SMP Negeri 3 Kediri Tabanan Wisata Edukasi ke Pembuatan Garam Tradisional Kusamba

Iklan Home Page

Klungkung, baliwakenews.com

Mencari pengalaman langsung cara pembuatan garam, Guru- guru SMP Negeri 3 Kediri, Tabanan berkunjung ke petani pembuat garam tradisional di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung pada Sabtu 29 Oktober 2022. Kepala SMP Negeri 3 Kediri, Drs. I Wayan Suirtha, M.Pd., mengatakan kegiatan merupakan agenda rutin wisata edukasi yang dilaksanakan SMP Negeri 3 Kediri.

Wisata Edukasi ini, sambung Suirtha, sebagai upaya dalam pengenalan lingkungan khususnya daerah wisata yang ada di Bali, namun yang mampu memberikan tambahan pengetahuan kepada para guru. Dengan tambahan pengetahuan ini nantinya dapat di implementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah. “Kegiatan ini untuk menambah wawasan tentang pariwisata yang ada di Bali dan menambah pengetahuan tentang cara pembuat garam secara tradisional,” ucap Suirtha.

Baca Juga:  Unwar Kolaborasi dengan KemenkopUKM RI Gelar “Young Entrepreneur Wanted”

Dikatakan pihaknya akan terus mengajak para guru untuk mengeksplorasi tempat–tempat wisata yang dapat mengedukasi para guru.  “Dengan demikian proses pembelajaran tetap berjalan dan upaya kami dalam turut membangkitkan pariwisata Bali juga dapat berjalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah melihat proses pembuatan garam di Desa Kusamba, petani garam masih membuat garam secara tradisional yang nenerapkan proses fisika. “Guru-guru nanti bisa mengimbaskan dan menyampaikan kepada siswa proses fisika yang diterapkan petani garam dalam membuat garam,” tukasnya.

Baca Juga:  PKM, Siapkan Kebutuhan Pangan Di Pekarangan

Pembuatan garam secara tradisional dikatakan, perlu dilestarikan agar bisa digunakan sebagai tempat belajar sekaligus tempat wisata bagi masyarakat. Mengingat saat ini wisata edukasi makin gencar dilakukan, sebagai salah satu sarana menyukseskan kurikulum merdeka. Pada kesempatan tersebut seorang petani garam menjelaskan proses pembuatan garam secara tradisional, yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Proses pembuatan garam, sangat sederhana yaitu pada pagi hari air laut diambil kemudian disiram sedikit-sedikit pada pasir. Sekitar jam 2 siang pasir yang disiram tadi diambil dan besok paginya dijemur ditempat penjemuran bisa. Kalau kondisi matahari bagus cukup dijemur satu hari saja. Sekali proses pembuatan garam tersebut bisa dihasilkan 10 kg garam dengan harga jual Rp15 ribu per kilogram. Sehingga dalam sekali proses pembukaan tersebut petani bisa mendapat penghasilan Rp150 ribu.

Baca Juga:  Meningkatkan Kemampuan Publikasi di Jurnal Internasional, Program Pascasarjana UNR Hadirkan Pakar Riset dari Sunway Business School, Malaysia

Namun bila cuaca hujan, petani tidak bisa membuat garam sehingga sama sekali tidak ada penghasilan. Untuk pemasaran dikatakan, konsumen yang datang langsung mengambil garam dan pihaknya tidak perlu repot ke pasar.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR