Singaraja, Baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat reformasi birokrasi melalui peluncuran ASN Corporate University (ASN Corpu) dan Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi (Si Bijak Paten). Program yang diluncurkan bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI ini menempatkan Buleleng sebagai salah satu daerah pilot project nasional dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Peluncuran berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Senin (19/10/2026), dihadiri Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Kepala LAN RI Muhammad Taufiq bersama jajaran pimpinan daerah serta pejabat LAN RI.
Program ini tidak sekadar menjadi sistem pembelajaran bagi ASN, tetapi diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, membangun birokrasi yang berintegritas, dan memastikan program prioritas daerah dapat dijalankan secara efektif.
Sutjidra menegaskan, kolaborasi dengan LAN RI menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ASN di lingkungan Pemkab Buleleng.
“Pengembangan ini untuk seluruh ASN yang ada di Kabupaten Buleleng sehingga mereka betul-betul bisa meningkat kompetensinya menuju ASN yang kredibel, berintegritas, kemudian melaksanakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi,” ujar Sutjidra.
800 Pejabat Jadi Sasaran Tahap Awal
Pemkab Buleleng memiliki lebih dari 15.000 ASN. Namun, implementasi awal ASN Corpu dan Si Bijak Paten akan difokuskan kepada sekitar 800 pejabat dan aparatur yang memiliki peran strategis dalam organisasi pemerintahan.
Mereka terdiri atas unsur pimpinan, kepala bidang, pejabat fungsional (jafung), dan kepala seksi. Setelah mengikuti pembelajaran, para peserta diharapkan meneruskan pengetahuan serta kompetensi yang diperoleh kepada staf di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Pembelajaran ini dari pejabatnya dulu, nanti masing-masing OPD akan menyosialisasikan ke stafnya,” jelas Sutjidra.
Sistem pembelajaran tersebut akan dikembangkan melalui sejumlah klaster, mulai dari sosialisasi, pemberdayaan, hingga pengawasan. Materinya juga akan dikaitkan dengan program prioritas Kabupaten Buleleng agar peningkatan kompetensi ASN berujung pada pelaksanaan kebijakan yang lebih terukur.
Dengan pendekatan ini, ASN diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerjemahkan hasil pembelajaran menjadi inovasi dan solusi atas persoalan nyata di masyarakat.
LAN RI Soroti Komitmen Kepemimpinan Buleleng
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengapresiasi langkah Pemkab Buleleng yang dinilai menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan kompetensi ASN. Ia juga menyoroti kehadiran lengkap jajaran pimpinan daerah dalam peluncuran tersebut.
Menurut Taufiq, kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan ASN Corporate University. Dukungan kepala daerah dan seluruh jajaran diperlukan agar proses pembelajaran tidak berhenti sebagai agenda formal, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi.
“Kalau pemimpinnya seperti Bapak Bupati dan jajaran komit, di mana pun di korporasi maupun birokrasi pasti maju,” tegasnya.
Taufiq menjelaskan, ASN Corpu dirancang sebagai pendekatan pembelajaran terintegrasi yang melibatkan pimpinan hingga staf. Pelaksanaannya juga perlu membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat untuk mendorong inovasi dan mendukung pembangunan Buleleng.
Tiga Target: Inovasi, Pelayanan Publik, dan Penyelesaian Masalah
LAN RI menekankan tiga hasil konkret yang diharapkan dari implementasi ASN Corpu dan Si Bijak Paten di Buleleng.
Pertama, melahirkan terobosan dan inovasi untuk mendukung delapan misi atau program prioritas Bupati Buleleng. Kedua, menghasilkan perbaikan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketiga, membantu menyelesaikan persoalan mendasar daerah, termasuk kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.
“Kita harapkan prestasinya bisa melebihi rata-rata Provinsi Bali,” kata Taufiq.
Target tersebut menjadi tantangan bagi Pemkab Buleleng untuk memastikan bahwa investasi dalam pengembangan kompetensi ASN memberikan dampak nyata terhadap kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah pejabat yang mengikuti pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan setiap OPD menerapkan pengetahuan, memperbaiki proses kerja, dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Peluncuran ASN Corpu dan Si Bijak Paten diharapkan menjadi titik awal penguatan birokrasi Buleleng yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Sekretaris Utama LAN RI Andi Taufik, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Agus Sudrajat, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Erna Irawati, Kepala Biro Umum, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Hari Nugraha, Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Riyadi, para camat, serta peserta kuliah umum dari berbagai instansi. BWN-03
































