Belajar dari Badung, Bangka Barat Akui Minim Sistem Penyelamatan Pantai

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Kasus wisatawan tenggelam yang belum tertangani secara cepat menjadi alarm bagi Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Minimnya lifeguard resmi di sejumlah destinasi pantai membuat daerah tersebut mulai berbenah dengan belajar langsung ke Badung, Bali.

Hal itu terungkap saat Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka Barat melakukan kunjungan kerja ke UPDT Penyelamat Wisatawan Kuta, Jumat (13/2/2026). Rombongan dipimpin Ketua Komisi 3 DPRD Bangka Barat, Syaeful Fakah, dan diterima Kepala UPDT Penyelamat Wisatawan Kuta, I Wayan Somer.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Ajak Masyarakat Disiplin dan Taati Protokol Kesehatan

Syaeful mengakui, meski Bangka Barat memiliki garis pantai yang indah dan potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata, aspek keselamatan belum tertata dengan baik. “Di daerah kami masih terjadi wisatawan tenggelam dan belum ada penanganan cepat karena belum tersedia lifeguard resmi. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan Badung yang telah memiliki sistem penyelamatan wisatawan terstruktur di bawah UPDT. Di Pantai Kuta dan Kuta Selatan, sekitar 150 personel Balawista berjaga mengamankan bentang pesisir sepanjang kurang lebih 50 kilometer dengan karakter ombak dan topografi yang berbeda.

Baca Juga:  Ketua DPRD Badung Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Sekolah CIS Bali

Kepala UPDT Penyelamat Wisatawan Kuta, I Wayan Somer, menjelaskan bahwa keberadaan Balawista merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin keamanan wisata. “Petugas kami diisi ASN dan P3K. Artinya, kehadiran negara benar-benar nyata dalam memberikan rasa aman kepada wisatawan,” jelasnya.

Bagi Bangka Barat, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem serupa, termasuk membuka peluang pelatihan teknis bagi calon penyelamat pantai. “Kami ingin melihat langsung bagaimana manajemen, pola penugasan, hingga sistem koordinasinya. Harapannya bisa kami terapkan di daerah,” tambah Syaeful.

Baca Juga:  Ketua TP. PKK Ny. Seniasih Giri Prasta Rancang Berbagai Program Inovasi

Kunjungan tersebut menjadi refleksi bahwa pengembangan wisata pantai tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus dibarengi dengan sistem keselamatan yang profesional dan terorganisir. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR