PKM Unwar Tingkatkan Kualitas Dan Labelisasi Pupuk Kandang Sapi di Desa Bakas

Iklan Home Page

Klungkung, baliwakenews.com

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) melaksanakan pengabdian di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Kegiatan dilatarbelakangi pertanian yang sehat dan ramah lingkungan menjadi trend belakangan ini.

Koordinator PKM dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. Ir. Ida Bagus Komang Mahardika, M.Si., mengatakan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan
sebagai usaha dalam mengatasi berbagai efek negatif akibat penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya dalam budidaya berbagai tanaman. Untuk itu pertanian ramah lingkungan mengutamakan pemanfaatan pupuk organik.

“PKM di Desa Bakas ini kami menawarkan pembuatan pupuk organik kandang sapi dengan proses fermentasi melalui pengelolaan dan pembuatan biofertilizer yang bersertifikat dan berkualitas unggul. Dengan teknik ini mampu meningkatkan produksi dan perekonomian serta menata kelembagaan kelompok sebagai salah satu alternatif solusi yang dapat mengurangi kerusakan lingkungan sehingga memperoleh hasil pertanian yang sehat dan ramah lingkungan, ” ucap IB Mahardika.

Baca Juga:  Kapal Mulai Miring, Tim SAR Berhsil EVakuasi Crew KM Naga Mas Perkasa 58

Lebih lanjut IB Mahardika mengungkapkan bahwa pupuk organik yang berbahan kotoran sapi yang belum melalui proses pengomposan dengan metode fermentasi masih banyak dimanfaatkan oleh petani. Pupuk ini sebagai salah satu pilihan pupuk alami untuk meningkatkan hasil berbagai komoditas tanaman budidaya.

Untuk meningkatkan kualitas pupuk dan meningkatkan nilai tambah petani ternak dari segi ekonomis, PKM Unwar memberikan penyuluhan pada mitra PKM yaitu Kelompok Tani Ternak “Mekar Tani”. Kelompok Tani Ternak “Mekar Tani” sangat menginginkan pertanian yang berkelanjutan dan aman dari efek negatif penggunaan berbagai pupuk kimia yang berlebihan sehingga membahayakan bagi lingkungan.

Baca Juga:  Pegadaian Galang 85 Kantong Darah, Aksi Kemanusiaan Semarakkan HUT ke-81 RI

“Metode pembuatan pupuk organik melalui proses fermentasi yang dapat dilakukan di lokasi kandang sapi dengan perangkat yang sederhana, akan dapat meningkatkan kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Hal ini perlu disosialisasikan secara intensif di kalangan para peternak yang umumnya sekaligus sebagai petani tanaman budidaya, guna mencapai tujuan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan serta lebih menguntungkan dari segi ekonomis,” ungkapnya.

Baca Juga:  SMP Negeri 3 Kediri Tabanan Wisata Edukasi ke Pembuatan Garam Tradisional Kusamba

Melalui PKM ini selanjutnya kelompok petani diharapkan dapat memahami dan mampu memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi yang memiliki kualitas lebih baik serta sudah dianalisis di laboratorium. Dengan demikian bisa dicantumkan kandungan unsur haranya pada label kemasan pupuk yang dihasilkan tersebut.

“Dari hasil memproduksi pupuk organik berlabel ini, kami harapkan mampu meningkatkan pendapatan petani secara ekonomi, jika produk yang dihasilkan dijual, ” pungkasnya. *BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR