Singaraja, Baliwakenews.com
Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Pemerintah pusat mengucurkan bantuan revitalisasi sekolah yang menyasar satuan pendidikan menengah hingga taman kanak-kanak (TK), sebagai bagian dari percepatan peningkatan mutu pendidikan.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) memang penting, namun pembenahan kualitas internal pendidikan tidak boleh terabaikan.
“Pembangunan sarpras adalah bagian eksterior yang berperan penting dalam proses pembelajaran, tapi yang tak kalah penting adalah interior. Ada empat yang dikembangkan untuk memperbaiki mutu pendidikan,” ujarnya.
Empat Fokus Peningkatan Mutu
Dalam arahannya, Mendikdasmen memaparkan empat fokus utama peningkatan kualitas pendidikan, yakni:
1. Pembelajaran mendalam (deep learning)
2. Peningkatan kompetensi guru
3. Penguatan layanan bimbingan dan konseling
4. Peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris
Program revitalisasi ini tak hanya memperbaiki ruang kelas dan fasilitas pendukung, tetapi juga mendorong transformasi proses belajar agar lebih adaptif dan berorientasi pada karakter.
Dorong Budaya Sekolah Aman dan Ramah
Selain aspek fisik, kementerian juga menggulirkan kebijakan penguatan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Program ini mencakup penguatan pendidikan karakter, penggunaan jingle edukatif “Rukun Sama Teman”, serta pembiasaan nilai kebersamaan dalam aktivitas sekolah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas masih tingginya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Kita ingin anak-anak hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persahabatan karena masih tingginya kekerasan di sekolah,” tegas Abdul Mu’ti.
Pemkab Buleleng Akui Tantangan Anggaran
Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Gede Suyasa menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.
Ia mengakui kebutuhan peningkatan infrastruktur sekolah di Buleleng masih cukup besar. Namun, keterbatasan anggaran serta luasnya wilayah menjadi tantangan tersendiri.
“Kami memiliki keinginan besar memperbaiki infrastruktur sekolah, namun keterbatasan anggaran dan luas wilayah menjadi kendala. Sinergitas dengan pemerintah pusat dan provinsi sangat dibutuhkan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Perhatian untuk PAUD
Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, juga menyambut baik kunjungan Mendikdasmen, khususnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kegiatan yang diawali dengan senam bersama anak-anak hingga peninjauan sekolah dinilai menjadi momentum memperkuat kolaborasi pendidikan karakter sejak dini.
Ia pun mengajak para orang tua untuk memastikan anak mengikuti pendidikan TK sebelum masuk SD, guna membangun fondasi belajar yang kuat.
Program revitalisasi dan penguatan budaya sekolah ini diharapkan mampu mendorong kualitas pendidikan Buleleng semakin kompetitif, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter. BWN-03


































