Tabanan, baliwakenews.com – Suasana pagi yang tenang di Desa Biaung, Kecamatan Penebel, mendadak gempar saat seorang warga menemukan bayi perempuan yang diduga baru lahir, tergeletak dalam sebuah kardus di tengah kebun pisang, Sabtu (1/3). Bayi malang itu ditemukan dalam keadaan selamat, terbungkus kain hitam, dengan sebotol air mineral di sampingnya.
Penemuan mengejutkan ini terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, ketika seorang warga setempat, I Made Suana (57), sedang beraktivitas di kebunnya. Suara tangisan lirih yang awalnya dikira suara kucing menarik perhatiannya. Namun, setelah mendekati sumber suara, Suana justru menemukan kardus bekas yang diletakkan di bawah pohon pisang.
Kapolsek Penebel, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, dalam keterangannya mengatakan bahwa Suana yang penasaran kemudian membuka kardus tersebut. Betapa terkejutnya ia saat mendapati seorang bayi perempuan yang masih dalam kondisi hidup, beralaskan kain hitam, dan ditemani botol air mineral.
“Setelah memastikan bahwa itu benar-benar bayi, saksi langsung melaporkannya kepada aparat desa dan kami di Polsek Penebel,” ujar AKP Gusti Kade Alit.
Mendapat laporan tersebut, petugas segera menuju lokasi dan mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Penebel I untuk pemeriksaan medis awal. Setelah dinyatakan dalam kondisi stabil, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Hingga saat ini, kondisi bayi dalam keadaan baik dan terus dipantau oleh tim medis di RSUD Tabanan,” tambahnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan faktor ekonomi, kehamilan di luar nikah, atau tekanan sosial yang membuat seseorang nekat mengambil langkah tragis ini.
“Kami masih mengumpulkan bukti dan mencari saksi yang mungkin mengetahui siapa yang telah meninggalkan bayi ini. Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi bisa segera melapor,” ujar AKP Gusti Kade Alit.
Kasus pembuangan bayi bukanlah hal baru di Indonesia. Fenomena ini sering kali dikaitkan dengan kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi, stigma sosial terhadap ibu yang melahirkan di luar nikah, hingga tekanan ekonomi yang membuat seseorang merasa tak mampu membesarkan anaknya.
Warga Desa Biaung mengaku prihatin dengan kejadian ini. Banyak yang bersyukur bayi tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dan segera mendapat pertolongan. Beberapa warga bahkan menawarkan diri untuk mengadopsi bayi tersebut jika tidak ada keluarga yang mengklaimnya.
“Kami berharap bayi ini mendapatkan keluarga yang bisa merawatnya dengan baik. Sangat disayangkan jika ada orang tua yang tega membuang anaknya seperti ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini, pihak berwenang akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Jika pelaku tertangkap, ia dapat dijerat dengan pasal terkait penelantaran anak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, yang dapat berujung pada hukuman pidana.
Kisah bayi dalam kardus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam menghadapi konsekuensi dari sebuah kehamilan. Harapan besar kini tertumpu pada masa depan bayi perempuan tersebut, agar kelak ia tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang dan mendapatkan kehidupan yang layak. BWN-01


































