Denpasar, baliwakenews.com
Setahun lebih diterjang pandemi Covid-19, perekonomian Bali semakin terseok-seok. Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, SE, M.Si.,saat dihubungi Rabu 14 Juli 2021 mengatakan pertumbuhan ekonomi Bali dapat dipastikan akan terkoreksi lebih dalam lagi ke pertumbuhan negatif. “Dapat dipastikan pertumbuhan akan negatif hingga akhir tahun ini. Sepertinya akan sangat berat bagi perekonomian Bali bisa bergerak ke angka positif, ” ucap Sekertaris Program Pasca Sarjana Unwar tersebut.
Lebih lanjut dipaparkan, di akhir tri wulan ke -4 tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali menyentuh minus 9%. Kemudian di tri wulan ke dua 2021, ketika pertumbuhan ekonomi nasional sudah positif 8%, Bali masih berkutat di angka negatif 3,9%. Dengan PPKM saat ini, di tingkat nasional prediksi pertumbuhan ekonomi diturunkan, paling banter pertumbuhan hanya 4% pada akhir tahun.
“Apalagi ada berita bu Sri Mulyani akan memperpanjang PPKM sekitar 1,5 bulan lagi, berarti PPKM sampai sekitar awal September. Padahal pertumbuhan ekonomi Bali tri wulan 1,2,3 negatif terus sehingga berat sekali untuk mencapai pertumbuhan positif, mencapai pertumbuhan nol saja sangat berat, ” tukas Ngurah Suyatna.
Saat ini yang masih menunjukkan pertumbuhan positif hanya ekspor produk – produk kerajinan dan pertanian. Kedua sektor ini dikatakan menunjukkan peningkatan sedikit, sehingga dampaknya tidak besar bagi perekonomian Bali secara menyeluruh. Bila dibandingkan dengan merosotnya sektor pariwisata, yang dampaknya sangat besar dan luas sehingga pertumbuhan ekonomi Bali tetap negatif meski terjadi sedikit pertumbuhan pada dua sektor tadi.
“Karena sektor pariwisata koleps seperti sekarang dampaknya sangat luar biasa, untuk bangkit itu sangat berat. Kita hanya bisa menanti Covid – 19 ini yang entah kapan akan berakhir. Baru pariwisata bisa bangkit lagi,” ucapnya sembari mengatakan itu pun kalau negara lain juga sudah bebas Covid. Yang terjadi sekarang, negara yang sudah bebas Covid terserang lagi karena ada varian baru. Jadi Covid ini pidah dari satu negara ke negara lain. Ini yang sangat mengkhawatirkan setiap negara.
Dikatakan PPKM Darurat ini, tentunya yang paling dirasakan sangat berat bagi para pelaku usaha. Sehingga mereka hanya bisa bertahan dengan menekan biaya – biaya. “Tapi bagi sektor perhotelan sangat berat, karena untuk biaya pemeliharaan saja sangat tinggi. Akhirnya memang tidak bisa dihindarkan PHK – PHK yang terus bertambah. Kalau sekarang memang masih pemangkasan jam kerja, tapi kalau terus berkepanjangan pasti tidak dapat dihindari PHK itu, ” tukasnya.
Sektor yang masih bisa bertahan saat ini hanya sektor UMKM yang memproduksi makanan, minuman dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Perekonomian saat ini yang masih menggerakkan adalah sektor pertanian dan UMKM, konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah (bantuan- bantuan untuk masyarakat). Selain ada sedikit ekspor produk pertanian dan handycraf/ kerajinan masih ada ekspor.
Dalam kondisi saat ini Ngurah Suyatna mengharapkan kesadaran semua pihak untuk bersama- sama mencegah semakin menyebarkan Covid. ” Kita semua harus dengan sadar me- lock down diri, sabar dulu yang penting kita terbebas dari Covid. Sehingga setelah PPKM ini kasus Covid menurun, baru kita bisa mulai menata untuk pemulihan perekonomian Bali, ” ajaknya.
Yang penting saat ini pemerintah harus membantu masyarakat yang kondisi perekonomian kurang. Jangan sampai ada masyarakat yang mati kelaparan. Dan bantuan yang disalurkan harus tetap sasaran, jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran seperti yang sering terjadi.
“Orang yang butuh bantuan tidak dapat, yang mampu malah dapat bantuan. Ini sering terjadi karena data base di departemen Sosial yang buruk. Itu kelemahan kita dan sering dimanipulasi oleh oknum- oknum untuk kepentingan pribadi, ” tukasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat agar jangan kumpul – kumpul dulu, ikuti anjuran pemerintah agar Bali bebas Covid. Karena terbukti ada kerumunan kasus Covid meningkat, mobilitas masyarakat tinggi kasus Covid juga meningkat. “Jangan sampai ada yang menghasut, untuk tidak percaya Covid dan malah menentang upaya pemerintahan. Itu tidak masuk akal! Ayo bersama kita lock down diri agar terhindar dari Covid, ” pungkas Ngurah Suyatna. *BWN-03





























