Tracing Covid-19 Seluas-luasnya, Dewa Indra Tinjau Rapid Test Massal di Pasar Galiran

Iklan Home Page

Semarapura, baliwakenews.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra meninjau langsung lokasi rapid test di pasar Galiran, Semarapura, kabupaten Klungkung. Pasar yang terletak di pusat kota Semarapura tersebut menjadi salah satu pasar yang ditutup akibat meluasnya penularan covid-19 di lokasi tersebut.

“Kami bersama melihat langsung pelaksanaan rapid test massal untuk para pedagang karena pasar Galiran saat ini menjadi klaster baru penyebaran covid-19,” kata Sekda Dewa Indra di sela kunjungannya Selasa (23/6) siang.

Dewa Indra menjelaskan, penyebaran Covid-19 di pasar Galiran berdasarkan laporan terbaru sebanyak 32 orang yang terpapar. “ Karena itu kami dari provinsi mendukung kebijakan kabupaten Klungkung untuk melakukan tracing yang lebih masif lagi. Untuk itu sejak kemarin seluruh pedagang yang ada di Pasar ini yang jumlahnya lebih dari 1700 orang harus menjalani rapid test,” jelas pria yang juga Ketua harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini.

Baca Juga:  Pariwisata Bali Masih Terseok Okupansi Hotel saat Tahun Baru Hanya 25 Persen

Dikatakan, rapid test sangat penting untuk pemeriksaan awal yang bersangkutan terindikasi Covid-19 atau tidak.

Ia menambahkan, pedagang yang kedapatan hasilnya reaktif saat rapid test akan segera dilanjutkan dengan pengambilan SWAB dilanjutkan uji PCR untuk memastikan benar tidaknya terinfeksi Covid–19.

“ Jadi langkah (rapid test missal,red) ini sangat baik dan terus kita dukung dan jika ada yang hasilnya positif setelah uji SWAB kita akan rawat di karantina Provinsi Bali,” tukasnya.

Kebijakan untuk melakukan tracing melalui rapid test massif juga dikatakan Dewa Indra adalah langkah yang diambil untuk mendapatkan angka penularan yang pasti di lapangan. “Sekali lagi, ini bentuk kerjasama yang sangat baik, untuk melakukan tracing yang seluas-luasnya. Memang angka positif kemungkinan besar akan bertambah namun itu pilihan yang gugus tugas lakukan agar kita bisa mengungkap secara pasti jumlah sesungguhnya masyarakat kita yang terinfeksi,” tandas Sekda sembari mengatakan mereka akan dirawat dan isolasi dengan harapan tidak akan ada lagi penyebaran berikutnya.

Baca Juga:  PON XXI/2024, Balap Motor Pancang 1 Target Emas

Sekda yang didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Sekda Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra serta kepala OPD terkait di lingkup pemkab Klungkung juga mengecek langsung kesiapan personil kesehatan serta logistik yang ada di lapangan, khususnya kesiapan pihak kabupaten Klungkung.

“ Semuanya saya lihat sudah berjalan baik. Satu hal lagi yang saya lihat sangat baik adalah para pedagang jika nanti akan berjualan harus memperlihatkan keterangan non-reaktif dalam rapid test. Sehingga jika ingin terus berjualan harus melakukan rapid test,” tegas Dewa Indra.

Baca Juga:  Bonus Atlet dan Pelatih PON Dipercepat, Begini Penjelasan KONI Bali

Untuk diketahui, Pasar Umum Galiran Klungkung ditutup selama tiga hari, 22-24 Juni 2020. Penutupan dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang belakangan semakin meningkat. Selama penutupan, pasar akan dibersihkan dan disemprot disinfektan secara menyeluruh termasuk juga melengkapi sarana tempat cuci tangan dan infrastruktur penunjang lainnya. Para pedagang juga akan menjalani rapid test secara bergilir di Terminal Semarapura. Sementara itu, pedagang tidak tetap dan berasal dari luar daerah melakukan rapid test di daerah masing-masing.*BW-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR