Lawan Stunting dari Dapur, Politeknik Kesehatan Kartini Bali Gembleng 40 Kader Posyandu Dawan Kaler Lewat EMAS IKAN

Iklan Home Page

Klungkung, Baliwakenews.com

Upaya mencegah stunting di Desa Dawan Kaler, Kabupaten Klungkung, tidak hanya mengandalkan edukasi. Politeknik Kesehatan Kartini Bali bersama Pemerintah Desa Dawan Kaler, Mitra Ibu, dan kader Posyandu mengembangkan inovasi pangan lokal berbahan ikan melalui program EMAS IKAN (Empowerment Masyarakat Anti Stunting melalui Inovasi Pangan Lokal Reginang Ikan).

Ketua Tim Dosen Politeknik Kesehatan Kartini Bali, Bdn. Fitria., S.ST., M.Keb., mengatakan program yang berlangsung 13 April hingga 5 Agustus 2026 ini menyasar 40 kader Posyandu. Mereka diposisikan sebagai ujung tombak karena berinteraksi langsung dengan ibu, balita, dan keluarga dalam kegiatan Posyandu.

Program tersebut mendapat dukungan hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp44,22 juta.

Baca Juga:  Rusak, Prodi Jawa Kuno Unud Selamatkan Sekotak Lontar Masyarakat

“EMAS IKAN berangkat dari gagasan sederhana: pencegahan stunting dapat dimulai dari pangan yang tersedia di sekitar masyarakat. Ikan yang kaya protein hewani diolah menjadi Reginang Ikan, sekaligus diperkenalkan sebagai alternatif pangan bergizi yang menarik dan mudah dikembangkan, ” ungkapnya.

Kegiatan diawali dengan koordinasi dan pemetaan kebutuhan bersama mitra. Para kader kemudian mendapat pembekalan mengenai stunting, faktor risiko, gizi seimbang, hingga pentingnya asupan protein hewani bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Namun, program tidak berhenti pada penyampaian teori.

Para kader langsung dilibatkan dalam praktik pembuatan Reginang Ikan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menghasilkan produk. Pola pelatihan berbasis praktik ini diarahkan agar kader tidak sekadar memahami pentingnya gizi, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa diteruskan kepada keluarga sasaran.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Launching NTP dan NTUP Kabupaten Badung

“40 kader tersebut kami harapkan menjadi mata rantai baru dalam edukasi pencegahan stunting di tingkat desa. Pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada ibu balita melalui kegiatan Posyandu maupun komunikasi sehari-hari, ” ucapnya.

Menariknya, EMAS IKAN juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi. Rengginang Ikan dinilai berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah apabila dikelola secara konsisten, dengan memperhatikan kualitas bahan, keamanan pangan, kemasan, dan selera konsumen.

Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan Politeknik Kesehatan Kartini Bali tidak hanya membidik persoalan gizi, tetapi juga membuka perspektif bahwa pangan lokal dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesehatan sekaligus peluang ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Tim PKM Unwar Dampingi Penyusunan Desain dan RAB Penataan Kawasan Pura Luhur Andakasa  

Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, Mitra Ibu, dan kader Posyandu menjadi kunci keberlanjutan program. EMAS IKAN diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian pelatihan selesai, melainkan terus bergerak melalui kader yang menjadi penggerak di tengah masyarakat.

Dari ikan lokal menjadi inovasi pangan, dari kader menjadi agen perubahan. Dawan Kaler kini memiliki satu lagi pendekatan berbasis masyarakat untuk mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat dan bebas stunting. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR