Tabanan, Baliwakenews.com
Meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja usia sekolah mulai memicu kekhawatiran di Bali. Akses yang kian mudah serta pengaruh pergaulan membuat rokok elektrik semakin populer di kalangan pelajar, padahal risiko kesehatannya tidak bisa dianggap remeh.
Menjawab situasi tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di SOS Children’s Village Bali yang berlokasi di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri lima dosen FKIK Unwar, jajaran pengurus, ibu asuh, serta anak-anak hingga remaja yang tinggal di Kampung SOS. Fokus utama kegiatan adalah edukasi bahaya penggunaan vape sejak dini, disertai pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
“Anak-anak sangat antusias dengan materi yang diberikan dan aktif menceritakan pengalaman mereka,” ujar dr. Luh Gde Evayanti, M.Si di sela kegiatan.
Risiko Nyata di Balik Tren Vape
Dalam sesi penyuluhan, tim FKIK Unwar menegaskan bahwa penggunaan vape pada usia remaja dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk gejala sesak napas dan iritasi paru. Selain itu, paparan nikotin dalam rokok elektrik juga berpotensi memengaruhi perkembangan otak remaja yang masih dalam fase pertumbuhan.
Tak hanya membahas kesehatan fisik, tim juga mendorong pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah deteksi dini berbagai masalah kesehatan.
Edukasi Finansial Sejak Dini
Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada aspek medis. Anak-anak dan remaja juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter remaja yang cerdas finansial.
Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran ekonomi dan perencanaan masa depan.
Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh
Selain penyuluhan, tim dokter FKIK Unwar melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi:
Pengukuran antropometri (tinggi dan berat badan)
Pemeriksaan tanda vital
Pemeriksaan fisik umum
Pemeriksaan kesehatan kulit
Tim medis yang terlibat antara lain dr. Putu Gde Hari Wangsa, Sp.DV, dr. Ni Wayan Sri Ekayanti, M.Biomed, dr. Putu Austin Widyasari Wijaya, M.Biomed, dan dr. A.A. Ngurah Rai Kusuma Putra, Sp.B.
Village Director SOS Children’s Village Bali, Galih Heru Garbo, S.Sos, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan FKIK Unwar dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendukung pemberdayaan kesehatan dan ekonomi keluarga asuh.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa upaya mencegah tren negatif di kalangan remaja tidak cukup hanya dengan larangan. Diperlukan edukasi yang tepat, pendampingan berkelanjutan, serta sentuhan empati agar generasi muda Bali tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan cerdas dalam mengelola masa depannya. BWN-03







































