Mangurupa, baliwakenews.com
Meski mengaku tidak sesuai target, namun Ketua KPU Kabuapten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra menyatakan cukup berbangga. Pasalanya partisipasi masyarakat (parmas,red) dalma pemilihan kepada daerah (Pilkada,red) serentak, 27 November 2024 lalu, merupakan yang tertingdi se-Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Yusa Arsana disela-sela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulas Hasil Penghitungan Suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali serta Bupati dan Wakil Bupati badung tahun 2024 di Kabupaten Badung, yang dilaksankan di Harris Hotel Sunset Road, Rabu 4 Desember 2024.
Yusa Arsana menyatakan dalam Pilkada ini menargetkan Parmas mencapai 90% dan hanya tercapai 78,01%. Meski demikian dikatakan angka ini merupakan yang tertinggi di Bali dan secara nasional. “Saya tetap bersyukur bisa mencapai 90% di satu kecamatan yaitu Kecamatan Abiansemal, kemudian di petang 87,10%, Mengwi juga 88,69%. Di tiga kecamatan ini partisipasi cukup tinggi walaupun itu turun dari Pileg (Pemilihan Legislatif) tertinggi mencapai 95%,” ungkapnya.
Dikatakan partisipasi masyarakat di kawasan Badung Selatan memang berbeda dari Badung Utara. “Memang perlakuannya berbeda di Badung Selatan karena kondisi demografis berbeda, kondisi DPT (daftar Pemilih Tetap) juga berbeda. Jadi di selatan terendah di Tuban hanya 48% kehadiran pemilih, kemudian Jimbaran 52% padahal dua kelurahan ini dukungan DPT itu cukup besar. Itu yang menyebabkan persentase parmas rendah, kalau DPT kecil pengaruhnya tidak signifikan terhadap parmas di Bandung,” tandasnya.
Kondisi tersebut dikatakan akan menjadi evaluasi bagi penyelenggara pemilihan umum, terutama di daerah-daerah yang demografinya berbeda, apakah mungkin nanti ada perlakuan berbeda antara data pemilih dan data penduduk.
“Kalau ini bisa dilakukan tentu seperti pemilu 2020, kami di Tuban itu mengurangi jumlah pemilih 44.000, di Jimbaran hampir 50.000. Sehingga di Jimbaran pada Pilkada 2020 kita mengurangi 20 TPS, di Tuban kita mengurangi 18 TPS dari 35 TPS yang kita rencanakan tersisa hanya 17 TPS. Itu dengan pola pendataan penduduk de facto, karena sekarang de jure setiap orang dengan ktp dan data administrasi kependudukan di Bandung dia tetap harus kami catatkan sebagai pemilih,” tukasnya.
Dari awal pihaknya sudah mengatakan bahwa satu-satunya kendala yang paling berat bagi KPU Badung untuk menghadirkan pemilih di kawasan Badung Selatan ke TPS, yang kedua kendalanya adalah waktu yang disiapkan untuk pilkada ini cukup singkat. “Waktunya sangat singkat, termasuk waktu kita menyampaikan c pemberitahuan. Kami sebenarnya menyarankan kepada tim untuk bisa cut off data pemilih di awal November, artinya kalau di awal November minggu pertama kita sudah cut off untuk DPT cetak kita bisa min 10 atau paling lambat min 14 pencoblosan sudah menurunkan C pemberitahuan kepada KPPS kita. Sehingga pemilih bisa mengatur jadwal bagi yang bekerja di pariwisata bisa juga melakukan pindah memilih. Pindah memilih ini tidak bisa dilakukan karena efektif pembagian C pemberitahuan tiga hari menjelang hari pemungutan suara,”ungkapnya.
Selain itu karakteristik masyarakat di Bandung itu ketika tidak mendapatkan C pemberitahuan, walaupun KPU Badung sudah mensosialisasikan bisa menggunakan DPT online, menurut mereka ini adalah perlakuan yang berbeda. “Nah persoalan-persoalan yang cukup fundamental menurut saya untuk meningkatkan partisipasi adalah memang C pemberitahuan itu mereka belum terima, karena mereka sendiri tidak ada di tempat, tetapi sebagai penduduk yang beradministrasi penduduk di Bandung harus kami catatkan kepada DPT sehingga C pemberitahuan kembali kepada kami, karena kami tidak bisa memberikan pemberitahuan kepada bukan orang yang bersangkutan atau keluarga dekat yang akan bertanggung jawab,” ujarnya sambung memberi contoh di Tuban jalan Sempati blok 1 sampai 12 itu sekarang sudah menjadi tempat produksi pia aji, di situ dulu tempat pemukiman ada ratusan kk. Sekarang orangnya masih beralamat di sana tetapi tidak ada di sana sehingga petugas tidak berani memberikan C pemberitahuan kepada teman-teman yang ada di sana.
Yusa Arsana berharap di Badung Selatan bisa mencapai di atas 70% tetapi masih syukur Kuta Utara bisa mencapai 73,49%, kalau Kuta Selatan dan Kuta mencapai 70% ia yakin parmas akan mencapai 85%. “Ini sebetulnya kalau saja mencapai 85% ini menjadi kepuasan tersendiri bagi kami tetapi itu tidak bisa kita lakukan. Tetap kami mohon maaf kepada semua pihak belum bisa menampilkan hasil maksimal sesuai harapan kami, sebetulnya kalau saja kuota Selatan dan Kuta bisa mencapai 70-75% kita pasti mendapatkan parmas Bandung 80-85%. Ini raihan yang cukup tinggi untuk Pilkada serentak di seluruh Indonesia,” tukasnya.
Sementara dari hasil Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2024 di Kabupaten Badung, Paslon nomor 1 Mulia – PAS memperoleh suara 111.062, sedangkan paslon nomor 2 Koster-Giri memperoleh 204.136 suara.
Untuk Bupati dan Wakil Bupati Badung, paslon nomor 1 Suyadinata memperolehn94.005 suara dan paslon nomor 2 Adi-Cipta memperoleh 221.802 suara. BWN-03































