Bupati Adi Arnawa Sambut Wapres Gibran Dalam Dialog Pariwisata Bali

0
Bupati Wayan Adi Arnawa saat menyambut kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Provinsi Bali di Gedung Widyatula, Politeknik Pariwisata Bali, Kampial, Nusa Dua, Jumat (13/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Provinsi Bali yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama pelaku usaha sektor pariwisata. Kegiatan berlangsung di Gedung Widyatula, Politeknik Pariwisata Bali, Kampial, Nusa Dua, Jumat (13/2).

Forum silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan pariwisata untuk membahas perkembangan terkini, tantangan struktural, serta agenda pemulihan dan pertumbuhan pariwisata Bali secara berkelanjutan.

Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Forkopimda Bali, serta para Bupati dan Wali Kota se-Bali.

Dalam keterangannya, Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa Wakil Presiden menerima berbagai masukan komprehensif dari pelaku usaha dan pemangku kepentingan pariwisata. Sejumlah isu strategis yang mengemuka antara lain kemacetan, sistem tiket dan tata kelola destinasi, ketersediaan air bersih, kesiapan infrastruktur, hingga persoalan persampahan yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan sektor pariwisata.

“Pada prinsipnya, terdapat harapan agar pemerintah pusat dapat menerbitkan kebijakan terkait penutupan TPS Suwung. Aspirasi tersebut kami dengarkan secara seksama. Namun, secara prinsip kami di pemerintah daerah akan terus mengambil langkah-langkah konkret, khususnya dalam penanganan sampah di Kabupaten Badung,” tegas Bupati.

Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung telah memperkuat koordinasi dengan kepala desa dan desa adat untuk mengoptimalkan operasional TPS di masing-masing wilayah. Upaya ini bertujuan menekan residu sampah seminimal mungkin melalui pendekatan pengelolaan berbasis sumber (hulu), termasuk pembangunan Teba Modern.

Pada APBD Badung Tahun Anggaran 2026, Pemkab Badung mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26 miliar untuk pengelolaan sampah berbasis hulu. Selain itu, dengan dukungan APBD Provinsi Bali, total anggaran penanganan sampah yang disiapkan mencapai lebih dari Rp 300 miliar.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga daya saing pariwisata Bali di tingkat nasional dan global.BWN-HB

HUT Ke-38 WHDI Provinsi Bali, Badung Raih Juara I Lomba Kidung dan Dharma Wacana

0
Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri puncak peringatan HUT Ke-38 WHDI Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Kamis (12/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Kabupaten Badung berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara I Lomba Kidung dan Lomba Dharma Wacana dalam rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Kamis (12/2).

Tidak hanya dua Juara I, WHDI Kabupaten Badung juga berhasil meraih Juara II Lomba Gebogan dan Juara II Lomba Makekawin. Dari 5 kategori lomba yang dipertandingkan, kontingen Badung sukses membawa pulang empat gelar juara.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota. “Kami sangat berbangga karena dari lima kategori lomba yang diperlombakan, WHDI Kabupaten Badung berhasil membawa pulang empat gelar juara, yaitu Juara I Lomba Kidung, Juara I Lomba Dharma Wacana, Juara II Lomba Gebogan, dan Juara II Lomba Mekekawin,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Yunita Alit Sucipta juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada WHDI Provinsi Bali. Ia berharap WHDI ke depan semakin memperkuat perannya sebagai wadah pemberdayaan perempuan Hindu. “Saya berharap perempuan Hindu mampu terus membangun dan mengembangkan diri serta karakter yang berlandaskan Dharma, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara demi terwujudnya Indonesia Emas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjokorda Istri Sri Rasmawati Yudhara, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-38 tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Membentuk Keluarga Sehat Menuju Indonesia Emas”. Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi yang mewadahi aspirasi perempuan Hindu, WHDI diharapkan mampu memberikan ruang bagi perempuan untuk menjalankan perannya secara optimal, baik dalam membentuk keluarga yang sehat maupun sebagai pribadi yang mandiri dan berdaya saing. “Semangat persaudaraan serta konsep Tri Hita Karana menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan peran WHDI untuk mewujudkan masyarakat Hindu, khususnya generasi muda, agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan unggul,” ungkapnya.

Acara tersebut turut dihadiri Pembina WHDI Provinsi Bali yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, Penasehat WHDI Provinsi Bali Nyonya Seniasih Giri Prasta, para Ketua WHDI Kabupaten/Kota se-Bali, serta sejumlah undangan lainnya.BWN-HB

Wabup Bagus Alit Sucipta Turun Langsung Tangani Sampah Musiman

0
Wabup Bagus Alit Sucipta dan Nyonya Yunita Alit Sucipta memimpin langsung kegiatan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Jumat (13/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta bersama Nyonya Yunita Alit Sucipta, memimpin langsung kegiatan aksi Korve bersih-bersih di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat pagi (13/2). Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Badung dalam menangani permasalahan sampah pantai yang bersifat musiman dan kerap muncul di sepanjang pesisir Badung, khususnya saat musim angin barat.

Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Badung serta bapak Presiden, sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. “Kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai secara bersama-sama akibat sampah musiman yang terbawa angin barat. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang kedua dan kami lakukan dua kali dalam sepekan. Tidak hanya di kawasan pantai, bersih-bersih juga dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Kami sebagai pimpinan turun langsung ke lapangan untuk memberikan contoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berjenjang hingga ke tingkat banjar sebagai lapisan terbawah dalam struktur organisasi di Kabupaten Badung. Ia meyakini, apabila dilakukan dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, permasalahan sampah di wilayah pesisir dapat teratasi dengan baik. “Kami yakin dan percaya, apabila kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, maka permasalahan sampah di Kabupaten Badung, khususnya di wilayah pesisir, dapat teratasi. Tentunya, hal ini memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat di Bali, khususnya di Kabupaten Badung,” tambah Wabup.

Aksi bersih-bersih tersebut telah dilaksanakan secara berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir dan dijadwalkan dua kali dalam sepekan. Kegiatan menyasar seluruh garis pantai di wilayah Badung, mulai dari Pantai Cemagi hingga Pantai Jimbaran, termasuk kawasan Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta. Melalui aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan secara rutin ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap kebersihan dan keindahan pantai tetap terjaga, sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Kegiatan ini turut melibatkan Kodim Badung beserta jajaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Instansi terkait, unsur Tripika Kecamatan Kuta, Lurah Kedonganan beserta jajaran, serta elemen masyarakat Kedonganan.BWN-HB

Bunda PAUD Kabupaten Badung Kunjungi Kota Jakarta Selatan

0
Bunda PAUD Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan kunjungan kerja ke TK. Negeri Pembina Tingkat Nasional dan Bunda PAUD Kota Jakarta Selatan, Kamis (12/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan kunjungan kerja ke Kota Jakarta Selatan dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pelayanan Pendidikan Usia Dini di Kabupaten Badung. Kunjungan ini difokuskan pada dua lokasi utama yakni TK. Negeri Pembina Tingkat Nasional dan Bunda PAUD Kota Jakarta Selatan, Kamis (12/2).

Turut hadir dalam kunjungan ini Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana beserta jajarannya, Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Kabupaten Badung Nyonya Ayu Parwata, Kepala TK Negeri Pembina dan Pengawas se-Kabupaten Badung.

Kunjungan diterima oleh Bunda PAUD Kota Jakarta Selatan Nyonya Diah Anwar dan Kepala TK. Negeri Pembina Tingkat Nasional Jakarta Selatan Ibu Andini Nur Lestari. Selama kunjungan, dilakukan berbagai aktivitas termasuk studi banding mengenai sistem pengelolaan PAUD, pendekatan pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini, serta pembahasan terkait pengembangan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.

Rombongan dari Kabupaten Badung juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati langsung proses belajar mengajar di kelas, serta berbagi pengalaman terkait tantangan dan keberhasilan dalam mengelola PAUD di daerah masing-masing.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya sebagai kunjungan biasa, namun bertujuan untuk menggali informasi mendalam dan memberikan wawasan baru yang sangat berharga bagi perkembangan PAUD di Kabupaten Badung. “Hasil dari kunjungan ini akan dijadikan dasar yang kuat untuk menyusun kebijakan dan program pengembangan PAUD lebih lanjut di Kabupaten Badung. Kami berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Jakarta Selatan dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal di Badung, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Bunda PAUD Kota Jakarta Selatan Nyonya Diah Anwar menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan yang dilakukan oleh rombongan Kabupaten Badung. Pihaknya juga menjelaskan mengenai strategi unggulan yang diterapkan di Jakarta Selatan. “PAUD di Kota Jakarta Selatan menerapkan strategi ‘Berbagi’ (Bersama Bangun Sinergi) yang menjadi pijakan utama dalam membangun kolaborasi erat antar Seksi Daerah (SKPD), lembaga pemerintah terkait, serta mitra organisasi swasta dan masyarakat. Strategi ini bertujuan untuk menyatukan berbagai sumber daya dan kompetensi untuk mendukung program Bunda PAUD dalam mewujudkan visi: PAUD yang bermutu untuk semua anak usia dini di Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Sementara Kepala TK Negeri Pembina Tingkat Nasional Jakarta Selatan Ibu Andini Nur Lestari memaparkan bahwa sebagai lembaga pendidikan anak usia dini berstatus tingkat nasional, TK Negeri Pembina selalu berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas yang berbasis pada perkembangan holistik anak. “Kami percaya bahwa kerja sama antar daerah menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan PAUD di seluruh Indonesia. Kunjungan Bunda PAUD dan tim dari Kabupaten Badung ini merupakan momentum berharga untuk saling belajar, bertukar informasi tentang inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kurikulum nasional, serta penguatan kapasitas pendidik PAUD melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Semoga pertemuan hari ini dapat menghasilkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi perkembangan PAUD di daerah masing-masing, bahkan menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di Indonesia,” paparnya.BWN-HB

Wapres Gibran Sidak Pasar Badung, Dorong Subsidi Merata untuk Tekan Inflasi Denpasar

0
Sumber: (Humas) SIDAK - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Pasar Badung, Jumat 13 Februari 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Pasar Badung, Jumat 13 Februari 2026 pagi. Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan pentingnya subsidi merata bagi pedagang guna menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Kunjungan Wapres didampingi I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wayan Koster, serta Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Ida Bagus Kompyang Wiranata bersama jajaran terkait.

Pastikan Harga Stabil dan Pasar Makin Modern

Di sela dialog dengan pedagang, Gibran menegaskan kunjungan ini bertujuan memastikan harga bahan pokok tetap stabil sekaligus mendorong percepatan digitalisasi pasar tradisional.

“Komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ekosistem perdagangan rakyat agar semakin efisien dan modern,” tegas Gibran.

Menurutnya, langkah menjaga stabilitas harga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi rakyat melalui kebijakan responsif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Wapres juga meminta agar komoditas yang mengalami gejolak harga segera diintervensi melalui skema subsidi yang adil dan menyeluruh.

“Jika ada komoditas yang naik signifikan, subsidinya sebaiknya diberikan kepada seluruh pedagang, agar dampaknya terasa merata,” ujarnya.

Subsidi Difokuskan pada Cabai

Wali Kota Denpasar, Jaya Negara, menyebut Pasar Badung mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

Menurutnya, Pemkot Denpasar melalui Perumda Pasar Sewakadarma dan Unit Usaha Sewaka Jaya telah menjalankan program subsidi bagi pedagang untuk komoditas strategis seperti gula, beras, telur, dan cabai.

“Program ini bertujuan menekan inflasi sekaligus bentuk dukungan nyata kepada pedagang pasar,” kata Jaya Negara.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, menegaskan pihaknya siap mengevaluasi skema subsidi agar lebih luas menjangkau pedagang, terutama pada komoditas yang mengalami lonjakan harga.

“Per hari ini subsidi difokuskan pada cabai yang mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca dan bersifat musiman,” jelas Kompyang.

Ia menambahkan, harga beras dan gula relatif stabil sehingga belum memerlukan intervensi. Sedangkan harga daging mulai naik namun masih dalam batas aman.

Stabilitas Pasokan Masih Terjaga

Secara umum, kondisi pasokan dan harga kebutuhan pokok di Pasar Badung masih terpantau stabil, termasuk komoditas yang didatangkan dari luar Bali.

Kunjungan Wapres Gibran diharapkan memperkuat langkah pengendalian inflasi di Kota Denpasar, menjaga stabilitas harga, serta memastikan pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi rakyat yang sehat, modern, dan berpihak pada pelaku usaha kecil maupun konsumen. BWN-03

Optimisme Konsumen Bali Tetap Kuat, Meski Kunjungan Wisata Turun Pasca Nataru

0
Sumber: (Humas) SURVEI KONSUMEN - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam keterangannya Jumat 13 Februari 2026 mengatakan IKK Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar 135,5.

Denpasar, Baliwakenews.com

Keyakinan konsumen di Bali tetap terjaga di tengah normalisasi kunjungan wisatawan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen periode Januari 2026 yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam keterangannya Jumat 13 Februari 2026 mengatakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar 135,5. Meski turun 2,8 persen secara bulanan (month to month/mtm), angka tersebut masih berada jauh di atas level optimis (indeks >100).

Optimisme tertinggi tercatat pada kelompok pendapatan Rp5–6 juta dengan indeks 146,7. Disusul kelompok berpendapatan di atas Rp8 juta (139,9), Rp7–8 juta (139,6), serta Rp1–2 juta (139,4). Berdasarkan kategori pekerjaan, responden sektor formal mencatat indeks 143,9, sementara sektor informal sebesar 123,4.

“Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi enam bulan ke depan,” ujarnya.

Penurunan IKK terutama dipengaruhi melemahnya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun dari 147,8 menjadi 142,7 atau minus 3,5 persen (mtm).

Penurunan terdalam terjadi pada:

Indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang (-4,9%; indeks 145,0)

Indeks prakiraan penghasilan enam bulan mendatang (-3,1%; indeks 142,0)

Indeks prakiraan kegiatan usaha enam bulan mendatang (-2,4%; indeks 142,0)

Responden menilai pelemahan ekspektasi ini dipengaruhi oleh turunnya kunjungan wisatawan seiring normalisasi pasca Nataru. Data Angkasa Pura I menunjukkan total kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pada Januari 2026 mencapai 917 ribu orang, turun 12,4 persen (mtm).

“Penurunan jumlah wisatawan tersebut berdampak pada terbatasnya peluang kerja harian, terutama di sektor akomodasi dan transportasi. Selain itu, berkurangnya wisatawan juga mengurangi pendapatan tambahan atau bonus bagi pekerja yang bergantung pada aktivitas pariwisata, ” ungkap Erwin.

Kondisi Ekonomi Saat Ini Ikut Melambat

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga mengalami perlambatan dari 131,0 menjadi 128,3 atau turun 2,0 persen (mtm). Pelemahan ini terutama disebabkan turunnya indeks penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan lalu sebesar 2,9 persen (mtm) menjadi 135,5.

Sementara itu, indeks kegiatan usaha saat ini dibandingkan enam bulan lalu stagnan di angka 100,0. Di sisi lain, indeks konsumsi barang tahan lama justru meningkat 1,3 persen (mtm) menjadi 118,5, menunjukkan daya beli untuk kebutuhan tertentu masih terjaga.

Meski IKE dan IEK mengalami koreksi, keduanya tetap berada pada zona optimis (>100), menandakan keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi Bali masih relatif kuat.

Sinergi Jaga Stabilitas Harga Jelang Imlek dan Ramadan

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bank Indonesia Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota terus memperkuat koordinasi.

Menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadan pada Februari 2026, TPID memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui operasi pasar murah, pengawasan harga komoditas utama, serta pengamanan jalur distribusi.

Langkah antisipatif juga dilakukan melalui vaksinasi ternak sapi guna mencegah penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD), yang berpotensi mengganggu pasokan daging.

BI Tahan Suku Bunga, Bali Perkuat Citra Pariwisata

Di tingkat nasional, pada Rapat Dewan Gubernur 20–21 Januari 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility 3,75 persen, dan Lending Facility 5,50 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas di tengah tensi geopolitik global.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali juga memperkuat citra pariwisata berkelanjutan melalui pengelolaan sampah, antara lain lewat sosialisasi pemanfaatan Teba Modern untuk pengolahan kompos serta Gerakan Bali Bersih Sampah yang melibatkan pelajar hingga masyarakat umum.

“Sinergi kebijakan pro-stability dan pro-growth tersebut diharapkan mampu menjaga optimisme konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali tetap solid di tengah dinamika sektor pariwisata,” pungkasnya. BWN-03

Turah Nadi Putra Dorong Kemandirian Anak Muda Melalui Bali Taster Cup 2026

0
PANTAU-Wakil Ketua DPRD Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra saat memantau kegiatan Golkar Bali Taster Cup Championship 2026 di Kabupaten Badung, Jumat (13/2).

Mangupura, Baliwakenews.com

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung sekaligus Ketua DPD Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para peracik kopi dalam ajang Golkar Bali Taster Cup Championship 2026 di Kabupaten Badung yang dilaksanakan, Jumat (13/2). Acara ini merupakan bagian dari agenda rotasi yang diinisiasi oleh DPD Golkar Bali untuk menjaring talenta barista berbakat.

Polisi asal Kerobokan yang akrab disapa Turah Tut ini menyampaikan bahwa perkembangan dunia kopi saat ini telah mengalami lompatan inovasi yang sangat jauh dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Kalau dulu kita tahu kopi kan cuma satu rasa, ada kopi bubuk, kopi hitam, dan kopi susu. Sekarang, dengan berkembangnya inisiatif kreatif dari kalangan anak muda, khususnya bagi yang suka di kalangan barista atau peracik kopi, ini sudah luar biasa. Ini merupakan kegiatan perdana dari Partai Golkar Badung” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tren berkumpulnya anak muda kini telah bergeser ke arah yang lebih positif. “Anak-anak muda sekarang lebih banyak ngumpulnya di kedai-kedai kopi. Tren sekarang sudah banyak meninggalkan miras atau wiski. Mereka lebih sering ngumpul di kedai kopi, baik yang menengah maupun kafe yang cukup elit,” tambahnya.

Melalui kompetisi ini, Turah Tut berharap para peserta tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi. Beliau melihat potensi besar di wilayah Badung, dari ujung utara hingga selatan, di mana sektor UMKM kuliner dan kedai kopi sedang menggeliat.

“Tujuan kita adalah bagaimana membuat kelompok kalangan generasi muda ini bisa menjadi orang yang mandiri, khususnya bagi pecinta barista. Di sini kita mencetak talenta-talenta yang akan berkompetisi, yang nantinya punya peluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri,” jelasnya.

Bagi para jawara di tingkat kabupaten, Turah Tut menegaskan, perjalanan mereka tidak berhenti di sini. Para pemenang akan diadu kembali di tingkat provinsi hingga jenjang nasional sesuai dengan rencana Ketua DPD Golkar Bali.

Bagi yang belum berhasil, kata Turah Tut memberikan semangat untuk kembali mencoba di tahun mendatang.”Yang belum mendapatkan juara, mari kita ulang di tahun berikutnya. Ini akan tetap kita lakukan secara berkala, kemungkinan berlanjut setiap tahun,” pungkasnya.

Para pemenang kompetisi mencicipi kopi ini akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah hingga piagam yang nantinya bisa digunakan dalam mencari kerja.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris DPD Golkar Bali Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, Sekretaris DPD Golkar Badung Made Tommy Martana Putra, serta Fraksi Golkar DPRD Badung daintaranya, IGN Saskara, Nyoman Sudana, Made Suparta, Wayan Joni Pargawa dan Putu Sika Adi Putra. BWN-05

LLDikti Wilayah VIII Tegaskan Kampus Wajib Kelola Sampah dari Sumbernya

0
Sumber: (Purnama) TALK SHOW - dalam rangkaian HUT ke-44 LLDikti Wilayah VIII, digelar Talkshow Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Jumat (13/2/2026), di Aula Bima, Kantor LLDikti Wilayah VIII, Denpasar.

Denpasar, Baliwakenews.com

LLDikti Wilayah VIII menegaskan komitmennya mendorong perguruan tinggi menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis sumber melalui Talkshow Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang digelar dalam rangkaian HUT ke-44, Jumat (13/2/2026), di Aula Bima, Kantor LLDikti Wilayah VIII, Denpasar.

Momentum ini menjadi penegasan bahwa LLDikti Wilayah VIII tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga pada penguatan tata kelola kampus yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi layanan berbasis data yang tengah dikembangkan melalui konsep “Kampus Berdata”, turunan dari Big Data 84 perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDikti Wilayah VIII.

“LLDikti Wilayah VIII ingin memastikan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara administratif dan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab ekologis yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis sumber kini menjadi agenda strategis yang dimonitor langsung melalui mekanisme evaluasi yang diterbitkan LLDikti Wilayah VIII kepada seluruh perguruan tinggi swasta di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 yang menekankan perubahan paradigma dari pola “kumpul–angkut–buang” menjadi pengurangan dan penanganan sampah sejak dari sumbernya.

Di tingkat daerah, komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

LLDikti VIII Bangun Sinergi Kampus

Talkshow ini merupakan hasil kolaborasi antara LLDikti Wilayah VIII dan tiga perguruan tinggi swasta sebagai panitia inti, yakni Universitas Warmadewa, Institut IPB Internasional, dan IDB.

Hampir seluruh perguruan tinggi di Bali, termasuk dari Singaraja, hadir dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan dukungan kuat terhadap arah kebijakan yang digagas LLDikti Wilayah VIII.

Melalui pendekatan berbasis data, LLDikti Wilayah VIII mendorong kampus untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terdokumentasi, terukur, serta dapat menjadi indikator mutu tata kelola institusi.

Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., yang juga Ketua Tim Pelaksana HUT ke-44, menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis LLDikti Wilayah VIII.

“Komitmen terhadap lingkungan adalah bagian dari penguatan mutu perguruan tinggi. Kampus harus berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

HUT ke-44, Momentum Transformasi

Mengusung tema Menguatkan Mutu, Memperluas Akses, Mewujudkan Pendidikan Tinggi Berdampak, HUT ke-44 LLDikti Wilayah VIII menjadi momentum konsolidasi peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan.

Dengan dukungan regulasi, sistem monitoring, serta kolaborasi lintas kampus, LLDikti Wilayah VIII optimistis perguruan tinggi di Bali dan Nusa Tenggara mampu menjadi model pengelolaan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan.

Di usia ke-44 tahun, LLDikti Wilayah VIII menegaskan diri bukan hanya sebagai regulator dan fasilitator pendidikan tinggi, tetapi sebagai motor penggerak transformasi kampus menuju tata kelola yang unggul, adaptif, dan berwawasan lingkungan. BWN-03

Digerus Air Akibat Hujan Deras, Senderan Perbatasan 2 Banjar di Tabanan Jebol

0
Foto: (BWN-06)JEBOL: Pekerja sedang memperbaiki senderan jalan di perbatasan Banjar Jadi Desa dengan Banjar Pemenang yang masuk wilayah Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan akibat jebol karena tergerus air.

Tabanan, baliwakenews.com

Senderan jalan yang menjadi perbatasan Banjar Jadi Desa dengan Banjar Pemenang yang masuk wilayah Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan jebol akibat terkikis hujan. Kejadian ini terjadi pada Rabu 11 Februari 2026 malam setelah aparat desa mendapat informasi dari warga.

Perbekel Desa Banjar Anyar, I Made Budiana saat dikonfirmasi, Jumat 13 Februari 2026 mengatakan kemungkinan hal itu diakibatkan karena curah hujan pada Rabu sangat tinggi yang mana berlangsung dari pagi hingga sore. “Senderan ini pernah jebol di tahun 2024. Dan sekarang jebol lagi,” ujar Made Budiana.

Setelah mendapat laporan, pihak desa didampingi Camat Kediri kemudian meninjau lokasi. Kejadian ini kemudian langsung dilaporkan kepada Dinas PUPR Kabupaten Tabanan untuk diatensi.

“Bapak Wakil Bupati, I Made Dirga juga sudah meninjau lokasi. Sekarang pekerja sudah mulai memperbaiki,” terangnya.

Pantauan di lapangan, senderan yang jebol cukup dalam yakni kurang lebih 5-6 meter. Arus lalu lintas tetap lancar meski hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas.

Papan penanda jalan jebol juga sudah dipasang agar masyarakat yang membawa roda empat diimbau untuk mencari jalan alternatif. BWN-06

Inflasi 2,59 Persen, Buleleng Siaga Jelang Imlek–Nyepi–Idulfitri

0
Sumber: (HumasBll) INFLASI - Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Bupati Buleleng, Kamis 12 Februari 2026.

Singaraja, Baliwakenews.com

Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Buleleng memperketat strategi pengendalian harga. Melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Bupati Buleleng, Kamis 12 Februari 2026, pemerintah daerah memastikan stok aman dan distribusi lancar agar lonjakan harga bisa ditekan.

Pertemuan strategis ini dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, yang diterima langsung Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra didampingi Sekda Gede Suyasa, Forkopimda, serta pimpinan OPD terkait.

Bupati Nyoman Sutjidra menegaskan, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan memastikan daya beli masyarakat tetap kuat.

“Inflasi sangat berpengaruh terhadap daya beli. Kalau tidak kita kendalikan, dampaknya langsung terasa. Karena itu, stok harus aman dan distribusi tidak boleh terganggu, apalagi menjelang hari raya,” tegasnya.

Stok Dijaga, Operasi Pasar Diperkuat

Data terakhir menunjukkan inflasi Buleleng berada di angka 2,59 persen (year on year), masih dalam rentang target nasional. Bahkan pada Januari 2026, Buleleng mencatat deflasi bulanan sebesar -0,4 persen (month to month). Meski demikian, pemerintah tidak lengah.

Menghadapi potensi lonjakan permintaan musiman, Pemkab menyiapkan langkah konkret:

Intensifikasi operasi pasar dan pasar pangan murah

Penguatan pengawasan distribusi barang

Pengamanan pasokan komoditas strategis

Dinas Pertanian juga menggencarkan gerakan tanam, termasuk pembagian bibit cabai kepada masyarakat. Langkah ini untuk mengantisipasi kenaikan harga hortikultura yang kerap menjadi pemicu inflasi menjelang HBKN.

Komoditas Rawan Dipantau Ketat

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan mengapresiasi respons cepat Buleleng. Ia menyebut kabupaten ini menjadi yang pertama di Bali menggelar High Level Meeting TPID tingkat kabupaten/kota setelah pertemuan TPIP pusat dan TPID provinsi.

Menurutnya, stabilitas harga di daerah memberi kontribusi langsung terhadap ketahanan ekonomi nasional. Inflasi yang tak terkendali akan berdampak pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai menjelang HBKN antara lain cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Meski sebagian dalam kondisi surplus, pola kenaikan harga musiman tetap berpotensi terjadi akibat peningkatan permintaan.

Sinergi Jadi Kunci

Melalui forum TPID ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmen memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia, aparat penegak hukum, serta pelaku usaha. Tujuannya jelas: memastikan harga tetap stabil, distribusi terjaga, dan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Di tengah dinamika ekonomi dan momentum hari raya yang selalu meningkatkan konsumsi, Buleleng memilih siaga lebih awal. Sebab menjaga inflasi tetap terkendali berarti menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan warganya. BWN-03

Saat Generasi Muda Buleleng Menjaga Aksara Leluhur: Gema Bulan Bahasa Bali VIII 2026

0
Sumber: (Humas) LOMBA - Gelaran Bulan Bahasa Bali VIII 2026 di Kabupaten Buleleng, Kamis (12/2/2026).

Singaraja, Baliwakenews.com

Di ruang-ruang lomba yang tersebar di Kabupaten Buleleng, Kamis (12/2/2026), suara Bahasa Bali terdengar lebih lantang dari biasanya. Ada yang membacakan lontar dengan penuh penghayatan, ada yang berpidato dengan intonasi tegas, dan ada pula yang berdebat kritis dalam Bahasa Bali. Semua menyatu dalam semangat Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 tingkat kabupaten.

Bagi sebagian peserta, ini mungkin hanya lomba sehari. Namun bagi Buleleng, ini adalah upaya merawat jati diri.

Pelaksanaan kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng ini menjadi bagian dari gerakan berjenjang yang dilaksanakan mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, desa adat, desa, hingga sekolah-sekolah. Bahasa, aksara, dan sastra Bali tidak dibiarkan berjalan sendiri ia dijaga bersama.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, menegaskan bahwa Bulan Bahasa Bali bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah komitmen kolektif.

“Hari ini kita melaksanakan Lomba Bulan Bahasa Bali ke VIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Buleleng. Para pemenang nantinya akan mewakili Buleleng ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Dari Lontar hingga Debat, Tradisi Bertemu Generasi Z

Tahun ini, enam kategori wajib dilombakan: Nguacen Lontar (membaca lontar), Nyurat Lontar (menulis lontar), Pidarta Bahasa Bali, Mesatua Bahasa Bali, Debat Bahasa Bali tingkat SMA/SMK, serta Pidarta oleh Prajuru Adat.

Peserta datang dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK—serta unsur desa adat. Di tangan anak-anak muda inilah, aksara yang terukir di daun lontar ratusan tahun lalu kembali dihidupkan.

Pada lomba Nguacen Lontar, misalnya, bukan hanya kefasihan yang dinilai, tetapi juga pemahaman makna. Di kategori Nyurat Lontar, ketelitian menjadi kunci—setiap goresan aksara mencerminkan kesabaran dan kedisiplinan.

Sementara di panggung debat Bahasa Bali, suasana terasa berbeda. Bahasa daerah yang kerap diasosiasikan dengan tradisi, kini menjadi medium argumentasi kritis generasi muda. Mereka berdiskusi tentang isu-isu kekinian, namun tetap dalam balutan tata bahasa yang santun dan sesuai kaidah.

Dua tahun lalu, lomba mengetik Aksara Bali berbasis keyboard sempat menjadi sorotan karena memadukan tradisi dan teknologi. Tahun ini kategori tersebut belum dilaksanakan, mengikuti petunjuk teknis yang berlaku. Namun, peluang untuk menghadirkannya kembali tetap terbuka.

Bahasa Bukan Seremonial

Bagi Nyoman Wisandika, tantangan terbesar bukanlah menyelenggarakan lomba, melainkan menjaga konsistensi penggunaan Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak ingin Bulan Bahasa Bali hanya seremonial. Penguatan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali harus dimulai dari sekolah dan keluarga,” tegasnya.

Regulasi telah ada untuk memperkuat posisi Bahasa Bali di ruang pendidikan dan publik. Namun tanpa komitmen keluarga dan sekolah, upaya tersebut akan terasa hampa. Bahasa adalah kebiasaan. Ia hidup jika digunakan, dan perlahan memudar jika ditinggalkan.

Melalui ajang ini, generasi muda tidak hanya diuji kemampuannya, tetapi juga ditempa nilai sportivitas dan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Mereka belajar bahwa berbicara dalam Bahasa Bali bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan bentuk penghormatan kepada leluhur.

Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman

Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi bahasa asing dalam ruang digital, Bulan Bahasa Bali menjadi pengingat bahwa identitas tak boleh tercerabut dari akarnya.

Kabupaten Buleleng memandang pelestarian Bahasa Bali sebagai investasi jangka panjang bukan hanya untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat karakter generasi mendatang.

Di akhir hari, para juara diumumkan. Namun yang lebih penting dari sekadar piala adalah pesan yang tertanam: bahwa Bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jiwa kebudayaan.

Dan selama jiwa itu terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, aksara leluhur Bali akan tetap hidup tidak hanya di atas lontar, tetapi juga di hati masyarakatnya. BWN-03

Dari Sampah Jadi Penanda Arah: Wajah Baru Titik Nol Singaraja Berbahan Plastik Daur Ulang

0
Sumber: (HumasBll) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, Bicara Inovasi ubah Sampah Jadi Penanda Arah, Rabu 11 Februari 2026.

Singaraja, Baliwakenews.com

Di sudut Titik Nol Kota Singaraja, arah tak lagi sekadar penunjuk jalan. Ia kini menjadi simbol perubahan. Di bawah langit pesisir utara Bali, papan nama jalan berdiri dengan warna dan tekstur yang tak biasa terbuat dari limbah plastik daur ulang, hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buleleng dan komunitas pengolah sampah lokal.

Gagasan ini lahir dari semangat mempercantik kota tanpa melupakan bumi. Melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, penataan kawasan strategis Titik Nol tak hanya menata arus lalu lintas dan estetika ruang, tetapi juga menyelipkan pesan kuat tentang keberlanjutan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menuturkan bahwa arahan pimpinan daerah menjadi titik awal lahirnya inovasi tersebut. Kawasan kota, menurutnya, harus aman, tertib, dan sekaligus ramah lingkungan.

Lampu penerangan jalan dirancang menggunakan PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya), kabel ditanam di bawah tanah untuk menjaga kerapian visual kota, dan papan nama jalan dipilih sebagai medium edukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Kenapa tidak memanfaatkan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan?” begitu kira-kira pertanyaan yang kemudian menggerakkan ide ini.

Dari Desa Petandakan, Plastik Mendapat Kehidupan Kedua

Di Desa Petandakan, denyut perubahan itu berawal. Melalui kolaborasi dengan Rumah Plastik Mandiri Buleleng, limbah plastik yang semula tercecer di lingkungan kini dipilah, dicacah, dan dipadatkan menjadi lembaran-lembaran kokoh.

Eka Darmawan, pemilik Rumah Plastik Mandiri Buleleng, mengaku proyek ini menjadi kebanggaan tersendiri. Baginya, ini bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi warisan visual yang akan dinikmati masyarakat setiap hari.

Material yang digunakan adalah plastik jenis HDPE bahan yang dikenal kuat, tahan cuaca, dan aman. Namun papan nama jalan ini tak hanya mengedepankan fungsi. Sentuhan seni Bali disematkan pada desainnya, bahkan dirancang kemungkinan penambahan ukiran khas Bali di masa mendatang.

Regulasi dari Kementerian Perhubungan tetap menjadi pijakan utama. Petunjuk teknis dipatuhi sepenuhnya, sementara kreativitas lokal memberi identitas yang membedakan Singaraja dari kota lain.

Yang menarik, papan nama jalan ini bersifat dinamis. Ada bagian yang dapat dimodifikasi mengikuti momentum tertentu mulai dari peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singaraja hingga Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Penanda arah pun bisa “bercerita” sesuai suasana kota.

Satu Ton Plastik untuk Sepuluh Penanda

Di balik satu papan nama jalan, ada kisah panjang tentang pengumpulan sampah. Untuk memproduksi 10 papan nama lengkap dengan tiangnya, dibutuhkan sekitar 880 kilogram plastik dalam kondisi sudah tercacah. Jika dihitung dari sampah mentah, jumlahnya melebihi satu ton.

Plastik-plastik itu dikumpulkan dari jaringan bank sampah dan TPST binaan yang tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng. Tahap terlama justru berada pada proses pengumpulan bahan baku. Setelah material siap, produksi relatif cepat sekitar dua hingga tiga hari untuk satu papan.

Secara keseluruhan, sejak pengumpulan hingga pemasangan, sepuluh papan nama jalan dapat dirampungkan dalam waktu kurang lebih satu bulan. Pada tahap awal penataan Titik Nol, sepuluh unit tersebut akan dipasang di lima ruas jalan masing-masing di awal dan akhir ruas.

Lebih dari sekadar proyek fisik, desain papan nama jalan ini juga direncanakan untuk didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui BRIDA, sebagai identitas resmi milik Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng.

Kota sebagai Ruang Edukasi

Langkah kecil di Titik Nol ini menyimpan makna besar. Di tengah persoalan sampah plastik yang menjadi isu global, Kabupaten Buleleng memilih menjadikannya solusi estetika sekaligus edukasi.

Warga yang melintas mungkin hanya melihat papan nama jalan. Namun di baliknya, ada lebih dari satu ton plastik yang tak lagi mencemari sungai dan laut. Ada kolaborasi pemerintah dan komunitas. Ada pesan bahwa keindahan kota tak harus mengorbankan lingkungan.

Jika inovasi ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin Singaraja akan dikenal bukan hanya sebagai kota tua bersejarah di Bali utara, tetapi juga sebagai kota yang berani mengubah sampah menjadi simbol arah masa depan. BWN-03

Wagub Giri Prasta Tegaskan Komitmen Transparansi, Bali Siap Hadapi Audit LKPD 2025 oleh BPK

0
Sumber: (Humas) ENTRY MEETING - Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Auditorium Bima, Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, Kamis (12/2/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Auditorium Bima, Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Bali, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini merupakan tahapan awal pemeriksaan LKPD oleh BPK RI, khususnya dalam lingkup Ditjen Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) VI. Entry meeting bertujuan menyampaikan ruang lingkup dan metodologi pemeriksaan, sekaligus memperkuat koordinasi antara auditor BPK dan pemerintah daerah.

Selain dihadiri secara langsung oleh jajaran Pemprov Bali, pertemuan tersebut juga diikuti secara daring oleh para bupati dan wali kota dalam wilayah kerja Ditjen PKN VI.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia mengingatkan bahwa kualitas laporan keuangan menjadi cerminan tata kelola pemerintahan yang baik.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan kesiapan kepala daerah di lingkup Ditjen PKN VI untuk mendukung kelancaran proses audit atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

Entry meeting ini diikuti oleh 15 gubernur di wilayah Ditjen PKN VI, yakni Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Selain itu, tujuh wakil gubernur turut hadir, termasuk Wakil Gubernur Bali.

Di sela kegiatan, Anggota VI BPK RI Fathan Subchi bersama Wamendagri Ribka Haluk juga menggelar dialog dengan para kepala daerah. Dialog tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan publik.

Kehadiran Wakil Gubernur Bali dalam forum ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung proses pemeriksaan secara terbuka dan profesional, sekaligus memastikan pengelolaan APBD berjalan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik. BWN-03

Normalisasi Sungai Mertasari Tuntas, Ancaman Banjir Masih Mengintai Jimbaran

0
Normalisasi: Aliran Sungai Mertasari yang sudah dinormalisasi oleh Pemkab Badung.

Mangupura, baliwakenews.com

Upaya pencegahan banjir di Jimbaran sebenarnya sudah menunjukkan progres signifikan. Normalisasi Sungai Mertasari sepanjang kurang lebih satu kilometer rampung dilakukan. Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Aliran air masih terhambat di bagian hilir karena pembersihan belum bisa dilakukan di kawasan Tahura Ngurah Rai yang memerlukan izin kementerian.

Kepala Lingkungan (Kaling) Perarudan, I Made Dharmayasa, menjelaskan bahwa sedimentasi di sepanjang alur sungai hingga depan McD Jimbaran telah diangkat bersama Dinas PUPR Badung. “Kurang lebih satu kilometer endapan sudah kami bersihkan. Sungai yang sebelumnya dangkal dan kotor kini sudah lebih lancar dialiri air,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Meski demikian, pekerjaan belum bisa dilanjutkan hingga muara Teluk Benoa. Bagian hilir sungai yang masih mengalami pendangkalan berada di atas lahan Tahura Ngurah Rai, sehingga membutuhkan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Kami sudah koordinasi dengan pihak Tahura. Untuk masuk dan melakukan pembersihan harus bersurat ke kementerian,” jelasnya.

Proses administrasi tersebut memakan waktu. Akibatnya, aliran air yang sudah lancar dari hulu kembali tertahan endapan di ujung kawasan. Kondisi ini membuat efektivitas normalisasi belum maksimal. “Air yang sudah mengalir akhirnya terhalang di ujung. Seperti kolam,” katanya.

Dharmayasa menilai persoalan ini bersifat mendesak, terutama di tengah potensi curah hujan tinggi. Jika alur sungai tidak dibersihkan hingga muara, risiko genangan dan luapan air masih terbuka. “Kalau tidak tuntas sampai ke muara, air bisa melambat, menggenang, bahkan meluap lagi,” tegasnya.

Ia berharap Pemkab Badung segera mengirimkan surat permohonan izin ke kementerian terkait agar proses pembersihan dapat dilanjutkan. Pemkab sendiri disebut siap melakukan pengerukan di kawasan Tahura begitu izin dikantongi.

Permasalahan ini juga telah disampaikan langsung kepada Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, saat meninjau kegiatan normalisasi sungai beberapa waktu lalu. “Kami mendorong semua pihak, baik BWS maupun Pemkab Badung, agar segera menindaklanjuti. Jangan sampai upaya yang sudah dilakukan menjadi kurang optimal karena terkendala administrasi,” pungkasnya. BWN-04

Uluwatu Sumbang 27 Persen Kunjungan Bali, Optimistis 2026 Jadi Tahun Akselerasi

0
Kontributor Utama: DTW Uluwatu tetap menjadi salah satu penyumbang kunjungan wisatawan ke Bali dengan kontribusi mencapai 27 persen.

Mangupura, baliwakenews.com

Daya Tarik Wisata (DTW) Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lokomotif pariwisata Bali. Meski sempat terdampak cuaca ekstrem pada 2025, kontribusi Uluwatu terhadap total kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tetap signifikan, bahkan mencapai sekitar 27,4 persen.

Sepanjang 2025, DTW Uluwatu mencatat lebih dari 2,5 juta kunjungan. Angka ini memang turun tipis sekitar satu persen atau berkurang 97 ribu wisatawan dibandingkan 2024. Namun secara keseluruhan, capaian tersebut tetap menempatkan Uluwatu sebagai salah satu destinasi unggulan dengan daya tarik global.

Manajer Pengelola DTW Uluwatu, I Wayan Wijana, mengatakan tren awal 2026 menunjukkan sinyal akselerasi yang cukup kuat. Rata-rata kunjungan harian kini mencapai 4.000 wisatawan, bahkan sempat menembus 5.000 orang per hari di periode awal tahun. “Antusiasme awal tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tren kunjungan menunjukkan peningkatan yang cukup positif,” ujarnya.

Penurunan pada 2025 disebut lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, terutama yang berdampak pada wisatawan domestik. Meski demikian, kunjungan wisatawan mancanegara tetap menunjukkan angka signifikan dan menjadi penopang utama stabilitas kunjungan.

Menjelang perayaan Imlek 2577, geliat wisata mulai kembali terasa. Pengelola pun melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, termasuk pemangkasan dan perapian pohon di area kawasan wisata. “Kami antisipasi dampak cuaca agar wisatawan tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” jelas Wijana.

Sejak awal 2026, DTW Uluwatu juga melakukan penyesuaian tarif tiket sesuai peraturan daerah, yakni menjadi Rp40 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp60 ribu bagi wisatawan mancanegara. Kenaikan ini dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap minat kunjungan.

Dengan tren positif di awal tahun, pengelola menargetkan jumlah kunjungan 2026 tetap berada di atas dua juta wisatawan, bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya. “Mudah-mudahan situasi global mendukung. Harapan kami tentu lebih tinggi dari 2025,” pungkasnya. BWN-04