Terjatuh ke Jurang Sedalam 45 Meter, Lansia di Sidemen Dievakuasi Tim SAR

0
Evakuasi: Evakuasi jenasah lansia yang ditemukan di dasar jurang.

Karangasem, baliwakenews.com


Tim Search and Rescue (SAR) mengevakuasi jenazah seorang lansia yang ditemukan di dasar jurang sedalam sekitar 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Minggu (18/10/2026). Proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran medan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat.


Korban diketahui bernama I Made Rauh, 70, yang diperkirakan terjatuh ke jurang pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, mengatakan laporan kejadian diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita dari Polsek Sidemen. Pihak kepolisian meminta bantuan tim SAR untuk mengevakuasi korban dari dasar jurang.


Berdasarkan informasi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang. Lokasi penemuan berada sekitar 300 meter di sebelah timur rumah korban. Mengingat kedalaman jurang dan sulitnya akses menuju lokasi, proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus. Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan pada pukul 12.35 Wita menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 Wita.


Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi. Setelah persiapan sekitar lima menit, petugas melakukan pengangkatan jenazah menggunakan sistem lifting dari dasar jurang. “Kendala yang kami hadapi yaitu jurang dengan kedalaman 45 meter dan sudut kemiringan 45 derajat,” terang Bhayangkara.


Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah korban berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka. Operasi SAR tersebut melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta keluarga korban. BWN-04

Kegagalan Pertamina dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Dalam Mengatasi Kelangkaan BBM

0

Oleh: Harpaen, Mahasiswa Apoteker

Sudah hampir sepekan bahan bakar minyak (BBM) langka di Bali. Tidak ada satu pun SPBU yang sepi dari antrean.Antrean BBM, khususnya Pertalite, tidak mengenal waktu. Antrean sepanjang ratusan meter hingga beberapa kilometerterjadi karena masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan roda empat mengantre sejak dini hari, siang, hingga malamhari. Di SPBU yang tidak buka 24 jam, masyarakat bahkan rela menginap di pinggir jalan.

Pembelajaran di sekolah dialihkan secara daring, sementara pegawai kantor dan mahasiswa magang bekerja dari rumahagar mobilitas berkurang. Lalu, apa penyebab sebenarnya dari krisis BBM di Pulau Bali?

Situasi ini kian sulit. “Kita sebagai rakyat dan mahasiswa seperti disuruh bertarung sesama warga dalam memenuhikebutuhan dasar,” ujar Harpaen. Menurutnya, ini persoalan yang cukup serius dan harus diselesaikan secepat mungkinagar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Harpaen menegaskan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas permasalahan krisis BBM yang terjadi diBali, khususnya Bapak I Wayan Koster selaku Gubernur Bali. Masyarakat membutuhkan kepastian yang serius, bukansekadar diiming-imingi stok aman dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak. Namun, hingga hari ini, Jumat, 16Oktober, antrean di SPBU masih memanjang.

Tidak hanya pemerintah daerah, pihak Pertamina wilayah Bali juga harus ikut bertanggung jawab atas krisis BBM yangterjadi. Sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan bahan bakar minyak kepada masyarakat, Pertaminasemestinya mampu mengantisipasi gangguan pasokan sejak awal, bukan baru bergerak ketika antrean sudah mengularhingga berkilo-kilometer. 

Pertamina juga wajib memberikan informasi yang terbuka dan jujur kepada publik mengenaipenyebab kelangkaan, jumlah stok yang tersedia, serta kapan distribusi akan kembali normal. Selain itu, Pertaminabersama aparat terkait perlu memperketat pengawasan penyaluran di setiap SPBU dan Pertamini agar tidak terjadipenimbunan maupun penjualan dengan harga yang mencekik masyarakat. Tanpa langkah tegas dan transparan dariPertamina, kepercayaan masyarakat akan semakin menurun dan krisis ini berpotensi terulang di kemudian hari.

Kelangkaan bahan bakar minyak juga memicu terjadinya penimbunan oleh oknum tertentu. Hal ini terlihat di salah satumedia sosial (Facebook), tempat oknum menjual Pertalite dan Pertamax dengan harga yang bervariasi, mulai dariRp75.000 hingga Rp100.000 per liter.

Para pengecer juga memanfaatkan situasi ini dengan menjual Pertalite berkali-kali lipat dari harga normal. Salah satuPertamini bahkan menjual Pertalite seharga Rp25.000 per liter.

Krisis BBM tidak hanya menimbulkan persoalan penimbunan oleh oknum, tetapi juga memicu pertikaian antarwargaakibat kesalahpahaman jalur antrean di SPBU. Bukan hanya antarwarga, adu argumentasi juga terjadi antara GubernurBali dan karyawan salah satu SPBU.

Terbitnya aturan baru oleh Gubernur Bali dalam penerapan sistem ganjil genap saat pengisian BBM bersubsidimenimbulkan pertanyaan: apakah sistem ini merupakan sistem coba-coba atau justru menambah kebingunganmasyarakat?

Harpaen juga menyampaikan bahwa jika mengacu pada pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang akanmenambah dua kali lipat kapal pengangkut BBM ke Bali untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak, pernyataan tersebutbisa menjadi salah satu titik terang persoalan. Namun, perlu dilihat apakah janji itu benar-benar akan terealisasi atauhanya sebatas upaya meredam kemarahan masyarakat yang terdampak. BWN-07

Bali Hotel GM Association Urges Fuel Distribution Review, Warns of Tourism Impact

0
Chair of IHGMA Bali Chapter, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra.
Chair of IHGMA Bali Chapter, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra.

Denpasar, Baliwakenews.com – Bali’s hotel industry is calling for a comprehensive review of fuel distribution governance and stronger crisis preparedness after fuel disruptions and long queues at petrol stations affected transportation, workforce attendance and supply chains across the island.

The Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Chapter said the disruption, which began on October 11, 2026, exposed weaknesses in distribution effectiveness, public communication and emergency response coordination.

Although queues reportedly began easing on October 17–18, the association stressed that the incident should become a turning point for improving Bali’s preparedness for future crises.

Chair of IHGMA Bali Chapter, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, is associated with the organisation’s call for stronger coordination between the government, Pertamina and tourism industry stakeholders to safeguard Bali’s tourism sustainability.

“Bali’s reputation as a world-class tourism destination must be supported by reliable, transparent and resilient governance of infrastructure and essential supply distribution,” Chair of IHGMA Bali Chapter, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra stated in its official release.

Fuel Disruptions Hit Hotel Operations

An internal IHGMA Bali survey conducted from October 14–17, 2026, recorded 259 responses for each question, highlighting the operational challenges faced by hospitality businesses during the disruption.

A total of 228 responses reported travel delays, transportation disruptions and traffic congestion, potentially affecting airport transfers, guest pick-ups, visits to tourist destinations and scheduled activities.

Employee attendance was another major concern, with 241 responses reporting staff lateness. In an industry dependent on shift-based operations and continuous service, delays can increase workloads for employees already on duty and disrupt service delivery.

Supply chains were also affected. Some 228 responses reported delays in goods deliveries and logistics, while 20 indicated supply disruptions or vendors being unable to deliver. These issues can affect the availability of food and beverages, linen, cleaning supplies and other hotel essentials.

The association cautioned that the figures represent survey response frequencies, not estimates of the proportion of all hotels in Bali affected by the disruption.

Fuel Stocks Do Not Guarantee Availability

IHGMA Bali highlighted the gap between reports of sufficient fuel stocks at storage terminals and the actual availability of fuel at individual petrol stations.

The association said authorities and Pertamina should provide clearer information distinguishing terminal stock volumes, incoming supply schedules, distribution capacity and actual availability at fuel stations.

Regular, accurate updates would help residents and visitors make informed decisions while reducing uncertainty, panic buying and speculation.

The association also noted that extending petrol station operating hours requires adequate staffing, appropriate shift arrangements, sufficient rest periods, security support and effective queue management. Longer operating hours alone cannot guarantee smooth service if operational resources are insufficient.

Calls for Earlier Crisis Response

IHGMA Bali said several mitigation measures, including work-from-home arrangements, online learning, odd-even vehicle restrictions, fuel purchase limits, additional supplies and security personnel deployment, were implemented after queues had already spread.

The association recommended establishing crisis protocols that can be activated earlier using measurable indicators, such as longer waiting times, declining fuel availability at petrol stations and disruptions to transport or logistics services.

It also called for stronger coordination among regional authorities, Pertamina, security agencies, petrol station operators, transport providers and tourism industry representatives.

“Officials’ presence on the ground should help accelerate distribution, resolve operational bottlenecks, manage queues and ensure that accurate information reaches the public,” added Ratu Agung Bagus.

Bali’s International Tourism Image at Stake

The fuel disruption attracted international media attention, with coverage from outlets including the Associated Press, Channel News Asia, the South China Morning Post and Euronews on October 14, 2026.

IHGMA Bali warned that reports and images of long queues, tourists losing valuable travel time and disruptions to daily activities could affect perceptions of Bali as an international tourism destination.

To protect visitor confidence, the association urged authorities and tourism stakeholders to communicate practical information proactively, including which petrol stations are operating, current fuel availability, delivery arrangements and expected recovery timelines.

The survey found that 221 responses cited providing updated information to guests as a mitigation measure. Meanwhile, 229 responses reported adjustments to staff shifts and working hours, while another 229 cited increasing buffer stocks and placing orders earlier to minimise operational disruption.

These measures reflect the efforts of hospitality businesses to maintain service quality despite uncertainty in transportation and supply deliveries.

Stronger Oversight and Crisis Communication

IHGMA Bali also called for tougher oversight of suspected fuel hoarding, distribution abuse and resale at unreasonable prices. It recommended accessible reporting channels, transparent investigations and appropriate enforcement based on evidence and applicable regulations.

“Tourism offices and industry associations should also be involved in disseminatin information and mitigation guidance to hotels, travel agents, drivers, transport providers, and tourists. Timely and coordinated communication is necessary to limit the spread of unverified information, panic, and speculation,” he said.

Other recommendations include improving fuel demand planning, strengthening reserve mechanisms, establishing a transparent digital information system and developing an integrated crisis communication mechanism for the tourism industry.

The proposed communication system would help ensure that timely and consistent information reaches tourists, hotels, travel agents, airlines and international partners.

IHGMA Bali acknowledged the efforts of the government, Pertamina, security authorities and businesses to accelerate recovery. However, it warned that the gradual easing of queues should not bring the review process to an end.

The association emphasised that the October fuel disruption was not merely an issue of energy availability, but also a test of distribution systems, institutional coordination, crisis communication and the resilience of industries dependent on mobility.

IHGMA Bali said it stood ready to work with the government and other stakeholders to strengthen crisis preparedness, maintain hospitality service continuity and safeguard Bali’s reputation as a world-class tourism destination. BWN-07

Mamaka Fun Run Vol. 3 Brings Kuta to Life as Runners Race for Mental Health Awareness

0
Runners celebrate fitness, community spirit and mental health awareness at Mamaka Fun Run Vol. 3 on Kuta Beach, Bali, on October 18, 2026.
Runners celebrate fitness, community spirit and mental health awareness at Mamaka Fun Run Vol. 3 on Kuta Beach, Bali, on October 18, 2026.

Baliwakenews.com – Kuta’s beachfront came alive with energy, community spirit and a shared purpose as Mamaka Hotels & Resorts staged the third edition of Mamaka Fun Run, Sunday (18 October). The event bring runners together for the 5K and 10K races while supporting greater access to mental health education across Bali and Indonesia.

Beyond the finish line, this year’s event carried a powerful message: a healthier community starts with caring for both the body and the mind. In partnership with Shuffle & Strides, a non-profit organization focused on mental health awareness, Mamaka Fun Run Vol. 3 aims to help expand Mental Health Awareness Training (MHAT), a free two-day programme that equips people with practical knowledge to recognize mental health challenges and support those who may be struggling.

The event also celebrated the achievements of its top finishers across the men’s and women’s categories, adding a competitive edge to a morning dedicated to fitness, connection and positive change.

Meet the Mamaka Fun Run Vol. 3 Winners

5K Category

Men’s Winners

  1. Agus Kirun – Bib No. 5098
  2. Onesmus Mathangu Maithya – Bib No. 5442
  3. Jack Onesmus – Bib No. 5359

Women’s Winners

  1. Lucy Jill Williamson – Bib No. 5477
  2. Meiki – Bib No. 5336
  3. Stephanie Angkiriwang – Bib No. 5352

10K Category

Men’s Winners

  1. Amaram Naftali Opat – Bib No. 10142
  2. Yopi Bana – Bib No. 10080
  3. Thimo Kilberth – Bib No. 10013
The 10K winners women category at Mamaka Fun Run Vol. 3 celebrate their achievements.

Women’s Winners

  1. Septiana Dita – Bib No. 10167
  2. Heather Mott – Bib No. 10157
  3. Putri Anggraini – Bib No. 10063

From a Fun Run to a Community Movement

Mamaka Fun Run began in 2024 as a 5K charity run supporting education initiatives through the Bali Children Foundation (BCF). The event returned in 2025 with an expanded 10K category, attracting more than 700 runners and transforming Kuta into a vibrant gathering of running communities, families and fitness enthusiasts.

For its third edition, Mamaka has shifted its charitable focus towards mental health education, continuing its commitment to creating meaningful community impact through accessible learning and shared experiences.

“For us, choosing mental health for Mamaka Fun Run Vol. 3 was a very natural decision,” said Joel Bartlett, General Manager of Mamaka Hotels & Resorts.

“Mamaka is about movement, connection and wellbeing, and we believe wellbeing should include both the body and the mind. We also know that mental health can be difficult to talk about, so we wanted to support something practical, education that gives people the confidence to recognize when someone may be struggling and know how to respond.”

“The Fun Run gives us a powerful platform to bring our community together while helping that knowledge reach further.”

What Is MHAT? The Mental Health Training Making a Difference

Through its partnership with Shuffle & Strides, Mamaka Hotels & Resorts is supporting the expansion of Mental Health Awareness Training (MHAT), a free two-day programme designed to make mental health knowledge more accessible to the public.

Shuffle & Strides is a non-profit organization focused on increasing mental health awareness through community-based education, movement and open conversations. Its programmes aim to reduce stigma and make mental health knowledge more accessible to people from different backgrounds.

The MHAT programme provides practical education on how to:

  • Recognize the signs and symptoms of common mental health challenges.
  • Understand how to communicate with someone who may be struggling.
  • Learn practical tools for providing appropriate support.
  • Understand available mental health resources and treatment options.
  • Know when and where to seek professional support.

The training is not intended to turn participants into mental health professionals. Instead, it gives ordinary people the knowledge, awareness and confidence to better understand mental health challenges and support those around them.

Offered free to members of the public through Shuffle & Strides, the two-day programme aims to help people recognize when someone may need support, respond appropriately and understand where professional assistance can be found.

Mamaka’s Support Goes Beyond the Run

Mamaka’s commitment to mental health education extends beyond the annual Fun Run. The resort already supports MHAT initiatives through event and production assistance as part of its ongoing relationship with Shuffle & Strides.

Through Mamaka Fun Run Vol. 3, funds raised will help enable additional MHAT training opportunities, allowing Shuffle & Strides to reach more participants and extend the programme’s impact across Bali and Indonesia.

Rather than funding just one training session, the initiative aims to create opportunities for more people to access mental health education and bring that knowledge back to their workplaces, families, friendship groups and wider communities.

One trained person can influence many others by encouraging open conversations, helping reduce stigma and connecting people with appropriate support.

For Mamaka, this ripple effect is an important part of what makes the initiative meaningful: one training session can lead to greater awareness, more informed conversations and more people knowing where to seek help.

Making Every Step Count

For Mamaka Hotels & Resorts, the impact of the event extends far beyond race results. By bringing people together through running, the initiative creates opportunities to build stronger connections, encourage healthier lifestyles and make mental health conversations more accessible.

The partnership with Shuffle & Strides also builds on the running community’s involvement in Mamaka Fun Run Vol. 2 in 2025, when more than 700 participants joined the event alongside local running groups, including Indorunners Bali, CCRC, HOTR and Gianyar Runners.

While previous editions supported education initiatives through the Bali Children Foundation, this year’s event continues the broader belief that education can create opportunities and strengthen communities, with a new focus on mental wellbeing.

“We have always believed that community is at the heart of the Mamaka Fun Run,” Bartlett said. “Last year, we saw more than 700 people come together in Kuta. That showed us what is possible when a community gets behind an idea. This year, we want to use that same energy to help mental-health education reach further.”

Mamaka Fun Run is designed to be more than a race. Combining a beachfront running experience with entertainment, wellness activities and community engagement, the event brings together runners, families, friends, tourists, local residents and running clubs for a shared purpose.

“We don’t want the impact of Mamaka Fun Run to stop when people cross the finish line,” Bartlett said.

“We want people to leave with something more, whether that’s a great memory, a new connection, a healthier habit or simply a better understanding of how to look out for someone who may not be okay.”

With its third edition, Mamaka Fun Run continues to show how a community event can create an impact beyond physical fitness. The message is simple: move together, connect with one another and help make mental health awareness part of everyday life.

About Mamaka Hotels & Resorts

Mamaka Hotels & Resorts is a lifestyle-driven urban resort located on Kuta Beach, Bali, bringing together accommodation, dining, entertainment, wellness and community experiences. Rooted in the energy of Kuta, Mamaka creates experiences that connect people through food, music, movement, wellness and culture.

Through initiatives such as Mamaka Fun Run, Mamaka continues to bring together its guests, team members, partners and the wider community around experiences designed to create positive impact beyond the hotel.

About Shuffle & Strides

Shuffle & Strides is a non-profit organization working to reduce the stigma surrounding mental health through positive action, community connection and accessible education. Its programmes include community running, Mental Health Awareness Training and support initiatives designed to improve access to mental health knowledge and professional assistance. BWN-07

Karya Atma Wedana Kinembulan Desa Adat Taman

0
Bupati Wayan Adi Arnawa saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik.BWN-HB

Raih Penghargaan Nasional di ITMW 2026, Bupati Adi Arnawa Gagas Strategi Pariwisata Badung 5.0

0
Bupati Wayan Adi Arnawa saat acara The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week Conference 2026 di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Denpasar, Sabtu (17/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memaparkan visi besar transformasi pariwisata daerah dalam ajang The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) Conference 2026. Sesi khusus bertajuk “The Resilience of Indonesia” tersebut diselenggarakan di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Denpasar, Sabtu (17/10).

Dalam forum tahunan unggulan MarkPlus Tourism (MCorp) yang dibuka resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini, Kabupaten Badung sukses mengukir prestasi gemilang. Badung dianugerahi penghargaan Best Regency Destination Award 2026 untuk dua kategori sekaligus, yakni Excellence in Accessibility dan Excellence in Attraction. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung.

Saat menjadi pembicara, Bupati Wayan Adi Arnawa memaparkan materi bertema “Membangun Ekosistem Pariwisata 5.0, Integrasi Infrastruktur, Mobilitas dan Pemerataan Ekonomi Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Konsep ini menekankan pergeseran pengelolaan pariwisata dari kuantitas jumlah kunjungan (mass tourism) menuju penciptaan nilai pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berkelanjutan. “Tantangan pariwisata Badung ke depan bukan hanya mempertahankan daya tarik dan meningkatkan kunjungan, tetapi memastikan pergerakan wisatawan memberikan manfaat ekonomi merata bagi masyarakat, termasuk di wilayah tengah dan utara,” ujar Adi Arnawa.

Guna mewujudkan pemerataan tersebut, Bupati menelurkan strategi “Beyond the South” untuk mendiversifikasi pengalaman wisata agar tidak menumpuk di pesisir selatan. Potensi warisan sejarah, desa wisata, budaya, hingga agrowisata akan diintegrasikan melalui penguatan konektivitas infrastruktur.

Sejumlah rencana strategis yang dipaparkan meliputi pengembangan Jalan Lingkar Selatan (JLS), jalan pintas Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, serta transportasi terpadu berupa trem pesisir, Water Taxi, dan bus pengumpan (feeder). Aksesibilitas ini dirancang untuk mengurai kemacetan sekaligus membuka jalur ekonomi bagi UMKM, sektor pertanian, dan pengelola homestay di desa wisata.

Acara berskala nasional ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johanis Asadoma, anggota DPD RI Dapil Sumatera Barat Irman Gusman, Founder & Chair of MCORP Hermawan Kartajaya, Para Bupati dan Wali Kota se-Indonesia, Para Pimpinan Asosiasi dan Organisasi Pariwisata, Para Pimpinan Perusahaan, Akademisi, dan Praktisi Pariwisata.BWN-HB

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

0
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat hadiri Colours of Cultures Festival (CoCF) Ke-10 yang berlangsung di kawasan historis Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jumat (16/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Seni budaya Kabupaten Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Delegasi kesenian Tari Kecak Kabupaten Badung tampil memukau dalam ajang bergengsi Colours of Cultures Festival (CoCF) Ke-10 yang berlangsung di kawasan historis Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jumat (16/10).

Kehadiran Badung dalam festival bertema “Tanda Mata Nusantara” ini menjadi bukti pengakuan luas terhadap kekayaan seni daerah. Festival tahunan yang berlangsung pada 16–18 Oktober ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara IndonesiaTIC dan FORKAPPSI, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata RI, BUMN, BUMD, serta berbagai komunitas pecinta budaya tanah air. Pada tahun ini, CoCF telah resmi masuk dalam kalender eksklusif Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Penampilan ikonik Tari Kecak Badung disaksikan langsung oleh Duta Budaya Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang hadir memperkuat promosi pariwisata daerah didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Menteri Pariwisata, perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Ketua FORKAPPSI, serta jajaran tokoh budaya nasional.

Selain mementaskan seni pertunjukan, rangkaian festival berskala nasional ini turut menghadirkan instalasi seni interaktif, pengalaman multisensori, pameran produk kerajinan dan cinderamata daerah, hingga eksibisi kuliner tradisional dari berbagai penjuru nusantara serta mancanegara.

Duta Budaya Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas performa luar biasa para seniman muda Badung di panggung utama CoCF 2026. “Tari Kecak bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan napas budaya leluhur kita yang terus hidup. Melalui ajang ini, kita tidak hanya memamerkan keindahan estetika seni Bali, tetapi juga menyampaikan pesan keragaman dan persatuan Nusantara. Semoga kehadiran Badung memperkuat posisi budaya kita di panggung nasional,” ujarnya.

Melalui partisipasi aktif ini, Pemkab Badung berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra positif Badung sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan budaya unggul.BWN-HB

Besok, Siswa Badung Kembali ke Sekolah

0
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana.

Mangupura, Baliwakenews.com


Pembelajaran daring bagi siswa di Kabupaten Badung tidak diperpanjang. Mulai Senin (19/10/2026), siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka setelah kebijakan belajar dari rumah selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, berakhir.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan hingga Minggu (18/10/2026), pihaknya belum menerima surat resmi mengenai perpanjangan pembelajaran daring. Karena itu, sekolah kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Besok kita sudah mulai tatap muka. Kita ikut Provinsi,” ujar Dwipayana saat dikonfirmasi, Minggu.

Ia menegaskan, apabila ada arahan baru dari pemerintah, Disdikpora akan segera meneruskannya kepada satuan pendidikan di Badung.

Sementara itu, penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Badung masih menunggu arahan Pemerintah Provinsi Bali. Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba, mengatakan belum ada keputusan lanjutan terkait kebijakan tersebut.

“Kami masih tunggu arahan Pemprov Bali,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Badung menerbitkan Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Nomor 800/13629/Setda/BKPSDM tertanggal 14 Oktober 2026. Surat yang ditandatangani Sekda Badung atas nama Bupati Badung itu mengatur penyesuaian sistem kerja ASN, guru dan tenaga kependidikan, serta pelaksanaan pembelajaran di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali.

Pembelajaran daring selama dua hari diberlakukan sebagai upaya mengurangi mobilitas masyarakat dan menghemat energi. Kebijakan tersebut juga mengatur skema work from home (WFH) bagi ASN yang tugasnya memungkinkan dikerjakan dari rumah.

Namun, WFH tidak berlaku bagi seluruh ASN. Pegawai yang menangani pelayanan publik, kesehatan, kebersihan, persampahan, penanggulangan bencana, serta tugas lapangan lainnya tetap bekerja sesuai kebutuhan.

Dengan berakhirnya masa berlaku kebijakan sebelumnya, pembelajaran di sekolah kembali dilaksanakan secara tatap muka. Sementara itu, kelanjutan penyesuaian sistem kerja ASN di Badung masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemprov Bali. BWN-05

Pasokan BBM Buleleng di Bawah 50 Persen, Bupati Sutjidra Desak Pertamina Prioritaskan Distribusi

0
Sumber: (Humas) RAKOR - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10/2026).

Singaraja, Baliwakenews.com

Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Buleleng menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendesak Pertamina memprioritaskan pasokan BBM untuk Buleleng yang saat ini dilaporkan masih di bawah 50 persen dari kebutuhan normal.

Desakan tersebut disampaikan Sutjidra setelah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10/2026). Usai rapat, ia langsung berkomunikasi dengan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM untuk Buleleng.

Sutjidra menyebut komunikasi dengan pihak Pertamina berlangsung lebih dari dua jam untuk meminta kejelasan mengenai jumlah pasokan yang dialokasikan bagi Buleleng.

“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, ketidakjelasan pasokan telah memicu simpang siur informasi di tengah masyarakat. Karena itu, Pemkab Buleleng membutuhkan kepastian resmi dari Pertamina agar dapat menentukan langkah penanganan sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada warga.

“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pasokan BBM Buleleng Belum Penuhi Kebutuhan Normal

Persoalan utama yang disoroti Sutjidra bukan hanya panjangnya antrean di SPBU, melainkan ketimpangan antara kebutuhan dan pasokan BBM yang diterima Buleleng.

Dalam kondisi normal, kebutuhan BBM kabupaten tersebut mencapai sekitar 340 kiloliter. Namun, pasokan yang diterima saat ini disebut berada di bawah 50 persen dari kebutuhan tersebut.

Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani agar pelayanan di puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng dapat kembali berjalan normal dan masyarakat tidak terus terbebani antrean panjang.

“Sekarang pasokan yang diberikan di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Sutjidra menegaskan, pengawalan distribusi tidak akan menyelesaikan persoalan apabila jumlah BBM yang dikirim belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan pasokannya. Karena percuma ada pengawalan kalau tidak ada pasokan yang dikawal,” jelasnya.

Forkopimda Kawal SPBU, Satgas BBM Dipercepat

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi dan potensi penyimpangan penyaluran, Pemkab Buleleng menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pengawasan BBM.

Dalam beberapa hari terakhir, unsur TNI dan Polri telah membantu pengamanan sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengawasan distribusi, sementara Kapolres telah berkoordinasi dengan petugas penghubung dari Polda.

Di sisi lain, Pemkab Buleleng mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM.

Satgas tersebut akan memantau perkembangan pasokan, mengawasi pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan BBM ke Buleleng. Struktur organisasi, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporan diminta segera diselesaikan.

Satgas juga diharapkan dapat memastikan jumlah BBM yang benar-benar dialokasikan untuk Buleleng sehingga pemerintah daerah memiliki data yang jelas untuk mengawal pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Pertashop di Desa Ikut Disorot

Selain pasokan ke SPBU, Sutjidra menyoroti terbatasnya distribusi BBM melalui Pertashop yang menjadi salah satu akses masyarakat di wilayah pedesaan.

Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Tejakula pada Jumat malam (16/10/2026). Saat itu, satu Pertashop disebut hanya menerima sekitar dua kiloliter BBM dan habis dalam waktu dua jam.

“Seperti yang terjadi di Tejakula tadi malam, satu Pertashop hanya mendapat sekitar dua kiloliter dan dalam dua jam sudah habis,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng mendorong Pertamina mengevaluasi alokasi BBM bagi Pertashop agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga meminta agar peluang pelibatan badan usaha milik desa (BUMDes) dikaji untuk memperluas akses distribusi, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari SPBU.

Skema tersebut tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, kewenangan masing-masing pihak, serta standar keselamatan dalam penyaluran BBM.

Sistem Ganjil-Genap Pembelian BBM Dibebaskan Sementara

Di tengah antrean panjang yang membuat sebagian warga harus menunggu sejak malam hingga menginap di SPBU, Sutjidra menyatakan memahami kesulitan yang dialami masyarakat.

Pemkab Buleleng untuk sementara membebaskan penerapan sistem ganjil-genap pembelian BBM pada Sabtu (17/10/2026). Kebijakan ini diambil karena sosialisasi kepada masyarakat dinilai belum berjalan optimal.

“Untuk hari ini, sistem ganjil-genap kami bebaskan terlebih dahulu karena masyarakat belum tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.

Efektivitas kebijakan tersebut akan dievaluasi setelah sosialisasi dilakukan. Pemerintah daerah berharap penanganan antrean dapat berjalan seiring dengan pembenahan pasokan dan pengawasan distribusi.

Bagi Pemkab Buleleng, prioritas saat ini adalah memastikan Pertamina memberikan kepastian mengenai volume pasokan yang dialokasikan, sekaligus mempercepat pemulihan distribusi agar kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi.

Dengan pengawalan Forkopimda dan pembentukan Satgas, pemerintah daerah berharap distribusi BBM ke SPBU maupun Pertashop dapat berlangsung lebih terukur, merata, dan tepat sasaran. BWN-03

SMAS Albana Denpasar Raih Juara OESN 2026, Aplikasi Syarify Bawa Bali ke Level Nasional

0
Sumber: (Humas) PRESTASI - SMAS Albana raih prestasi dalam penyelenggaraan ISEF 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta.

Jakarta, Baliwakenews.com

SMAS Albana Kota Denpasar mengharumkan nama Provinsi Bali dengan meraih Juara Harapan I dalam Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) 2026. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi literasi dan inklusi keuangan syariah dapat berkembang di Bali, meskipun daerah ini memiliki karakteristik masyarakat yang majemuk dengan populasi Muslim sebagai minoritas.

Bukan sekadar bersaing dalam kompetisi akademik, tim SMAS Albana menghadirkan gagasan konkret berupa Syarify: Syariah For You, sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang sebagai platform pembelajaran keuangan syariah.

Tim yang mewakili Bali tersebut beranggotakan Dwi Kurnia Satria Syah Rahardjo, Muhammad Johan Syahputra, dan Nashwan Daffa I. Rhanza. Mereka berhasil menembus persaingan nasional setelah sebelumnya menjadi finalis II Lomba OESN tingkat regional Kawasan Timur Indonesia (KTI) melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar), bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Pada kompetisi nasional, perwakilan Bali meraih Juara Harapan I, berada di bawah capaian peserta dari regional Jawa dan mengungguli sejumlah perwakilan dari wilayah lain, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Capaian tersebut menjadi sorotan tersendiri bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Bali. Inovasi yang lahir dari lingkungan sekolah menunjukkan bahwa edukasi keuangan syariah memiliki ruang untuk tumbuh lintas wilayah dan latar belakang masyarakat.

Didampingi BI Bali, Siswa Kembangkan Inovasi Digital

Keberhasilan SMAS Albana tidak terlepas dari dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali. Melalui pendampingan, BI Bali memfasilitasi persiapan tim, mulai dari penyusunan makalah hingga persiapan presentasi dengan tema peningkatan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, memimpin kantor perwakilan yang turut mendukung pengembangan literasi ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

“Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam membantu siswa menyusun gagasan yang tidak berhenti pada konsep, tetapi juga diwujudkan melalui karya berbasis teknologi, ” ujar Achris.

Hasilnya adalah Syarify: Syariah For You, platform pembelajaran digital yang diharapkan dapat membantu generasi muda mengenal dan memahami prinsip keuangan syariah dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kehadiran aplikasi tersebut memperlihatkan bahwa pelajar mampu mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital. Inovasi ini juga membuka peluang pengembangan metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah diakses.

Prestasi Bali di Tengah Penguatan Ekonomi Syariah Nasional

Prestasi SMAS Albana berlangsung di tengah penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui penyelenggaraan ISEF 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta.

Salah satu agenda yang disorot dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penguatan dukungan riset untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dalam konferensi internasional yang menjadi bagian dari ISEF, Bank Indonesia menekankan pentingnya riset berkualitas untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dan solusi praktis.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan ekosistem terintegrasi serta sinergi berbagai otoritas.

“Riset berperan dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemerataan kesejahteraan, ” ujarnya.

Bank Indonesia juga mencatat aset keuangan syariah Indonesia mencapai sekitar Rp3.264 triliun per Juni 2026, dengan pertumbuhan hampir 10 persen.

Dalam konteks tersebut, penguatan literasi sejak usia sekolah menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami potensi dan instrumen ekonomi serta keuangan syariah.

Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Wilayah Mayoritas Muslim

Bagi Bali, keberhasilan SMAS Albana membawa pesan lebih luas daripada sekadar pencapaian dalam perlombaan. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran ekonomi syariah dapat menjadi bagian dari pengembangan pengetahuan ekonomi yang inklusif di tengah keberagaman masyarakat.

Penguatan literasi keuangan syariah tidak harus dibatasi oleh komposisi demografis suatu daerah. Dengan pendekatan edukasi yang tepat, inovasi digital, serta kolaborasi antara sekolah dan lembaga terkait, pemahaman ekonomi syariah dapat berkembang secara terbuka.

Di sisi lain, kehadiran Syarify memperlihatkan pentingnya mendorong pelajar menjadi pencipta solusi, bukan hanya penerima materi pembelajaran. Pendekatan ini dapat memperkuat keterampilan digital, kreativitas, dan pemahaman keuangan generasi muda.

Prestasi SMAS Albana Denpasar di OESN 2026 pun menjadi modal positif bagi pengembangan literasi ekonomi dan keuangan syariah di Bali. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan yang lahir dari kompetisi dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan dukungan berkelanjutan dari dunia pendidikan dan pemangku kepentingan, inovasi seperti Syarify berpotensi menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. BWN-03

Jual Pertalite Eceran dengan Harga Selangit, Pemuda di Tabanan Dibekuk Polisi

0
BBM: Polisi mengamankan RVS yang diduga menjual BBM secara eceran di tengah kelangkaan pasokan di Tabanan.

Tabanan, baliwakenews.com

Seorang pemuda berinisial RVS (22) diamankan Satreskrim Polres Tabanan karena diduga menjual BBM eceran di tengah kelangkaan pasokan. Sebanyak 10,5 liter BBM diduga dijual dengan nilai transaksi Rp620 ribu.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Putu Wiwik Endrayani, Minggu (18/10/2026), mengatakan RVS diamankan di depan GOR Debes, Jalan Mawar, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Sabtu (17/10/2026).

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi masyarakat dan menemukan unggahan penjualan BBM di marketplace Facebook melalui akun “Ryberto”.

“Petugas mendapati terduga pelaku menjual 10,5 liter BBM yang dikemas dalam tujuh botol air mineral berkapasitas masing-masing 1,5 liter,” ujar Wiwik.

BBM tersebut diduga diperoleh dengan membeli berulang kali di sejumlah SPBU, kemudian menyedotnya dari tangki sepeda motor Yamaha R15 untuk dijual kembali.

Polisi menyita tujuh botol berisi BBM, satu unit Yamaha R15 bernomor polisi DK 5606 GBP, serta uang tunai Rp620 ribu yang diduga berkaitan dengan transaksi tersebut.

RVS disangkakan melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah melalui UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, juncto ketentuan penyesuaian pidana dalam UU Nomor 1 Tahun 2026.

“Kasus ini masih didalami, termasuk asal pasokan BBM dan keuntungan yang diperoleh terduga pelaku,” pungkas Wiwik. BWN-06

Penjualan Motor Listrik Melonjak Drastis di Tengah Kelangkaan BBM, Iklan Kendaraan Setrum Berseliweran di Ruang Publik

0
Ilustrasi motor menuju SPBU dan iklan motor listrik berseliweran.

Denpasar, Baliwakenews.com

Penjualan motor listrik di Bali mengalami lonjakan drastis dan mencatatkan rekor tertinggi di tengah krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Pulau Dewata dalam beberapa waktu terakhir. Di saat warga kelimpungan mengantre berjam-jam demi mendapatkan bensin di SPBU, berbagai iklan motor listrik justru berseliweran di ruang publik serta lini masa media sosial secara masif.

Fenomena ini memicu kontroversi dan perdebatan hangat di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai situasi kelangkaan BBM yang tak kunjung terselesaikan ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendongkrak penetrasi pasar kendaraan listrik. Di jalan-jalan protokol hingga platform digital, baliho dan penawaran promosi pembelian motor listrik dengan skema cicilan ringan tampak mendominasi.

“Setiap hari kami stres memikirkan bensin kosong untuk bekerja, tapi begitu buka media sosial atau lewat jalan raya, iklan motor listrik beraliweran di mana-mana menawarkan pembelian cepat. Rasanya seperti ada dorongan terselubung agar kami ‘dipaksa’ pindah haluan di tengah situasi yang menjepit,” ujar Wayan Sudana (45), salah satu warga Denpasar, saat ditemui di sela-sela antrean SPBU, Minggu (18/10).

Terkait wacana transisi kendaraan listrik, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor demi memprioritaskan kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan melalui transisi kendaraan listrik. Mengingat hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar pencemaran udara di Pulau Dewata disumbangkan oleh emisi transportasi dan energi.

“Memang sekarang dengan makin banyak penggunaan kendaraan listrik, sumber PAD-nya Bali dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) itu bisa menurun, tapi saya tidak ada masalah,” kata Koster.

Kendati menuai kritik tajam dan tudingan pembiaran distribusi BBM, data di lapangan menunjukkan lonjakan penjualan dan pemesanan (inden) motor listrik memang melonjak tajam hingga puluhan persen. Sejumlah diler utama di Denpasar dan Badung mengakui adanya antrean pembeli yang ingin segera mengamankan unit kendaraan alternatif demi menghindari ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pihak asosiasi industri kendaraan listrik dan diler berdalih bahwa maraknya iklan serta tingginya angka penjualan tersebut merupakan respons alami pasar terhadap kebutuhan mendesak masyarakat atas mobilitas yang tidak rentan terhadap krisis energi. Kendati demikian, tekanan publik agar pemerintah dan Pertamina segera menormalkan pasokan BBM konvensional agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat terus menguat. BWN-01

Koster Desak Pusat Perhatikan Bali, Usulkan Dukungan Infrastruktur dari Devisa Pariwisata Rp176 Triliun

0
Sumber: (Humas) pembukaan - Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Denpasar, Sabtu (17/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster mendesak pemerintah pusat menerapkan kebijakan pembiayaan pembangunan yang lebih proporsional bagi Bali. Dengan kontribusi devisa pariwisata yang disebut mencapai Rp176 triliun pada 2025, Bali dinilai membutuhkan dukungan anggaran yang sebanding untuk membenahi infrastruktur dan menjaga daya saing sebagai destinasi pariwisata internasional.

Desakan tersebut disampaikan Koster saat membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Denpasar, Sabtu (17/10/2026).

Koster menilai, kebijakan transfer dana pembangunan dari pemerintah pusat selama ini belum sepenuhnya mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi ekonomi setiap daerah. Padahal, Bali tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik bagi jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” ujar Koster.

Devisa Pariwisata Bali Capai Rp176 Triliun

Dalam paparannya, Koster mengungkapkan, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 mencapai 16,3 juta kunjungan.

Dari aktivitas tersebut, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp176 triliun, atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional yang mencapai Rp319,9 triliun. Ia juga menyebut sektor pariwisata berkontribusi sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali.

Menurut Koster, besarnya kontribusi tersebut harus menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pengalokasian anggaran.

Ia mengusulkan dukungan pembiayaan untuk Bali dengan nilai setara sedikitnya 5 persen dari devisa pariwisata yang dihasilkan. Jika mengacu pada angka Rp176 triliun yang dipaparkannya, nilai tersebut setara sekitar Rp8,8 triliun.

Usulan itu diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah, meningkatkan konektivitas, serta memperbaiki fasilitas publik yang menopang aktivitas pariwisata.

Koster menilai dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlukan agar pembangunan infrastruktur Bali tidak hanya bertumpu pada kemampuan fiskal daerah.

Infrastruktur Jadi Kunci Pariwisata Berkualitas

Koster menegaskan, keindahan alam dan kekayaan budaya Bali merupakan modal utama pariwisata, tetapi keduanya tidak cukup untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan destinasi internasional.

Bali masih menghadapi sejumlah persoalan yang membutuhkan penanganan serius, antara lain alih fungsi lahan sawah, sampah, kemacetan, keterbatasan transportasi publik, ketersediaan air bersih, serta kasus penodaan tempat suci.

Berbagai persoalan tersebut, menurutnya, harus ditangani secara terintegrasi agar pertumbuhan pariwisata tidak mengorbankan kualitas lingkungan, kelestarian budaya, dan kenyamanan masyarakat.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan pariwisata selama ini turut mendorong perekonomian Bali, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menekan kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Namun, tanpa pembenahan infrastruktur dan tata kelola yang memadai, pertumbuhan tersebut berisiko menimbulkan tekanan yang semakin besar terhadap lingkungan dan pelayanan publik.

Bali Harus Bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand

Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas pada destinasi di dalam negeri. Bali harus berhadapan langsung dengan negara-negara yang terus memperkuat infrastruktur, konektivitas, dan kualitas layanan pariwisatanya.

Ia menyebut Singapura, Malaysia, dan Thailand sebagai tolok ukur yang perlu diperhatikan Bali dalam meningkatkan daya saing internasional.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” katanya.

Menurut Koster, pembenahan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak agar Bali tetap kompetitif, sekaligus memastikan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia optimistis, dukungan pembiayaan yang lebih proporsional akan memperkuat fondasi pembangunan Bali dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui peningkatan penerimaan devisa pariwisata.

Setelah infrastruktur dan konektivitas Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat dilanjutkan melalui integrasi dengan destinasi unggulan lain di Indonesia.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya.

ITMW 2026 Perkuat Strategi Pemasaran Pariwisata Indonesia

Pembukaan ITMW 2026 menjadi bagian dari forum yang digagas MarkPlus Tourism di bawah MCorp untuk mempertemukan pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, dan praktisi pemasaran pariwisata.

Mengusung tema “Reimagining Tourism: In a Fragmented World!”, kegiatan yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di sejumlah lokasi di Bali ini mendorong penguatan kolaborasi, inovasi pemasaran, digitalisasi, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, mengatakan Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata dan dapat menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga mencakup kompetisi meracik kopi, kegiatan konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, serta pembahasan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam industri pariwisata.

Melalui forum tersebut, penguatan pemasaran pariwisata diharapkan berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur dan peningkatan kualitas destinasi. Bagi Bali, tantangan utamanya bukan sekadar mendatangkan lebih banyak wisatawan, melainkan memastikan pertumbuhan kunjungan didukung infrastruktur yang memadai, lingkungan yang terjaga, serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan. BWN-03

Koster Bidik Potensi Laut Bali Jadi Mesin Baru Ekonomi Kerthi, Riset dan Teknologi Jadi Kunci

0
Sumber: (Humas) JAMUAN - Gubernur Bali, Wayan Koster saat menjamu peserta PIT XXII ISOI Tahun 2026 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan berbasis riset, inovasi, serta teknologi untuk memperkuat transformasi Ekonomi Kerthi Bali. Langkah ini diarahkan untuk menggali potensi laut yang belum dimanfaatkan secara optimal sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar pariwisata.

Koster menilai, kekayaan laut Bali memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dengan pendekatan ilmiah, berorientasi pada nilai tambah ekonomi, dan tetap menjaga kelestarian ekosistem.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menjamu peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) Tahun 2026 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026) malam.

“Bali ini wilayahnya kecil dan dikelilingi oleh laut. Walaupun lautnya tidak seluas wilayah laut lainnya di Indonesia, di dalamnya terkandung kekayaan yang luar biasa dan belum diberdayakan secara optimal,” ujar Koster.

Ekonomi Kerthi Bali Bidik Keseimbangan Ekonomi

Koster menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali sedang menjalankan transformasi ekonomi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali yang bertumpu pada enam sektor unggulan, yakni pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri berbasis budaya Bali, UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata.

Pengembangan enam sektor tersebut diarahkan untuk membangun struktur ekonomi Bali yang lebih seimbang, tangguh, dan berkelanjutan.

Selama ini, pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian Pulau Dewata. Karena itu, penguatan sektor produktif berbasis potensi lokal dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak terlalu bergantung pada satu sektor.

Dalam konteks tersebut, kelautan dan perikanan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru, terutama melalui peningkatan produktivitas, pengolahan hasil laut, dan penguatan rantai pasok produk perikanan.

Namun, pengembangan tersebut membutuhkan pemetaan potensi yang akurat, dukungan teknologi, serta kebijakan yang mampu menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Peneliti Oseanologi Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Strategis

Melalui PIT XXII ISOI 2026, Koster berharap para akademisi, peneliti, dan pakar oseanologi menghasilkan gagasan serta rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengembangan kelautan dan perikanan Bali.

Riset dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi sumber daya laut, menentukan pola pemanfaatan yang tepat, serta memastikan kegiatan ekonomi tidak melampaui daya dukung lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan laut diharapkan tidak berhenti pada eksploitasi sumber daya, tetapi mampu menciptakan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

Pengelolaan berkelanjutan juga menjadi perhatian agar pengembangan ekonomi kelautan tidak mengorbankan ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Produk Lokal Bali Didorong Perkuat Ekonomi Masyarakat

Selain sektor kelautan, Koster menekankan pentingnya penggunaan produk lokal untuk memperluas perputaran ekonomi di Bali.

Komitmen tersebut tercermin dalam penyediaan hidangan pada jamuan makan malam yang menggunakan bahan pangan lokal, mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, ikan, hingga daging.

Menurut Koster, penggunaan produk lokal merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi antara konsumen dan produsen di daerah.

Dengan mengutamakan hasil produksi petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal, permintaan terhadap produk Bali diharapkan meningkat dan manfaat ekonominya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian dari fondasi Ekonomi Kerthi Bali.

Pengurangan Sampah Plastik Jadi Bagian Pembangunan Berkelanjutan

Koster turut menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam menjaga lingkungan melalui kebijakan pengurangan sampah plastik, termasuk pembatasan produk minuman dalam kemasan plastik berukuran kurang dari satu liter.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung pembangunan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bagi Bali, keberlanjutan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan daya tarik pariwisata, tetapi juga dengan keberlangsungan sumber daya alam yang menopang kehidupan masyarakat, termasuk sektor kelautan dan perikanan.

Dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan turut hadir. Ia menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia.

Zulkifli juga mengapresiasi langkah Bali dalam mengutamakan penggunaan pangan lokal dan mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi.

Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan masyarakat, pengembangan kelautan dan perikanan diharapkan menjadi bagian penting dari transformasi Ekonomi Kerthi Bali.

Tantangannya adalah memastikan hasil riset benar-benar diterapkan, potensi laut dikelola secara bertanggung jawab, dan peningkatan aktivitas ekonomi berujung pada kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Dengan demikian, kekayaan laut Bali tidak hanya menjadi potensi yang dibicarakan, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang. BWN-03

Raup Untung Berkali-kali Lipat di Tengah Antrean BBM, 21 Pelanggar Ditindak Polda Bali

0
TUNJUKAN BARANG BUKTI-Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Prabowo didampingi Wadirreskrimsus AKBP Chandra C. Kesuma memaparkan penanganan 18 perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang melibatkan 21 orang sepanjang Oktober 2026. Polisi mengamankan sekitar 753 liter BBM sebagai barang bukti.
Denpasar, baliwakenews.com

Di tengah kesulitan warga mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), Polda Bali menangani 18 perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang melibatkan 21 orang sepanjang Oktober 2026. Namun, dari puluhan orang yang ditindak, hanya satu tersangka yang diproses melalui jalur pidana, sedangkan 20 lainnya diarahkan menjalani pembinaan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Prabowo mengatakan, penanganan tersebut dilakukan setelah polisi menelusuri informasi masyarakat, aktivitas jual beli di marketplace, serta unggahan di media sosial. Penindakan juga melibatkan jajaran kepolisian di kabupaten dan kota di Bali.

Menurut Wisnu, para pelanggar diduga menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi, mulai dari menjual kembali dengan harga di atas ketentuan hingga menimbun bahan bakar untuk mendapatkan keuntungan. Total barang bukti yang diamankan dalam rangkaian penanganan itu mencapai sekitar 753 liter BBM.

“Di tengah kesusahan itu, mengambil untung dengan menaikkan harga berkali-kali lipat tidak dapat dibenarkan,” kata Wisnu saat memberikan keterangan di Polda Bali, Sabtu (17/10).

Polisi membedakan penanganan berdasarkan skala pelanggaran, riwayat perbuatan, jumlah BBM, dan keuntungan yang diperoleh. Pelanggar yang baru pertama kali melakukan pelanggaran dalam skala kecil akan dibina, disertai sanksi administratif dan kewajiban lapor sesuai ketentuan.

Sementara itu, pelanggaran berulang dengan volume besar dapat berujung pada proses pidana. Polisi juga menyatakan akan menindak penimbunan berskala besar, keterlibatan pemodal, jaringan distribusi ilegal, serta penyalahgunaan barcode dan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.

Satu perkara yang diproses secara pidana melibatkan pria berinisial IS. Tersangka ditangkap pada 10 Oktober 2026 sekitar pukul 00.30 karena diduga menyalahgunakan solar bersubsidi untuk dijual kembali demi memperoleh keuntungan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita sekitar 300 liter solar, satu unit Suzuki Carry SD100 berwarna abu-abu metalik, 15 jeriken berkapasitas sekitar 35 liter, tiga jeriken berkapasitas sekitar 30 liter, satu barcode kendaraan, serta satu surat rekomendasi pembelian solar.

Atas perbuatannya, IS disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah. Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Di tengah penindakan terhadap penyalahgunaan BBM, Wisnu juga menyatakan akan membantu memfasilitasi rumah sakit yang mengalami kesulitan pasokan untuk kebutuhan operasional melalui koordinasi dengan Pertamina. Kebutuhan BBM untuk ambulans turut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pelayanan pasien dan penanganan kondisi darurat.

“Kami tidak ingin ada yang mengambil untung dari kesusahan orang banyak. Warga yang baru sekali khilaf dan skalanya kecil kami bina supaya tidak mengulangi lagi. Tetapi yang sengaja menimbun dan meraup untung besar akan kami bawa sampai ke pengadilan,” tegas Wisnu.

Ia menambahkan, pengawasan distribusi BBM akan terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina. Masyarakat diminta melaporkan dugaan penimbunan, penjualan kembali dengan harga tidak wajar, maupun penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. BWN-01