Denpasar, baliwakenews.com
Setelah 3 minggu permohonan bertemu dengan Gubernur Bali tidak direspon, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udaya akhirnya menggelar aksi di depan Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat 23 Juli 2021. Ketua BEM FH Unud, Gilbert Kurniawan Oja, mengatakan menggelar ‘Aksi anti Perut Lapar’ di sejumlah titik di kota Denpasar.
Aksi digelar sebagai bentuk keprihatinan dengan kondisi masyarakat terdampak Covid-19, dan pemberlakuan kebijakan PPKM yang bagi sebagian masyarakat dianggap membelenggu pergerakan ekonomi yang baru mulai merangkak lagi.
Lebih lanjut diaparkan sebagai bagian dari masyarakat Bali, BEM FH Unud telah berupa menempuh cara-cara terhormat untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Bali. BEM FH Unud telah bersurat resmi meminta bertemu Gubernur Bali Wayan Koster untuk menyampaikan kajian mahasiswa FH Unud tentang PPKM Darurat dan PPKM Level 3 yang saat ini sedang berlangsung.
“Gubernur Bali Wayan Koster sepertinya tidak menganggap penting pikiran yang dilahirkan dari kajian mahasiswa dalam hal ini BEM FH Unud Denpasar. Buktinya sudah 3 minggu BEM FH Unud kami meminta bertemu namun tidak ada jawaban jelas dari Gubernur Wayan Koster, ” ucap Ketua BEM FH Unud yang akrab disapa Bily ini.
Lantaran tidak ditanggapinya gerakan BEM FH Unud dalam menyuarakan keluhan masyarakat terkait PPKM Darurat, BEM FH Unud akhirnya menggelar aksi.
“Kami kecewa, karena sampai saat ini masih diberi lampu semu oleh Pemprov Bali. Tidak jelas kapan diterima Gubernur Bali. Padahal lapar masyarakat dan protes-protes terkait PPKM darurat dan PPKM Level 3 yang terus- terusan menyengsarakan rakyat, ” ujarnya.
Aksi yang dilakukan BEM FH Unud diberi nama ‘Aksi anti Perut Lapar’ . Mereka menggelar aksi sosial membagi nasi untuk masyarakat dengan memilih beberapa titik aksi di seputaran Kota Denpasar.
“Kami, anak BEM FH Unud dengan rasa empati atas keresahan yang terjadi akibat kebijakan yang terus membelenggu masyarakat. Kami ingin berjuang membantu masyarakat dengan mengadakan aksi sosial membagi nasi bungkus kepada masyarakat,” katanya.
Adapun lokasi pembagian nasi bungkus adalah, Bajra Sandhi Renon pada 22 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 70 bungkus, Jalan Gadjah Mada pada 22 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 50 bungkus, Rumah Jabatan Gubernur Bali pada 23 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 50 bungkus. Sekeliling Kota Denpasar pada 23 Juli 2021, dengan jumlah nasi yang dibagikan sebanyak 70 bungkus.
“Nasi yang kami bagikan memanglah tidak seberapa, tetapi ada rasa yang tak boleh hilang di hati kita semua, yaitu kepedulian. Gerakan ini akan kami lakukan, semasih kebijakan pemerintah belum berpihak pada masyarakat kecil, “pungkas Bily.*BWN-03

































