Mangupura, baliwakenews.com
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., menghadiri rangkaian Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (10/6/2026). Kehadirannya bersama Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, SH., menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Upacara Ngeratep Petapakan tersebut digelar setelah rampungnya prosesi ngodak sesuhunan di Pura Dalem Bebalang. Kegiatan sakral ini berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Carangsari.
Dalam kesempatan tersebut, Lanang Umbara menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan rangkaian karya keagamaan tersebut. Menurutnya, semangat ngayah yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Bali.
“Semangat kebersamaan dan rasa ngayah yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman,” ujar politisi PDI Perjuangan asal Desa Pelaga tersebut.
Ia menegaskan bahwa DPRD Badung mendukung berbagai upaya pelestarian nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang menjadi identitas masyarakat Bali. Menurutnya, keberlangsungan tradisi keagamaan tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat di tengah arus modernisasi.
Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai jalannya upacara. Keharmonisan antara unsur pemerintah, prajuru adat, dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di Desa Adat Carangsari.
Lanang Umbara menilai pelaksanaan Upacara Ngeratep Petapakan menjadi bukti bahwa nilai-nilai spiritual dan kebersamaan tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan desa adat perlu terus diperkuat guna memastikan tradisi-tradisi luhur Bali tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang. BWN-05






























