Malang, Baliwakenews.com
Perjuangan panjang melewati rangkaian seleksi akhirnya berbuah manis bagi I Gusti Ngurah Gede Angga Panji Kenanta. Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa) itu berhasil membawa pulang medali perunggu bidang Informatika dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026.
Medali tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Smansa Denpasar. Di tengah ketatnya persaingan para siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, Angga Panji mampu menunjukkan kemampuannya hingga menembus panggung final OSN yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
Perjalanan menuju panggung nasional tentu tidak berlangsung singkat. Para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Sebelum itu, peserta mengikuti uji coba tingkat kabupaten/kota pada 6-7 Mei dan seleksi pada 18-19 Juni 2026.
Perjalanan berlanjut ke tingkat provinsi. Uji coba digelar 14-15 Juli, kemudian seleksi provinsi berlangsung 27-29 Juli 2026. Peserta yang berhasil melewati tahapan tersebut masih harus menghadapi semifinal OSN pada 12 Agustus 2026.
Pada tahapan semifinal, sebanyak 100 peserta dari masing-masing bidang berkompetisi untuk memperebutkan 60 tempat menuju final. Angga Panji menjadi salah satu siswa yang berhasil mempertahankan langkahnya hingga tingkat nasional.
Final OSN 2026 kemudian menjadi panggung pembuktian bagi para talenta muda dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan yang berlangsung di UMM tersebut juga mencatat peningkatan jumlah peserta lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bagi Angga Panji, perjuangan tersebut akhirnya berujung pada raihan medali perunggu bidang Informatika. Capaian ini sekaligus menjadi satu-satunya medali yang diraih siswa Smansa Denpasar dalam OSN 2026.
OSN sendiri diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Ajang tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung Manajemen Talenta Nasional, sekaligus menjadi ruang bagi pelajar terbaik Indonesia untuk mengembangkan potensi akademiknya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menutup OSN di UMM, Sabtu (19/9), mengingatkan bahwa prestasi dalam OSN tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh.
Menurutnya, OSN menjadi sarana untuk menemukan, memandu, sekaligus mengembangkan potensi akademik generasi muda Indonesia. Para siswa yang berhasil mencapai tingkat nasional dinilai telah melalui proses seleksi dan memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan.
“Teruslah belajar untuk meraih cita-cita dan teruslah belajar agar kalian menjadi saintis Indonesia, ilmuwan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, berakhlak mulia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga mengingatkan agar perkembangan sains dan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berakar pada potensi alam, sosial, dan budaya Indonesia. Penguasaan teknologi, kata dia, perlu berjalan bersama nilai, moralitas, integritas dan karakter kebangsaan.
Prestasi Angga Panji mendapat apresiasi dari Kepala SMA Negeri 1 Denpasar M. Rida, S.Pd., M.Pd. Ia mengaku bangga atas capaian yang diraih siswanya tersebut.
“Sebagai Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, saya merasa sangat bangga dan bersyukur atas raihan medali perunggu di ajang OSN 2026 ini,” kata Rida.
Menurutnya, medali tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan prestasi di Smansa Denpasar masih berjalan dengan baik. Terlebih, persaingan OSN tahun ini berlangsung sangat ketat.
Kegigihan siswa, ketahanan mental, serta dedikasi guru pembimbing disebut menjadi bagian penting di balik capaian tersebut. Prestasi Angga Panji sekaligus mengharumkan nama Smansa Denpasar di tingkat nasional.
Namun, bagi Rida, medali tersebut bukanlah garis akhir. Ia berharap pencapaian Angga Panji justru menjadi awal bagi lahirnya semangat baru di kalangan siswa Smansa untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menatap panggung yang lebih besar.
“Pencapaian gemilang ini tidak sekadar menjadi kebanggaan hari ini, melainkan harus menjadi pemantik semangat juang bagi seluruh siswa Smansa untuk terus disiplin belajar, tidak pernah ragu pada potensi diri, dan berani bersaing di panggung yang lebih besar demi kejayaan Smansa di masa yang akan datang,” pungkasnya. BWN-05
































