Mangupura, baliwakenews.com
Di balik bencana banjir besar yang melanda Bali pada September 2025, sinar harapan datang dari aksi kolaboratif Starbucks dan Save the Children untuk memulihkan sarana pendidikan yang rusak parah. Dua sekolah di Denpasar, SD Negeri 12 Dauh Puri dan SMK S Rekayasa, menjadi fokus utama penerima bantuan restorasi pascabencana.
Banjir yang melanda Bali pekan itu tidak hanya merenggut korban jiwa dan menyebabkan ribuan keluarga mengungsi, tetapi juga merusak ratusan fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah yang menjadi tempat belajar bagi generasi muda. SD N 12 Dauh Puri kehilangan banyak koleksi perpustakaannya, sedangkan SMK S Rekayasa mengalami kerusakan pagar dan genangan air yang mengganggu kegiatan belajar.
Merespons kondisi ini, The Starbucks Foundation menyumbangkan dana sebesar US$10.000 kepada Save the Children. Dana tersebut digunakan untuk restorasi fasilitas sekolah dan pemulihan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
“Hati kami bersama semua yang terdampak banjir. Bersama Save the Children dan relawan Starbucks di lapangan, kami ingin memastikan bahwa anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan mendapatkan kembali fasilitas yang layak,” ujar Kelly Goodejohn, Chief Social Impact Officer, Starbucks dan Direktur Eksekutif The Starbucks Foundation.
Selain bantuan finansial, Starbucks juga mengerahkan barista dan karyawannya (partners) untuk menjadi relawan yang turut bergotong royong membersihkan area sekolah, menata ulang rak buku, hingga distribusi buku pelajaran baru. Anthony Mc Evoy, Direktur PT Sari Coffee Indonesia, menegaskan komitmen Starbucks terhadap komunitas lokal melalui aksi nyata.
“Memenuhi janji kami sebagai bagian dari komunitas, partners di Bali segera turun tangan membersihkan area, mendukung renovasi sarana, dan memberikan kepedulian sederhana seperti secangkir kopi hangat. Ini adalah cara kami menciptakan dampak positif dari sebutir kopi hingga menjadi secangkir kopi,” katanya.
Save the Children Indonesia menyambut baik kolaborasi ini. Kiki Rizki, Chief Growth Officer, mengatakan bahwa dukungan ini sangat penting, terutama mengingat pendidikan anak-anak merupakan hak yang harus tetap dijaga, bahkan di masa bencana.
“Keselamatan dan kelangsungan pendidikan anak adalah prioritas. Kami berterima kasih kepada Starbucks dan para relawan atas kepeduliannya untuk memulihkan sekolah-sekolah ini,” ungkapnya.
Sejalan dengan aksi ini, Starbucks dan The Starbucks Foundation tercatat aktif mendukung berbagai inisiatif sosial di Indonesia, termasuk bantuan untuk GERKATIN, Habitat for Humanity, ISCO, dan donasi Rp 5 miliar pada tahun 2024 untuk bantuan pangan masyarakat Gaza.
Dengan fokus pada pemulihan sekolah dan keselamatan siswa, aksi sosial Starbucks dan Save the Children ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian terhadap pendidikan adalah fondasi masa depan yang tak bisa ditunda, bahkan di tengah bencana. BWN-04
































