Badung, baliwakenews.com
Desa Kutuh terus mendapat kunjungan dari pejabat pemerintah pusat. Kali ini yang datang bertandang adalah rombongan Konisi V DPR RI bersaama Dirjen Kementrian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (PDT), Transmigrasi RI. Dalam tatap muka yang berlangsung di kawasan Gunung Payung tersebut dimanfaatkan oleh para tokoh untuk menyampaikan pembangunan desa dan harapan mereka.
Pjs. Perbekel Kutuh, Wayan Badra yang mendapat kesempatan menyampaikan sambutan hadir ke depan menggandeng Bendesa Adat Kutuh, Mantan Ketua BPD dan Ketua Bumda dan Bumdes Desa Kutuh. Badra mempersilahkan Bendesa Adat Kutuh Nyoman Mesir dan Mantan BPD Kutuh untuk menjelaskan pembangunan yang dilaksanakan karena merekalah yang tahu persih pembangunan yang ada di Kutuh.
Mantan Ketua BPD Desa Kutuh, Wayan Duarta dalam kesempatan tersebut memaparkan bagaimana alokasi dana desa dimanfaatkan untuk membangun desa kutuh. Termasuk inovasi pembangunan Bumda dan Bumdes yang ada di Kutuh. Berkat inovasi yang dilakukan bersama Perbekel Desa Kutuh, Wayan Purja (alm), Desa Kutuh berhasil meraih prestasi luar biasa yakni Juara 1 tingkat Nasional dan Regional.
Namun tegas Duarta pengembangan potensi yang ada di Desa Kutuh sejauh ini baru tergarap 30 persen. Dimana masih ada banyak potensi yang bisa dikembangkan ke depan. Karenanya ke depan pria yang juga Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa ini merancang pembangunan kawasan wisata Desa Kutuh secara teintegrasi. Dimana Pengembangan kawasan integrasi Pantai Pandawa dibagi dalam 4 Zona . Yanki kawasan Wisata Taman Laut dengan terumbu karangnya, Kawasan Pantai Pandawa, Gunung Payung serta kawasan Paragliding. Dimana nantinya akan menjadi wisata one Stop Destination yang siap melayani wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Jadi wisatawan yang datang di sini tidak hanya sekeder lewat, tetapi bisa tinggal berhari-hari di Kutuh,” ujarnya sembari berharap kehadiran rombongan DPR RI ini bukanlah yang pertama dan terakhir tapi akan ditunggu untuk kehadiran berikutnya Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh yang juga mantan perbekel Desa Kutuh, Nyoman Mesir mengusulkan perlunya ada dana khusus untuk pengembangan pariwisata dari pemerintah pusat. Sebab selama ini dana yang tersalur masih tersebar. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini dana khusus ini sangatlah diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut Mantan Anggota DPRD Badung ini juga menceritakan sekilas bagaimana kondisi masyarakat Kutuh yang tadinya banyak warga miskin menjadi nol KK miskin berkat terobosan pembangunan pariwisata yang dilakukan secara mandiri oleh krama Kutuh. Bahkan ketika itu belum ada suport dari Pemkab Badung maupun Pemprop Bali. “Ini murni produk lokal masyarakat setempat,” tegasnya.
Setelah berkembang dan berjalan akhirnya mampu mensejahterakan warga Kutuh dan pembangunan pariwisata ini diakui dan disuport oleh Pemkab maupun Pemprop Bali. Dimana mulai ada bantun untuk inftastruktur jalan maupun pintu gerbang oleh Pemkab Badung. Dengan konsekwensi 25 persen penghasilan yang didapat diserahkan ke PAD Badung. Termasuk diarahkan untuk mensubsidi 6 kabupaten lainnya. “Karenanya saya mohon kepada Bapak Ketua Komisi V DPR RI agar ada dana khusus untuk pariwisata,” harapnya. BWN-04
































