Pecahkan Rekor MURI, Bali Jagadhita 2026 Buktikan Budaya Bali Makin Mendunia

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Festival Bali Jagadhita VII 2026 tak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Bali, tetapi juga mencatatkan prestasi nasional. Salah satu rangkaian acara yang paling menyita perhatian adalah pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui kegiatan melukis motif endek pada tote bag berbahan ramah lingkungan yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Digelar selama tiga hari, 5–7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar, rangkaian lomba yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali berhasil menarik antusiasme masyarakat dari berbagai usia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus mendorong kecintaan terhadap budaya dan pangan lokal Bali.

Puncak perhatian publik terjadi pada hari terakhir saat sebanyak 107 peserta mengikuti lomba melukis motif endek pada tote bag ramah lingkungan. Para peserta berasal dari kategori pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan tersebut juga sukses memecahkan Rekor MURI dan menjadi simbol komitmen generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Melaspas Balai Banjar Adat Tegal Saat Baleran, Kapal

Penyerahan piagam rekor MURI, secara resmi dilakukan oleh Customer Relation Manager MURI, Bapak Lutvi Syah Pradana kepada Bapak Rudy Brando Hutabarat selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia.

Salah satu juri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Dr. Tjok Istri Ratna Cora, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah inovatif dalam memperkenalkan kain endek kepada generasi muda.

ā€œKegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik dalam melestarikan budaya Bali, khususnya kain Endek, dengan cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,ā€ ujarnya.

Tak hanya budaya, festival ini juga menjadi sarana kampanye lingkungan dan ketahanan pangan lokal. Pada hari pertama, sebanyak 20 kelompok dari seluruh Bali beradu kreativitas dalam lomba kreasi tas berbahan limbah plastik. Ajang bertema Waste to Wonder itu mendorong masyarakat melihat sampah sebagai bahan baku bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengurangan plastik sekali pakai di Bali.

Baca Juga:  Suara Anak Hari Ini Menentukan Wajah Badung Esok Hari

Hari kedua menghadirkan lomba merangkai gebogan berbahan buah lokal Bali yang melibatkan kelompok PKK, Wanita Hindu Dharma Indonesia, dan masyarakat umum. Selain mengangkat tradisi Bali, lomba ini juga mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

Di waktu yang sama, ratusan siswa sekolah dasar mengikuti lomba mewarnai bertema ā€œEkspresi Budaya Bali dalam Ragam Warnaā€. Melalui karakter LAIK yang menggabungkan unsur penyu, jalak Bali, dan barong, anak-anak diajak mengenal budaya dan nilai keberlanjutan sejak dini.

Sementara itu, Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) menjadi daya tarik tersendiri dengan menghadirkan olahan berbahan dasar tuna sirip biru. Kompetisi yang melibatkan tim PKK kabupaten/kota se-Bali tersebut bertujuan meningkatkan konsumsi ikan lokal sekaligus memperkenalkan inovasi menu keluarga, balita, dan kudapan berbasis hasil laut Bali. Kehadiran Chef Manik, finalis Top 9 MasterChef Indonesia Season 12, turut menambah kemeriahan acara melalui sesi demonstrasi memasak.

Baca Juga:  Cegah Penularan Covid-19, Polda Bali Sterilisasi Tempat Pelayanan Publik

Selain itu, lomba videografi yang melibatkan para kreator konten dan insan kreatif Bali juga menjadi ruang promosi untuk memperluas gaung Bali Jagadhita VII 2026 ke masyarakat yang lebih luas.  Dewan juri pada lomba ini yaitu Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma
Yudha, S.S., M.Si sebagai sosok yang berpengalaman sebagai sutradara film dan dosen videografi di Institut Desain Bisnis Bali.

Melalui perpaduan budaya, ekonomi kreatif, lingkungan, dan pangan lokal, Bali Jagadhita VII 2026 berhasil menjelma menjadi lebih dari sekadar festival. Event ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi daerah. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR