Denpasar, Baliwakenews.com
Bali mulai serius membidik investasi Eropa untuk menggarap sektor kesehatan. Pemerintah Provinsi Bali menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk membuka akses kerja sama dengan investor dan mitra bisnis Eropa.
Langkah ini menunjukkan arah baru strategi investasi Bali yang tidak lagi hanya bertumpu pada pariwisata. Sektor kesehatan kini diproyeksikan menjadi salah satu ruang investasi strategis yang bisa mendatangkan modal, teknologi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Pulau Dewata.
Pembahasan peluang tersebut mengemuka dalam Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.
Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha memaparkan perkembangan IEBF, forum yang mempertemukan perusahaan Indonesia, perusahaan Eropa, pemangku kepentingan, dan mitra strategis dari kawasan Eropa.
Forum ini dipandang bisa menjadi pintu masuk untuk mengubah hubungan diplomatik menjadi kerja sama bisnis yang lebih konkret, termasuk bagi Bali.
Rumah Sakit Tematik Jadi Bidikan
Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan fasilitas kesehatan dengan layanan tematik. Konsep ini dinilai dapat memperluas pilihan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan daya saing Bali sebagai daerah dengan aktivitas internasional yang tinggi.
Pemprov Bali dan Kemlu membahas penyelarasan kebutuhan pembangunan kesehatan daerah dengan potensi dukungan investor melalui jalur diplomasi ekonomi.
Investasi swasta dan asing dinilai penting karena pembangunan fasilitas kesehatan berskala besar tidak mungkin seluruhnya mengandalkan kemampuan APBD.
Sinyal ketertarikan dari calon mitra Eropa pun mulai muncul. Sejumlah calon mitra bahkan telah mengunjungi sejumlah rumah sakit di Bali untuk melihat langsung kebutuhan fasilitas dan peralatan medis.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan peluang kerja sama, termasuk kemungkinan dukungan dalam penyediaan teknologi dan peralatan kesehatan.
Bali Mulai Buka Mesin Pertumbuhan Baru
Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster juga memaparkan perkembangan ekonomi Bali sekaligus potensi investasi yang bisa ditawarkan kepada mitra internasional.
Koster menegaskan, kekuatan ekonomi Bali tidak semestinya hanya dilihat dari sektor pariwisata. Berbagai sektor lain memiliki peluang dikembangkan untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat perekonomian daerah.
Karena itu, jejaring internasional harus diarahkan bukan sekadar untuk mendatangkan modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, pasar, dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.
Selain kesehatan, kerja sama dengan mitra Eropa juga diarahkan pada pengembangan industri kreatif lokal.
Pemprov Bali dan Kemlu pun sepakat memperkuat sinergi untuk menarik investasi asing ke Bali. Diplomasi ekonomi akan didorong menjadi instrumen untuk mempertemukan potensi lokal dengan kebutuhan dan modal global.
Jika terealisasi, investasi Eropa di sektor kesehatan tidak hanya berpotensi menambah kapasitas layanan medis Bali. Masuknya modal dan teknologi juga dapat menjadi pengungkit bagi transformasi sektor kesehatan sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat layanan berstandar internasional di kawasan.
Bali kini tidak hanya menawarkan pantai dan pariwisata kepada dunia. Pemerintah daerah mulai menjual peluang yang lebih luas: kesehatan, industri kreatif, teknologi, dan investasi bernilai tambah. BWN-03

































