Posyandu Tak Lagi Sekadar Timbang Balita, Ny. Putri Koster Dorong Kader Kuasai 6 Layanan Dasar

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Peran Posyandu di Bali kini diperluas. Tak lagi sebatas tempat menimbang bayi dan balita, Posyandu didorong menjadi pusat pelayanan masyarakat yang menyentuh berbagai kebutuhan dasar hingga tingkat desa.

Penegasan itu disampaikan Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026).

Ny. Putri Koster mengatakan, transformasi Posyandu menuntut perubahan kapasitas kader. Posyandu kini mendukung pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

“Posyandu tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat penimbangan bayi dan balita,” tegasnya.

Baca Juga:  Bayi Perempuan Mungil Dibuang oleh Ibunya di Kebun Warga

Menurutnya, kader harus mampu beradaptasi dengan cakupan tugas yang semakin luas. Mereka bukan hanya bertugas dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berperan sebagai edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat.

Kader juga didorong aktif mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, gizi keluarga, kebersihan serta kelestarian lingkungan, pendidikan anak hingga kepedulian sosial.

Dengan posisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kader dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat mulai dari keluarga hingga desa.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia menekankan, pembangunan berkualitas berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata. Karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting agar transformasi Posyandu tidak berhenti pada perubahan konsep, tetapi benar-benar terasa dalam pelayanan masyarakat.

Baca Juga:  Demo Mahasiswa Papua di Renon Dihalau Pecalang

Melalui Bimtek, para kader diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan Posyandu enam bidang SPM. Koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya juga harus diperkuat.

“Dengan kader yang memiliki kapasitas dan semangat pengabdian, kita berharap Posyandu dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan,” katanya.

Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, melaporkan Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 diikuti 111 kader yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Jembrana.

Baca Juga:  Tim Yustisi Denpasar Tegakkan Prokes dan Tenertiban Baliho Kadaluwarsa

Bimtek berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman, pengetahuan dan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan, edukasi serta pendampingan kepada masyarakat berdasarkan enam bidang SPM.

Selain meningkatkan kapasitas kader, Bimtek menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara kader dengan pemerintah desa, perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Posyandu juga diarahkan semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Dengan transformasi tersebut, Posyandu diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi berkembang menjadi simpul pelayanan masyarakat sekaligus penggerak pembangunan dari tingkat keluarga hingga desa. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR