Juni 2027 dan diproyeksikan menjadi salah satu momentum terbesar promosi pariwisata Indonesia di kawasan Asia Pasifik. BWN-03

Drama Tengah Malam di Padang-Padang, Dua Turis Rusia Dievakuasi dari Tebing Saat Air Laut Pasang

0
Pasang: Dua wisatawan asing yang terjebak air pasang di kawasan Pantai Padang-Padang, Pecatu saat dievakuasi Tim.SAR.

Pecatu, baliwakenews.com
Suasana Pantai Padang-Padang, Pecatu, Sabtu malam (30/5/2026), mendadak berubah tegang setelah dua wisatawan asal Rusia dilaporkan terjebak di area tebing pantai akibat air laut pasang. Operasi penyelamatan yang berlangsung hingga dini hari itu akhirnya berhasil mengevakuasi keduanya dalam keadaan selamat setelah tim SAR berjibaku menghadapi medan ekstrem dan gelapnya malam.


Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 Wita ketika kedua wisatawan asing tersebut menyusuri area bibir pantai Padang-Padang. Tanpa disadari, air laut perlahan mulai pasang dan menutup jalur yang sebelumnya mereka lalui. Saat malam tiba, ombak semakin tinggi sehingga keduanya tidak dapat kembali ke titik aman.


Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada pukul 21.20 Wita dari seorang pelapor bernama Wedi. Dua korban diketahui merupakan warga negara Rusia yakni Shumskikh Ariadna Anatolievna (22) dan Kristia Kirill Eduardovich (23).


Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat. Sebanyak tujuh personel rescue diberangkatkan menuju lokasi dan tiba di Pantai Padang-Padang sekitar pukul 22.05 Wita. Tim kemudian berkoordinasi dengan Balawista dan Polsek Kuta Selatan sebelum melakukan pencarian berdasarkan koordinat yang dikirimkan.


Sekitar satu jam pencarian, posisi kedua korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena lokasi korban berada di area tebing curam dan tajam dengan akses yang sangat terbatas. Kondisi gelap serta minim penerangan turut menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat.


Meski demikian, tim SAR memastikan kedua korban berada di titik yang relatif aman dan masih dapat berkomunikasi. Pemantauan terus dilakukan sembari menunggu peluang evakuasi yang paling aman.


“Keselamatan korban menjadi prioritas, tetapi keamanan personel juga harus diperhatikan karena medannya cukup berisiko,” ujar Wahyu selaku Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.


Tim SAR gabungan akhirnya memutuskan melakukan evakuasi menggunakan teknik vertical rescue atau penyelamatan di ketinggian. Satu personel terlebih dahulu diturunkan menggunakan tali menuju lokasi korban sebelum kedua wisatawan tersebut dievakuasi satu per satu ke atas tebing.


Setelah operasi dramatis selama berjam-jam, kedua korban akhirnya berhasil diselamatkan sekitar pukul 02.00 Wita dini hari.
“Berdasarkan pertimbangan di lapangan, dengan memperhatikan keselamatan tim maupun korban, sekitar pukul dua dini hari korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan selamat,” ungkap Wahyu.


Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polresta Denpasar, Balawista, serta bantuan masyarakat setempat dan rekan korban. BWN-04

Bale Banjar Pipitan Rampung, Adi Arnawa Dorong Penataan Canggu

0
Bupati Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti sekaligus meresmikan Bale Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (29/5).

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menjaga keseimbangan pembangunan pariwisata dan pelestarian adat di kawasan Canggu. Salah satunya melalui peresmian pembangunan Bale Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (29/5).

Rampungnya fasilitas publik ini diresmikan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui penandatanganan prasasti, sekaligus menghadiri (Ngupasaksi) Karya Melaspas, Ngelinggihan Pedudusan Alit saha Caru Wraspati Kalpa Balai Banjar Pipitan. Gedung baru ini menjadi jawaban atas kebutuhan krama terhadap fasilitas adat yang representatif di tengah padatnya aktivitas pariwisata internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengakui pesatnya pariwisata Canggu berdampak positif pada ekonomi, namun memicu tantangan baru berupa kemacetan. Pemerintah kini tengah menyiapkan solusi konkret, termasuk pembukaan akses jalan baru dan penataan infrastruktur terintegrasi. Rencana pembangunan jalan lingkar (shortcut) dari kawasan Canggu hingga Batu Bolong juga mulai dimatangkan guna mengurai kepadatan kendaraan. “Perkembangan pariwisata di Canggu harus kita kelola dengan serius dan bijaksana. Jangan sampai kemajuan ekonomi justru mengurangi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Bupati menekankan pentingnya menjaga persatuan, kegotongroyongan, dan kekompakan masyarakat adat agar tidak tergerus arus modernisasi. Ia juga meminta krama adat tetap solid menghadapi berbagai dinamika wilayah. “Kegiatan Ngenteg Linggih ini menjadi bukti kalau semangat kebersamaan masyarakat adat masih sangat kuat dalam menjaga tradisi dan warisan budaya Bali. Titiang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap guyub, sagilik saguluk sabayantaka, paras-paros salunglung sabayantaka, supaya setiap persoalan bisa diselesaikan bersama demi kemajuan Badung,” ucap Adi Arnawa.

Di akhir arahan, Adi Arnawa berharap kebersamaan ini menjadi modal utama pembangunan daerah. “Dengan semangat sagilik saguluk sabayantaka, side purna sida sidaning don, semoga seluruh karya dan pembangunan yang kita jalankan bisa membawa kerahayuan dan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Apresiasi tinggi disampaikan Kelian Adat Banjar Pipitan, I Wayan Susila. Bantuan hibah dari Pemkab Badung ini dinilai sangat vital sebagai pusat aktivitas sosial, paruman (rapat), dan pelestarian budaya krama banjar. “Titiyang mewakili krama Banjar Pipitan, ngaturan suksma, atas bantuan hibah yang diberikan bapak Bupati Badung, Sekarang masyarakat sudah punya bale banjar yang lebih layak dan representatif untuk berbagai kegiatan masyarakat maupun adat,” ujar I Wayan Susila.

Prosesi peresmian turut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana dan I Gede Aryantha, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, jajaran Polsek Kuta Utara, Perbekel Canggu I Wayan Suarya, serta Bendesa Adat Canggu I Made Siana.BWN-HB

Cetak Pemain Berbakat, Bupati Adi Arnawa Wajibkan Setiap Desa di Badung Miliki SSB

0
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Turnamen Sepak Bola Usia Dini Spirit Never Give Up Ke-6 di Lapangan Sepak Bola Desa Ungasan, Kuta Selatan, Jumat (29/5).

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh dalam memajukan sektor olahraga sejak usia dini. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengumumkan rencana menerbitkan surat edaran resmi yang mewajibkan seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Badung untuk membentuk Sekolah Sepak Bola (SSB) mulai tahun depan.

Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaring sekaligus membina bibit-bibit atlet sepak bola berbakat secara konsisten sejak usia dini. “Mulai tahun 2027, saya menginstruksikan seluruh Perbekel (Kepala Desa) se-Kabupaten Badung untuk memasang anggaran khusus pada APBDes guna menyiapkan SSB di masing-masing desa,” ujar Adi Arnawa saat menghadiri Turnamen Sepak Bola Usia Dini Spirit Never Give Up Ke-6 di Lapangan Sepak Bola Desa Ungasan, Kuta Selatan, Jumat (29/5).

Adi Arnawa menjelaskan, pembinaan berjenjang dari kelompok Umur 8, 10, 12, 15, hingga 17 tahun sangat krusial. Pemerintah daerah tidak ingin mengandalkan sistem instan dalam merekrut pemain untuk ajang besar. Nantinya, para pemain hasil binaan desa ini akan dipertandingkan dalam kompetisi resmi bertajuk Liga Mangupura. “Kami ingin mencetak pemain yang matang dari hasil binaan sendiri. Dari sanalah kita akan mendapatkan atlet berkualitas untuk mewakili Badung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON),” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan usia dini, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 30 juta untuk menyukseskan turnamen tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, I Made Sumaarjaya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan penuh dari Bupati Badung. Ia melaporkan bahwa rangkaian turnamen ini telah berjalan maraton sejak Februari lalu, dimulai dari kelompok umur 13 dan 15 tahun. “Saat ini kompetisi dilanjutkan untuk kelompok umur 8, 10, dan 12 tahun. Seluruh rangkaian kegiatan ini didanai oleh Pemerintah Desa melalui APBDes serta didukung penuh oleh Desa Adat Ungasan yang memfasilitasi sarana lapangan olahraga,” kata Sumaarjaya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kelian Desa Adat Ungasan yang juga Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Disel Astawa, perwakilan Camat Kuta Selatan, Perbekel Desa Ungasan, Ketua BPD, LPM, Kelian Banjar Dinas, serta tokoh masyarakat setempat.BWN-HB

Alarm Putri Koster: Jika Generasi Muda Enggan Menenun, Bali Bisa Kehilangan Endeknya Sendiri

0
Sumber: (Humas) MEMBUKA - Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Di tengah semakin populernya kain endek sebagai identitas budaya Bali, tersimpan sebuah kenyataan yang mengkhawatirkan. Di balik ramainya penggunaan endek pada berbagai acara resmi, sekolah, hingga dunia fashion, jumlah penenun yang menghasilkan kain tersebut justru terus berkurang.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5/2026).

Di hadapan para peserta dan pegiat wastra Bali, Putri Koster menyampaikan sebuah peringatan yang tidak sekadar berbicara soal industri kreatif, tetapi tentang masa depan identitas budaya Bali.

“Semakin banyak kita memakai kain tenun endek Bali, tetapi minat anak-anak muda kita untuk menenun sangat kecil. Ini sangat berbanding terbalik,” ujarnya.

Pernyataan itu menggambarkan sebuah paradoks yang sedang dihadapi Bali. Permintaan pasar terhadap endek terus tumbuh, namun regenerasi penenun berjalan sangat lambat. Banyak penenun yang sebelumnya aktif berkarya kini memilih meninggalkan profesi tersebut karena berbagai alasan, mulai dari faktor ekonomi hingga minimnya ketertarikan generasi muda.

Bagi Putri Koster, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan berkurangnya tenaga kerja. Lebih dari itu, yang dipertaruhkan adalah keberlanjutan sebuah warisan budaya yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Bali selama berabad-abad.

“Tenun endek kita sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan bersama Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Data yang diperoleh menunjukkan fakta mengejutkan: sekitar 83 persen kain bermotif endek yang beredar di pasaran berasal dari luar Bali, sementara produk yang benar-benar ditenun di Bali hanya sekitar 17 persen.

Angka itu menjadi sinyal bahwa pasar yang seharusnya menjadi ruang hidup bagi perajin lokal justru semakin banyak diisi oleh produk dari luar daerah.

Menurut Putri Koster, jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa intervensi yang serius, Bali berpotensi kehilangan kemampuan memproduksi endeknya sendiri. Generasi mendatang mungkin masih mengenakan endek, tetapi tidak lagi memiliki keterampilan untuk menenunnya.

“Suatu saat jika anak-anak Bali tidak bisa menenun lagi, tenun dan endek Bali akan diambil alih oleh daerah lain. Namanya mungkin bukan lagi Endek Bali, melainkan Endek Troso atau Endek Jepara. Orang Bali hanya akan menjadi pemakai tanpa lagi mampu menenunnya,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas perajin, lembaga pendidikan, hingga masyarakat sebagai konsumen dinilai memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga keberlangsungan industri tenun tradisional Bali.

Putri Koster juga menyoroti praktik pemasaran yang masih menjual kain bermotif endek produksi luar Bali dengan label atau persepsi sebagai endek Bali. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merugikan perajin lokal, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi para penenun.

Selain mendorong regenerasi penenun, Dekranasda Bali juga memperkuat langkah perlindungan hukum terhadap motif endek Bali yang telah memiliki perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Saya sudah berbicara dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali. Motif endek Bali dilindungi oleh aturan hak cipta. Ke depannya, kita akan mulai menegakkan aturan tersebut terhadap para pelanggar,” ujarnya.

Pesan yang disampaikan Putri Koster pada akhirnya bukan sekadar ajakan membeli produk lokal. Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa setiap lembar kain endek yang ditenun oleh tangan-tangan perajin Bali menyimpan pengetahuan, sejarah, dan identitas budaya yang tidak ternilai.

Di tengah derasnya arus industri tekstil modern, menjaga keberlangsungan endek bukan hanya soal melestarikan kain tradisional. Ini adalah upaya memastikan bahwa Bali tetap menjadi rumah bagi budaya yang lahir dan tumbuh dari masyarakatnya sendiri. BWN-03

BBTF 2026 Dibuka, Koster dan Menteri Pariwisata Gaspol Rebut Pasar Wisata Dunia di Tengah Krisis Global

0
Sumber: (Humas) BBTF - Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana menghadiri BBTG ke-12 yang digelar di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, Kamis (28/5/2026).

Mangupura, Baliwakenews.com

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, Bali kembali menunjukkan posisinya sebagai motor penggerak pariwisata Indonesia. Hal itu terlihat dalam pembukaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang digelar di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, Kamis (28/5/2026), dan dihadiri langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.

Ajang yang menjadi salah satu pameran pariwisata terbesar di Indonesia ini mengusung tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage.” BBTF 2026 tidak hanya menjadi arena promosi destinasi, tetapi juga panggung strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar wisata global.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut perwakilan Kementerian Luar Negeri RI yang diwakili Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menegaskan bahwa BBTF telah berkembang menjadi lebih dari sekadar forum business matching antara buyer dan seller.

“BBTF adalah platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus membuka peluang bisnis konkret bagi industri pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini, BBTF mencatat partisipasi yang mengesankan dengan menghadirkan 407 buyers dari 44 negara serta 286 sellers dari berbagai daerah di Indonesia. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap Bali dan Indonesia tetap tinggi meskipun dunia tengah menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan BBTF yang dinilai mampu menjadi instrumen efektif untuk menjaga daya saing pariwisata nasional.

Menurutnya, industri pariwisata saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, hingga perubahan pola perjalanan wisatawan dunia. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata.

“BBTF menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan pasar internasional, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta mendorong pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Gubernur Bali Wayan Koster juga menegaskan pentingnya menjaga daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia melalui penguatan kualitas pariwisata berbasis budaya, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Melalui BBTF 2026, Bali kembali mempertegas perannya sebagai etalase utama pariwisata Indonesia di mata dunia. Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peluang investasi, memperluas pasar wisata, serta mendatangkan lebih banyak wisatawan berkualitas ke Indonesia. BWN-03

Bocah 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga

0
Pencarian: Tim SAR melakukan pencarian bocah yang hilang di Pantai Yeh Gangga

Tabanan, baliwakenews.com
Suasana duka menyelimuti Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, setelah seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan hilang terseret arus saat berenang bersama temannya, Kamis sore (28/5/2026).


Korban diketahui bernama I Komang Sastra (12), warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Hingga Jumat (29/5/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 Wita ketika korban bersama seorang temannya bermain air di Pantai Yeh Gangga. Saat sedang berenang, tiba-tiba ombak besar datang dari arah laut dan menghantam keduanya.


Korban kemudian terseret arus ke tengah laut. Temannya sempat berusaha menarik tangan korban untuk menyelamatkan, namun derasnya arus membuat upaya tersebut gagal.


Dalam kondisi panik, teman korban akhirnya berenang ke bibir pantai dan meminta bantuan warga sekitar. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya sekitar pukul 20.15 Wita dari BPBD Tabanan.
Tak lama setelah menerima laporan, empat personel rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan lainnya.


“Pencarian malam tadi dilakukan dengan penyisiran ke arah barat dari titik korban terseret sejauh kurang lebih 1,5 kilometer,” ujarnya.
Tim gabungan menyisir sepanjang bibir pantai hingga menjelang tengah malam. Namun, korban belum berhasil ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi.


Memasuki hari kedua pencarian, area operasi diperluas dengan melibatkan pencarian laut dan darat. Sejumlah unsur gabungan turut diterjunkan dalam operasi tersebut, di antaranya Tim Rescue Basarnas Denpasar, Polair Polres Tabanan, Samapta Polres Tabanan, Polsek Kota Tabanan, BPBD Tabanan, PMI, aparat desa, hingga masyarakat setempat. BWN-04

Tersesat Semalaman di Gunung Batukaru, Tiga Pendaki Muda Selamat Dievakuasi Tim SAR

0
Tersesat: Pendaki yang tersesat di Gunung Batukaru saat dievakuasi Tim SAR.

Tabanan, baliwakenews.com
Tiga pendaki muda yang sempat tersesat di kawasan Gunung Batukaru akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah menjalani malam di tengah jalur pendakian. Tim SAR gabungan menemukan ketiganya pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.00 Wita di ketinggian hampir 1.900 meter di atas permukaan laut.


Ketiga pendaki tersebut yakni Mario Luca (17), warga Karangasem, serta dua warga negara Rusia, Taisiya Chernosvitova (18) dan Nazar Krasnoruski (18). Mereka diketahui merupakan lulusan salah satu sekolah internasional di Denpasar.


Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan ketiganya memulai pendakian melalui jalur Pura Petali, Jatiluwih, Penebel, Tabanan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita.


Setelah mencapai puncak, mereka mulai turun sekitar pukul 15.00 Wita. Namun saat perjalanan turun, ketiganya mengalami disorientasi dan kehilangan arah hingga akhirnya tersesat saat malam mulai turun.


“Salah satu pendaki sempat menghubungi keluarganya sekitar pukul 20.00 Wita dan menyampaikan bahwa mereka tersesat di jalur pendakian,” ujar Donny.


Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Basarnas Bali yang langsung mengerahkan tujuh personel dari Pos SAR Buleleng dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan lainnya.


Pencarian dimulai Jumat pagi sekitar pukul 09.00 Wita dari Posko Desa Karyasari. Setelah menyisir jalur pendakian selama dua jam, tim akhirnya menemukan ketiga pendaki pada koordinat 8°20’39.50″S – 115°5’2.70″E di ketinggian 1.899 mdpl.


Saat ditemukan, kondisi seluruh pendaki dilaporkan stabil meski mengalami kelelahan setelah bermalam di kawasan pegunungan. “Seluruh pendaki berhasil dievakuasi turun dan tiba di Posko Desa Karyasari sekitar pukul 14.05 Wita sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing,” jelasnya.


Operasi penyelamatan melibatkan Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polsek Pupuan, Brimob Batalion B Pelopor Mengwi, Koramil Pupuan, aparat kecamatan dan desa, pemandu lokal, serta masyarakat sekitar. BWN-04

Tren Liburan Keluarga di Bali Berubah Vila Privat Jadi Pilihan Favorit Saat Musim Libur Sekolah

0
Vila: vila privat di berbagai kawasan wisata Bali yang dinilai mampu menghadirkan suasana lebih nyaman.

Kuta, baliwakenews.com
Pola liburan keluarga di Bali mulai mengalami pergeseran menjelang musim libur sekolah 2026. Jika sebelumnya wisatawan cenderung mengejar banyak destinasi dan aktivitas dalam waktu singkat, kini tren beralih ke konsep liburan yang lebih santai, privat, dan fokus pada quality time bersama keluarga.


Perubahan tren tersebut terlihat dari meningkatnya minat wisatawan terhadap vila privat di berbagai kawasan wisata Bali. Akomodasi jenis ini dinilai mampu menghadirkan suasana lebih nyaman dan personal dibanding hotel konvensional.


CEO Nakula, Christian Sunjoto, mengatakan keluarga modern kini lebih memilih pengalaman liburan yang memberi ruang untuk menikmati kebersamaan tanpa tekanan jadwal padat. “Sekarang banyak keluarga ingin benar-benar menikmati waktu bersama. Mereka mencari tempat yang nyaman, tenang, dan terasa seperti rumah sendiri saat liburan,” ujarnya.


Menurutnya, vila privat menawarkan keseimbangan antara kebersamaan dan privasi bagi setiap anggota keluarga. Konsep ini dinilai cocok untuk keluarga besar maupun perjalanan lintas generasi yang melibatkan orangtua, anak-anak, hingga kakek-nenek.


Berbeda dengan hotel yang biasanya memisahkan anggota keluarga dalam beberapa kamar, vila privat justru menghadirkan ruang komunal yang lebih luas. Aktivitas sederhana seperti sarapan bersama, bersantai di tepi kolam, hingga makan malam keluarga menjadi bagian utama pengalaman berlibur.


Nakula sendiri menawarkan berbagai vila privat di sejumlah destinasi favorit Bali seperti Seminyak, Canggu, Ubud, Jimbaran, Uluwatu, hingga Nusa Dua.


Kawasan selatan Bali seperti Jimbaran, Uluwatu, dan Nusa Dua masih menjadi favorit wisatawan keluarga karena menawarkan panorama laut serta suasana lebih tenang. Sementara Seminyak dan Canggu diminati karena tetap memberikan privasi dengan akses mudah ke pusat kuliner dan hiburan.


Selain kenyamanan, wisatawan keluarga kini juga semakin mengutamakan kemudahan layanan selama berlibur. Fasilitas concierge seperti antar jemput bandara, makan malam privat di vila, babysitter, hingga pengaturan itinerary wisata menjadi layanan yang paling banyak dicari.


Menjelang musim libur sekolah, sejumlah pengelola vila juga mulai menghadirkan paket khusus keluarga, mulai dari sarapan harian, layanan transportasi gratis, hingga pengalaman private dining di vila.


Tren ini dinilai sejalan dengan perubahan perilaku wisatawan global pada 2026 yang kini lebih mengutamakan kualitas pengalaman dan koneksi emosional selama perjalanan dibanding sekadar mengunjungi banyak tempat wisata dalam waktu singkat.


Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, Bali kini tidak hanya menjadi destinasi untuk berwisata, tetapi juga ruang bagi keluarga untuk kembali menikmati kebersamaan. BWN-04

BBTF 2026 Jadikan Kuliner Senjata Baru Pariwisata, Indonesia Tak Hanya Dijual Lewat Alam dan Budaya

0
Kuliner: Pembukaan BBTF 2026 yang mengabgkat kuliner menjadi senjata baru pariwisata.

Mangupura, baliwakenews.com
Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 menghadirkan wajah baru promosi pariwisata Indonesia. Jika selama ini Bali dan destinasi nusantara lebih dikenal lewat panorama alam dan budaya, kini kuliner atau gastronomi mulai diposisikan sebagai kekuatan utama untuk menarik wisatawan dunia.


Melalui tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage,” BBTF 2026 menegaskan bahwa makanan bukan sekadar sajian, tetapi bagian dari cerita destinasi, identitas budaya, hingga pengalaman perjalanan yang lebih mendalam.


Nuansa tersebut langsung terasa pada malam pembukaan BBTF 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Konsep Megibung Nusantara Culinary dihadirkan sebagai simbol kebersamaan sekaligus perayaan kekayaan rasa Indonesia.


Berbagai sajian khas nusantara ditampilkan dalam sentuhan modern dan elegan oleh Marriott Bonvoy bersama The Westin Resort Nusa Dua Bali. Mulai dari Seblak Bandung yang merepresentasikan dinamika street food Jawa Barat hingga Nasi Campur Bali yang memadukan ragam cita rasa nusantara dalam satu hidangan.


Tak hanya makanan, kekayaan minuman lokal juga menjadi sorotan. Arak Karangasem tampil sebagai bagian dari warisan budaya Bali yang kini mulai naik kelas dalam industri hospitality. Bahkan, minuman tradisional tersebut dikreasikan menjadi Matahari Cocktail dengan perpaduan tangerine dan passion fruit yang menghadirkan nuansa tropis Bali dalam konsep modern.


Sementara itu, Sababay Winery memperkenalkan wine lokal Bali yang diproduksi dengan pendekatan artisan dan dipimpin oleh perempuan. Kehadiran Sababay menunjukkan Bali tidak hanya kuat dalam budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu menghadirkan produk wine lokal berkelas internasional.


BBTF juga memperlihatkan bagaimana produk lokal seperti cokelat Jembrana, Jungle Pod, hingga Kopi Akasa Kintamani dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata. Di balik produk tersebut terdapat cerita tentang petani, tanah, tradisi, hingga proses produksi yang menjadi nilai tambah bagi wisatawan.


Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra, mengatakan gastronomi kini menjadi bahasa universal yang mudah diterima pasar global.
“Indonesia memiliki kekayaan rempah, budaya makan, dan tradisi kuliner yang sangat besar. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi pengalaman budaya yang bisa dijual sebagai produk wisata,” ujarnya.


Menurutnya, wisatawan global saat ini tidak lagi sekadar mencari tempat indah untuk dikunjungi. Mereka ingin mendapatkan pengalaman otentik, mulai dari mencicipi makanan lokal, belajar memasak, mengenal rempah, hingga bertemu langsung dengan komunitas setempat.
Karena itu, BBTF 2026 mulai mendorong pengembangan paket wisata berbasis gastronomi seperti heritage dining, cooking class, kunjungan pasar tradisional, farm-to-table, sea-to-table, hingga wisata wine lokal.


Tahun ini, BBTF menghadirkan cerita kuliner dan budaya dari 12 provinsi, mulai Bali, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lombok-NTB, NTT, Sulawesi Utara, Papua, hingga Lampung.


Melalui pendekatan tersebut, Indonesia ingin memperkuat posisinya sebagai destinasi gastronomi dunia yang tidak hanya kaya rasa, tetapi juga kaya cerita, budaya, dan pengalaman lokal. BWN-04

Segenap Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak Tahun 2570 BE

0

Segenap Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak Tahun 2570 BE

Bupati Adi Arnawa Pimpin Sosialisasi Program Beasiswa ‘Nak Badung’ Tahun 2026

0
Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin jalannya Sosialisasi Beasiswa Nak Badung Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (29/5).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin jalannya Sosialisasi Beasiswa Nak Badung Tahun 2026 yang dihadiri oleh pimpinan Perguruan Tinggi se-Provinsi Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (29/5). Program ini dirancang sebagai investasi strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan kualitas SDM lokal. Langkah ini juga menjadi bagian penting dari dokumen RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2025–2029.

“Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri jika tidak mempunyai SDM yang tidak mumpuni. Maka dari itu, saya berharap melalui sosisalisasi ini kita bisa menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi emas yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa program Beasiswa Nak Badung bertumpu pada dua pilar utama. Pertama, Beasiswa Motivasi yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK. Kedua, Beasiswa Afirmasi bagi mahasiswa jenjang S-1, D-4, maupun program profesi dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Mudah-mudahan para perguruan tinggi ini berminat, untuk bisa bekerjasama dengan Pemkab. Badung. Rencananya nanti pada tanggal 9 Juni program ini dilauching dan perguruan tinggi bisa melaksanakan penandatanganan MoU bersama kita. Tahun ini disiapkan kuota 450 Penerima, astungkara bisa terpenuhi kuota tersebut,” imbuhnya.

Merespons program tersebut, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, menyatakan apresiasi dan dukungan penuhnya. Ia berharap perguruan tinggi yang menjalin kemitraan dengan Pemkab Badung senantiasa menjaga kualitas mutu pendidikannya.

“Saya berharap Perguruan tinggi yang diajak kerjasama memiliki prodinya yang berkualitas dan akreditasi minimal baik maupun sangat baik agar nantinya lulusannya benar-bener berkualitas nantinya,” kata I Gusti Lanang Bagus Eratodi.

Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Badung Surya Suamba, jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Tim Perumus Kebijakan Daerah Kabupaten Badung.BWN-HB

Bupati Adi Arnawa Lepas Kontingen Badung ke Porjar Provinsi Bali 2026

0
Bupati Wayan Adi Arnawa melepas Kontingen Kabupaten Badung yang akan berlaga dalam PORJAR Provinsi Bali Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, pada Jumat (29/5).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa resmi melepas Kontingen Kabupaten Badung yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali Tahun 2026. Pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Kabupaten Badung kepada Ketua Kontingen Porjar Badung di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, pada Jumat (29/5). Ajang Porjar Provinsi Bali ini dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Juni 2026 mendatang di Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa berpesan agar seluruh kontingen selalu menjunjung tinggi sportivitas selama berkompetisi, serta mematuhi seluruh peraturan yang ditetapkan panitia. Ia juga meminta para atlet untuk mempererat tali persatuan, baik antar-sesama atlet Badung maupun dengan peserta dari daerah lain.

“Saya selaku pemerintah daerah berharap bahwa Kontingen Badung ini bisa meraih prestasi yang setinggi-tingginya dan astungkara bisa menjadi Juara Umum untuk Porjar Provinsi Bali tahun 2026. saya mengapresiasi bahwa ternyata Badung bisa mengikuti semua cabang olahraga yang dipertandingkan. Ada 39 cabang olahraga resmi dan 3 cabang olahraga eksebisi. Dan dari sana kita bisa melihat bahwa potensi untuk juara itu tentu cukup besar. Dan mudah-mudahan dengan motivasi, dengan semangat bisa menjadi juara umum,” jelasnya.

Untuk memotivasi para atlet dalam meraih prestasi, Bupati Adi Arnawa mengumumkan bahwa Pemkab Badung akan menyiapkan bonus apresiasi. Atlet yang berhasil membawa pulang medali emas akan diberikan bonus sebesar Rp 7 juta, peraih medali perak sebesar Rp 5,5 juta, dan peraih medali perunggu sebesar Rp 4,5 juta.

“Mudah-mudahan itu akan menjadi penyemangat daripada anak-anak, sehingga anak-anak merasa bahwa dalam setiap pertandingan, pemerintah daerah hadir. Dan mudah-mudahan dengan kondisi seperti itu, Badung bisa meraih juara umum. Walaupun tantangannya cukup berat, Saya yakin dan percaya seluruh atlet Porjar Kabupaten Badung sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya di bawah pembinaan para pelatih untuk berlaga meraih prestasi terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) sekaligus Ketua Kontingen Porjar Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, melaporkan bahwa persiapan atlet telah dilakukan secara matang. Pemusatan latihan dilakukan sejak berakhirnya ajang Porsenijar Kabupaten Badung pada 9 Maret 2026 lalu hingga saat ini.

“Dengan persiapan tersebut, seluruh atlet dinyatakan siap untuk mengikuti pertandingan maupun perlombaan pada ajang Porjar Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Jumlah kontingen cabang olahraga resmi Kabupaten Badung sebanyak 1.707 orang yang terdiri dari 1.441 atlet serta 266 pelatih dan pembina, dari 39 Cabang Olahraga resmi dan 3 Cabang Olahraga eksebisi,” jelasnya.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, Sekda Badung I B Surya Suamba, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung. Hadir pula Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran organisasi kewanitaan, serta jajaran pengurus KONI Kabupaten Badung.BWN-HB

Semarak Iduladha 2026 di Perum Raya Kampial, Potret Nyata Harmoni dan Toleransi Lintas Agama di Bali

0
Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa Ramah Tamah Semarak Gebyar Idul Adha 2026 di Balai Suka Duka Raya Kampial, Lingkungan Menesa, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Kamis (28/5).

Mangupura, baliwakenews.com

Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan “Ramah Tamah Semarak Gebyar Idul Adha 2026” yang digelar di Balai Suka Duka Raya Kampial, Lingkungan Menesa, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Kamis (28/5). Acara ini menjadi bukti nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong di tengah keberagaman.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir langsung mewakili Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa untuk menyapa umat Muslim dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Tama Tenaya, anggota DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana, Kadis Kominfo Badung I Ketut Gede Artha, Plt. Camat Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta, unsur Tripika Kuta Selatan, tokoh masyarakat, pengurus perumahan, serta warga lintas agama setempat.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dalam sambutannya mengapresiasi kuatnya semangat kerukunan masyarakat di Raya Kampial yang patut dijaga dan diwariskan. Ia menegaskan bahwa Hari Raya Iduladha merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

“Tidak ada yang lebih indah daripada hidup damai. Ketika masyarakat hidup rukun, saling membantu, dan saling menghormati, maka kehidupan akan terasa nyaman dan harmonis. Kurban mengajarkan kita arti keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), Rasniathi juga memanfaatkan momen ini untuk mengajak masyarakat mengelola sampah rumah tangga secara mandiri melalui penggunaan komposter dan pengurangan sampah residu.

“Persoalan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Gunakan produk yang dapat dipakai ulang dan biasakan memilah sampah sejak dari sumbernya,” ungkapnya.

Selain isu lingkungan, perhatian terhadap kesehatan masyarakat dan pendidikan karakter juga menjadi sorotan utamanya. Kaum perempuan diimbau rutin memeriksakan kesehatan memanfaatkan fasilitas gratis bagi warga ber-KTP Badung. Pencegahan narkoba serta penguatan karakter anak sejak usia dini melalui PAUD turut ditekankan.

“Masyarakat yang sehat, lingkungan yang bersih, dan generasi muda yang berkarakter adalah fondasi penting menuju Badung yang harmonis dan berkualitas,” tegas Rasniathi Adi Arnawa.

Merespons kehadiran pemerintah, Ketua Suka Duka Perumahan Raya Kampial, I Putu Arwata, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang dinilai selalu hadir, dekat, dan peduli dengan kebutuhan warga di tingkat akar rumput.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Warga Muslim Raya Kampial, Bripka Jono, menjelaskan bahwa kegiatan ramah tamah Iduladha ini merupakan agenda rutin tahunan untuk merawat toleransi. Rangkaian kegiatan tahun ini meliputi pengadaan hewan qurban, takbir keliling, shalat Iduladha, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban.

Uniknya, sebagai wujud kebersamaan sejati, daging kurban tidak hanya didistribusikan kepada warga Muslim, melainkan juga dibagikan secara merata kepada warga lintas agama di seluruh lingkungan Perumahan Raya Kampial.BWN-HB