Optimisme Konsumen Bali Tetap Kuat, Meski Kunjungan Wisata Turun Pasca Nataru

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Keyakinan konsumen di Bali tetap terjaga di tengah normalisasi kunjungan wisatawan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen periode Januari 2026 yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam keterangannya Jumat 13 Februari 2026 mengatakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar 135,5. Meski turun 2,8 persen secara bulanan (month to month/mtm), angka tersebut masih berada jauh di atas level optimis (indeks >100).

Optimisme tertinggi tercatat pada kelompok pendapatan Rp5–6 juta dengan indeks 146,7. Disusul kelompok berpendapatan di atas Rp8 juta (139,9), Rp7–8 juta (139,6), serta Rp1–2 juta (139,4). Berdasarkan kategori pekerjaan, responden sektor formal mencatat indeks 143,9, sementara sektor informal sebesar 123,4.

“Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi enam bulan ke depan,” ujarnya.

Penurunan IKK terutama dipengaruhi melemahnya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun dari 147,8 menjadi 142,7 atau minus 3,5 persen (mtm).

Baca Juga:  Bunda PAUD Kunjungi TK Pradnyandari 3 Kerobokan

Penurunan terdalam terjadi pada:

Indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang (-4,9%; indeks 145,0)

Indeks prakiraan penghasilan enam bulan mendatang (-3,1%; indeks 142,0)

Indeks prakiraan kegiatan usaha enam bulan mendatang (-2,4%; indeks 142,0)

Responden menilai pelemahan ekspektasi ini dipengaruhi oleh turunnya kunjungan wisatawan seiring normalisasi pasca Nataru. Data Angkasa Pura I menunjukkan total kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pada Januari 2026 mencapai 917 ribu orang, turun 12,4 persen (mtm).

“Penurunan jumlah wisatawan tersebut berdampak pada terbatasnya peluang kerja harian, terutama di sektor akomodasi dan transportasi. Selain itu, berkurangnya wisatawan juga mengurangi pendapatan tambahan atau bonus bagi pekerja yang bergantung pada aktivitas pariwisata, ” ungkap Erwin.

Kondisi Ekonomi Saat Ini Ikut Melambat

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga mengalami perlambatan dari 131,0 menjadi 128,3 atau turun 2,0 persen (mtm). Pelemahan ini terutama disebabkan turunnya indeks penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan lalu sebesar 2,9 persen (mtm) menjadi 135,5.

Baca Juga:  Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan, Ditemukan Dua Varian Baru Covid-19 di Bali

Sementara itu, indeks kegiatan usaha saat ini dibandingkan enam bulan lalu stagnan di angka 100,0. Di sisi lain, indeks konsumsi barang tahan lama justru meningkat 1,3 persen (mtm) menjadi 118,5, menunjukkan daya beli untuk kebutuhan tertentu masih terjaga.

Meski IKE dan IEK mengalami koreksi, keduanya tetap berada pada zona optimis (>100), menandakan keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi Bali masih relatif kuat.

Sinergi Jaga Stabilitas Harga Jelang Imlek dan Ramadan

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bank Indonesia Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota terus memperkuat koordinasi.

Menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek dan Ramadan pada Februari 2026, TPID memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui operasi pasar murah, pengawasan harga komoditas utama, serta pengamanan jalur distribusi.

Langkah antisipatif juga dilakukan melalui vaksinasi ternak sapi guna mencegah penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD), yang berpotensi mengganggu pasokan daging.

Baca Juga:  Diego Berel, Pelukis Muda Berkebutuhan Khusus Tampil Pameran di Apurva Kempinski

BI Tahan Suku Bunga, Bali Perkuat Citra Pariwisata

Di tingkat nasional, pada Rapat Dewan Gubernur 20–21 Januari 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility 3,75 persen, dan Lending Facility 5,50 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas di tengah tensi geopolitik global.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali juga memperkuat citra pariwisata berkelanjutan melalui pengelolaan sampah, antara lain lewat sosialisasi pemanfaatan Teba Modern untuk pengolahan kompos serta Gerakan Bali Bersih Sampah yang melibatkan pelajar hingga masyarakat umum.

“Sinergi kebijakan pro-stability dan pro-growth tersebut diharapkan mampu menjaga optimisme konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali tetap solid di tengah dinamika sektor pariwisata,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR