Mangupura, Baliwakenews.com – Bali Villa Association (BVA) mendorong penataan industri vila di Bali dilakukan secara bersama-sama. Tidak hanya antara pelaku usaha dan pemerintah, tetapi juga dengan melibatkan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Ketua BVA, Dr. Drs. H. Ismoyo Soemarlan, M.Par., menegaskan organisasi yang menaungi pelaku industri vila tersebut siap bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan aturan, termasuk dalam menangani keberadaan vila yang beroperasi tidak sesuai ketentuan.
Menurut Ismoyo, persoalan vila ilegal bukan merupakan masalah baru. BVA bahkan telah mendorong upaya penertiban vila yang tidak sesuai aturan sejak sekitar 20 tahun lalu.
“Kita bekerja sama dengan pemerintah untuk menertibkan vila ilegal dan ini sudah kami mulai 20 tahun yang lalu,” ungkap Ismoyo saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).
Ia menilai keberadaan usaha vila yang tidak mengikuti ketentuan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan. Karena itu, penataan industri vila harus dilakukan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap aturan.
“Mereka nabrak aturan. Saatnya lebih tegas,” tegasnya.
Menurut Ismoyo, kondisi penataan vila di Bali saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Namun, terhadap pengelola yang masih membandel dan tidak mengindahkan ketentuan, tindakan tegas dinilai tetap diperlukan.
Ia menegaskan, status ilegal tidak hanya berkaitan dengan persoalan administrasi dan perizinan. Usaha yang tidak tertata juga dapat berdampak terhadap pemanfaatan lahan maupun penyerapan sumber daya manusia.
Meski demikian, terhadap pihak yang belum memenuhi ketentuan, proses pembinaan masih dilakukan. Hingga saat ini, Ismoyo menyebut belum ada vila yang ditutup dalam proses tersebut.
“Belum, masih dibina,” katanya. BVA, lanjut dia, pada prinsipnya siap mendukung pemerintah dalam menjalankan peraturan yang berlaku.
Organisasi tersebut juga mendorong agar industri vila berkembang dalam koridor yang sesuai dengan ketentuan.
“Jalan peraturan yang ada, kami siap mendukung,” ujarnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah baru BVA yang kini berupaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi melalui platform digital.
Sebelumnya, BVA secara resmi meluncurkan website baru pada Jumat, 21 Agustus 2026. Peluncuran tersebut menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkenalkan kembali identitas sekaligus mempertegas arah perjuangan BVA di tengah perkembangan industri pariwisata Bali.
Website resmi BVA diluncurkan melalui prosesi simbolis penekanan tombol yang dipimpin Ketua BVA Haji Ismoyo bersama para tamu VIP.
Namun, kehadiran website tersebut tidak sekadar menjadi sarana informasi organisasi. Platform digital itu diposisikan sebagai pintu gerbang baru menuju konektivitas, kolaborasi, informasi dan peluang bagi ekosistem industri vila serta pariwisata Bali.
Melalui website tersebut, BVA berupaya mempertemukan pelaku usaha vila, pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, masyarakat dan mitra industri dalam sebuah ekosistem yang lebih kolaboratif.
Dalam pemaparan profil BVA, Ismoyo menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi, komunikasi, profesionalisme, peningkatan kapasitas anggota serta pengembangan peluang usaha dalam ekosistem industri vila dan pariwisata Bali.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku industri dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan mengusung semangat “United for Sustainable Bali Tourism” atau “Bersatu untuk Pariwisata Bali yang Berkelanjutan”, BVA ingin berkembang menjadi asosiasi yang semakin kuat, profesional dan terpercaya.
BVA juga menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendorong masa depan pariwisata Bali yang lebih bertanggung jawab, kompetitif, inklusif dan berkelanjutan.
Bagi BVA, penguatan organisasi dan kehadiran digital tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. Termasuk mendorong industri vila agar berkembang secara profesional dan tetap berjalan sesuai aturan. BWN-04































