Denpasar, baliwakenews.com
Layanan Pendidikan Pelatihan Pendampingan Manajemen Dan Teknologi (LP3MT) menggelar pelatih Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam (KSP/USP) se-Bali, pada Sabtu 10 Desember 2022 di Kantor KSP Ema Duta Mandiri Denpasar. Ketua LP3MT, I Wayan Murja, SE. , MM., mengatakan pelatihan ditujukan untuk membangun karakter seorang marketing di era global.
Wayan Murja, mengatakan persaingan di era global ini semakin ketat, tidak hanya antar koperasi namun juga dengan lembaga keuangan lainnya. Untuk itu koperasi harus memiliki marketing yang handal dan memahami kondisi global saat ini, namun tidak melenceng dari jati diri koperasi dari, oleh dan untuk anggota.
“Apalagi ditengah berbagai isu panas yang melibatkan koperasi seperti adanya Rancangan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan ( RUU PPSK) yang didalamnya juga mengatur tentang koperasi yang bergerak di sektor keuangan. Dimana koperasi- koperasi sektor keuangan akan diawasi oleh OJK yang mendapatkan gelombang penolakan dari gerakan koperasi,” ungkap Murja.
Pria yang menjabat Ketua DPD Dekopin Bali ini menekankan koperasi adalah kumpulan orang bukan kumpulan modal, sehingga tidak seharusnya diawasi oleh OJK. “Sekarang saatnya untuk purification (pemurnian) terhadap koperasi. Sesuai dengan jati diri koperasi yaitu dari, oleh dan untuk anggota. Jadi koperasi harus diawasi oleh dirinya sendiri, dalam hal ini oleh kementerian koperasi bukan oleh OJK, ” tandasnya.
Dari segi pemasaran, pengelola koperasi juga harus memahami strategi marketing bernafaskan/ berkarakter koperasi. Karena gerakan koperasi tidak boleh lepas dari ini, supaya tidak menyimpang penerapannya nanti.
Dalam pelatih yang diikuti 60 orang peserta dari 15 koperasi di Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, dan Karangasem ini selain diisi oleh Ketua LP3MT, I Wayan Murja, SE., MM., juga menghadirkan pembicara IGN Gede Budiawan, SE., MM., senior trainer and consultant marketing.
IGN Budiawan berbicara tentang persoalan pasar, produk dan service yang harus dikuasai oleh industri. “Koperasi punya cara pendekatan marketing yang unik yang tidak bisa diberikan oleh jasa keuangan yang lain. Hal ini yang harus dikuasai oleh seorang marketing koperasi, sehingga mampu meyakinkan nasabah untuk kerjasama dengan koperasi,” tuturnya.
Marketing dituntut mampu meningkatkan jangkauan pasar dan meningkatkan kepuasan nasabah. Selain itu juga harus jeli mencari sektor esensial yang bisa digarap seperti sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan sektor makanan minuman.
Dengan memahami karakter marketing koperasi di era global, para pengurus koperasi diharapkan mampu membawa koperasi menjadi koperasi modern. “Pemerintah tengah mengembangkan dan mendorong gerakan koperasi agar mengarah ke koperasi modern. Pemerintah menargetkan 2024 ada 300 koperasi modern di Indonesia, ” ucap Wayan Murja yang menjabat Ketua KSP Ema Duta Mandiri.
Untuk di Bali, lanjut Murja, sudah ada dicalonkan 2-3 koperasi modern termasuk KSP Ema Duta Mandiri dan Koperasi Kuta Mimba sebagai koperasi modern. Ciri koperasi modern salah satunya adalah inklusif terhadap pengembangan usaha anggota, digitalisasi yang merupakan keharusan di era global ini dan rapat anggota dilaksanakan secara online.BWN-03

































