Penjualan Motor Listrik Melonjak Drastis di Tengah Kelangkaan BBM, Iklan Kendaraan Setrum Berseliweran di Ruang Publik

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Penjualan motor listrik di Bali mengalami lonjakan drastis dan mencatatkan rekor tertinggi di tengah krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Pulau Dewata dalam beberapa waktu terakhir. Di saat warga kelimpungan mengantre berjam-jam demi mendapatkan bensin di SPBU, berbagai iklan motor listrik justru berseliweran di ruang publik serta lini masa media sosial secara masif.

Fenomena ini memicu kontroversi dan perdebatan hangat di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai situasi kelangkaan BBM yang tak kunjung terselesaikan ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendongkrak penetrasi pasar kendaraan listrik. Di jalan-jalan protokol hingga platform digital, baliho dan penawaran promosi pembelian motor listrik dengan skema cicilan ringan tampak mendominasi.

Baca Juga:  Panas dan Kering Masih Berlanjut, BMKG Prediksi Musim Hujan Bali Mulai November

“Setiap hari kami stres memikirkan bensin kosong untuk bekerja, tapi begitu buka media sosial atau lewat jalan raya, iklan motor listrik beraliweran di mana-mana menawarkan pembelian cepat. Rasanya seperti ada dorongan terselubung agar kami ‘dipaksa’ pindah haluan di tengah situasi yang menjepit,” ujar Wayan Sudana (45), salah satu warga Denpasar, saat ditemui di sela-sela antrean SPBU, Minggu (18/10).

Terkait wacana transisi kendaraan listrik, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor demi memprioritaskan kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan melalui transisi kendaraan listrik. Mengingat hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar pencemaran udara di Pulau Dewata disumbangkan oleh emisi transportasi dan energi.

Baca Juga:  Arya Wibawa : Masa Pandemi Covid 19, Kreatifitas Harus Tetap Berjalan.

“Memang sekarang dengan makin banyak penggunaan kendaraan listrik, sumber PAD-nya Bali dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) itu bisa menurun, tapi saya tidak ada masalah,” kata Koster.

Kendati menuai kritik tajam dan tudingan pembiaran distribusi BBM, data di lapangan menunjukkan lonjakan penjualan dan pemesanan (inden) motor listrik memang melonjak tajam hingga puluhan persen. Sejumlah diler utama di Denpasar dan Badung mengakui adanya antrean pembeli yang ingin segera mengamankan unit kendaraan alternatif demi menghindari ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca Juga:  Lantik 876 PPPK di Lingkup Pemkab Buleleng, Begini Pesan PJ Lihadnyana

Pihak asosiasi industri kendaraan listrik dan diler berdalih bahwa maraknya iklan serta tingginya angka penjualan tersebut merupakan respons alami pasar terhadap kebutuhan mendesak masyarakat atas mobilitas yang tidak rentan terhadap krisis energi. Kendati demikian, tekanan publik agar pemerintah dan Pertamina segera menormalkan pasokan BBM konvensional agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat terus menguat. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR