Denpasar, Baliwakenews.com
Tingginya harga pakan yang selama ini menjadi beban utama pembudidaya ikan lele mendapat solusi inovatif dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar). Melalui teknologi fermentasi, limbah potong ayam berhasil diolah menjadi pakan alternatif bernilai gizi tinggi yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Inovasi tersebut diterapkan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Mina Jaya di Dusun Cengkilung, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Program ini dipimpin oleh I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki bersama tim lintas disiplin dari Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa.
Ketua tim PKM, I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki, menjelaskan bahwa biaya pakan selama ini menyerap sekitar 70 persen biaya operasional budidaya lele. Kondisi itu membuat keuntungan pembudidaya semakin tertekan seiring kenaikan harga pakan komersial.
“Melalui pemanfaatan limbah potong ayam yang difermentasi, kami ingin menghadirkan solusi pakan alternatif yang lebih ekonomis, mudah dibuat, namun tetap memiliki kualitas nutrisi yang baik sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha budidaya,” ujarnya.
Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), sehingga anggota kelompok terlibat langsung sejak identifikasi masalah, pelatihan, praktik pembuatan pakan, hingga pendampingan di kolam budidaya.
Hasilnya cukup signifikan. Tingkat pemahaman peserta melonjak dari rata-rata 32,5 persen sebelum pelatihan menjadi 91,3 persen setelah mengikuti penyuluhan dan praktik.
Tak hanya itu, sebanyak 90 persen anggota POKDAKAN Mina Jaya telah mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri dengan kategori baik hingga sangat baik.
Teknologi tersebut kemudian diuji langsung pada kolam budidaya selama enam minggu. Hasil monitoring menunjukkan ikan lele mampu beradaptasi dengan baik terhadap pakan fermentasi, memiliki nafsu makan tinggi, pertumbuhan relatif seragam, tidak mengalami kematian yang signifikan, serta kualitas air kolam tetap stabil.
Selain menekan biaya produksi, inovasi ini juga memberikan manfaat lingkungan karena mampu mengurangi limbah hasil pemotongan ayam yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Tim PKM menilai keberhasilan program tidak hanya terlihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga tingginya komitmen anggota kelompok untuk terus menerapkan teknologi tersebut secara berkelanjutan.
Dengan keberhasilan ini, teknologi pemanfaatan limbah potong ayam terfermentasi dinilai memiliki peluang besar untuk direplikasi pada kelompok pembudidaya ikan lainnya, sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha budidaya lele sekaligus mendukung pengelolaan limbah peternakan yang lebih ramah lingkungan.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa melalui Kontrak Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 601/UNWAR/DPPM/PD-14/2026. BWN-03

































