Mangupura, baliwakenews.com
Rencana penutupan TPA Suwung per 1 Maret 2026 memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pariwisata Bali. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu citra pariwisata jika dilakukan tanpa kesiapan sistem pengelolaan sampah pengganti.
Kekhawatiran itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama stakeholder pariwisata dan jajaran pemerintahan Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Widyatula MICE Poltekpar Bali, Jumat (13/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, para bupati dan wali kota se-Bali, serta perwakilan 17 asosiasi pariwisata tingkat pusat dan 57 asosiasi pariwisata Bali.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, keselamatan pariwisata, ketersediaan air, infrastruktur, hingga perizinan transportasi online. Namun, isu penutupan TPA Suwung menjadi perhatian utama. “Seluruh masukan sudah kami data dan akan dikoordinasikan lintas kementerian untuk dicarikan solusi komprehensif,” ujarnya.
Stakeholder pariwisata bahkan telah mengajukan petisi kepada Presiden RI agar penutupan TPA Suwung ditinjau kembali. Mereka menilai tenggat waktu 1 Maret 2026 terlalu cepat, sementara kesiapan infrastruktur pengolahan sampah di kabupaten/kota belum sepenuhnya matang.
Pemerintah pusat sendiri menyiapkan percepatan penanganan melalui proyek waste to energy yang direncanakan memasuki tahap peletakan batu pertama pada Maret mendatang. Opsi penundaan penutupan TPA Suwung juga turut dibahas dalam pertemuan tersebut.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, secara teknis penutupan per 1 Maret belum realistis. Pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar masih memerlukan waktu untuk memperkuat TPS3R dan TPST serta menambah teknologi pengolahan sampah.
“Prosesnya bertahap hingga pertengahan November 2026. Kalau seluruh sistem sudah optimal, distribusi sampah ke Suwung bisa dinolkan, baru penutupan dilakukan resmi,” jelas Koster.
Ia juga menyebut Wakil Presiden telah menyerap seluruh aspirasi dan akan membahasnya lebih lanjut bersama Menteri Lingkungan Hidup guna mencari solusi terbaik tanpa mengorbankan stabilitas pariwisata Bali.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kerja Wapres Gibran di Bali. Sebelumnya, ia juga meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Badung sebagai bagian dari pemantauan kondisi ekonomi daerah. BWN-04

































