Tabanan, Baliwakenews.com
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Desa BRILiaN Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti berbagai kegiatan yang digelar BRI Region 17 Denpasar, Sabtu (22/8/2026).
Tak sekadar perayaan kemerdekaan, kegiatan bertajuk Semarak Merah Putih Kemerdekaan ini menjadi momentum BRI untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong potensi ekonomi desa.
Kemeriahan dimulai melalui Fun Walk Carnival. Warga dari berbagai kelompok usia tampil dengan atribut merah putih, sepeda hias hingga pertunjukan baleganjur. Puncaknya, masyarakat membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter sebagai simbol HUT ke-81 RI.
Suasana semakin semarak dengan zumba bersama, perlombaan kemerdekaan, senam lansia, pembagian doorprize dan panggung hiburan. Musisi lokal Bali, Ary Kencana dan Bagus Wirata, turut menghibur masyarakat.
Kegiatan dibuka Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya, bersama Camat Baturiti Ni Luh Putu Mahadi Santi Dewi dan Perbekel Desa Angseri I Nyoman Warnata. Hadir pula jajaran Pemerintah Desa dan Desa Adat Angseri, manajemen BRI serta Insan BRILiaN.
Namun, kemeriahan bukan satu-satunya yang menjadi sorotan. BRI juga membawa misi memperkuat ekonomi berbasis desa.
Sebanyak 16 UMKM lokal Angseri ambil bagian dengan memamerkan berbagai produk unggulan. Keterlibatan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas peluang pasar.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kehadiran BRI di desa tidak hanya sebatas layanan perbankan, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat tumbuh bersama masyarakat.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat kebersamaan dan gotong royong. Melalui kegiatan Semarak Merah Putih ini, kami ingin BRI hadir bersama rakyat, menjadi wadah bagi masyarakat untuk berekspresi, berkarya, dan memperkuat kebersamaan,” ujar Hery.
Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
“BRI meyakini bahwa desa memiliki potensi besar untuk terus berkembang, sehingga penguatan ekonomi masyarakat juga perlu dimulai dari desa,” tegasnya.
Tak berhenti pada kegiatan hiburan dan pemberdayaan ekonomi, BRI juga menghadirkan aksi sosial. Sebanyak 500 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.
BRI juga membuka donasi bagi korban bencana di Indonesia melalui YBM BRILiaN. Selain itu, masyarakat diajak berpartisipasi dalam Wall Donation bertajuk “Satu Tanda, Sejuta Harapan”.
Dalam aksi tersebut, sebanyak 810 stiker ditempelkan. Setiap satu stiker yang ditempelkan masyarakat dikonversi menjadi donasi Rp50 ribu oleh BRI Peduli.
Jika seluruh stiker terealisasi, nilai donasi yang dikonversi mencapai Rp40,5 juta.
Hery menegaskan, keterlibatan 16 UMKM lokal menjadi bagian dari komitmen BRI untuk memberikan ruang lebih luas kepada masyarakat agar dapat mengembangkan kreativitas dan potensi ekonomi yang dimiliki.
“Desa memiliki potensi yang sangat besar, termasuk melalui kreativitas masyarakat dan para pelaku UMKM. Karena itu, BRI terus berkomitmen untuk hadir bersama masyarakat dan mendorong potensi ekonomi yang tumbuh dari desa,” katanya.
Komitmen tersebut juga dijalankan melalui program Desa BRILiaN, yang mendorong desa potensial mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan kapasitas masyarakat dan mengembangkan ekonomi secara berkelanjutan.
Perbekel Desa Angseri I Nyoman Warnata mengapresiasi kehadiran BRI yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Atas nama masyarakat Desa Angseri, saya mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah melaksanakan kegiatan sosial dalam rangka Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI ke-81. Kehadiran BRI di tengah-tengah masyarakat Angseri merupakan wujud nyata kepedulian BRI kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Angseri.
Semarak Merah Putih di Angseri pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan tak melulu soal seremoni. Di tengah hiburan dan semangat gotong royong, ada upaya menggerakkan UMKM, memperkuat ekonomi desa, serta menghadirkan manfaat sosial secara langsung bagi masyarakat. BWN-03
































