Mangupura, Baliwakenews.com – Bukan hanya menyisakan keresahan bagi pemilik rumah, aksi asusila yang dilakukan sepasang Warga Negara Asing (WNA) di halaman rumah warga kawasan Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, juga mendorong pemilik rumah melakukan pembersihan secara niskala.
Pemilik rumah, I Wayan Suyadnya, menggelar upacara Pecaruan Caru Eka Sata, Rabu (26/8/2026). Prosesi tersebut menggunakan ayam brumbun lengkap sebagai sarana pembersihan pekarangan setelah kawasan tersebut menjadi lokasi tindakan yang dinilai mengotori kesucian lingkungan rumah.
“Upacara Caru Eka Sata ini menggunakan ayam brumbun lengkap. Yang mana tujuannya adalah untuk pembersihan di area pekarangan secara niskala, karena telah terjadi hal-hal yang dianggap mengotori area pekarangan rumah. Seperti halnya kejadian tindak asusila yang sempat viral tempo hari,” ungkap Suyadnya.
Menurut Suyadnya, pelaksanaan Pecaruan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pembersihan secara niskala, tetapi juga menjadi harapan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Ia berharap aksi asusila tidak lagi terjadi, baik di pekarangan rumahnya maupun di ruang publik lainnya, khususnya di wilayah Kecamatan Kuta Utara.
Namun, bagi Suyadnya, kejadian yang viral tersebut bukan merupakan kasus pertama. Ia menuturkan, tindakan serupa yang dilakukan sejumlah turis asing di kawasan permukiman tersebut sudah cukup sering terjadi.
Menurut keyakinannya, fenomena tersebut sedikit banyak berkaitan dengan keberadaan tempat hiburan di kawasan tersebut. Sebab, sebagian besar pelaku yang ditemukan melakukan tindakan tersebut disebut dalam kondisi mabuk.
Meski demikian, Suyadnya tidak serta-merta menyalahkan keberadaan tempat hiburan. Baginya, persoalan tersebut pada akhirnya kembali kepada kesadaran masing-masing individu untuk menghormati lingkungan dan norma yang berlaku.
“Di wilayah sini sebenarnya ada tempat akomodasi wisata, tapi tidak tahu kenapa mereka malah melakukan di tempat terbuka. Padahal penerangannya sudah cukup, dan sudah ada CCTV juga. Jadi bagi saya ini kembali lagi ke individu masing-masing,” ucapnya.
Di sisi lain, Suyadnya mengapresiasi langkah cepat petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dalam menangani kejadian tersebut.
Menurutnya, koordinasi yang solid antarinstansi membuat terduga pelaku tindakan asusila di halaman rumahnya dapat segera diamankan.
“Karena sering kejadian, maka kami sangat mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dan Imigrasi Ngurah Rai. Kami berharap langkah cepat aparat ini bisa berlanjut ke depannya,” harap Suyadnya.
Dengan digelarnya Pecaruan Caru Eka Sata, Suyadnya berharap halaman rumahnya kembali bersih secara niskala dan kejadian serupa tidak terulang. Ia juga berharap masyarakat maupun wisatawan asing dapat tetap menghormati norma dan lingkungan di kawasan permukiman. BWN-04































