Pemkab. Badung Distribusikan Logistik di 38 SPBU

0
Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat pengerahan ASN OPD Kabupaten Badung ke 38 titik SPBU di enam kecamatan dj wilayah Badung, Kamis (15/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pimpinan daerah, mendampingi serta membantu masyarakat yang tertahan dalam antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menginstruksikan pengerahan pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung ke 38 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di enam kecamatan dj wilayah Badung pada Kamis (15/10).

Di bawah arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Badung, para petugas disiagakan di area SPBU untuk memantau situasi kelancaran lalu lintas serta menjaga kondisi fisik masyarakat selama menunggu giliran pengisian BBM.

Pimpinan Kabupaten Badung menyadari bahwa keterlambatan pasokan BBM berdampak langsung pada aktivitas harian warga, mulai dari pekerja, pelaku usaha kecil, hingga penyedia jasa transportasi. Oleh karena itu, perhatian dan uluran tangan sederhana dengan mendistribusikan air mineral dan snack yang diharapkan dapat sedikit meredakan kelelahan warga di tengah situasi sulit tersebut.

Aksi pendampingan ini dilaksanakan secara serentak di wilayah Kecamatan Abiansemal, Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara, Mengwi, hingga Petang. Pantauan langsung di SPBU Kapal misalnya, pengerahan personil dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Kadis Komunikasi dan Informatika, Kadis Kesehatan, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat Mengwi dan Lurah Kapal.

Selain memberikan bantuan logistik ringan, pimpinan daerah mengarahkan seluruh jajaran untuk memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan ketertiban lalu lintas di sekitar SPBU. Pemkab Badung melalui Dinas Perhubungan, Satpol PP, bersinergi dengan unsur TNI dan Polri guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif.

Ditemui di SPBU Kapal, Mengwi, Asisten Wayan Wijana menerangkan, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati agar seluruh jajaran mengedepankan pendekatan yang ramah, santun, dan humanis selama menjalankan tugas pelayanan. Pimpinan Badung turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tertib mengantri, dan saling menghormati antar pengguna jalan hingga situasi kembali kondusif.

Sementara pembagian logistik berupa nasi bungkus dan air mineral, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi antrian BBM. “Bantuan kecil dari Pemkab Badung ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sudah cukup lama mengantri. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kesehatan, keamanan, dan kenyamanan selama menunggu,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkab Badung telah mensiagakan petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan DLHK untuk mendukung kelancaran situasi di lapangan. Ambulance beserta petugas kesehatan juga disiapkan guna memberikan pertolongan apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Kami telah mensiagakan ambulance dan petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan jika ada gangguan kesehatan dari masyarakat,” tambahnya.BWN-HB

Bunda Anti Narkoba Badung Gencarkan Sosialisasi Berbasis Budaya

0
Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat sosialisasi P4GN di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung, Kamis (15/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus digencarkan secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui pendekatan kreatif berbasis kearifan lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung, Kamis (15/10).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BNN Kabupaten Badung, Kepala Kesbangpol Badung beserta jajaran, Kepala SMPN 5 Abiansemal, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias.

Acara yang mengangkat tema “Informasi dan Edukasi Melalui Pagelaran Seni Budaya P4G, Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Bebas Narkoba, Berbudaya dan Berdaya Saing” ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional. Melalui pementasan tarian adat, tabuh gamelan, dan teater kreatif, para siswa diajak memahami dampak buruk narkoba secara interaktif.

Dalam sambutannya, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah, pendidik, dan siswa yang telah berkolaborasi aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Menurutnya, pelestarian seni dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun imunitas sosial remaja.

“Seni dan budaya adalah warisan paling berharga yang kita miliki di Bali. Ketika kita mencintai budaya, kita sedang membangun fondasi karakter yang kuat. Karakter yang kokoh inilah yang akan melindungi anak-anak kita dari godaan narkoba. Masa depan yang cerah dimulai dari diri yang sehat, bebas narkoba, dan berbudaya luhur,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lembaga pendidikan formal harus menjadi benteng pertahanan utama dalam memitigasi potensi ancaman narkotika. Sinergi yang kuat antara pihak sekolah, lingkungan keluarga, dan peranan masyarakat sangat diperlukan agar pesan-pesan pencegahan dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui pagelaran seni ini, pesan edukasi mengenai bahaya laten narkoba diharapkan dapat melekat erat dalam sanubari generasi muda di Badung demi mewujudkan lingkungan sekolah yang cerdas secara intelektual, tangguh secara moral, serta sehat secara fisik.BWN-HB

UMKM Hijau Binaan BI Bali Tampil di ISEF 2026, DINZ Handmade Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

0
Sumber: (Humas) PAMERAN - BI Provinsi Bali dorong UMKM binaan dalam ajang ISEF 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JCC, Jakarta.

Denpasar, Baliwakenews.com

Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui partisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali saat ini adalah Achris Sarwani mengatakan partisipasi UMKM Bali dalam ajang nasional tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperluas pasar, tetapi juga memperkenalkan praktik usaha berkelanjutan yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Salah satu yang menjadi sorotan adalah DINZ Handmade. UMKM binaan/mitra BI Bali ini terpilih untuk menampilkan produknya di booth khusus UMKM hijau pada ISEF 2026,” ungkapnya.

DINZ Handmade dinilai memiliki praktik bisnis yang sejalan dengan prinsip ekonomi hijau, terutama melalui keberhasilannya mengolah limbah produksi menjadi produk baru yang memiliki nilai komersial.

“Inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai bahan yang terbuang. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sisa produksi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru, ” ujar Achris.

BI Bali Raih Apresiasi atas Pengembangan UMKM Hijau

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali mendapatkan apresiasi dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) atas keberhasilan mengimplementasikan praktik bisnis hijau bagi UMKM dan Pelaku Usaha Syariah (PUS) binaan maupun mitra melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali Tahun 2026.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian satu booth khusus UMKM hijau di ISEF 2026. Booth ini menjadi ruang bagi UMKM terpilih untuk memperkenalkan inovasi produk sekaligus menjadi contoh pengembangan usaha berkelanjutan bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) lainnya.

Program ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan, inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengembangan UMKM hijau menjadi penting karena pelaku usaha tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi juga perlu memperhatikan efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, dan dampak aktivitas produksi terhadap lingkungan.

DINZ Handmade Berdayakan Kelompok Perempuan

Keunggulan DINZ Handmade tidak hanya terletak pada inovasi pengolahan limbah produksi. Dalam menjalankan usahanya, UMKM ini juga berhasil memberdayakan kelompok perempuan di wilayahnya untuk terlibat dalam proses produksi.

Keterlibatan tersebut membuka ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar.

Model usaha seperti ini memperlihatkan bahwa penerapan prinsip bisnis hijau dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Nilai ekonomi yang dihasilkan tidak hanya berasal dari produk yang dipasarkan, tetapi juga dari peluang kerja dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat yang terlibat.

Melalui keikutsertaan DINZ Handmade dalam ISEF 2026, praktik pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual serta pemberdayaan perempuan dari Bali mendapat kesempatan untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Perkuat Daya Saing UMKM Bali

Partisipasi UMKM binaan dan mitra BI Bali dalam ISEF 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memperluas penerapan praktik usaha berkelanjutan.

Selain DINZ Handmade yang mengisi booth khusus UMKM hijau, sejumlah UMKM dan PUS binaan/mitra KPwBI Bali lainnya juga terpilih mengikuti rangkaian kegiatan ISEF 2026.

Keterlibatan pelaku usaha Bali dalam festival tersebut diharapkan dapat memperluas akses promosi, memperkuat jejaring bisnis, serta membuka peluang pengembangan pasar bagi produk lokal.

Melalui inovasi, penerapan prinsip ekonomi hijau, dan pemberdayaan masyarakat, UMKM Bali memiliki peluang untuk tumbuh tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga dari kualitas proses produksi dan manfaat sosial yang dihasilkan.

Langkah ini sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta berkelanjutan. BWN-03

Antrean BBM Denpasar Mengular, Pemkot dan Perumda Turun ke SPBU Bagikan 300 Nasi Bungkus

0
Sumber: (Humas) BAGI NASI - Pemkot Denpasar bagikan lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum kepada warga yang masih bertahan mengantre BBM, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar memantik aksi solidaritas dari Pemerintah Kota Denpasar. Sebanyak lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan kepada warga yang masih bertahan mengantre, Kamis (15/10/2026) siang.

Aksi kemanusiaan yang melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan tiga perusahaan umum daerah (Perumda) Kota Denpasar ini menyasar masyarakat yang berpotensi mengalami kelelahan akibat panjangnya waktu tunggu untuk mendapatkan BBM.

Di tengah gangguan distribusi BBM yang berdampak pada aktivitas warga di Bali, pembagian makanan dan minuman tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Wali Kota Denpasar sebagai upaya membantu warga menghadapi situasi sulit.

“Atas arahan Bapak Wali Kota Denpasar, di tengah situasi yang menyulitkan, jajaran Perumda Kota Denpasar hari ini serentak bergerak untuk membagikan nasi dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan semangat saling membantu di tengah kondisi ini,” ungkap Wayan Suadi.

Delapan Titik SPBU Jadi Sasaran Pembagian

Pembagian nasi bungkus dan air minum dilakukan di sejumlah titik SPBU yang mengalami kepadatan antrean di Denpasar.

Lokasi yang menjadi sasaran kegiatan meliputi SPBU kawasan Gatot Subroto, Jalan Raya Puputan, Jalan Setiabudi, Jalan Pulau Buton, Jalan Kamboja, Jalan Imam Bonjol, Jalan Hayam Wuruk, serta SPBU di sekitar Pasar Anyar Sari.

Kegiatan tersebut melibatkan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), dan Perumda Pasar Sewakadarma.

Dukungan juga datang dari sejumlah OPD Pemkot Denpasar, antara lain Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan, jajaran camat, perbekel, lurah, dan perangkat daerah lainnya.

Keterlibatan lintas instansi ini diharapkan memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang masih menunggu pengisian BBM di berbagai kawasan kota.

Bukan Hanya Berbagi Makanan, Petugas Bantu Urai Kepadatan

Selain membagikan makanan dan minuman, jajaran Perumda Kota Denpasar turut membantu mengatur kepadatan arus kendaraan di sekitar SPBU.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi kemacetan yang muncul akibat antrean kendaraan, sekaligus menjaga situasi tetap tertib di sekitar lokasi pengisian BBM.

Menurut Wayan Suadi, aksi berbagi ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang harus menunggu lama di tengah belum pulihnya distribusi BBM.

Pihaknya juga mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan selama situasi tersebut berlangsung.

“Vasudhaiva Kutumbakam” atau semangat bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga menjadi nilai yang ingin terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Kota Denpasar.

Di tengah upaya pemulihan distribusi BBM di Bali, aksi solidaritas ini menjadi pengingat bahwa penanganan dampak krisis tidak hanya membutuhkan percepatan pasokan, tetapi juga kepedulian terhadap warga yang menghadapi kesulitan secara langsung. BWN-03

Antrean BBM Bali Belum Terurai, Koster Sidak Depo Pesanggaran, 40 Truk Tangki Dikerahkan

0
Sumber: (Humas) SIDAK - Gubernur Bali, Wayan Koster kembali turun langsung ke Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah dan Pertamina. Gubernur Bali, Wayan Koster kembali turun langsung ke Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026), untuk memastikan percepatan distribusi berjalan dan pasokan segera menjangkau SPBU yang mengalami kekosongan.

Dalam peninjauan tersebut, Koster bertemu Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, guna mengevaluasi ketersediaan stok, penambahan armada pengangkut, serta langkah konkret mengurai antrean kendaraan.

Pertamina mengerahkan 40 mobil tangki untuk melayani 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung. Selain itu, tambahan pasokan BBM dijadwalkan masuk secara bertahap hingga akhir pekan.

Meski demikian, pemerintah dan Pertamina masih harus memastikan pasokan tersebut benar-benar tersalurkan secara merata. Sebab, ketersediaan BBM di depo tidak otomatis membuat antrean di SPBU langsung berakhir jika distribusi ke titik pelayanan belum optimal.

Koster Minta Distribusi BBM Dipercepat ke Seluruh Bali

Koster menegaskan, persoalan BBM di Bali tidak cukup diselesaikan dengan memastikan ketersediaan stok. Kecepatan pengiriman dan pemerataan distribusi hingga ke SPBU juga harus menjadi prioritas.

Ia meminta Pertamina mengoptimalkan penyaluran BBM ke wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, dan daerah lainnya agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang.

Untuk mempercepat pergerakan armada, Koster juga berkoordinasi dengan Polda Bali agar truk tangki BBM mendapat pengawalan dari depo menuju SPBU.

“Saya juga minta bantuan Polda Bali untuk mengawal pergerakan truk tangki agar lebih cepat,” ujar Koster.

Menurutnya, langkah percepatan harus berorientasi pada pemulihan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah juga akan mengevaluasi efektivitas berbagai skema penanganan apabila antrean belum berkurang secara signifikan.

“Proses distribusi dan penguraian antrean menjadi fokus kita karena stok relatif aman,” tegasnya.

Tambahan BBM 4 Juta Liter Tiba, Pertalite 48 Juta Liter Menyusul

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa kendala proses sandar kapal pada 11 Oktober 2026 sempat memengaruhi kelancaran pasokan BBM di Bali.

Pertamina kini terus mengoptimalkan pengiriman dan menambah pasokan untuk memulihkan kondisi di SPBU. Menurut Mars Ega, stok di sejumlah SPBU mulai meningkat secara bertahap, meskipun masih terdapat lokasi yang mengalami kekosongan.

“Kami optimistis mendekati situasi normal,” ujarnya.

Dari sisi pasokan, sekitar 4 juta liter BBM dijadwalkan tiba di Depo Pesanggaran pada Kamis sore hingga malam. Sementara itu, stok BBM di Depo Manggis dilaporkan mencapai sekitar 6,3 juta liter.

Pertamina juga mempercepat pemindahan pasokan dari Depo Manggis ke Pesanggaran untuk menopang kebutuhan distribusi, terutama di Bali bagian selatan. Dengan tambahan tersebut, stok di Pesanggaran diproyeksikan mencapai sekitar 5 juta liter.

Pasokan berikutnya berupa 16 juta liter Pertalite dijadwalkan tiba pada Jumat (16/10/2026), disusul 32 juta liter Pertalite pada Sabtu (17/10/2026). Berdasarkan keterangan Pertamina, kapal pengangkut pasokan pertama masih berada di perairan Madura.

Kedatangan pasokan tersebut diharapkan memperkuat stok dan mendukung percepatan pengiriman ke SPBU. Namun, realisasi kedatangan kapal dan distribusi lanjutan tetap menjadi faktor penentu pemulihan pelayanan di lapangan.

40 Mobil Tangki Dikerahkan untuk 92 SPBU

Untuk meningkatkan kecepatan pengiriman, Pertamina menambah delapan mobil tangki sehingga total armada yang dikerahkan mencapai 40 unit untuk melayani 92 SPBU di Denpasar dan Badung.

Penambahan armada tersebut diharapkan meningkatkan frekuensi pengiriman dari depo sehingga SPBU dapat lebih cepat mengisi kembali stok yang menipis.

Pertamina juga menguji coba skema pelayanan BBM menggunakan wadah berkapasitas tertentu di tiga SPBU. Dalam uji coba tersebut, disiapkan wadah berkapasitas empat liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.

Skema ini ditujukan sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU. Namun, efektivitas dan aspek keselamatannya masih akan dievaluasi sebelum penerapan dipertimbangkan di lokasi lain.

Penerapan skema tersebut juga perlu memperhatikan prosedur keselamatan penanganan BBM agar upaya mempercepat pelayanan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat maupun petugas.

Koster Pantau Antrean di SPBU Sesetan

Setelah meninjau Depo Pesanggaran, Koster bersama jajaran Pertamina Patra Niaga melanjutkan pemantauan ke SPBU di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.

Di lokasi tersebut, Koster melihat langsung kondisi antrean dan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyapa warga yang telah mengantre sejak pagi serta memantau uji coba pelayanan menggunakan wadah berkapasitas tertentu.

Koster meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah dan Pertamina mempercepat distribusi BBM.

“Sabar ya, sabar. Stok kita sudah makin banyak,” ujar Koster kepada salah seorang warga.

Peninjauan berulang ke depo dan SPBU menunjukkan bahwa percepatan distribusi masih menjadi fokus utama penanganan antrean BBM di Bali.

Tantangan berikutnya adalah memastikan tambahan pasokan, armada tangki, dan pengawalan distribusi benar-benar berdampak pada berkurangnya waktu tunggu masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bali berharap pelayanan SPBU segera kembali normal sehingga mobilitas warga, kegiatan usaha, dan aktivitas pariwisata tidak terus terganggu akibat antrean BBM. BWN-03

Antrean BBM Bali Belum Normal, Koster Gandeng Kapolda Kawal Truk Tangki hingga SPBU

0
Sumber: (Humas) KOORDINASI - Gubernur Bali, Wayan Koster saat pertemuan dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Gubernur Bali, Wayan Koster kini memperkuat koordinasi dengan Polda Bali untuk mempercepat distribusi BBM sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

Dalam pertemuan dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026), kepolisian menyatakan kesiapan mengawal truk tangki Pertamina dari Depot Manggis menuju wilayah distribusi serta menyiagakan personel untuk mengamankan SPBU.

Langkah ini diharapkan memperlancar mobilitas kendaraan pengangkut BBM, menjaga ketertiban antrean, dan mempercepat pemulihan pasokan di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar di Pulau Dewata.

Namun, percepatan distribusi masih menjadi pekerjaan mendesak. Koster mengungkapkan, berdasarkan pemantauannya di sejumlah SPBU, masih ada lokasi yang belum mampu memberikan pelayanan secara optimal.

Kebutuhan BBM Denpasar-Badung Capai 1 Juta Liter per Hari

Koster mengungkapkan kebutuhan BBM di wilayah Denpasar dan Badung mencapai sekitar satu juta liter per hari. Tingginya kebutuhan tersebut turut dipengaruhi masyarakat yang kembali mengisi bahan bakar setelah sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.

“Kondisi ini membuat percepatan pengiriman dan pengisian ulang stok di SPBU menjadi faktor penting untuk mengurai antrean, ” ujarnya.

Sebelumnya, Koster telah meminta Pertamina mempercepat pasokan BBM ke SPBU, termasuk mengupayakan pengiriman sedikitnya empat truk tangki ke setiap SPBU agar ketersediaan stok dapat segera dipulihkan.

Dengan pengiriman yang lebih cepat dan teratur, waktu tunggu pengisian ulang diharapkan semakin singkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih lama.

Koster berharap antrean mulai berkurang pada Kamis (15/10/2026). Akan tetapi, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan pelayanan belum merata.

Polda Bali Siapkan Pengawalan Truk Tangki dan Pengamanan SPBU

Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat distribusi BBM.

Selain mengawal truk tangki Pertamina dari Depot Manggis, personel kepolisian disiagakan untuk membantu menjaga ketertiban di SPBU. Pengamanan ini juga ditujukan untuk mendukung kelancaran kendaraan pengangkut BBM agar tidak terkendala selama proses distribusi.

Polda Bali turut menawarkan alternatif penanganan antrean, termasuk kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap. Namun, opsi tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan.

“Sinergi pemerintah daerah, Pertamina, dan kepolisian kami harapkan tidak hanya mengurai antrean kendaraan, tetapi juga memastikan distribusi BBM berlangsung tertib dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, ” tandasnya.

Lima Orang Diamankan Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM

Di tengah upaya pemulihan pasokan, Polda Bali juga menyoroti dugaan penyalahgunaan BBM yang berpotensi mengganggu distribusi.

Pasma Royce mengungkapkan, kepolisian telah mengamankan lima orang yang diduga melakukan penimbunan BBM untuk kemudian dijual kembali secara eceran menggunakan botol.

Penindakan tersebut menjadi bagian dari pengawasan distribusi BBM agar penyaluran bahan bakar berlangsung sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.

Meski demikian, penanganan antrean tidak cukup hanya melalui pengamanan dan penindakan. Kelancaran pasokan serta kepastian jadwal distribusi tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Koster: Keamanan Bali Juga Jadi Prioritas

Pertemuan di Jayasabha tersebut merupakan kunjungan perdana Pasma Royce kepada Koster sejak menjabat sebagai Kapolda Bali.

Dalam kesempatan itu, Pasma meminta dukungan Gubernur Bali dalam menjalankan tugas kepolisian sekaligus menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

Koster menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia membutuhkan dukungan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain persoalan distribusi BBM, sejumlah isu yang turut menjadi perhatian adalah pelanggaran lalu lintas oleh wisatawan dan peredaran narkotika.

Bagi Bali, pemulihan distribusi BBM memiliki arti penting karena kelancaran transportasi turut menopang aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta operasional sektor pariwisata.

Karena itu, koordinasi antara Pemprov Bali, Polda Bali, dan Pertamina diharapkan mampu mempercepat normalisasi pelayanan BBM sekaligus menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. BWN-03

Tekan Mobilitas, Made Wijaya Dukung Sekolah Daring

0
DPRD-Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya

Mangupura, Baliwakenews.com


Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, mendukung penerapan pembelajaran daring sebagai langkah sementara untuk mengurangi mobilitas kendaraan di tengah antrean bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di Bali.

Menurut Wijaya, kebijakan tersebut dapat membantu mengurai kemacetan sekaligus meringankan beban orang tua siswa yang harus mengantar dan menjemput anak di tengah kesulitan mendapatkan BBM.

“Seperti saat pandemi, kita bisa daring. Itu salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan,” ujar Wijaya saat dihubungi di Badung, Kamis (15/10).

Ia menilai, aktivitas antar-jemput siswa turut menambah kepadatan kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah. Karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan kabupaten/kota berkoordinasi agar penyesuaian kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

“Kebijakan daring untuk membantu mengatasi kesemrawutan ini. Jangan sampai menambah beban orang tua siswa yang juga membutuhkan BBM,” tegasnya.

Selain mengurangi mobilitas, Wijaya mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap antrean di SPBU. Ia meminta pihak terkait mengantisipasi potensi penimbunan BBM yang dapat memperburuk situasi hingga memicu kericuhan.

Ia juga menyoroti keterbatasan tenaga operasional SPBU yang membuat pelayanan selama 24 jam tidak selalu memungkinkan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antarpihak dan langkah konkret untuk menjaga kelancaran distribusi BBM.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung menerapkan pembelajaran daring pada 15–17 Oktober 2026. Penyesuaian sistem kerja melalui work from home (WFH) juga diberlakukan pada periode yang sama untuk menekan mobilitas masyarakat.

Pemerintah bersama Pertamina, TNI-Polri, dan pemangku kepentingan terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Bali. BWN-05

157.875 Penonton Padati MotoGP Mandalika 2026, Naik 12,5 Persen

0
NTB: Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa NTB, berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton sebanyak 157.875 orang.

Mandalika, baliwakenews.com


Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton sebanyak 157.875 orang. Jumlah tersebut meningkat 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencapai 140.324 penonton.


Peningkatan ini memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Mandalika sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata olahraga (sport tourism) Indonesia yang menarik perhatian dunia. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan rekor jumlah penonton menjadi bukti meningkatnya daya tarik Mandalika sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.


“Rekor jumlah penonton ini bukan sekadar tentang angka. Ini adalah kebanggaan Indonesia. Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia,” ujar Maya.


Pada balapan utama MotoGP 2026, Marco Bezzecchi berhasil keluar sebagai juara. Sementara itu, Izan Guevara memenangi kelas Moto2, sedangkan Maximo Quiles menjadi pemenang Moto3 sekaligus mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika. Ajang ini juga menjadi panggung bagi pembalap Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik sendiri. Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi keenam kelas Moto3, sedangkan Mario Suryo Aji menyelesaikan balapan Moto2 di posisi ke-20.


Kehadiran kedua pembalap nasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem motorsport Indonesia. Selain memberikan kesempatan bagi pembalap lokal tampil di ajang internasional, MotoGP Mandalika diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berkompetisi di tingkat dunia.


Sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus memperkuat ekosistem pariwisata Mandalika. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan destinasi, peningkatan konektivitas, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.


Dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP juga menjadi perhatian. Pada 2025, ajang tersebut melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan lebih dari 600 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyelenggaraan tahun lalu diperkirakan memberikan dampak ekonomi nasional mencapai Rp4,96 triliun.


Capaian tersebut menjadi acuan dalam pengembangan penyelenggaraan tahun ini, seiring meningkatnya jumlah penonton dan aktivitas ekonomi selama rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Maya menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari kelancaran balapan dan jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta perkembangan sektor pariwisata.


“Bagi kami, keberhasilan MotoGP tidak berhenti ketika bendera finish dikibarkan. Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin kuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Inilah bagaimana MotoGP menjadi bagian dari perjalanan Indonesia Mendunia,” katanya.


Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan penyelenggaraan tahun ini. Dukungan tersebut datang dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, aparat keamanan, mitra sponsor, komunitas, pelaku UMKM, relawan, serta masyarakat Nusa Tenggara Barat.


Menurut Troy, penyelenggaraan ajang internasional berskala besar membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MotoGP di The Mandalika pada masa mendatang. Selain memastikan kelancaran balapan, penyelenggaraan MotoGP juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Pengalaman dari penyelenggaraan 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi antarpihak, kesiapan operasional, dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan event berikutnya.


“Kami ingin setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memberikan nilai tambah yang semakin besar, tidak hanya bagi kawasan dan industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat NTB. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar manfaat penyelenggaraan event internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Troy. BWN-04

Unud Terapkan Kuliah Daring dan WFH Selama Tiga Hari

0
Keterangan foto: Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D.

Mangupura, baliwakenews.com


Universitas Udayana (Unud) memberlakukan perkuliahan, bimbingan akademik, dan ujian secara daring serta sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi kegiatan administrasi pada 14–16 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil menyikapi kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang berdampak terhadap mobilitas masyarakat.


Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Rektor Universitas Udayana Nomor B/9788/UN14/OT.01.00/2026 tertanggal 13 Oktober 2026. Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., mengarahkan seluruh kegiatan pendidikan dan pengajaran dilaksanakan secara daring, sedangkan aktivitas administrasi dijalankan melalui skema WFH.


Melalui penyesuaian ini, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengurangi perjalanan ke kampus tanpa mengganggu keberlangsungan kegiatan akademik maupun pelayanan universitas.


Untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, pimpinan fakultas dan Sekolah Pascasarjana diminta mengatur teknis pelaksanaan kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing. Pengaturan meliputi jadwal perkuliahan, platform pembelajaran, praktikum, ujian, serta kegiatan lain yang memerlukan kehadiran fisik.


Penyesuaian tersebut diharapkan tidak menghambat proses pendidikan dan pencapaian pembelajaran mahasiswa. Setiap unit juga diminta menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing.


Meski perkuliahan dan sebagian pekerjaan administrasi dialihkan ke sistem daring dan WFH, sejumlah layanan yang membutuhkan kehadiran langsung tetap beroperasi. Layanan kesehatan, meliputi RS Unud, RSGM Unud, RSH Unud, dan Klinik Unud, tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Begitu pula layanan keamanan, kebersihan, teknisi, serta unit darurat atau siaga yang tetap menjalankan tugasnya. Pelayanan administrasi juga tetap berlangsung melalui koordinasi dan mekanisme kerja yang ditetapkan pimpinan masing-masing unit.


Unud akan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan ketersediaan BBM di Bali. Ketentuan yang berlaku hingga 16 Oktober 2026 itu dapat diperpanjang atau disesuaikan berdasarkan situasi terkini.


Seluruh sivitas akademika diimbau mendukung pelaksanaan kebijakan serta mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi universitas dan unit kerja masing-masing. Dengan demikian, kegiatan pendidikan dan pelayanan universitas diharapkan tetap berjalan meskipun terdapat penyesuaian pola kerja dan pembelajaran. BWN-04

V2 Indonesia Sets MURI Record with AI-Powered Digital Billboard at Mal Bali Galeria

0
V2 Indonesia’s AI-powered LED videotron at Mal Bali Galeria earns a MURI record for adapting digital advertisements to real-time weather, time and traffic conditions.
V2 Indonesia’s AI-powered LED videotron at Mal Bali Galeria earns a MURI record for adapting digital advertisements to real-time weather, time and traffic conditions.

Baliwakenews.com — Digital advertising in Indonesia is entering a new era as V2 Indonesia earns a Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) record for the country’s first LED videotron with fully integrated, trained artificial intelligence (AI), installed at Mal Bali Galeria.

The recognition, presented on October 9, 2026, marks V2 Indonesia’s second MURI achievement, following its February 2026 record for the largest flying LED screen. The latest innovation transforms conventional digital out-of-home (DOOH) advertising into a context-aware platform that selects advertisements based on real-time weather, time of day and traffic conditions.

Unlike traditional digital billboards that follow fixed advertising schedules, the AI-powered system adapts its content to changing surroundings. Cold beverage advertisements, for example, can be prioritized during hot weather, while food delivery promotions may appear when it rains.

During traffic congestion, the screen can display localized messages such as “Sabar ya, Denpasar,” bringing a more relatable touch to outdoor advertising.

“We believe it is time for competition in LED videotron DOOH to move beyond the biggest screen toward the smartest technology,” said Rudi Hidayat, CEO of V2 Indonesia.

“The future will be determined by how intelligently DOOH understands context, learns and adapts to deliver relevant content and drive business growth,” he added.

The AI-powered LED videotron at Bali Galeria Mall features an ultra-wide digital display that adapts advertising content to real-time weather, traffic and time conditions.

From Smart Advertising to Measurable Audience Response

The system integrates AI into several stages of the advertising process, from analyzing campaign materials and selecting suitable content to generating promotional landing pages and measuring audience engagement through QR codes.

Using a Large Language Model (LLM), the platform evaluates advertisements against eight defined environmental conditions, including morning, daytime, intense heat, sunset, nighttime, rain and traffic congestion, including congestion during rainfall.

Weather data is refreshed every five minutes, while traffic information is updated periodically. The system also incorporates safeguards to prevent excessive content changes, switching advertisements between clips to ensure uninterrupted playback.

Advertisers can assess audience responses through QR code scans, with the collected data analyzed to help evaluate campaign effectiveness under different conditions. This approach allows DOOH advertising to function not only as a communication channel but also as a data-driven marketing tool.

Nearly 50-Metre Screen Powered by AI

The installation at Mal Bali Galeria measures approximately 49.9 metres wide and 4.8 metres high, with a physical resolution of 12,480 by 1,200 pixels. Its ultra-wide format accommodates multiple content elements, including advertisements, QR codes, contextual messages, live temperature and weather information, traffic updates, sunset times and scrolling text.

A mini PC installed on-site processes contextual information and AI assessments to determine which advertisements should appear. The system is also designed to continue playing locally stored content during internet disruptions, while campaign management, playlists, approvals and monitoring are handled through a web-based dashboard.

V2 Indonesia has implemented a two-person approval mechanism for changes to screen content. Advertising materials are reviewed before publication, and operators retain the ability to override the system at any time.

Privacy is another consideration. The platform uses contextual information about weather, time and traffic without relying on cameras or personal data to determine which advertisements are displayed.

Developed In-House with Cloud AI Support

The technology was developed by V2 Indonesia’s internal technology team, covering the playback software, decision-making logic, management dashboard and content studio. Alibaba Cloud and Typesafe AI support the company’s AI model and cloud infrastructure.

The company also cites Reinforcement Learning for Calibrated Decisions (RLCD) as part of its development approach, distinguishing its system from conventional automation by emphasizing contextual assessment before content selection.

MURI President Director Aylawati Sarwono praised the achievement as an example of how technology and creativity can reshape outdoor media.

“By combining technology, creativity and the courage to innovate, V2 has introduced an LED videotron powered by trained artificial intelligence that understands context and selects relevant content,” Aylawati said.

She described the innovation as a step toward a smarter, more adaptive and more meaningful future for outdoor advertising.

Andry M. Sitania, General Manager of Mal Bali Galeria, also welcomed the recognition, expressing hope that the achievement would inspire further technological breakthroughs and contribute to Indonesia’s development.

Expanding the Future of Digital Out-of-Home Advertising

The innovation could offer benefits for audiences, advertisers and outdoor media operators alike. Consumers receive messages that better reflect their surroundings, brands gain opportunities to reach audiences at more relevant moments, and media operators can manage campaigns through an integrated platform with human oversight.

Fabianus Bernadi, chairman of the Indonesian Out-of-Home Media Companies Association (AMLI), said V2 Indonesia’s innovation opens new possibilities for the DOOH industry by demonstrating how trained AI can transform the value chain of outdoor advertising and create new business opportunities.

He also linked the development to the strategic direction promoted through the recently held Strategic Forum INDOOH 2026 at JIExpo Kemayoran.

Looking ahead, V2 Indonesia plans to expand AI applications across indoor and outdoor digital signage and develop an interconnected network of AI-powered videotrons that can communicate with one another and support a more integrated advertising platform.

With its latest MURI record, V2 Indonesia is positioning contextual intelligence as the next frontier of digital outdoor advertising in Indonesia, shifting the industry’s focus from screen size alone to the intelligence behind the content. BWN-07

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 10 Orang WNA, Dua Eks Napi Pencurian Turut Dipulangkan

0
WNA: WNA yang dideportasi dari Bali setelah terlibat pelanggaran keimigrasian, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal hingga memiliki catatan pidana pencurian.

Mangupura, baliwakenews.com


Penyalahgunaan izin tinggal menjadi pelanggaran terbanyak dalam penindakan keimigrasian yang dilakukan Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Dari 10 warga negara asing (WNA) yang dideportasi selama periode 5–9 Oktober 2026, enam orang terbukti menyalahgunakan izin tinggal, dua orang melanggar batas waktu tinggal (overstay), dan dua lainnya merupakan mantan narapidana kasus pencurian.


Penindakan tersebut menunjukkan pengawasan terhadap aktivitas warga asing di Bali tidak hanya menyasar persoalan masa berlaku dokumen, tetapi juga kesesuaian kegiatan dengan izin yang dimiliki serta rekam jejak pelanggaran hukum. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, mengatakan pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas orang asing sesuai dengan ketentuan keimigrasian serta tidak mengganggu ketertiban masyarakat lokal.


“Patroli keimigrasian kami laksanakan secara rutin untuk memastikan keberadaan dan kegiatan Orang Asing, khususnya di wilayah kerja Imigrasi Ngurah Rai, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat lokal,” ujar Novyandri, Rabu (14/10/2026).


Dari enam kasus penyalahgunaan izin tinggal, tiga di antaranya melibatkan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) investor. Mereka diduga atau terbukti menjalankan aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan izin yang dimiliki. ALY, warga negara Amerika Serikat, terbukti melakukan aktivitas di luar lokasi yang tercantum dalam izinnya sekaligus mempromosikan vila. Sementara NA, warga negara Australia, memberikan keterangan palsu terkait investasi. Pelanggaran lainnya dilakukan JA, juga warga negara Australia, yang tetap menjalankan kegiatan operasional meskipun izin usahanya telah dicabut oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Pelanggaran juga ditemukan pada ED, warga negara Rusia, yang bekerja sebagai model iklan minuman. RM, warga negara Jerman, diketahui menggunakan paspor ganda. Adapun AK, warga negara Ukraina, bekerja sebagai disc jockey (DJ) di kawasan Canggu dengan menggunakan bridging visa.


Selain penyalahgunaan izin tinggal, dua WNA dideportasi karena melampaui batas waktu izin tinggal. HBC, warga negara Aljazair, tercatat mengalami overstay selama 87 hari. Sedangkan ADH, warga negara Australia, tinggal melebihi batas izin selama 78 hari. Dua WNA lainnya yang turut dipulangkan merupakan mantan narapidana kasus pencurian dan pernah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Dengan demikian, total 10 orang asing dikenai tindakan deportasi dalam periode penindakan tersebut.


Seluruh WNA yang dideportasi juga telah dimasukkan ke dalam daftar penangkalan. Kebijakan ini membuat mereka tidak dapat kembali masuk ke Indonesia selama masa penangkalan berlaku sesuai ketentuan. Novyandri menegaskan, pengawasan terhadap warga asing akan terus diperketat sebagai upaya menjaga ketertiban umum di Bali. Imigrasi juga berkomitmen menegakkan aturan terhadap setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia.


“Penindakan ini wujud komitmen kami menjaga ketertiban di Bali, sejalan dengan arahan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko untuk menghadirkan pengawasan optimal dan penegakan hukum yang berkeadilan,” tutup Novyandri. BWN-04

Antrean BBM Buleleng Diantisipasi, Bupati Sutjidra Siagakan 20 Puskesmas dan Ambulans

0
Sumber: (Humas) ANTISIPASI - Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyiagakan nakes, ambulans, dan puskesmas untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU, pekan ini.

Singaraja, Baliwakenews.com

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyiagakan tenaga kesehatan (nakes), ambulans, dan puskesmas untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami kelelahan, pingsan, atau gangguan kesehatan saat mengantre BBM bisa segera mendapatkan penanganan medis.

Sutjidra menyampaikan hal tersebut saat ditemui usai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (15/10/2026).

Ia mengaku prihatin atas munculnya pemberitaan mengenai warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama mengantre BBM. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar situasi serupa tidak terjadi di Buleleng.

“Kami mengantisipasi agar kalau ada masyarakat yang antre BBM kemudian kelelahan atau mengalami masalah kesehatan lainnya, bisa segera diatasi,” ujar Sutjidra.

20 Puskesmas Disiagakan untuk 21 SPBU di Buleleng

Sebagai langkah antisipasi, Sutjidra menginstruksikan seluruh puskesmas yang berada di wilayah sekitar SPBU agar bersiaga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, 20 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Buleleng dinilai mampu mendukung penanganan kondisi darurat di 21 SPBU yang ada di wilayah tersebut.

“Dari 20 puskesmas yang ada, saya kira itu sanggup untuk meng-cover 21 SPBU di seluruh Buleleng,” ungkapnya.

Selain menyiagakan tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga melibatkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kedua instansi tersebut ditugaskan membantu menjaga ketertiban, kelancaran aktivitas, serta situasi tetap kondusif di sekitar SPBU.

Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM.

Pemkab Buleleng Pantau Pasokan dan Distribusi BBM

Di tengah antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Bali, Pemkab Buleleng juga terus memantau ketersediaan pasokan dan proses distribusi BBM kepada masyarakat.

Sutjidra meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar.

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa proses distribusi membutuhkan waktu sehingga kepanikan justru harus dihindari.

“Jangan ikut panik tidak ada BBM. BBM itu ada, tapi perlu kita tunggu untuk pendistribusiannya,” tegasnya.

Pemkab Buleleng berharap koordinasi lintas instansi dan kesiapsiagaan layanan kesehatan dapat menjaga keamanan masyarakat selama situasi antrean BBM berlangsung.

Di sisi lain, kelancaran distribusi tetap menjadi faktor penting agar antrean kendaraan dapat berangsur normal dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Buleleng tidak terganggu berkepanjangan. BWN-03

Mayat Pria Mengambang di Dam Nyitdah, Diduga Meninggal Lebih dari 24 Jam

0
Mayat pria ditemukan mengambang di Dam Nyitdah, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (15/10/2026)

Tabanan, baliwakenews.com

Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di Dam Nyitdah, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (15/10/2026) pagi. Korban diketahui bernama I Made Sugiarta (41), warga Banjar Pande, Desa Kediri.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Budiawan mengatakan, mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 08.15 Wita oleh I Made Kusuma Kristina (34) yang sedang melaksanakan upacara mecolongan anaknya di sekitar lokasi.

“Informasi penemuan mayat itu diteruskan ke Polsek Kediri untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Singasana Nyitdah untuk pemeriksaan luar. Berdasarkan pemeriksaan dokter, jenazah telah mengalami pembusukan dan diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.

Namun, penyebab kematian belum diketahui dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi, polisi menemukan pakaian dan uang tunai milik korban sebesar Rp224.000.

Pihak keluarga yang diwakili I Made Suara (56) menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak autopsi dan tidak melanjutkan kasus ke ranah hukum.

“Keluarga sudah menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Serta tidak melanjutkan ke proses hukum,” pungkas Budiawan. BWN-06

Krisis BBM, Staf Badung Bersepeda Ke Kantor

0
-Ni Nyoman Muliartini, atau yang akrab disapa Della (47), seorang staf wanita dari Bagian Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung yang menggunakan sepeda ke kantornya.
-Ni Nyoman Muliartini, atau yang akrab disapa Della (47), seorang staf wanita dari Bagian Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung yang menggunakan sepeda ke kantornya.

Mangupura, Baliwakenews.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Denpasar dan Badung tak Lantas menyurutkan semangat para aparatur sipil dan staf pemerintahan untuk tetap berdedikasi melayani masyarakat.

Di tengah krisis energi lokal yang memaksa warga mengular panjang hingga kehabisan pasokan bensin, muncul kisah penuh inspirasi dari kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung Mangupraja Mandala, Sempidi.

Adalah Ni Nyoman Muliartini, atau yang akrab disapa Della (47), seorang staf wanita dari Bagian Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Di saat kelangkaan BBM membuat banyak orang pasrah dan terhambat mobilitasnya, Della memilih “putar otak” demi memastikan tugas operasionalnya di kantor tidak terbengkalai.

Kisah perjuangan Della bermula ketika kendaraan pribadinya kehabisan bensin saat menyusuri jalanan Badung. Dua hari berturut-turut berburu BBM tanpa hasil, ia bahkan terpaksa meninggalkan mobilnya yang mati total di toko Calndys, tak jauh dari Gerana, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal.Tak berhenti di situ, ikhtiar Della berlanjut hingga subuh demi mendapatkan BBM.

Kemarin kami mengantre BBM luar biasa di SPBU Gerana. Karena bensin benar-benar habis, mobil terpaksa saya titipkan di salah satu toko dekat sana. Lalu tadi pagi jam 04.30 WITA saya kembali lagi mencoba peruntungan ke SPBU di Gerana, tapi akhirnya tetap tidak dapat karena pasokan minyak kosong,” tutur Della menceritakan perjuangannya.

Meski kendaraan roda empat dan roda duanya terhenti akibat krisis BBM, Della menyadari bahwa tanggung jawab pekerjaannya di Bagian Komunikasi Pimpinan Setkab Badung tidak bisa ditunda. Ia memiliki agenda penting yang harus disusun dan dikawal langsung di Puspem Badung.

Dengan tekad bulat dan antusiasme kerja yang membara, perempuan tangguh berusia 47 tahun ini mengambil keputusan berani yakni mengayuh sepeda kayuh dari kediamannya di Banjar Sangut, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, menuju kantornya di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi.

Jarak tempuh puluhan kilometer yang memakan waktu hingga 1,5 jam perjalanan bersepeda tidak menyurutkan langkahnya. Mengarungi jalanan menanjak dan berliku dari pelosok Petang hingga Sempidi, Della membuktikan bahwa dedikasi pekerjaan mampu melampaui keterbatasan fisik maupun kondisi krisis BBM.

“Karena saya ada tugas untuk mengagendakan agenda pimpinan, jadi saya harus tetap kerja ke Puspem Badung meskipun harus menempuh jarak 1,5 jam mengayuh sepeda ini. Saya antusias sekali karena semangat kerja saya,” ujar Della dengan senyum mengembang usai menempuh perjalanan jauhnya.

Aksi tangguh perempuan 47 tahun ini tak pelak menyentuh hati rekan-rekan sejawatnya di Puspem Badung.

Sambil mengepalkan tangan penuh optimisme, Della membagikan pesan bernada motivasi untuk generasi muda dan para pegawainya yang berusia lebih muda agar tidak mudah menyerah oleh keadaan.

“Semangat yang bujang-bujang, yang rumahnya dekat! Semangat ya, jangan mau kalah sama saya yang sudah berumur 47 tahun ini. Terima kasih, tetap semangat!” pungkas Della. BWN-05

Jadikan Tabanan Titik Kumpul, BPPD Tabanan Gandeng Pelaku Hingga Komunitas Anak Muda

0
DISKUSI-Suasana FGD (fokus group discsusion (FGD) yang digelar Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tabanan di Graha Yadnya, Rabu (14/10).
Tabanan, Baliwakenews.com
Mengingat sudah tertata dan dipercantik wajah dari Kota Tabanan. Dengan penataan mulai dari Lapangan Alit Saputra, Museum Subak Tabanan, Taman Perjuangan Singasana, Taman Tugu Singasana, area bermain skate park di lapangan Kediri, Taman Bung Karno, Jalan Gajah Mada dan Terminal Pesiapan yang kini dalam proses pembangunan.

Membuat Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tabanan mulai membangun misteri dan kolaborasi dengan, Dinas Pariwisata Tabanan, sejumlah pekerja wisata, pelaku usaha wisata, pelaku UMKM, praktisi, akademisi hingga komunitas anak muda di Tabanan untuk menjadikan Tabanan sebagai lokasi titik kumpul.

Ide dan gagasan Tabanan sebagai titik kumpul menjadi pembahasan saat digelar fokus group discsusion (FGD) di Graha Yadnya, Rabu (14/10).

Ketua BPPD Tabanan I Gusti Ngurah Gede Nugrahara yang dalam sebuah dalam mengatakan FGD yang membahas Tabanan sebagai titik kumpul untuk Tabanan menjadikan daerah sebagai pusat interaksi dan destinasi pariwisata.

Lebih lagi saat ini wajah dari Kota Tabanan tengah dalam penataan. Inilah yang akan menjadi tagline yang begitu masif di beberapa media sosial. “Sehingga kami mencoba menerjemahkan dan berdiskusi dengan beberapa stakeholder,” ujarnya.

Menurut Nugrahara, Kabupaten Tabanan memiliki keindahan alam, kekayaan budaya, serta posisi geopolitik pariwisata yang sangat strategis untuk dijadikan ruang pertemuan berbagai ide pembangunan.

Kemajuan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari fisik atau jumlah kunjungan, tetapi juga keberlanjutan budaya, kelestarian lingkungan, dan ekonomi lokal.

Nugrahara menegaskan, FGD ini bukan sekadar tempat bertemu dan berdialog, melainkan memadukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat, dan akademisi untuk menggali potensi yang lebih terarah.

“Aspek budaya, aspek alam, ekonomi kreatif, gastronomi, UMKM menjadikan pariwisata Tabanan satu arah pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap setiap gagasan, kritik, dan pandangan yang disampaikan dalam forum ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melahirkan program dan kerja sama konkret sesuai karakter serta kebutuhan masyarakat Tabanan.

“Kemajuan pariwisata Tabanan bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga dari terjaganya nilai-nilai budaya, kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan tumbuhnya ekonomi lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Agus Harthawiguna mengatakan, pihaknya harus menangkap semangat yang disampaikan Bupati terkait Tabanan sebagai titik kumpul. Dinas Pariwisata kemudian berdiskusi dengan BPPD untuk memaknai konsep tersebut dalam konteks kepariwisataan.

“Ketika Pak Bupati membangun suatu semangat Tabanan sebagai titik kumpul, tentunya dari sisi kami yang menyelenggarakan urusan pariwisata harus menangkap semangat yang telah disampaikan. Dalam sisi kami di pariwisata, tentu kami punya mitra dengan BPPD kemudian mendiskusikan bagaimana pemaknaan titik kumpul itu ketika kita kaitkan dengan kapasitas dunia pariwisata di Tabanan,” ujarnya.

Melalui FGD ini, pihaknya ingin membangun satu pemaknaan bersama sekaligus menggali isu-isu yang berkembang di kalangan pemangku kepentingan pariwisata Tabanan. Tidak hanya menjaring isu, peserta juga diminta menyampaikan solusi.

“Dari isu-isu yang terakomodir tadi tentunya akan kita jadikan kesimpulan yang kemudian akan kita kaji dulu di awal dengan teman-teman BPPD yang kemudian menjadi bahan laporan,” katanya.

Ia menekankan, semangat titik kumpul harus disambut semua pihak agar bisa bergerak sinergis. Menurutnya, gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri karena melibatkan banyak pihak, mulai dari masyarakat, petani, hingga pelaku usaha.

“Bagaimana kemudian membangun sinergi yang membangun semangat titik kumpul itu bisa menjadi satu kesatuan yang bisa memberikan kontribusi positif untuk pariwisata Tabanan. Itu inti kata kunci dari kegiatan kita hari ini,” paparnya.

FGD ini melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari perwakilan generasi muda (Yowana), pemerhati budaya, sektor pertanian, penyedia transportasi, pengelola DTW, hingga Forum Komunikasi Desa Wisata

Dari hasil diskusi komprehensif tersebut, BPPD Tabanan berhasil menginventarisasi sekitar 15 usulan strategis yang akan dirangkum dan diserahkan secara resmi kepada Bupati Tabanan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan prioritas pengembangan pariwisata daerah ke depannya. BWN-01