Mangupura, Baliwakenews.com – Pengelolaan sejumlah kawasan pariwisata dengan karakter berbeda membuat PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat tata kelola dan manajemen risiko dalam pengambilan keputusan bisnis.
ITDC saat ini mengembangkan dan mengelola tiga kawasan, yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, serta The Golo Mori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Sebagai pengembang kawasan sekaligus pengelola aset, ITDC menghadapi cakupan bisnis yang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengelolaan aset dan pengembangan ekosistem pariwisata.
Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan kondisi tersebut membuat aspek tata kelola, risiko dan kepatuhan perlu ditempatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“GRC bukan sekadar compliance. GRC adalah fondasi dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat, melindungi perusahaan dari risiko, sekaligus membantu kita melihat peluang dan menciptakan nilai,” ujarnya dalam keterangan perusahaan, Kamis (10/9).
Menurut dia, penerapan Governance, Risk Management and Compliance (GRC) perlu dilakukan sejak penyusunan strategi, identifikasi risiko, pengambilan keputusan hingga evaluasi kinerja.
ITDC menerapkan sejumlah instrumen dalam pengelolaan risiko, di antaranya penyusunan RKAP berbasis risiko, Risk Appetite Statement, rapat direksi dan forum manajemen risiko, serta penguatan fungsi komite pengawasan dan pengendalian.
Ahmad menilai efektivitas tata kelola tidak hanya ditentukan oleh aturan dan prosedur. Konsistensi pimpinan dan pemahaman seluruh jajaran perusahaan juga menjadi faktor penting agar pengelolaan risiko menjadi bagian dari budaya kerja.
“Penghargaan bukan tujuan akhirnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem GRC yang kuat dan berkelanjutan, sehingga GRC menjadi budaya dan tetap bekerja dalam setiap proses pengambilan keputusan perusahaan,” katanya.
Dalam ajang TOP GRC Awards 2026, Rabu (9/9), ITDC tercatat menerima tiga penghargaan, yakni TOP GRC Awards 2026–#4 Star, The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026, serta The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Ahmad Fajar.
Penghargaan tersebut diterima Komisaris Independen ITDC Ekos Albar yang hadir mewakili perusahaan.
Ekos mengatakan penguatan tata kelola membutuhkan keterlibatan Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh jajaran perusahaan, terutama untuk memastikan fungsi pengawasan dan manajemen risiko berjalan dalam aktivitas bisnis.
Bagi ITDC, pengelolaan risiko diarahkan tidak hanya untuk memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga menjaga aset, meningkatkan kualitas keputusan bisnis dan mempertahankan keberlanjutan perusahaan. BWN-04
































