Kembali ke Akar, Vicky Bawa Isu Lingkungan ke Puri Agung Pemecutan

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com – Isu pembangunan berlebih (over development) dan pariwisata berlebih (over tourism) menjadi perhatian Victoria Veronica Titisari Kosasieputri, Puteri Indonesia Lingkungan 2026. Melalui seni, perempuan yang akrab disapa Vicky itu mencoba mempertemukan persoalan lingkungan dengan upaya pelestarian budaya.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui sebuah pameran yang digelar di Puri Agung Pemecutan. Pemilihan lokasi tidak dilakukan tanpa alasan. Vicky menilai ruang bersejarah seperti Puri Agung Pemecutan memiliki nilai budaya yang dapat menjadi bagian dari dialog antara tradisi dan perkembangan zaman.

“Over development dan juga over tourism menjadi perhatian. Harapannya kita bisa mengombinasikan tradisi dan modernisasi melalui seni,” kata Vicky.

Pameran tersebut mengusung tema Mula Sara, yang dimaknai sebagai kembali ke akar. Mula merujuk pada asal atau semula, sementara Sara dimaknai sebagai esensi atau tujuan.

Baca Juga:  Kabasarnas Lepas TIM Inasar Ke Turki

Tema tersebut diarahkan untuk mengajak generasi muda kembali melihat hubungan antara kehidupan mereka dengan lingkungan dan ekosistem di Bali.

Menurut Vicky, pameran tidak hanya menampilkan karya seni. Sejumlah program yang berkaitan dengan lingkungan dan kehutanan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Hal itu sekaligus memperluas fungsi pameran dari ruang presentasi karya menjadi ruang diskusi mengenai lingkungan dan kebudayaan.

“Temanya ini supaya generasi muda bisa lebih dekat dengan ekosistem dan lingkungan di sekitar Bali,” ujarnya.

Pemilihan Puri Agung Pemecutan juga berkaitan dengan aktivitas kebudayaan yang sebelumnya telah berlangsung di lokasi tersebut. Vicky menyebut Kultara ID, yang menjadi partner kegiatan, telah sekitar dua tahun mengadakan berbagai workshop di Puri Agung Pemecutan.

Baca Juga:  Kanwil DJP Bali Buka Pojok Pajak di Mal dan Pusat Keramaian

Kegiatan tersebut, kata dia, turut membuka kesempatan bagi seniman untuk kembali memanfaatkan ruang di dalam lingkungan puri.

“Keluarga besar Puri sudah sangat menerima. Kami berterima kasih karena sudah membukakan pintunya. Puri digunakan kembali oleh seniman-seniman,” katanya.

Bagi Vicky, pemanfaatan kembali ruang bersejarah melalui kegiatan seni merupakan salah satu bentuk pelestarian. Bangunan dan kawasan heritage tidak hanya dipertahankan secara fisik, tetapi juga dapat digunakan sebagai ruang aktivitas kebudayaan.

Gagasan tersebut sejalan dengan latar belakang Vicky. Selain menyandang gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2026, ia merupakan seniman kontemporer dan pernah berkecimpung dalam bidang museum, heritage, serta pelestarian budaya.

Latar belakang tersebut kemudian dipadukan dalam pameran di Puri Agung Pemecutan. Isu lingkungan ditempatkan berdampingan dengan persoalan pelestarian budaya, dengan seni sebagai medium penghubung.

Baca Juga:  Koster Tegas Bantah Isu Tolak Program Prabowo, Beberkan Bukti Dukungan Nyata untuk MBG hingga Sekolah Rakyat

Pameran ini juga menjadi bagian dari persiapan Vicky menuju ajang Miss International yang akan berlangsung pada November mendatang. Ia berharap gagasan mengenai seni, lingkungan, dan kebudayaan yang dibawanya dapat menjadi bagian dari representasi Indonesia di tingkat internasional.

“Sebagai Puteri Indonesia Lingkungan, saya kombinasikan dengan latar belakang saya sebagai seniman kontemporer dan pekerja budaya. Saya berharap ini bisa saya presentasikan di Miss International dalam rangka representasi seni Indonesia,” pungkasnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR