Wisman di Nusa Dua Diajak Jadi “Orang Tua Asuh” Terumbu Karang

0
Laut: Peluncuran program konservasi laut berkelanjutan yang dilakukan Ayodya Resort Bali bersama Livingseas di Nusa Dua.

Mangupura, baliwakenews.com

Upaya pelestarian ekosistem bawah laut di Bali kini tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku industri dan komunitas lingkungan. Wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur di Nusa Dua juga diajak terlibat langsung dalam program konservasi terumbu karang.

Ayodya Resort Bali menggandeng Livingseas meluncurkan program konservasi laut berkelanjutan yang memungkinkan para tamu ikut serta dalam adopsi dan transplantasi karang. Langkah ini menjadi pendekatan baru dalam pariwisata berkelanjutan, di mana wisata tidak sekadar menikmati keindahan alam, tetapi juga berkontribusi menjaganya.

Sebagai resor yang berada di garis pantai Nusa Dua, Ayodya menilai kesehatan laut menjadi fondasi utama keberlangsungan pariwisata. Program yang dijalankan mencakup transplantasi terumbu karang, edukasi lingkungan bagi tamu dan karyawan, serta kampanye pengurangan polusi laut.

Perwakilan Livingseas, Leon Boey, mengatakan tantangan terbesar dalam konservasi laut adalah rendahnya kesadaran masyarakat karena ekosistem bawah laut tidak terlihat secara langsung.

“Tidak semua orang pernah melihat kehidupan bawah laut, sehingga rasa kepeduliannya belum terbentuk. Karena itu edukasi menjadi kunci. Ketika wisatawan terlibat langsung, rasa memiliki terhadap laut akan tumbuh,” ujar Leon didampingi Rob Jenkins di Ayodya Resort Bali, Jumat (13/2/2026) sore.

Menurutnya, kondisi terumbu karang di Indonesia cukup beragam. Beberapa kawasan seperti Raja Ampat dan Taman Nasional Komodo masih sangat baik. Di Bali, wilayah Nusa Penida, Padangbai, dan Sanur relatif stabil karena suhu air laut yang mendukung. Namun ancaman tetap ada, mulai dari polusi, aktivitas manusia yang merusak, hingga dampak perubahan iklim.

General Manager Ayodya Resort Bali, Vineet Mahajan, menegaskan industri perhotelan memiliki tanggung jawab moral menjaga kelestarian laut. “Kami tidak hanya menawarkan pengalaman menginap, tetapi juga keindahan alam Bali. Dengan melibatkan tamu dalam konservasi, kami ingin menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengalaman wisata,” ujarnya.

Melalui skema adopsi karang, wisatawan dapat berkontribusi langsung dalam proses rehabilitasi terumbu karang. Program ini sekaligus menjadi edukasi nyata bahwa keberlanjutan pariwisata sangat bergantung pada kesehatan ekosistem laut.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara pelaku industri, komunitas lingkungan, masyarakat lokal, hingga wisatawan menjadi kunci menjaga kekayaan bawah laut Bali tetap lestari dan menjadi daya tarik dunia. BWN-04

173 Hotel Bersatu, BHA Talent Show 2026 Tegaskan Solidnya SDM Perhotelan Bali

0
BHA: BHA Talent 2026 yang digelar di Hard Rock Hotel Kuta.

Mangupura, baliwakenews.com

Di tengah berbagai tantangan industri pariwisata, 173 hotel dan resor di bawah naungan Bali Hotels Association (BHA) menunjukkan kekompakan dan soliditasnya lewat ajang BHA Talent Show Tahunan ke-4 Tahun 2026.

Digelar di Hard Rock Hotel Bali, Jumat (13/2/2026), kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan industri perhotelan Bali bertumpu pada sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, kolaboratif, dan berbudaya.

Ratusan insan perhotelan tampil memukau sejak pagi hingga sore hari, menghadirkan beragam pertunjukan mulai dari musik, tari, teater, hingga storytelling. Ajang yang merupakan bagian dari Program Sport & Culture Association ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang membangun kebersamaan di antara para pekerja hotel.

Direktur Eksekutif BHA, Diah Ajung, menegaskan bahwa Talent Show menjadi wadah mempererat koneksi antaranggota. Menurutnya, setiap penampilan mencerminkan kerja keras, kekompakan tim, sekaligus kebanggaan terhadap budaya dan identitas masing-masing hotel.

“Di balik setiap aksi panggung ada semangat solidaritas yang memperkuat industri ini secara keseluruhan,” ujarnya.

Ketua BHA, Fransiska Handoko, menambahkan bahwa kegiatan eksklusif bagi anggota ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi di sektor perhotelan Bali. Ia menilai kebersamaan 173 hotel dalam satu panggung menjadi energi positif bagi keberlanjutan industri pariwisata Pulau Dewata.

Ajang ini juga mendapat dukungan penuh dari tuan rumah Hard Rock Hotel Bali. General Manager Shane Coates bersama timnya diapresiasi atas suksesnya penyelenggaraan acara.
Dewan juri yang terdiri dari Agung Ocha (Entertainer), Jasmine Okubo (Produser & Koreografer), serta Deny Surya (Musisi & Sound Engineer) memberikan penilaian profesional terhadap puluhan penampilan yang tampil kompetitif.

Untuk Kategori Grup, Juara 1 diraih Desa Potato Head – Wayang Pohe, Juara 2 Hard Rock Hotel Bali – Sapphire Band, dan Juara 3 Amadea Resort & Villas – Tri Nayatra.

Pada Kategori Solo, Juara 1 diraih Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali – I Ketut Ebuh Antara, Juara 2 Desa Potato Head – I Putu Indra Setiawan, serta Juara 3 The Oberoi Beach Resort, Bali – Luh Susanti Febryliani.

Sementara itu, Best Video Submission Award diraih Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali melalui karya berjudul “Ibuku Ibumu Ibumi”. Video tersebut mengangkat filosofi Tri Hita Karana, menghadirkan refleksi tentang harmoni manusia dengan alam dan Sang Pencipta, sekaligus pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan.

Melalui BHA Talent Show 2026, industri perhotelan Bali kembali menegaskan bahwa di balik layanan kelas dunia yang diberikan kepada wisatawan, terdapat SDM yang solid, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai budaya. Solidaritas inilah yang menjadi fondasi kuat pariwisata Bali tetap bertahan dan berkembang. BWN-04

Penilaian Ogoh-Ogoh Badung Dibagi 7 Zona, Hampir 600 Sekaa Teruna Siap Dinilai Terbuka

0
Sumber: (Kominfo Badung) PENILAIAN - Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Penilaian Ogoh-Ogoh Badung Dibagi 7 Zona, Minggu 15 Februari 2026.

Mangupura, Baliwakenews.com

Penilaian ogoh-ogoh tingkat zona di Kabupaten Badung mulai dimatangkan. Sebanyak 597 Sekaa Teruna dan Yowana dipastikan mengikuti proses penilaian lapangan yang dibagi dalam tujuh zona dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 18–22 Februari mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menegaskan seluruh tahapan teknis telah dibahas bersama tim juri. Salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah pencermatan kembali aspek dan kriteria penilaian, seiring meningkatnya jumlah peserta setiap tahun.

“Secara penilaian sama dari tahun ke tahun. Cuma kami lebih mencermati aspek-aspek atau kriteria penilaian. Dan ada aspirasi agar nilai tiap peserta disampaikan secara terbuka. Saya pikir itu tidak untuk dirahasiakan karena bukan sesuatu yang dikecualikan menurut Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.

Ia menambahkan, diskusi bersama tim juri berlangsung alot guna memastikan objektivitas dan transparansi dalam pemberian nilai.

21 Juri, Jadwal Padat dari Pagi hingga Malam

Penilaian akan melibatkan 21 juri, dengan komposisi tiga juri di masing-masing zona. Dalam satu hari, setiap tim juri dijadwalkan menilai 18 hingga 20 ogoh-ogoh.

Dengan jumlah peserta mendekati 600 karya, penilaian dipastikan berlangsung maraton dari pagi hingga malam hari.

Karena padatnya agenda, Sudarwitha mengimbau seluruh sekaa teruna dan yowana agar tetap berada di lokasi saat penilaian berlangsung.

“Kami harap mereka menunggu di tempat, sehingga bisa menjelaskan langsung konsep dan proses kreatif karya ogoh-ogoh yang dibuat,” tegas mantan Camat Petang tersebut.

Tetap Mengacu Satyam, Siwam, Sundaram

Dalam aspek penilaian, panitia tetap berpegang pada tiga kriteria utama yakni Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian), dan Sundaram (keindahan).

Khusus pada aspek Sundaram atau estetika, bobot nilai cukup besar yakni antara 5 hingga 50 poin. Pada aspek ini, kreativitas, inovasi, serta teknik konstruksi menjadi perhatian utama.

Namun demikian, panitia menegaskan tidak ada dikotomi antara detail anatomi ogoh-ogoh dengan pemanfaatan unsur motorik.

“Kami tidak mendikotomikan inovasi dan teknik konstruksi. Detail anatomi dan pemanfaatan motorik bukan untuk dibanding-bandingkan secara apple to apple. Kalau bisa keduanya menonjol tentu bagus, tapi jika salah satunya kuat pun tetap bisa mendapat apresiasi,” jelasnya.

Bahan Ramah Lingkungan Jadi Nilai Tambah

Selain aspek artistik dan filosofis, penggunaan bahan ramah lingkungan turut menjadi perhatian juri. Pemanfaatan bahan alami maupun barang bekas seperti limbah botol plastik sekali pakai bahkan dapat menjadi nilai tambah.

“Kalau bisa memanfaatkan barang-barang bekas dan dikemas secara artistik, itu justru mendapat poin lebih. Bahkan pernah masuk nominasi,” ungkapnya.

Dengan skema zonasi, sistem penilaian terbuka, serta dorongan kreativitas berbasis kearifan lokal dan lingkungan, penilaian ogoh-ogoh tahun ini diharapkan tidak hanya melahirkan karya spektakuler, tetapi juga memperkuat nilai edukatif dan budaya di kalangan generasi muda Badung. BWN-03/Kominfo

Bersatu Jaga Pesisir, Dewan Badung Dari Fraksi Golkar dan Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Kedonganan

0
BERSIH PANTAI-Wakil Ketua DPRD Badung yang juga Ketua DPD Partai Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra bersama Anggo Fraksi Golkar DPRD Badung, I Nyoman Sudana melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kedonganan, Minggu (15/2).

Mangupura, Baliwakenews.com

Komitmen menjaga kebersihan lingkungan pesisir terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Badung. Wakil Ketua DPRD Badung yang juga Ketua DPD Partai Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra atau yang akrab disapa Turah Tut, turun langsung memimpin aksi bersih-bersih pantai bersama masyarakat Kedonganan, pengurus Alhidayah, serta perkumpulan Ikawangi di kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Minggu (15/2).

Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Badung, I Nyoman Sudana. Meski cuaca kurang bersahabat dengan angin kencang disertai hujan, semangat peserta tidak surut. Puluhan kampil sampah berhasil dikumpulkan dari sepanjang garis pantai.

Turah Tut menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi wajah pariwisata Badung. Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk warga pendatang yang turut ambil bagian.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang ikut aksi ini, bahkan ada dari Ikawangi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan pantai Badung tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga dari saudara-saudara kita yang berasal dari luar Bali. Inilah kolaborasi kita, baik pemerinta, dewan, partai politik dan masyarakat. Bahu membahu dalam masalah sampah di pantai ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi asal Kerobokan, Kuta Utara tersebut menjelaskan bahwa fenomena angin muson barat yang terjadi setiap tahun memang kerap membawa kiriman sampah laut ke pesisir Badung. Pemerintah daerah, kata dia, telah rutin melakukan langkah-langkah penanganan, namun partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci.

“Dulu dominan sampah kayu, sekarang sudah banyak tercampur sampah plastik. Volumenya pun semakin meningkat. Karena itu, kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar pantai kita tetap bersih,” jelasnya.

Turah Tut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah melakukan aksi kebersihan secara berkelanjutan. Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Badung, sehingga kebersihan pantai harus dijaga sebagai aset bersama.

“Kita hidup di kawasan pariwisata dan sebagian besar pendapatan kita bersumber dari sana. Mari kita jaga bersama lumbung kita ini dengan terus melakukan aksi kebersihan pantai,” pungkasnya.

Aksi kolaboratif antara DPRD Badung dan masyarakat Kedonganan ini menjadi contoh nyata sinergi dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan pesisir demi keberlanjutan pariwisata Badung. BWN-05

Terimbun Longsor, Pencari Bambu di Suter Kintamani Meninggal Dunia

0
Meninggal: Jasad I Wayan Buda saat dievakuasi Tim SAR Gabungan.

Bangli, baliwakenews.com

Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Bali mengakibatkan bencana tanah longsor yang terjadi di Banjar Belong, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada Jumat, (13/2/2026) sekira pukul 15.30 Wita. Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada Sabtu, (14/2/2026) pukul 10.30 Wita oleh BPBD Kabupaten Bangli. Respon cepat dilaksanakan dengan memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H.,M.M. selaku SAR Mission Coordinator menjelaskan peristiwa tersebut menimpa korban berama I Wayan Buda (L/53) asal Banjar Peselatan, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pada saat kejadian korban bersama dua orang rekannya beraktivitas mencari bambu di lokasi tersebut.

“Kejadiannya begitu cepat, tiba tiba Wayan Buda tertimbun material longsor, sedangkan dua orang rekannya berhasil menyelamatkan diri,” imbuh Sidakarya.

Upaya pencarian dilaksanakan dengan mengerahkan berbagai upaya diantara pengerahan unit K9 dari Polda Bali, Pencarian dilakukan secara manual oleh masyarakat setempat serta pengerahan satu unit excavator milik Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli.

Dengan berbagai upaya dan medan yang sulit, pencarian Wayan Buda akhirnya membuahkan hasil. Jasadnya ditemukan pada kedalaman 2 m pada sisi timur lokasi longsor sekitar pukul 17.00 Wita.

“korban ditemukan dalam posisi telungkup serta kaki kanan masih terjepit batang kayu, tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi, selanjutnya dilaksanakan identifikasi dari pihak kepolisian,” ucap Sidakarya.

Ia menambahkan, dengan telah ditemukannya korban, Operasi Pencarian dan Pertolongan dinyatakan selesai dan korban langsung dibawa menuju rumah duka. Dalam debriefing / evaluasi Operasi SAR, Nyoman Sidakarya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Perwakilan DPRD Kabupaten Bangli, Instansi Pemerintah Kabupaten Bangli, BPBD Kabupaten Bangli, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli, relawan serta masyarakat setempat.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan peran seluruh unsur SAR yang tergabung dalam Operasi SAR hari ini dan tak lupa saya mengucapkan duka cita yang mendalam terhadap keluarga korban yang mengalami musibah.” tutupnya. BWN-04

Menjaga Warna, Menjaga Jiwa: Ny. Putri Koster Ajak Pelukis Bali Tetap Setia pada Akar Tradisi

0
Sumber: (Humas) PAMERAN LUKISAN - Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri pameran lukisan Aboedt Art, Sabtu 14 Februari 2026.

Gianyar, Baliwakenews.com

Aroma cat dan kanvas memenuhi ruang Toko Seni Warna, Lodtunduh, Ubud. Di antara deretan lukisan yang memancarkan detail khas Bali garis halus, kisah pewayangan, hingga lanskap spiritual Ny. Putri Koster berdiri, menyimak, lalu berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam dari sekadar warna: akar tradisi.

Saat membuka pameran lukisan Aboedt Art, Ketua Dekranasda Bali itu tak hanya mengapresiasi karya yang terpajang. Ia menyuarakan kegelisahan sekaligus harapan—agar para seniman tetap ajeg menjaga gaya lukisan Bali asli di tengah dinamika pasar seni yang belum sepenuhnya pulih.

“Pelestarian aliran seni lukis Bali harus terus dijaga, dengan akar tradisi yang kuat sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Gianyar, Rahim Para Perupa

Bagi Ny. Putri Koster, Gianyar adalah bukti nyata bahwa tradisi masih berdenyut. Hampir setiap desa melahirkan pelukis yang setia pada identitas budaya. Gaya Keliki yang detail dan presisi, misalnya, menjadi contoh bagaimana kekuatan lokal mampu bertahan di tengah arus global.

Namun, mempertahankan kualitas di masa pasar sepi bukan perkara mudah. Ia mengingat kembali pengalaman membuka program IKM Bali Bangkit saat pandemi sebuah pelajaran bahwa kesiapan dan konsistensi akan menemukan momennya saat keadaan membaik.

Karya, katanya, adalah cerminan isi hati perupa. Karena itu, berkarya harus dilandasi ketulusan, bukan sekadar tuntutan pasar.

“Kesabaran menjadi ujian utama dalam perjalanan berkesenian,” tuturnya lembut.

Bangkit Tanpa Menggadaikan Nilai

Di sudut lain ruang pameran, sang seniman Aboedt berbicara tentang tema besar yang diusung: Kebangkitan Seni Warna Indonesia. Baginya, kebangkitan bukan hanya soal penjualan, melainkan keberanian untuk tetap menjaga kualitas.

Sejak pandemi COVID-19 melumpuhkan denyut galeri dan pasar seni, banyak perupa tergoda menurunkan harga demi bertahan. Aboedt memilih jalan berbeda.

“Hari ini saya berkarya lebih bebas, tidak terikat pasar, dan menggunakan bahan berkualitas tinggi. Jangan sampai kita sendiri merusak nilai karya kita,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem seni, termasuk menata sistem komisi agar tidak merugikan seniman maupun merusak harga pasar.

Menjembatani Tradisi dan Masa Depan

Ny. Putri Koster melihat ruang pameran ini sebagai simbol kebersamaan seniman berkumpul, saling menguatkan, saling belajar. Ia bahkan mendorong gagasan pameran virtual untuk memperluas jangkauan apresiasi, membuka peluang agar lukisan Bali dikenal lebih luas tanpa kehilangan identitasnya.

Baginya, seni bukan sekadar komoditas, melainkan warisan nilai.

“Mari kita hargai setiap karya, karena pada akhirnya seni kembali pada selera dan rasa masing-masing,” pesannya.

Di Lodtunduh sore itu, warna-warna di kanvas bukan hanya pigmen. Ia adalah ingatan, kesabaran, dan keberanian untuk tetap setia pada jati diri. Di tengah pasar yang belum pasti, para pelukis Bali diingatkan untuk tidak goyah karena menjaga gaya lukisan Bali asli berarti menjaga jiwa pulau itu sendiri. BWN-03

DPRD Tabanan Kawal Pengalihan 6.796 Peserta PBI JK, Dinkes Pastikan Iuran Ditanggung APBD

0
RAPAT DEWAN-Rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan dengan jajaran Pemkab, Jumat (13/2).

Tabanan, Baliwakenews.com

Sebanyak 6.796 warga Kabupaten Tabanan dinonaktifkan dari kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) oleh pemerintah pusat. DPRD Tabanan mendesak eksekutif segera mengambil alih pembiayaan agar layanan kesehatan warga miskin dan rentan tidak terputus.

Desakan itu mencuat dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan dengan jajaran Pemkab, Jumat (13/2). Ketua Komisi IV, I Gusti Komang Wastana, menilai penonaktifan massal tersebut sebagai kebijakan yang minim sosialisasi dan berisiko menimbulkan kekacauan di lapangan.

“Karena tidak ada informasi yang disosialisasikan di awal. Apalagi yang berkaitan dengan kesehatan yang merupakan layanan dasar,” kata Wastana. Dia menegaskan kesehatan merupakan hak dasar warga yang tak boleh terganggu oleh perubahan administrasi.

Menurut Wastana, dampak paling berat dirasakan warga miskin dengan penyakit kronis yang membutuhkan layanan rutin, seperti pasien cuci darah. Ia meminta eksekutif memastikan tidak ada warga layak yang tercecer akibat perubahan data. “Masyarakat miskin maupun rentan miskin perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tapi dengan keputusan sepihak ini kami prihatin,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi, memastikan pemerintah daerah siap mengambil alih pembayaran iuran mereka melalui skema Peserta Bukan Penerima Upah Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda).

“Melalui PBPU BP Pemda (Peserta Bukan Penerima Upah Bukan Pekerja Pemerintah Daerah),” ujar Surya usai rapat kerja.

Surya menjelaskan, pengalihan ini dimungkinkan karena kuota PBPU BP Pemda masih mencukupi. Dari total jatah sekitar 114 ribu peserta yang dibiayai APBD, masih tersedia sekitar delapan ribu kuota. Anggaran yang disiapkan untuk skema tersebut mencapai sekitar Rp 52 miliar.

“Jadinya kita masih punya sekitar delapan ribuan. Nanti yang 6.796 orang ini kami masukkan ke PBPU BP Pemda,” katanya.

Ia memaparkan, penonaktifan ribuan warga tersebut terjadi akibat perubahan basis data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam sistem baru berbasis desil, pemerintah pusat hanya menanggung warga pada desil 1 sampai 5. Sementara desil 6 sampai 10 menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Pengambilalihan oleh pusat itu karena adanya ketentuan mengenai desil. Dulu kan ada DTKS sekarang pakai DTSEN. DTSEN itu pakai desil satu sampai sepuluh. Jadinya yang desil satu sampai lima ditanggung PBI JK. Yang desil enam sampai sepuluh bisa ditanggung pemda,” jelas Surya.

Dari hasil rapat kerja, DPRD memastikan Pemkab Tabanan telah menyatakan kesiapan penuh menjamin kelangsungan kepesertaan warga terdampak. Badan Keuangan Daerah juga telah memetakan kebutuhan dana untuk mengantisipasi kekurangan anggaran pada perubahan APBD mendatang.

Komisi IV menegaskan akan mengawal proses pengalihan ini agar tidak terjadi kekosongan jaminan layanan kesehatan. DPRD meminta eksekutif melakukan pemutakhiran data secara cermat serta memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan transparan, sehingga kebijakan administrasi tidak berujung pada terhentinya akses berobat warga miskin. BWN-01

Gubernur Koster Menyatu di Lintasan 6K, Dari Patung Catur Muka Hingga Semangat Sehat Kota Denpasar

0
Sumber: (Humas) FUN RUN - Gubernur Bali, Wayan Koster ikut berlari menembus rute 6 kilometer Denpasar Fun Run 2026, Sabtu 14 Februari 2026, kawasan Patung Catur Muka di jantung Kota Denpasar.

Denpasar, Baliwakenews.com

Pagi itu, Sabtu 14 Februari 2026, kawasan Patung Catur Muka di jantung Kota Denpasar berubah menjadi lautan kaus olahraga dan wajah-wajah penuh semangat. Di antara ribuan peserta yang bersiap di garis start, tampak sosok Wayan Koster berdiri santai, menyapa warga satu per satu, melayani permintaan swafoto, sebelum akhirnya ikut berlari menembus rute 6 kilometer Denpasar Fun Run 2026.

Tak sekadar melepas peserta, Gubernur Bali itu benar-benar menyatu di lintasan. Bersama Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, ia memulai langkah dari Jalan Gajah Mada, menyusuri Udayana, Sutoyo, PB Soedirman, hingga kembali ke titik awal.

Lari, Sapa, dan Tawa di Sepanjang Rute

Di sepanjang jalan, Koster tak hanya fokus pada ritme napasnya. Ia beberapa kali memperlambat langkah, menyalami peserta, bahkan berhenti sejenak untuk melayani permintaan foto. Kombinasi lari kecil dan jalan cepat mengantarkannya menuntaskan 6 kilometer dalam waktu 1 jam 10 menit.

“Menurut catatan saya, 6K ditempuh 1 jam 10 menit,” ujarnya sambil tersenyum usai menerima medali finisher.

Lebih dari sekadar catatan waktu, pagi itu terasa sebagai perayaan kebersamaan. Anak muda, komunitas lari, keluarga, hingga ASN berbaur tanpa sekat. Denpasar seolah menjadi ruang publik yang hidup tempat olahraga, silaturahmi, sekaligus kampanye gaya hidup sehat.

Olahraga sebagai Investasi Kesehatan

Bagi Koster, event seperti ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menilai kegiatan lari massal sangat positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Bagus sekali untuk kesehatan. Ke depan, kegiatan seperti ini harus lebih banyak lagi,” katanya.

Denpasar Fun Run 6K menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-238 Kota Denpasar yang jatuh pada 27 Februari 2026. Momentum ulang tahun kota dimaknai bukan hanya dengan seremoni, tetapi juga aktivitas yang berdampak langsung pada kualitas hidup warganya.

Lari Sambil Kampanye Lingkungan

Menariknya, kegiatan ini juga diselipi pesan lingkungan. Panitia membagikan compost bag sebagai bagian dari kampanye pengelolaan sampah berbasis sumber. Peserta diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan sepanjang rute.

Pesan itu terasa relevan. Di tengah geliat olahraga dan semangat sehat, isu kebersihan kota tetap menjadi perhatian. Denpasar tak hanya ingin menjadi kota yang aktif, tetapi juga bersih dan berkelanjutan.

Denpasar yang Terus Bergerak

Di bawah langit pagi yang cerah, langkah-langkah kecil ribuan pelari menjadi simbol gerak kolektif sebuah kota. Bagi Koster, Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali harus terus berkembang lebih maju, tertata, dan membanggakan.

Fun Run 6K pagi itu mungkin hanya berlangsung satu jam lebih sedikit. Namun semangat yang tercipta tentang kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan menjadi pesan panjang bagi Denpasar yang terus bergerak menatap masa depan. BWN-03

Mendikdasmen Kucurkan Revitalisasi Sekolah ke Buleleng, Fokus Sarpras hingga Budaya Anti-Kekerasan

0
Sumber: (HumasBll) KUNKER - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti saat kunker ke Kabupaten Buleleng, Kamis 13 Februari 2026.

Singaraja, Baliwakenews.com

Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Pemerintah pusat mengucurkan bantuan revitalisasi sekolah yang menyasar satuan pendidikan menengah hingga taman kanak-kanak (TK), sebagai bagian dari percepatan peningkatan mutu pendidikan.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) memang penting, namun pembenahan kualitas internal pendidikan tidak boleh terabaikan.

“Pembangunan sarpras adalah bagian eksterior yang berperan penting dalam proses pembelajaran, tapi yang tak kalah penting adalah interior. Ada empat yang dikembangkan untuk memperbaiki mutu pendidikan,” ujarnya.

Empat Fokus Peningkatan Mutu

Dalam arahannya, Mendikdasmen memaparkan empat fokus utama peningkatan kualitas pendidikan, yakni:

1. Pembelajaran mendalam (deep learning)
2. Peningkatan kompetensi guru
3. Penguatan layanan bimbingan dan konseling
4. Peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris

Program revitalisasi ini tak hanya memperbaiki ruang kelas dan fasilitas pendukung, tetapi juga mendorong transformasi proses belajar agar lebih adaptif dan berorientasi pada karakter.

Dorong Budaya Sekolah Aman dan Ramah

Selain aspek fisik, kementerian juga menggulirkan kebijakan penguatan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Program ini mencakup penguatan pendidikan karakter, penggunaan jingle edukatif “Rukun Sama Teman”, serta pembiasaan nilai kebersamaan dalam aktivitas sekolah.

Langkah ini diambil sebagai respons atas masih tingginya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kita ingin anak-anak hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persahabatan karena masih tingginya kekerasan di sekolah,” tegas Abdul Mu’ti.

Pemkab Buleleng Akui Tantangan Anggaran

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Gede Suyasa menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.

Ia mengakui kebutuhan peningkatan infrastruktur sekolah di Buleleng masih cukup besar. Namun, keterbatasan anggaran serta luasnya wilayah menjadi tantangan tersendiri.

“Kami memiliki keinginan besar memperbaiki infrastruktur sekolah, namun keterbatasan anggaran dan luas wilayah menjadi kendala. Sinergitas dengan pemerintah pusat dan provinsi sangat dibutuhkan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Perhatian untuk PAUD

Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, juga menyambut baik kunjungan Mendikdasmen, khususnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama anak-anak hingga peninjauan sekolah dinilai menjadi momentum memperkuat kolaborasi pendidikan karakter sejak dini.

Ia pun mengajak para orang tua untuk memastikan anak mengikuti pendidikan TK sebelum masuk SD, guna membangun fondasi belajar yang kuat.

Program revitalisasi dan penguatan budaya sekolah ini diharapkan mampu mendorong kualitas pendidikan Buleleng semakin kompetitif, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter. BWN-03

BI Bali Perkuat Kendali Inflasi Buleleng Jelang Imlek–Nyepi–Lebaran, Target Tetap di 2,5±1 Persen

0
Sumber: (Humas) inflasi - Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, dalam HLM TPID Kabupaten Buleleng yang digelar di Kantor Bupati Buleleng, Kamis 12 Februari 2026.

Singaraja, Baliwakenews.com

Bank Indonesia Provinsi Bali mempertegas komitmennya menjaga stabilitas harga di Kabupaten Buleleng menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Nyepi, dan Ramadan-Idul Fitri 2026.

Komitmen tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng yang digelar di Kantor Bupati Buleleng, Kamis 12 Februari 2026. Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, menegaskan bahwa penguatan sinergi pusat-daerah menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran nasional 2,5±1% pada 2026.

Strategi Jangka Pendek dan Panjang

Dalam forum tersebut, BI memaparkan sejumlah tantangan pengendalian inflasi, terutama lonjakan permintaan pangan saat periode HBKN dan dinamika sektor pariwisata.

Untuk jangka pendek, BI mendorong:

Penguatan operasi pasar murah

Akselerasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan kelancaran pasokan

Optimalisasi komunikasi publik agar ekspektasi harga tetap terjaga

Sementara dalam jangka panjang, BI menekankan penguatan ketahanan pasokan dan produktivitas daerah melalui dukungan sarana-prasarana pertanian, program on boarding UMKM, serta pengembangan klaster komoditas unggulan (championship cluster).

Tantangan Permintaan Ganda

Buleleng menghadapi karakteristik khusus sebagai daerah tujuan wisata. Selain melayani sekitar 828.156 penduduk (2024), kabupaten ini juga mencatat kunjungan wisatawan mencapai 1,58 juta orang sepanjang 2024. Kondisi ini menyebabkan permintaan pangan meningkat signifikan, terutama saat musim liburan dan HBKN.

Di sisi lain, meskipun memiliki lahan pertanian luas, pemenuhan kebutuhan pangan Buleleng masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Faktor distribusi menjadi titik krusial yang terus dimonitor BI bersama TPID.

Data Inflasi dan Penguatan Statistik

Dalam HLM tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan perkembangan inflasi Bali dan Buleleng, termasuk metode penyusunan Indeks Harga Konsumen (IHK) berbasis Survei Biaya Hidup (SBH).

BPS juga menyampaikan agenda Sensus Ekonomi 2026, yang dinilai penting untuk memperkuat basis data perencanaan dan pengambilan kebijakan pengendalian inflasi ke depan.

Ketersediaan Pangan Relatif Aman, Tetap Waspada

Hasil koordinasi BI dengan Perumda dan Dinas Pertanian menunjukkan stok pangan relatif terjaga berkat dukungan pasokan lintas wilayah dan penguatan ekosistem hulu-hilir. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi lonjakan permintaan saat arus wisata meningkat.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng guna memastikan inflasi bulanan tetap terkendali di bawah pola historis HBKN, inflasi tahunan berada dalam sasaran nasional, serta inflasi pangan dapat ditekan.

Dengan langkah proaktif tersebut, BI optimistis stabilitas harga di Buleleng dapat terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif serta berkelanjutan. BWN-03

Pegadaian Tembus Panggung Global, Borong Dua Penghargaan Internasional untuk Sukuk dan Obligasi Sosial

0
Sumber: (Humas) PENGHARGAAN - Treasury Division Head Pegadaian, Luh Putu Andarini, memborong dua penghargaan bergengsi, yakni “Best Sovereign Sukuk” dan “Best Social Bonds in Asia 2025” di The Fullerton Hotel Singapore, Kamis 12 Februari 2026.

Singapura, Baliwakenews.com

PT Pegadaian kembali menunjukkan tajinya di level internasional. Perusahaan pembiayaan milik negara ini memborong dua penghargaan bergengsi, yakni “Best Sovereign Sukuk” dan “Best Social Bonds in Asia 2025” dalam ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 yang digelar oleh Alpha Southeast Asia.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Treasury Division Head Pegadaian, Luh Putu Andarini, di The Fullerton Hotel Singapore, Kamis 12 Februari 2026. Capaian ini menegaskan pengakuan pasar global terhadap kekuatan fundamental keuangan Pegadaian sekaligus dampak sosial dari instrumen pendanaannya.

Himpun Rp 4,457 Triliun, Investor Global Berebut

Penghargaan diraih atas keberhasilan Pegadaian menerbitkan surat utang senilai total Rp 4,457 triliun (setara US$278,5 juta). Instrumen tersebut terdiri dari:

Sukuk Mudharabah sebesar Rp 1,752 triliun

Social Bonds (Obligasi Sosial) sebesar Rp 1,940 triliun

Menariknya, transaksi ini mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed), mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap profil risiko dan prospek bisnis Pegadaian.

Seluruh dana yang dihimpun dialokasikan untuk memperkuat pembiayaan sektor mikro dan UMKM, sejalan dengan agenda inklusi keuangan nasional serta dukungan terhadap target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Direktur Keuangan & Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyebut penghargaan ini sebagai validasi atas strategi perusahaan yang menyeimbangkan kinerja finansial dan tanggung jawab sosial.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen Pegadaian dalam menghadirkan solusi pendanaan yang kuat secara finansial sekaligus memberi dampak sosial nyata. Kami akan terus memperkuat peran sebagai katalisator inklusi keuangan dan motor pertumbuhan usaha mikro di Indonesia,” ujarnya.

Dampak hingga Daerah

Apresiasi juga datang dari Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto. Menurutnya, capaian global ini menjadi energi positif bagi seluruh jajaran di daerah.

“Prestasi ini membuktikan Pegadaian semakin dipercaya, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga oleh investor global. Di wilayah, ini menjadi motivasi untuk semakin agresif mendorong pembiayaan produktif UMKM dan memperluas literasi keuangan,” tegasnya.

Keberhasilan strukturisasi dan distribusi instrumen tersebut turut didukung sinergi dengan sejumlah Joint Lead Underwriters (JLU) terkemuka, di antaranya PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas.

Perkuat Posisi sebagai Motor Ultra Mikro

Didirikan pada 1 April 1901 di Sukabumi, Pegadaian kini telah bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif dengan ragam produk pembiayaan dan investasi. Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Bank Rakyat Indonesia dan Permodalan Nasional Madani, memperkuat dukungan terhadap UMKM agar naik kelas.

Pegadaian juga mengukuhkan diri sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia setelah mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024. Layanan ini mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas.

Selain itu, produk seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, Arisan Emas, pembiayaan Haji & Umrah, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah terus diperluas melalui outlet, agen, dan aplikasi digital Tring! by Pegadaian.

Ke depan, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan instrumen sustainable finance, memperluas pembiayaan berbasis syariah dan sosial, serta memperkuat kontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional. BWN-03

Stakeholder Pariwisata Desak Penundaan Penutupan TPA Suwung, Mencuat Saat Pertemuan dengan Wapres Gibran

0
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka saat bertemu jajaran stakeholder pariwisata Bali di Poltekpar Bali.

Mangupura, baliwakenews.com

Rencana penutupan TPA Suwung per 1 Maret 2026 memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pariwisata Bali. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu citra pariwisata jika dilakukan tanpa kesiapan sistem pengelolaan sampah pengganti.

Kekhawatiran itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama stakeholder pariwisata dan jajaran pemerintahan Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Widyatula MICE Poltekpar Bali, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, para bupati dan wali kota se-Bali, serta perwakilan 17 asosiasi pariwisata tingkat pusat dan 57 asosiasi pariwisata Bali.

Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, keselamatan pariwisata, ketersediaan air, infrastruktur, hingga perizinan transportasi online. Namun, isu penutupan TPA Suwung menjadi perhatian utama. “Seluruh masukan sudah kami data dan akan dikoordinasikan lintas kementerian untuk dicarikan solusi komprehensif,” ujarnya.

Stakeholder pariwisata bahkan telah mengajukan petisi kepada Presiden RI agar penutupan TPA Suwung ditinjau kembali. Mereka menilai tenggat waktu 1 Maret 2026 terlalu cepat, sementara kesiapan infrastruktur pengolahan sampah di kabupaten/kota belum sepenuhnya matang.

Pemerintah pusat sendiri menyiapkan percepatan penanganan melalui proyek waste to energy yang direncanakan memasuki tahap peletakan batu pertama pada Maret mendatang. Opsi penundaan penutupan TPA Suwung juga turut dibahas dalam pertemuan tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, secara teknis penutupan per 1 Maret belum realistis. Pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar masih memerlukan waktu untuk memperkuat TPS3R dan TPST serta menambah teknologi pengolahan sampah.

“Prosesnya bertahap hingga pertengahan November 2026. Kalau seluruh sistem sudah optimal, distribusi sampah ke Suwung bisa dinolkan, baru penutupan dilakukan resmi,” jelas Koster.

Ia juga menyebut Wakil Presiden telah menyerap seluruh aspirasi dan akan membahasnya lebih lanjut bersama Menteri Lingkungan Hidup guna mencari solusi terbaik tanpa mengorbankan stabilitas pariwisata Bali.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kerja Wapres Gibran di Bali. Sebelumnya, ia juga meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Badung sebagai bagian dari pemantauan kondisi ekonomi daerah. BWN-04

Belajar dari Badung, Bangka Barat Akui Minim Sistem Penyelamatan Pantai

0
Balawista:UPTD Penyelamat Wisatawan Kuta saat mendapat kunjungan dari DPRD Kabupaten Bangka Barat.

Mangupura, baliwakenews.com

Kasus wisatawan tenggelam yang belum tertangani secara cepat menjadi alarm bagi Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Minimnya lifeguard resmi di sejumlah destinasi pantai membuat daerah tersebut mulai berbenah dengan belajar langsung ke Badung, Bali.

Hal itu terungkap saat Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka Barat melakukan kunjungan kerja ke UPDT Penyelamat Wisatawan Kuta, Jumat (13/2/2026). Rombongan dipimpin Ketua Komisi 3 DPRD Bangka Barat, Syaeful Fakah, dan diterima Kepala UPDT Penyelamat Wisatawan Kuta, I Wayan Somer.

Syaeful mengakui, meski Bangka Barat memiliki garis pantai yang indah dan potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata, aspek keselamatan belum tertata dengan baik. “Di daerah kami masih terjadi wisatawan tenggelam dan belum ada penanganan cepat karena belum tersedia lifeguard resmi. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan Badung yang telah memiliki sistem penyelamatan wisatawan terstruktur di bawah UPDT. Di Pantai Kuta dan Kuta Selatan, sekitar 150 personel Balawista berjaga mengamankan bentang pesisir sepanjang kurang lebih 50 kilometer dengan karakter ombak dan topografi yang berbeda.

Kepala UPDT Penyelamat Wisatawan Kuta, I Wayan Somer, menjelaskan bahwa keberadaan Balawista merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin keamanan wisata. “Petugas kami diisi ASN dan P3K. Artinya, kehadiran negara benar-benar nyata dalam memberikan rasa aman kepada wisatawan,” jelasnya.

Bagi Bangka Barat, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem serupa, termasuk membuka peluang pelatihan teknis bagi calon penyelamat pantai. “Kami ingin melihat langsung bagaimana manajemen, pola penugasan, hingga sistem koordinasinya. Harapannya bisa kami terapkan di daerah,” tambah Syaeful.

Kunjungan tersebut menjadi refleksi bahwa pengembangan wisata pantai tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus dibarengi dengan sistem keselamatan yang profesional dan terorganisir. BWN-04

Turah Tut Dukung Golkar Bali Taster Cup Jadi Agenda Tahunan

0
HADIAH-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung yang juga Ketua DPD Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang dalam penyelenggaraan Golkar Bali Taster Cup Championship 2026 di Kabupaten Badung.

Mangupura, Baliwakenews.com

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, SH menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus mendukung kegiatan kreatif generasi muda, salah satunya melalui penyelenggaraan Golkar Bali Taster Cup Championship 2026 di Kabupaten Badung.

Politisi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung ini menyampaikan apresiasi atas suksesnya turnamen perdana tersebut yang disambut antusias oleh para cup tasters atau cupers profesional, dengan melibatkan 32 peserta yang mayoritas merupakan barista muda berbakat.

“Sebagai pimpinan DPRD Badung, saya melihat kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang aktualisasi anak muda sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya industri kopi. Ini sejalan dengan semangat kami di DPRD dalam mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan produktif berbasis potensi lokal,” ujar Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra saat penutupan dan penyerahan hadiah, Sabtu (14/2/2026) sore.

Pria yang akrab disapa Turah Tut itu menilai pelaksanaan turnamen sudah berjalan baik meski masih terdapat sejumlah hal yang perlu disempurnakan. Ia memastikan pada penyelenggaraan berikutnya, event ini akan dikemas lebih meriah, termasuk pemilihan lokasi di kedai kopi yang telah memiliki reputasi di kalangan anak muda.

“Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan ada yang belum tertampung karena kuota terbatas. Ke depan, turnamen ini akan berlanjut di kabupaten/kota lain, kemudian pemenang tingkat kabupaten akan dikirim ke provinsi, dan berlanjut ke tingkat nasional,” jelasnya.

Ketua Panitia, I Ketut Bijaya Negara, menyampaikan bahwa pelaksanaan di Badung merupakan seri kedua setelah sebelumnya digelar di Kota Denpasar. Ia menambahkan, turnamen ini juga menjadi sarana memperkenalkan Partai Golkar kepada generasi muda sekaligus bentuk dukungan terhadap UMKM dan kemudahan akses pembiayaan di sektor kopi.

Adapun para pemenang Golkar Bali Taster Cup Championship 2026 Kabupaten Badung adalah Putu Wisnu Arista (Juara I), Ijot M. Rizki Syah Putra (Juara II), Rendika Rahman (Juara III), dan M. Farhan Firzatullah (Juara IV). Para juara menerima piala, piagam, uang tunai, serta tambahan hadiah dari Anggota Fraksi Golkar DPRD Badung.

Dengan dukungan legislatif dan antusiasme peserta, Golkar Bali Taster Cup Championship diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan talenta-talenta barista unggulan dari Bali. BWN-05

Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar, Kediri

0

Tabanan, baliwakenews.com

Sesuai instruksi dan arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2). Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga didampingi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, Camat Kediri, Bendesa Adat setempat, serta perangkat daerah terkait lainnya. Jajaran melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi longsor susulan.

Hasil tinjauan dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya. Sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama.BWN-HT