Tangkal Vape Sejak Dini, FKIK Unwar Turun ke Kampung SOS Tabanan Gelar Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis

0
Sumber: (Humas) PENGABDIAN - FKIK Unwar menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di SOS Children's Village Bali yang berlokasi di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.

Tabanan, Baliwakenews.com

Meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja usia sekolah mulai memicu kekhawatiran di Bali. Akses yang kian mudah serta pengaruh pergaulan membuat rokok elektrik semakin populer di kalangan pelajar, padahal risiko kesehatannya tidak bisa dianggap remeh.

Menjawab situasi tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di SOS Children’s Village Bali yang berlokasi di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri lima dosen FKIK Unwar, jajaran pengurus, ibu asuh, serta anak-anak hingga remaja yang tinggal di Kampung SOS. Fokus utama kegiatan adalah edukasi bahaya penggunaan vape sejak dini, disertai pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

“Anak-anak sangat antusias dengan materi yang diberikan dan aktif menceritakan pengalaman mereka,” ujar dr. Luh Gde Evayanti, M.Si di sela kegiatan.

Risiko Nyata di Balik Tren Vape

Dalam sesi penyuluhan, tim FKIK Unwar menegaskan bahwa penggunaan vape pada usia remaja dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk gejala sesak napas dan iritasi paru. Selain itu, paparan nikotin dalam rokok elektrik juga berpotensi memengaruhi perkembangan otak remaja yang masih dalam fase pertumbuhan.

Tak hanya membahas kesehatan fisik, tim juga mendorong pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah deteksi dini berbagai masalah kesehatan.

Edukasi Finansial Sejak Dini

Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada aspek medis. Anak-anak dan remaja juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter remaja yang cerdas finansial.

Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran ekonomi dan perencanaan masa depan.

Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh

Selain penyuluhan, tim dokter FKIK Unwar melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi:

Pengukuran antropometri (tinggi dan berat badan)

Pemeriksaan tanda vital

Pemeriksaan fisik umum

Pemeriksaan kesehatan kulit

Tim medis yang terlibat antara lain dr. Putu Gde Hari Wangsa, Sp.DV, dr. Ni Wayan Sri Ekayanti, M.Biomed, dr. Putu Austin Widyasari Wijaya, M.Biomed, dan dr. A.A. Ngurah Rai Kusuma Putra, Sp.B.

Village Director SOS Children’s Village Bali, Galih Heru Garbo, S.Sos, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan FKIK Unwar dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendukung pemberdayaan kesehatan dan ekonomi keluarga asuh.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa upaya mencegah tren negatif di kalangan remaja tidak cukup hanya dengan larangan. Diperlukan edukasi yang tepat, pendampingan berkelanjutan, serta sentuhan empati agar generasi muda Bali tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan cerdas dalam mengelola masa depannya. BWN-03

Bandara Bali Utara Masuk RPJMN, Publik Tagih Aksi Nyata Pemerintah

0
Sumber: (HumasBll) TAGIH JANJI - Lima puluhan tokoh Bali berkumpul di Puri Jambe, Denpasar, Rabu (12/2/2026), tagih janji pembangunan Bandara Bali Utara.

Denpasar, Baliwakenews.com

Hampir lima puluh tokoh Bali berkumpul di Puri Jambe, Denpasar, Rabu (12/2/2026), menyuarakan satu kegelisahan yang sama: pembangunan Bandara Internasional Bali Utara jangan berhenti sebagai janji politik yang tersimpan rapi di dokumen negara.

Para penglingsir, tokoh adat, dan tokoh masyarakat duduk sejajar membahas komitmen Presiden Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres 2024 untuk membangun bandara di Bali Utara. Janji itu bahkan telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Namun hingga awal 2026, publik belum melihat tanda konkret dimulainya proyek tersebut. Belum ada penetapan lokasi final, belum ada jadwal peletakan batu pertama (groundbreaking), dan belum ada kepastian tahap konstruksi.

Pertemuan dipandu Made Sutadana dan dihadiri Penglingsir Puri Agung Buleleng Anak Agung Ngurah Ugrasena, Penglingsir Puri Jambe Anak Agung Rai Iswara, serta mantan Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana. Hadir pula CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, yang selama ini mendorong realisasi proyek.

“Kami tidak ingin lagi wacana berulang setiap periode. Bandara Bali Utara adalah kebutuhan strategis, bukan bahan kampanye. Kalau sudah masuk RPJMN, harus ada langkah nyata,” tegas Anak Agung Ngurah Ugrasena.

RPJMN Bukan Otomatis Eksekusi

Pencantuman proyek dalam RPJMN memang memberi legitimasi formal. Dokumen itu juga memuat rencana pembangunan jalan tol Kubutambahan–Singapadu–Kintamani–Bangli–Denpasar sebagai penguat konektivitas.

Namun RPJMN adalah dokumen arah kebijakan, bukan otomatis berarti proyek berjalan. Tanpa penetapan lokasi, izin lingkungan, dan jadwal konstruksi, bandara tetap sebatas rencana.

Wacana bandara Bali Utara sendiri bukan cerita baru. Ia telah bergulir lebih dari satu dekade, berganti konsep dan lokasi, melintasi beberapa periode pemerintahan. Yang belum berubah hanya satu: proyek belum dibangun.

Bali Selatan Kian Jenuh

Di sisi lain, tekanan di Bali Selatan semakin nyata. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kini melayani lebih dari 23 juta penumpang per tahun, mendekati kapasitas optimalnya. Dengan satu landasan pacu dan ruang ekspansi terbatas, ruang pengembangan semakin sempit.

Di luar bandara, kawasan Kuta, Canggu, hingga Uluwatu menghadapi kemacetan kronis. Persoalan sampah, tekanan air tanah, dan alih fungsi lahan pertanian menjadi properti pariwisata mempertegas gejala overtourism yang semakin terasa.

Sorotan internasional juga meningkat terkait pelanggaran hukum oleh sebagian warga negara asing, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal hingga kasus kriminal lintas negara. Pemerintah daerah bahkan membentuk satuan tugas khusus untuk menertibkan wisatawan bermasalah.

Bali Selatan menjadi motor ekonomi, tetapi sekaligus titik rawan sosial dan lingkungan.

Ketimpangan Bali Utara

Sementara itu, Bali Utara khususnya Buleleng bergerak lebih lambat. Kontribusi ekonominya jauh di bawah Bali Selatan. Banyak anak muda memilih merantau ke Denpasar dan Badung demi pekerjaan di sektor pariwisata.

“Ini soal keadilan pembangunan. Kalau tidak ada intervensi besar seperti bandara, ketimpangan ini bisa permanen,” ujar Gede Wardana.

Bandara di utara diyakini menjadi game changer: membuka investasi perhotelan, pusat logistik, kawasan ekonomi baru, hingga industri kreatif berbasis budaya lokal.

Swasta Klaim Siap, Negara Masih Menimbang

PT BIBU Panji Sakti menyatakan proyek tidak menggunakan APBN maupun APBD. Nilai investasi disebut mencapai sekitar US$3 miliar atau setara Rp50 triliun dari konsorsium swasta internasional.

Desain awal mencakup tiga landasan pacu, terminal seluas lebih dari 200 ribu meter persegi, kapasitas awal 20 juta penumpang per tahun, serta proyeksi penciptaan hingga 200 ribu lapangan kerja langsung dan tidak langsung.

“Kajian teknis, desain, hingga skema pembiayaan sudah kami siapkan. Jika negara sudah memberi arah lewat RPJMN, seharusnya tinggal eksekusi kebijakan,” ujar Erwanto.

Pernyataan itu mempertegas bahwa keputusan kini berada di tangan pemerintah pusat.

Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Masuknya proyek dalam RPJMN membentuk ekspektasi publik. Jika realisasi berlarut, yang tergerus bukan hanya proyek, tetapi juga kepercayaan.

“Tanpa kepastian lokasi dan jadwal groundbreaking, publik akan terus bertanya: apakah ini benar prioritas atau sekadar janji yang diparkir?” kata Anak Agung Rai Iswara.

Sebagai wajah pariwisata Indonesia, ketimpangan dan kejenuhan Bali bukan hanya persoalan daerah. Ketika daya dukung sosial dan lingkungan terlampaui, reputasi destinasi nasional ikut terdampak.

Bandara Bali Utara bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia menjadi simbol keseriusan pemerataan pembangunan.

Kini publik menunggu bukan lagi pernyataan, melainkan tindakan konkret: penetapan lokasi resmi, finalisasi izin, transparansi pembiayaan, dan tanggal pasti peletakan batu pertama.

Tanpa itu, RPJMN hanya akan menjadi dokumen. Sementara bagi Bali Utara, waktu terus berjalan dan masa depan tak bisa lagi terlalu lama ditunda. BWN-03

Merawat Seni, Menebar Kasih: 11 Tahun Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti Mengabdi untuk Sesama

0
Sumber: (HumasBll) BAKSOS - 11 Tahun Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti (WSS) memilih merayakan dengan bakti sosial pada Jumat 13 Februari 2026.

Singaraja, Baliwakenews.com

Di sebuah sudut Desa Tukadmungga, suasana berbeda terasa pada 13 Februari 2026 lalu. Tidak ada gemerlap lampu panggung atau riuh tepuk tangan penonton seperti perayaan hari jadi sebelumnya. Yang tampak justru deretan paket sembako, senyum para lansia, serta wajah-wajah anak yatim yang menerima uluran tangan penuh ketulusan.

Memasuki usia ke-11, Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti (WSS) memilih merayakan perjalanan panjangnya dengan cara yang lebih membumi: bakti sosial bagi masyarakat sekitar. Bagi pendiri sekaligus pemilik yayasan, Kadek Angga Wahyu Pradana, inilah makna sejati dari berkesenian.

“Esensi bakti sosial ‘Vasudeva Kutumbakam’ mengusung tema kita semua bersaudara. Kami ingin menjadikan seni sebagai media pemersatu dan pengabdian nyata,” tuturnya saat dikonfirmasi, Minggu 15 Februari 2026.

Sebanyak 100 paket tali kasih berisi sembako dan kebutuhan pokok disalurkan langsung kepada para lansia, anak-anak yatim/piatu didik sanggar, serta masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar yayasan. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kepedulian yang telah lama tumbuh dalam semangat WSS.

Bagi Angga—yang juga dikenal sebagai pemuda pelopor di bidang seni—keberhasilan sebuah sanggar tak hanya diukur dari prestasi di atas panggung. Lebih dari itu, ia percaya nilai seni terletak pada kemampuannya memberi manfaat nyata bagi lingkungan.

“Keberhasilan tidak hanya tentang piala dan penghargaan. Tapi seberapa besar kehadiran kita berarti bagi masyarakat,” ujarnya penuh keyakinan.

Perjalanan Yayasan Wahyu Semara Shanti sendiri bukanlah kisah yang instan. Akar eksistensinya telah tertanam sejak 1998, berawal dari restu dan bimbingan sang ayah, Ketut Ardana. Dari sebuah semangat pelestarian seni kerawitan dan tari, lembaga ini tumbuh perlahan, ditempa oleh waktu dan berbagai tantangan. Hingga akhirnya pada 2015, yayasan ini resmi memiliki legalitas formal menjadi tonggak penting yang kini dihitung sebagai awal perayaan hari jadinya.

Sebelas tahun bukan sekadar angka. Ia adalah simbol ketekunan, kemandirian, dan mental tangguh yang terus diasah. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh WSS dalam melangkah ke depan.

Di tengah dinamika dunia kesenian yang kerap diwarnai persaingan, WSS justru menanamkan semangat inklusivitas. Harapan besarnya adalah terciptanya iklim berkesenian yang sehat di Buleleng di mana setiap sanggar dapat saling merangkul tanpa rasa terancam, dan kolaborasi menjadi kekuatan bersama.

Bagi WSS, seni bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang empati. Tentang bagaimana nada gamelan dan gerak tari dapat menjelma menjadi jembatan kemanusiaan. Tentang bagaimana generasi muda dididik bukan hanya agar piawai di panggung, tetapi juga peka terhadap realitas sosial di sekitarnya.

Seperti bunga yang menyebarkan keharuman tanpa memilih siapa yang akan merasakannya, Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti ingin terus tumbuh sebagai pusat kebudayaan yang memberi makna tidak hanya bagi dunia seni, tetapi juga bagi kemanusiaan. BWN-03

Remaja Celuk Dibekali Literasi Digital dan Keterampilan Cek Kesehatan, FKIK Unwar Soroti Dampak Medsos pada Mental dan Ekonomi

0
Sumber: (Humas) PKM UNWAR - Tim dosen FKIK Unwar menggelar kegiatan PKM di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Gianyar, Baliwakenews.com

Universitas Warmadewa melalui tim dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Program ini secara khusus menyasar kelompok remaja dengan fokus pada edukasi pemanfaatan media sosial yang sehat serta peningkatan kesadaran kesehatan dan ekonomi sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Celuk tersebut dibuka langsung oleh Perbekel Desa Celuk, I Nyoman Rupadana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendampingan terhadap remaja di tengah derasnya arus digitalisasi yang kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka aktif ingin mencoba selama kegiatan,” ujar I Nyoman Rupadana yang mengikuti seluruh rangkaian acara.

Soroti Dampak Medsos pada Mental dan Pola Konsumsi

Dalam pemaparannya, tim dosen FKIK Unwar yang terdiri dari dr. Putu Ayunda Trisnia, Sp.A, dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si., dan dr. Ni Putu Diah Witari, M.Sc., menyoroti tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja Bali yang berpotensi memicu gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, rendah diri, hingga tekanan sosial akibat perbandingan gaya hidup.

Tak hanya itu, perilaku konsumtif akibat tren belanja online impulsif juga menjadi perhatian. Remaja dibekali pemahaman tentang cara bijak menggunakan media sosial, termasuk memilah konten, membatasi waktu layar (screen time), serta menghindari jebakan promosi dan gaya hidup berlebihan.

“Edukasi ini kami harapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kesadaran ekonomi yang baik, ” ucap Ayunda Trisnia.

Praktik Langsung Pemeriksaan Kesehatan

Tidak berhenti pada teori, kegiatan PKM juga diisi dengan praktik pemeriksaan kesehatan dasar. “Para remaja kami ajarkan melakukan pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, serta suhu tubuh,” ungkap Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini.

Tim dosen memberikan kesempatan kepada beberapa peserta untuk mempraktikkan secara mandiri penggunaan alat kesehatan tersebut. Dari total 10 remaja dan satu kader yang mengikuti kegiatan, sebagian besar diketahui tidak tergabung dalam dokter kecil maupun Palang Merah Remaja (PMR) di sekolahnya.

Melalui pelatihan ini, remaja didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Hibah Alat Kesehatan dan Harapan Keberlanjutan

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim FKIK Unwar menyerahkan hibah alat pemeriksaan kesehatan kepada kelompok remaja Desa Celuk. “Kami harapkan bantuan ini menjadi pemicu lahirnya kader-kader kesehatan muda di tingkat desa, ” ujar Putu Diah Witari.

Perbekel Desa Celuk mengapresiasi bentuk pengabdian yang dinilai mendorong keaktifan remaja, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga dalam membangun kesadaran ekonomi yang lebih rasional.

Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dengan cakupan peserta yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak remaja di Desa Celuk dan sekitarnya. BWN-03

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal

0
Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah fisik anggaran perubahan tahun 2025 senilai lebih dari Rp3 miliar untuk pembangunan pura, serta bantuan dana pribadi sebesar Rp25 juta.

Dalam sembrama wecananya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong warga Banjar Adat Panglan Baleran dalam melaksanakan yadnya.

“Semangat ngayah ini adalah cerminan nilai luhur yang harus diwariskan. Pemerintah hadir untuk ikut ngrastiti bakti sekaligus menjadi saksi (upasaksi) upacara ini. Semoga Ida Bhatara yang berstana di sini senantiasa memberikan tuntunan agar upacara berjalan Labda Karya Sida Sidaning Don,” ujar Bupati.

Selain urusan spiritual, Bupati Adi Arnawa juga menyelipkan pesan krusial mengenai lingkungan. Beliau mengajak masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai dan mulai menerapkan sistem “Tebe Modern”.

“Saya harap masyarakat membuat tebe modern di rumah masing-masing agar sampah organik seperti sisa canang dan dedaunan tidak lagi dibawa ke TPS3R atau TPA. Ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kita,” tegasnya.

Terkait kesejahteraan, Bupati memaparkan program unggulan pasangan Adi-Cipta untuk tahun 2026, khususnya di bidang Pendidikan yakni Pendidikan Gratis Selain SD dan SMP, kini jenjang SMA/SMK (Negeri maupun Swasta) di wilayah Badung digratiskan. Pemerintah juga menyiapkan kuota beasiswa kuliah bagi 400 orang dengan kriteria khusus, yakni anak petani atau orang tua berpenghasilan di bawah Rp 5 juta, serta anak yang bernama Nyoman dan Ketut. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah selama 4 tahun hingga biaya wisuda.

Sementara itu, Manggala Karya I Gede Agus Feri Mahardika menyampaikan terima kasih atas dukungan hibah yang telah digunakan untuk renovasi Pura Dalem Jambe. Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi Balai Banjar Panglan Baleran yang saat ini sudah mulai miring dan memprihatinkan, serta memohon dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Bawa, anggota DPRD Badung I Made Suardana, perwakilan DPR RI, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal, serta tokoh masyarakat setempat.BWN-HB

Bupati Adi Arnawa Mendem Pedagingan di, Pura Desa dan Puseh Blahkiuh

0
Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu, di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (17/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Istri Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu, serangkaian upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (17/2). Rangkaian upacara melaspas dipuput Ida Pedanda Griya Lebah, Abiansemal. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung diwakili anggota DPRD Putu Dendy Astra Wijaya dan I Gusti Ngurah Shaskara, PHDI Badung, Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten, MDA Kecamatan, Camat Abiansemal beserta Tripika Kecamatan, Perbekel, Bendesa Adat, BPD, LPM, Kelian Dinas dan Adat serta krama Desa Blahkiuh.

Upacara melaspas digelar, serangkaian telah selesainya perbaikan pelinggih dan sejumlah bangunan di Pura Desa dan Puseh. Untuk tahun 2025, Pemkab Badung telah membantu dana hibah pembangunan tiga pura di Blahkiuh. Diantaranya Pura Desa lan Puseh, Pura Penataran dan Pura Merajapati Gede. Dana hibah fisik yang digelontorkan dari APBD Badung 2025 dengan total Rp 12,9 miliar. Sementara untuk mendukung pelaksanaan upacara melaspas, Bupati mepunia sebesar Rp 100 juta dan DPRD Badung Rp 10 juta.

Bupati Adi Arnawa atas nama Pemkab. Badung merasa bersyukur dapat hadir ikut ngrastiti upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Puseh dan Desa Blahkiuh. Upacara ini sangatlah penting sebagai simbol penyucian stana ida bhatara. “Upacara melaspas dan mendem pedagingan sebagai penyucian dan pembersihan bangunan suci secara niskala. Semoga melalui upacara ini semua krama diberikan keselamatan, kedamaian dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” terangnya. Untuk itu Bupati minta kedepan agar keberadaan parahyangan ini tetap dijaga dan dipelihara dengan baik. Tentunya dibutuhkan sinergitas antara pemerintah desa dengan desa adat bersama seluruh masyarakat dengan selalu menjaga rasa sagilik, saguluk, gotong- royong dan meningkatkan sradha dan bhakti kehadapan-Nya.

Lebih lanjut, Bupati meminta kepada masyarakat untuk mendukung program Pemkab Badung, terutamanya bersama-sama menangani masalah sampah yang menjadi tantangan luar biasa. Saat ini pemerintah daerah tengah gencar-gencarnya menangani sampah melalui program teba modern, termasuk penanganan sampah di TPS3R yang ada di desa/kelurahan dan TPST di wilayah kecamatan. “Kami minta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Mari bergotong-royong, mulai budayakan pilah sampah, sehingga penanganan sampah tuntas di sumbernya,” terang Bupati.

Beliau juga menyampaikan program kebijakan yang telah dilaksanakan untuk masyarakat. Mulai bantuan hari besar keagamaan Rp 2 juta per KK, bantuan umur harapan hidup diatas 75 tahun mendapat Rp 3 juta saat berulang tahun serta bantuan Rp 1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan gangguan jiwa. Mulai 2026 ini akan dilaksanakan pula program beasiswa S1 bagi anak petani, nyoman dan ketut serta anak dari keluarga berpenghasilan Rp 5 juta ke bawah. Dan biaya sekolah gratis, bagi siswa SMA Negeri maupun Swasta yang bersekolah di Badung.

Bendesa Adat Blahkiuh Gusti Ngurah Made Oka menyampaikan terima kasih atas bantuan bupati badung yang telah membantu hibah perbaikan tiga parahyangan di Desa Blahkiuh dengan total bantuan Rp 12,9 M. Kedepan pihaknya juga tetap memohon dukungan bupati sehingga program pembangunan di Desa Blahkiuh dapat dituntaskan. “Kedepan kami akan selalu mohon dukungan bapak bupati, karena banyak sekali program yang kami laksanakan. Mulai dari karya nyekah massal, perbaikan sejumlah pura hingga rencana karya di Pura Dalem Gede Blahkiuh pada 2028 nanti,” imbuhnya.BWN-HB

Sosialisasi Pembangunan Teba Modern di Desa Darmasaba

0
Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri dan memberi arahan saat Sosialisasi Pembuatan Teba Modern di Wantilan Pura Desa Desa Adat Darmasaba, Minggu (15/2).

Mangupura. baliwakenews.com

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri dan memberi arahan saat Sosialisasi Pembuatan Teba Modern (Teba Kota) di Desa Darmasaba yang merupakan implementasi inovasi CINTA Darmasaba (Cara Indah Tangani Sampah Darmasaba). Kegiatan berlangsung di Wantilan Pura Desa Desa Adat Darmasaba, minggu (15/2).

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepala Bagian Pembangunan Setda Badung, Camat Abiansemal beserta Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat Desa,Bendesa Adat Tegal, Bendesa Adat Darmasaba serta Krama Desa Adat Darmasaba.

Pada kesempatan tersebut Wabup Bagus Alit Sucipta juga berkesempatan menyerahkan 5 unit Tong Komposter kepada Bendesa adat Tegal dan Bendesa Adat Darmasaba, yang bersumber dari CSR sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan yang berusaha di Badung.

Dalam arahannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Melalui pembangunan Teba Modern, diharapkan setiap rumah memiliki sistem pengolahan sampah organik secara mandiri sehingga mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.

“Teba Modern ini bukan sekadar tempat membuang sampah, tetapi menjadi solusi pengolahan sampah berbasis sumber yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik di pilah untuk didaur ulang,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, inovasi CINTA Darmasaba menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong desa-desa untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis partisipasi masyarakat.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh krama Desa Adat Darmasaba dapat berperan aktif mendukung program Teba Modern, sehingga terwujud lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sehingga darurat sampah di Badung bisa kita minimalisir,” ucap Wabup

Sementara Perbekel Darmasaba IB. Surya Prabawa Manuaba melaporkan terkait dengan sosialisasi pembuatan Teba Modern (Teba Kota) di Desa Darmasaba, ide cikal bakal Teba Modern lahir dari Desa Adat Darmasaba sebagai salah satu solusi untuk bagaimana mengelola sampah di Desa Adat berbasis sumber dengan cara berkolaborasi dengan Desa Dinas Darmasaba.

“Pemberian teba modern pada warga Desa Adat Darmasaba dengan pola satu karangan ayahan desa diberikan satu unit teba modern dengan harapan sampah yang ada di desa Darmasaba bisa diolah disumbernya lebih lebih lagi terhitung 1 Maret 2026 TPA Suwung sudah ditutup itu artinya Teba Modern ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Badung khususnya di Desa Darmasaba,” tegasnya.BWN-HB

Wabup dan Ketua DPRD Badung Tinjau Kesiapan Imlek 2577 di Kuta dan Tanjung Benoa

0
Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, melaksanakan pemantauan kesiapan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 tahun masehi 2026 di Vihara Dharmayana/ Leeng Gwan Bio, Kelurahan Kuta, Kuta, dan Klenteng Caow Eng Bio, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Senin (16/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, melaksanakan pemantauan kesiapan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 pada tahun masehi 2026 di Vihara Dharmayana/ Leeng Gwan Bio, Kelurahan Kuta, Kuta, dan Klenteng Caow Eng Bio, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Senin (16/2).

Pada kesempatan ini juga, Wakil Bupati Badung menyerahkan secara langsung seperangkat alat persembahyangan yang diterima oleh Kelian Banjar Dharma Semadi sekaligus Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta Adi Dharmaja Kusuma dan Angpao kepada para Penari Barongsai di Vihara Dharmayana Kuta.

Selain itu, Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta melaksanakan ritual membakar kertas emas di di Vihara Dharmayana/ Leeng Gwan Bio, dan Klenteng Caow Eng Bio, yang mana merupakan ritual yang menjadi simbol penghormatan bagi para leluhur.

Rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek di Vihara Dharmayana Kuta juga diisi dengan prosesi persembahyangan tolak bala yang diiringi 5 barong sai dan 1 liong di setiap pertigaan dan perempatan jalan oleh krama Banjar Dharma Semadi Kuta dalam sebuah kirab. Prosesi ini menjadi simbol doa bersama untuk menangkal energi negatif sekaligus memohon keselamatan dan keharmonisan bagi masyarakat Kabupaten Badung.

Wabup Bagus Alit Sucipta yang ditemui seusai acara menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk komitmen dari Pemkab Badung untuk memastikan kenyamanan, keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Badung yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577. Selain itu Wabup juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran TNI/Polri yang selalu siaga dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban perayaan Tahun Baru Imlek ini.

“Sebagai sebuah bangsa yang kaya akan keanekaragaman agama dan budaya, yang harus dijaga dan dihormati. Terlebih Kabupaten Badung sebagai daerah pariwisata dunia, tentunya vihara maupun kelenteng ini merupakan pusat ibadah bukan hanya untuk masyarakat Badung tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Badung yang merayakan Tahun Baru Imlek ini. Sekali lagi saya mengucapkan Selamat menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Semoga membawa keberkahan, kesehatan, dan kemakmuran bagi kita semua,” ujarnya

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Nyonya I Gusti Ayu Oka, OPD Terkait di Lingkungan Pemkab. Badung, Camat Kuta beserta unsur Tripika kecamatan Kuta, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta beserta unsur Tripika Kecamatan Kuta selatan, Lurah Tanjung Benoa I Wayan Sudiana, Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, Bendesa Desa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, Dewan Pertimbangan Klenteng Caow Eng Bio, Nyoman Suarsana Hardika, Ketua Klenteng Caow Eng Bio, Made Juanda Aditya.BWN-HB

Putri Koster: Jangan Biarkan Generasi Bali Kehilangan Aksara dan Jati Diri di Tengah Arus Global

0
Sumber: (Humas) PEMBUKAAN – Ny. Putri Koster saat membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu 15 Februari 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Putri Koster menegaskan bahwa perbedaan budaya bukanlah sekat pemisah, melainkan kebanggaan yang wajib dirawat bersama. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu 15 Februari 2026.

Dalam kapasitasnya sebagai Pendamping Gubernur Bali sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Koster mengajak generasi muda Pulau Dewata untuk tidak tercerabut dari akar budaya di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan pariwisata.

“Bali adalah wajah Indonesia dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi. Masuknya budaya Barat jangan sampai membuat generasi muda lupa pada busana, aksara, dan bahasa Bali,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya membiasakan penggunaan bahasa daerah di ruang-ruang lokal, mengenakan busana adat Bali dengan bangga, serta memahami dan melestarikan aksara Bali sebagai identitas peradaban.

“Jika bukan kita yang menjaga budaya ini, siapa lagi? Perbedaan budaya antar daerah adalah ciri khas yang melekat dan menjadi kebanggaan yang harus dirawat,” ujarnya.

Momentum 1112 Tahun Prasasti Blanjong dan Bulan Bahasa Bali

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong dan bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026. Momentum tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kesadaran literasi aksara tradisional di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Tiga narasumber dihadirkan dalam seminar bertajuk “Aksara Kawi”, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Gede Suarbawa dalam paparannya menjelaskan bahwa sejarah sistem aksara di Indonesia dipengaruhi oleh tiga sistem besar yang membentuk tradisi keberaksaraan Nusantara, yakni Pallawa, Arab, dan Latin. Selain itu, terdapat sistem lain seperti Siddhamatrka/Pre-Nagari dan aksara Cina, namun pengaruhnya tidak berkelanjutan.

Ia memaparkan bahwa aksara Pallawa digunakan dalam prasasti tertua di Indonesia, seperti Prasasti Muara Kaman di Kutai yang memuat kebesaran Raja Mulawarman, serta prasasti Raja Purnawarman di Jawa Barat. Seiring waktu, sistem tersebut bertransformasi di berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali menjadi aksara Kawi.

Aksara sebagai Fondasi Identitas

Melalui seminar ini, Putri Koster berharap kesadaran terhadap warisan literasi klasik tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata pelestarian budaya.

Ia menegaskan, keberagaman budaya Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan yang memperkaya bangsa, bukan sebagai perbedaan yang memecah.

“Budaya yang kuat adalah budaya yang dijaga oleh generasinya sendiri,” tandasnya.

Seminar Aksara Kawi ini diharapkan menjadi ruang dialog ilmiah sekaligus refleksi kebudayaan, agar tradisi literasi klasik Bali tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman. BWN-03

Bali United Terancam Denda Ratusan Juta Imbas Lawan Persija, Ini Kata Johnny Jansen

0
Foto: (BWN-06)FLARE: Suporter Bali United menyalakan flare saat laga melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Gianyar, baliwakenews.com

Bali United terancam sanksi denda ratusan juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI imbas laga melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15 Februari 2026 malam. Hal itu disebabkan karena suporter Bali United menyalakan flare, kembang api, dan petasan menjelang babak kedua berakhir.

Selain ketiga benda itu, denda lainnya turut mengintai dimana suporter di tribun timur melemparkan botol minuman ke arah lapangan. Walhasil, Bali United terancam dengan denda ratusan juta oleh Komite Disiplin PSSI.

Disinggung mengenai insiden tersebut, pelatih Bali United angkat bicara. Ia mengatakan jika maksud suporter itu untuk merayakan ulang tahun klub, sebaiknya dilakukan setelah pertandingan berakhir.

“Jika maksudnya untuk merayakan ulang tahun klub, saya rasa waktunya kurang tepat saat pertandingan berlangsung. Seharusnya dilakukan setelah laga berakhir,” ungkap Johnny Jansen saat dikonfirmasi, Senin 16 Februari 2026.

Diketahui, Bali United merayakan hari jadinya yang ke-11 tepat di tanggal 15 Februari. Sayangnya, di hari spesial itu Ricky Fajrin dkk takluk dengan skor 0-1 oleh tamunya.

Insiden di penghujung waktu normal itupun membuat laga berhenti cukup lama. Namun Johnny Jansen menyoroti soal penambahan waktu serta keputusan wasit yang menyudahi laga sebelum 12 menit itu berakhir.

“Tambahan waktunya 12 menit tapi saya rasa permainan sudah dihentikan kurang dari itu,” pungkasnya. BWN-06

Badung Peduli dan Temu Wirasa dengan PKK Desa Penarungan

0
Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menggelar acara Safari Badung Peduli dan Temu Wirasa bersama pengurus, anggota PKK, serta kader Posyandu se-Desa Penarungan, Minggu (15/2).

Mangupura, baliwakenews.com

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menggelar acara Safari Badung Peduli dan Temu Wirasa bersama pengurus, anggota PKK, serta kader Posyandu se-Desa Penarungan, Minggu (15/2). Acara yang bertujuan menyelaraskan program-program PKK demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Penarungan, dengan pembukaan berupa serangkaian kegiatan aksi sosial konkret.

Mengawali kegiatan, Rasniathi Adi Arnawa beserta rombongan melakukan tindakan berdampak langsung bagi masyarakat Desa Penarungan. Pertama, dilakukan penanaman bibit pohon cempaka di area Pura Taman Beji Paluh dan penebaran bibit ikan nila di sempadan Sungai Beji Paluh. Kegiatan ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan pertanian lokal.

Selanjutnya aksi sosial dengan mengunjungi warga yang membutuhkan perhatian khusus dan menyambangi rumah warga disabilitas di Banjar Dauh Peken, Banjar Dangin Peken, Banjar Batan Buah, serta anak yatim piatu di Banjar Dangin Peken Desa Penarungan, memberikan dukungan dan bantuan paket sembako serta memantau kondisi kesejahteraan mereka.

Acara juga menyertakan peninjauan bimbel bahasa Inggris di Banjar Dajan Peken serta berbagai potensi ekonomi lokal. Rombongan mengunjungi Industri Kecil Menengah (IKM) pembuatan keripik ketela dan sukun di Banjar Dauh Peken, serta lokasi budidaya jamur di Bangkiang Sidem.

Rasniathi juga meninjau tempat Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Gelis Nadi Desa Penarungan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan di desa tersebut.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Made Yudana, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perikanan, DLHK, Camat Mengwi, Perbekel Desa Penarungan, Yayasan Bunga Bali, Gerakan Badung Peduli, serta TP PKK dari Kecamatan Mengwi dan TP PKK Desa Penarungan.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa Temu Wirasa ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak langkah antara struktur PKK dari tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan, hingga Posyandu dalam menjalankan 10 program pokok PKK yang telah ditetapkan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar program-program PKK dapat berjalan secara terpadu, tidak tumpang tindih, serta memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Desa Penarungan khususnya, dan Kabupaten Badung pada umumnya. Koordinasi yang baik antar berbagai lapisan akan membuat setiap program yang dilaksanakan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif,” ujarnya.

Acara Temu Wirasa diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergitas antara berbagai elemen PKK dan Posyandu di Desa Penarungan Dengan kerja sama yang erat, diharapkan semua program yang dijalankan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Badung secara menyeluruh.BWN-HB

Supriatna Turun Langsung ke Arena, Tegaskan Komitmen Buleleng Cetak Atlet Panjat Tebing Berprestasi

0
Sumber: (HumasBll) DUKUNGAN - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menunjukkan dukungan langsung kepada atlet panjat tebing Buleleng yang berlaga pada Sirkuit Panjat Tebing Kelompok Umur Seri I Provinsi Bali 2026 di Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Sabtu 14 Februari 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, menunjukkan dukungan langsung kepada atlet panjat tebing Buleleng yang berlaga pada Sirkuit Panjat Tebing Kelompok Umur Seri I Provinsi Bali 2026 di Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Sabtu 14 Februari 2026.

Kehadirannya di arena pertandingan menjadi suntikan moral bagi para atlet muda yang tengah bertarung membawa nama daerah. Supriatna tampak menyapa atlet, pelatih, hingga ofisial, sekaligus memberi motivasi agar tampil percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Ajang ini bukan semata-mata tentang meraih juara, tetapi sebagai sarana pembelajaran, pembentukan karakter, dan mental bertanding. Jadikan setiap pertandingan sebagai motivasi untuk terus berkembang,” tegasnya di sela-sela pertandingan.

Pembinaan Jadi Kunci Prestasi

Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk terus mendorong pembinaan olahraga, termasuk cabang panjat tebing. Dukungan tersebut mencakup program pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, hingga penyediaan sarana dan prasarana sesuai kewenangan daerah.

Menurutnya, keberanian atlet muda untuk tampil di level provinsi merupakan langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi.

“Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan agar potensi atlet muda Buleleng berkembang optimal. Harapan kami, Buleleng mampu melahirkan atlet panjat tebing yang mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Apresiasi untuk Pelatih dan Pengurus

Sebagai Ketua Umum KONI yang baru dilantik, Supriatna juga memberikan penghargaan kepada pelatih dan pengurus cabang olahraga panjat tebing yang konsisten melakukan pembinaan sejak usia dini.

Ia menilai, proses pembinaan yang terarah dan berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi para pelatih dan pengurus. Konsistensi pembinaan sejak dini adalah kunci lahirnya atlet berprestasi,” tegasnya.

Sirkuit Panjat Tebing Kelompok Umur Seri I Provinsi Bali 2026 diikuti atlet usia dini dan remaja dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi dan seleksi menuju kejuaraan yang lebih tinggi.

Dengan dukungan langsung dari pimpinan daerah, atlet panjat tebing Buleleng diharapkan mampu meningkatkan prestasi, memperkuat mental juara, dan tampil sebagai generasi olahraga yang tangguh serta berdaya saing tinggi di masa depan. BWN-03

Operasi Keselamatan Agung 2026 Bernuansa Valentine, Polres Buleleng Bagi 50 Helm dan 1.472 Pelanggar Ditindak

0
Sumber: (HumasBll) OPERASI - Polres Buleleng melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2026 di depan Taman Kota Singaraja, Jalan Ngurah Rai, Jumat (13/2/2026).

Buleleng, Baliwakenews.com

Momentum Hari Valentine dimanfaatkan Polres Buleleng untuk menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Tak sekadar penindakan, aparat kepolisian membagikan helm, bunga, dan cokelat kepada masyarakat di depan Taman Kota Singaraja, Jalan Ngurah Rai, Jumat (13/2/2026).

Sebanyak 50 helm diberikan kepada pengendara roda dua yang kedapatan belum menggunakan helm standar. Selain itu, 50 tangkai bunga dan sekitar 50 cokelat dibagikan sebagai simbol kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bersama Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng Ny. Arini Ruzi Gusman turun langsung ke lapangan, didampingi pejabat utama dan personel yang terlibat dalam operasi.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk pendekatan humanis menjelang Valentine.

“Pada intinya kami ingin memberikan edukasi terkait keselamatan di jalan raya dengan cara yang humanis. Helm, bunga, dan cokelat menjadi simbol kepedulian Polres Buleleng kepada masyarakat,” ujarnya.

1.472 Pelanggaran, Teguran Dominan

Meski dikemas dengan suasana penuh kasih, Operasi Keselamatan Agung 2026 tetap berjalan tegas. Sejak digelar pada 3 Februari 2026, tercatat 1.472 penindakan dilakukan dengan rincian:

Tilang manual: 27 pelanggaran

ETLE statis: 500 pelanggaran

ETLE mobile: 0

Teguran: 945 teguran

Dominasi teguran menunjukkan pola penegakan hukum yang lebih mengedepankan edukasi dan pencegahan.

“Kami tidak ingin masyarakat Buleleng menjadi korban sia-sia di jalan raya. Keselamatan adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri dan keluarga yang menunggu di rumah,” tegas IPTU Yohana.

Polres Buleleng menegaskan, penindakan tetap dilakukan secara profesional. Namun, pendekatan persuasif dan edukatif menjadi prioritas agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari dalam masyarakat.

Dengan strategi kombinasi antara edukasi humanis dan penegakan hukum berbasis ETLE, kepolisian berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Buleleng dapat ditekan secara signifikan. BWN-03

Di Balik Gemuruh “Blanjong”, Putri Koster dan Upaya Menghidupkan Ruh Sejarah Bali di Panggung Kertha Sabha

0
Sumber: (Humas) PEMENTASAN - Putri Koster menyaksikan setiap adegan drama “Blanjong” dengan saksama, Sabtu 14 Februari 2026 di Gedung Kertha Sabha.

Denpasar, Baliwakenews.com

Malam itu, panggung Gedung Kertha Sabha tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan. Ia berubah menjadi lorong waktu. Cahaya temaram menyinari para aktor yang menghidupkan kembali jejak sejarah Bali lewat drama “Blanjong” (Sayong ri Singha Dwara Pura), sebuah garapan Teater Agustus yang memadukan fakta sejarah dan tafsir artistik.

Di antara para penonton yang khidmat, tampak Putri Koster menyaksikan setiap adegan dengan saksama, Sabtu 14 Februari 2026. Pementasan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII yang tahun ini mengusung tema Atma Kerthi – Udianning Purnaning Jiwa, pemuliaan jiwa menuju kesempurnaan hidup.

Menyigi Sejarah Lewat Panggung

“Blanjong” bukan sekadar drama. Ia adalah semi-dokumenter yang berangkat dari keberadaan Prasasti Blanjong prasasti batu karang berusia sekitar 1.112 tahun yang ditemukan di wilayah Sanur. Prasasti ini diyakini sebagai salah satu peninggalan tertua di Bali, menjadi penanda eksistensi Kerajaan Singha Dwara Pura di bawah kepemimpinan Sri Kesari Warmadewa.

Melalui dialog, monolog, dan tata artistik yang kuat, sejarah yang selama ini tersimpan dalam teks dan artefak, dihidupkan kembali. Penonton diajak membayangkan suasana Bali masa lampau ketika kekuasaan, spiritualitas, dan kebudayaan membentuk peradaban awal pulau ini.

Tak ada kesan kaku seperti membaca buku sejarah. Dramaturgi yang diselipkan membuat kisah menjadi lebih cair dan menyentuh, tanpa kehilangan pijakan pada fakta.

Bahasa, Jiwa, dan Identitas

Bulan Bahasa Bali bukan hanya agenda seremonial tahunan. Ia adalah ruang refleksi kolektif tentang pentingnya menjaga bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai identitas. Pementasan “Blanjong” menjadi bukti bahwa pelestarian tidak selalu harus melalui ruang kelas panggung pun bisa menjadi medium pembelajaran yang kuat.

Tema Atma Kerthi terasa relevan. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dimaknai sebagai bagian dari perjalanan jiwa masyarakat Bali. Ketika generasi muda menyaksikan kisah Sri Kesari Warmadewa dalam bentuk teater, mereka tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga tentang jati diri.

Seni sebagai Media Edukasi

Pementasan oleh Teater Agustus ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan mampu menjembatani jarak antara generasi dan sejarah. Nilai-nilai budaya tidak lagi terasa jauh atau abstrak, melainkan hadir secara konkret melalui ekspresi tubuh, suara, dan emosi para aktor.

Kehadiran Putri Koster dalam pementasan tersebut sekaligus menegaskan dukungan terhadap gerakan kebudayaan yang mengedepankan pendekatan kreatif. Di tengah arus globalisasi dan derasnya budaya populer, langkah-langkah seperti ini menjadi penting agar warisan sejarah tidak sekadar menjadi artefak diam.

Di panggung Kertha Sabha malam itu, “Blanjong” bukan hanya drama. Ia adalah pengingat bahwa jejak sejarah Bali masih hidup bernapas dalam bahasa, bergerak dalam seni, dan tumbuh dalam kesadaran generasi hari ini. BWN-03

Gubernur Koster Groundbreaking JEC Bali di KEK The Sanur, Health Tourism Diproyeksi Jadi Mesin Baru Ekonomi Bali

0
Sumber: (Humas) GROUNDBREAKING -Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menghadiri groundbreaking JEC Eye Hospitals and Clinics Bali di kawasan The Sanur, Sabtu 14 Februari 2026.

Denpasar, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pengembangan health tourism akan menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Bali ke depan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri groundbreaking JEC Eye Hospitals and Clinics Bali di kawasan The Sanur, Sabtu 14 Februari 2026.

Koster menyoroti tingginya angka Warga Negara Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Padahal, menurutnya, kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya Bali, tidak kalah bersaing.

“Pelayanan kesehatan yang kita miliki tidak kalah dengan luar negeri. Mengapa mereka bisa berkelas dunia? Ini soal komitmen dan tatanan membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelas internasional,” tegasnya.

KEK Kesehatan Jadi Strategi Ganda: Layanan Medis dan Pariwisata

Koster menyebut pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Bali sebagai langkah strategis. Kawasan ini bukan hanya memperkuat layanan medis berstandar internasional, tetapi juga membuka ceruk wisata baru berbasis kesehatan.

Menurutnya, kehadiran fasilitas kesehatan modern di kawasan The Sanur akan menarik wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang untuk berobat sekaligus berwisata.

“Ini tidak hanya berfungsi untuk kepentingan kesehatan berkelas dunia, tetapi sekaligus mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Bali,” ujarnya.

KEK Kesehatan The Sanur dikembangkan dengan konsep one stop service layanan kesehatan terintegrasi, menggabungkan medical tourism dan wellness tourism. Pasien tidak hanya memperoleh perawatan medis, tetapi juga menikmati ekosistem pariwisata dan keindahan alam Bali. “Konsep ini sangat baik dan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali,” imbuh Koster.

JEC Bali Diproyeksi Jadi Ikon Layanan Kesehatan Mata

Groundbreaking JEC Bali Sanur mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Provinsi Bali. Koster menilai kehadiran rumah sakit dan klinik spesialis mata tersebut dapat menjadi ikon baru tren layanan kesehatan mata di Bali.

Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Bali dalam mengembangkan pariwisata berbasis kesehatan atau health tourism.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Christine Hutabarat, menyatakan KEK Kesehatan The Sanur akan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi yang berdampak positif bagi Bali maupun nasional.

Menurutnya, penambahan fasilitas JEC Bali semakin mempertegas posisi KEK Kesehatan The Sanur sebagai destinasi health and wellness unggulan di tingkat global.

Dengan masuknya jaringan rumah sakit spesialis nasional ke kawasan tersebut, Bali kini tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata konvensional, tetapi mulai menapaki babak baru sebagai pusat layanan kesehatan terpadu berstandar internasional. BWN-03