Putri Koster Minta Kader Posyandu Kuasai 6 Layanan Dasar Masyarakat

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Peran Posyandu kini tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kader Posyandu diminta mampu memahami dan mengawal enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, saat membuka kegiatan Bina Posyandu 2026 yang digelar di Bapelkesmas Bali, Denpasar, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama 10–12 Maret 2026 ini diikuti kader Posyandu dari seluruh kabupaten/kota di Bali dan menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Pulau Dewata.

Dalam sambutannya, Putri Koster menekankan bahwa transformasi Posyandu membuat kader kini tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, tetapi juga harus memahami enam bidang pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Di Balik Air Tenang Dam Oongan, Kisah Cinta, Tangisan, dan Mayat Mengambang

“Posyandu sekarang tidak hanya tentang kesehatan. Kader harus memahami enam bidang SPM agar bisa membantu mengawal berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” tegasnya.

Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).

Menurutnya, ketika kader menemukan persoalan di luar bidang yang sedang ditangani, mereka diminta untuk mencatat dan melaporkan kepada pihak yang berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan cara itu, Posyandu dapat berperan lebih luas dalam membantu pemerintah mewujudkan berbagai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Kasus Doksing, Dua Saksi Dipanggil Ditreskrimsus Polda Bali

Putri Koster juga mengingatkan para kader agar terus meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta memperkuat kerja sama lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal.

“Kita harus selalu berada di tengah masyarakat. Sebagai pembina Posyandu, kita punya tanggung jawab mengawal berbagai program pembangunan tanpa membedakan latar belakang masyarakat,” ujarnya.

Selain memperkuat pelayanan masyarakat, ia juga menitipkan pesan agar kader Posyandu ikut mengawal program pengelolaan sampah berbasis sumber melalui gerakan Palemahan Kedas, yang dimulai dari rumah tangga.

Ia mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah agar memudahkan proses pengelolaan di TPS3R dan mengurangi beban sampah di lingkungan.

Baca Juga:  Jadi Doktor Termuda, I Nengah Nuarta Lulus Dengan Predikat Cumlaude

“Kalau sampah sudah dipilah dari rumah, proses pengelolaannya akan lebih cepat dan lebih banyak sampah yang bisa ditangani. Lingkungan pun menjadi lebih bersih,” katanya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan kader Posyandu di Bali semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR