Mangupura,baliwakenews.com
Pandemi Covid-19, sangat berpengaruh pada pendapatan perusahaan daerah di Badung. Salah satunya adalah pendapatan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Penurunan pendapatan hingga mencapai 45 persen. Hal tersebut disampaikan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung I Ketut Golak, Sabtu (24/10).
“Kenapa Turun, karena dulu kita punya pelanggan potensial seperti Hotel,Villa dan Restauran usaha inilah yang sebelumnya banyak mempergunakan air kita, tentu sekarang banyak yang tidak beroperasi akibat pandemi,” ujar Golak.
Efisiensi melalui stresing terhadap biaya biaya pun telah dilakukan Ketut Golak sebagai langkah atau upaya menstabilkan keadaan ini. “Karena pendapatan turun otomatis efisiensi juga kami lakukan.Artinya dana yang kota gunakan efisien,efektif, tepat guna serta berdaya guna,”beber Dirut asal Desa Sobangan tersebut sembari mencontohkan efisiensi tersebut diantaranya dengan menekan angka kebocoran air dengan tidak menafsir Water Meter dan tetap mengutamakan pelayanan prima sehingga masyarakat Badung mendaptkan pelayanan lebih baik sehingga diharapkan akan meningkatkan pendapatan Perumda Air Minum Tirta Mangutama.
Pihaknya melalui Unit Reaksi Cepat(URC) juga terus memberikan layanan optimal yakni begitu ada permasalahan tim akan segera turun ke lokasi sehingga lebih cepat permasalahan tersebut dapat segaraTeratasi. “Terutama kebocoran air yang ada di perumahan maupun jaringan, tim kami akan segera turun mengatasi,”tegas mantan Dirut PD Pasar Badung ini.
Terkait potensi konsumen sambungan untuk rumah tangga, Ketut Golak mengatakan tidak terjadi kenaikan signifikan. “Meski kenaikannya tidak signifikan, kita tetap menjaga daripada ritme pendapatan itu jangan sampai turun,”ungkapnya.BWN-05
































