Bandara Ngurah Rai Perkuat SDM Keamanan Penerbangan Bertaraf Internasional

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan penerbangan melalui pelatihan bertaraf internasional yang melibatkan personel Airport Security dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Bersama organisasi penerbangan sipil internasional ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menggelar ICAO Aviation Security National Instructors Course di Bali.

Pelatihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan sekaligus memperkuat standar keamanan bandara di tingkat regional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarnegara dalam menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengatakan, penguatan kualitas personel keamanan menjadi hal penting mengingat Bandara Ngurah Rai merupakan gerbang utama pariwisata Bali dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun.

Baca Juga:  BPK Mulai Audit Terinci LKPD Badung TA 2025, Bupati Adi Arnawa Instruksikan OPD Kooperatif

“Aspek keamanan merupakan salah satu aspek paling penting dalam operasional kebandarudaraan dan penerbangan. Sebagai pintu gerbang udara Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun, maka dibutuhkan personel Airport Security dengan kemampuan berstandar internasional untuk memastikan keamanan bandara,” ujar Nugroho Jati, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan Program Transformasi Perusahaan, khususnya Pilar People, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM dan layanan personel bandara kelas dunia.

Baca Juga:  Usai Ditata, Tokoh Persiapkan Tata Kelola Pantai Kuta

“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan personel Airport Security bandara yang merupakan salah satu unsur pelayanan di garis terdepan kepada pengguna jasa bandara,” lanjutnya.

Pelatihan tersebut diikuti 23 peserta dari negara anggota ICAO kawasan Asia Pasifik, yakni Indonesia sebanyak 11 peserta, Vietnam 4 peserta, Makau Republik Rakyat Tiongkok 4 peserta, Timor Leste 2 peserta, serta masing-masing satu peserta dari Maladewa dan Kepulauan Solomon.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis keamanan penerbangan dan kemampuan instruksional langsung dari instruktur ICAO. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan di organisasi maupun negara masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas pelatihan sesuai standar internasional ICAO.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Pujawali di Pura Dalem Pengilen Sari Gerih Abiansemal  

Kehadiran personel Airport Security dari berbagai operator bandara internasional ini dinilai menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas keamanan penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

“Kami berharap penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara dapat tercipta dengan terselenggaranya kegiatan ini, demi menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang,” tutup Nugroho Jati.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme.BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR