Piala Bupati Badung Jadi Panggung Seleksi Atlet Kriket, Tim Putra-Putri Tampil Dominan

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Turnamen Kriket Piala Bupati Badung 2026 tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Kriket Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, 7–9 Agustus 2026, juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pematangan atlet Badung menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali di Singaraja.


Dari 10 tim yang ambil bagian, Badung menunjukkan kekuatannya dengan menyapu bersih gelar juara pada dua kategori. Tim putra dan putri Badung sama-sama keluar sebagai juara pertama.


Pada kategori putra, posisi runner-up ditempati Kabupaten Klungkung, sedangkan peringkat ketiga diraih Club Barong Denpasar. Sementara di kategori putri, posisi kedua ditempati tim kriket putri DKI Jakarta dan peringkat ketiga kembali diraih Club Barong Denpasar.


Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kabupaten Badung, Made Widiana, mengatakan hasil turnamen tersebut menjadi modal penting dalam mempersiapkan skuad Badung menghadapi agenda olahraga berikutnya, terutama Porprov Bali.


Menurutnya, kompetisi secara rutin sangat diperlukan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menentukan komposisi terbaik yang akan dibawa ke ajang lebih besar.


“Kegiatan seperti ini perlu terus ditingkatkan dan lebih sering dilaksanakan. Dengan kompetisi yang rutin, kami bisa mempersiapkan atlet-atlet kriket yang memiliki kemampuan maksimal,” ujar Widiana.

Baca Juga:  Ini Harapan Tokoh Kutuh ke Komisi V DPR RI


Ia mengapresiasi dukungan KONI Badung serta Bupati Badung terhadap pembinaan olahraga. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi kriket Badung.


Widiana menjelaskan, KONI Badung juga mendorong setiap cabang olahraga menyiapkan tim bayangan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov. Tim tersebut nantinya akan menjalani proses verifikasi guna memastikan atlet yang dipilih memiliki rekam jejak prestasi serta kemampuan sesuai kebutuhan tim.


“Kami sudah mempersiapkan dan memilih atlet-atlet untuk menjadi tim bayangan. Di antaranya ada yang pernah memperkuat tim PON dan beberapa kali membela Badung di Porprov sebelumnya. Jadi, atlet yang nantinya dikirim sudah melalui proses pemilihan dan pelatihan,” jelasnya.


Selain menjadi sarana pemantauan atlet lokal, Turnamen Kriket Piala Bupati Badung juga membuka ruang bagi atlet dari luar Bali untuk merasakan persaingan di Bali. Salah satunya tim putri DKI Jakarta yang turut ambil bagian.


Widiana menyebut sebenarnya terdapat sejumlah tim dari luar daerah yang tertarik mengikuti turnamen tersebut. Namun, karena waktu persiapan yang relatif singkat, hanya tim DKI Jakarta yang akhirnya dapat berpartisipasi.


“Kalau ke depan waktu pelaksanaannya diperpanjang, kami berharap semakin banyak tim dari luar daerah yang bisa ikut. Dengan begitu persaingannya semakin kompetitif,” katanya.

Baca Juga:  Gotong Royong Bersihkan Pesisir, Ikhtiar Buleleng Menjaga Laut Tetap Hidup


Dengan peserta yang ada saat ini saja, menurut Widiana, turnamen membutuhkan waktu tiga hari penuh. Kehadiran tim dari berbagai daerah juga memberikan manfaat lain, yakni mempererat hubungan antaratlet dan klub sekaligus menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih beragam.


Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Umum dan Perencanaan KONI Badung, Drs. I Wayan Sukerta, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen terbuka tersebut.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada atlet dari berbagai kabupaten/kota di Bali serta tim DKI Jakarta yang telah berpartisipasi dan menjaga kompetisi berlangsung tertib, aman, serta penuh kekeluargaan.


Menurut Sukerta, turnamen terbuka seperti Piala Bupati Badung memiliki nilai strategis bagi perkembangan olahraga kriket. Kompetisi yang kompetitif menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.


“Setiap kompetisi pasti melahirkan juara. Kepada tim dan atlet yang berhasil menjadi yang terbaik, kami ucapkan selamat dan sukses. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan mempertahankan prestasi,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan atlet yang belum berhasil meraih gelar juara agar tidak berkecil hati. Kekalahan, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.

Baca Juga:  Dewan Finalisasi Ranperda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Daerah


“Esensi olahraga bukan sekadar mengangkat trofi, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan dan sportivitas,” tegasnya.


KONI Badung, lanjut Sukerta, akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan cabang olahraga kriket agar prestasinya semakin meningkat. Ia berharap olahraga tersebut semakin dikenal dan dicintai masyarakat.


Iklim kompetisi seperti Turnamen Kriket Piala Bupati Badung juga diharapkan terus digelar secara berkelanjutan sehingga proses pembinaan atlet dapat berjalan konsisten.


Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Kariana Wirawan mengucapkan puji syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga event berjalan lancar, sekaligus meminta maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan.


Setelah berlangsung selama tiga hari, Turnamen Kriket Piala Bupati Badung 2026 resmi ditutup pada Minggu (9/8/2026). Dominasi Badung di dua kategori sekaligus menjadi sinyal positif bagi persiapan skuad menuju Porprov Bali mendatang. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR