PKM Unwar Sulap Budidaya Ikan Nila Jadi Minawisata, UMKM Tabanan Siap Produksi Dimsum hingga Baby Nila Crispy

Iklan Home Page

Tabanan, Baliwakenews.com

Budidaya ikan nila di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, didorong naik kelas menjadi destinasi minawisata berbasis sustainable aquaculture. Transformasi ini diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.

Program ini dijalankan tim dosen Universitas Warmadewa (Unwar), yakni Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si., Ir. Anak Agung Made Semariani, M.Si., dan Dr. Ni Luh Anik Puspaningsih, S.E., M.M., dengan menggandeng Kelompok Mina Ayu yang beranggotakan 10 pembudidaya ikan di Desa Baru.

Ketua tim pengabdian, Dr. Sang Ayu Made Putri Suryani, mengatakan program ini tidak hanya berfokus meningkatkan produksi ikan, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi produk olahan, penguatan manajemen usaha, hingga pengembangan kawasan minawisata.

Baca Juga:  Angkat Seni Budaya, Bupati Tabanan Hadiri Sekaligus Buka Festival Culture of Ulun Danu Beratan ke-VI

“Potensi Desa Baru sangat besar karena berada di daerah aliran Sungai Sungi dengan sumber air pegunungan yang sangat mendukung budidaya ikan air tawar. Potensi ini harus dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selama ini, Kelompok Mina Ayu masih menghadapi berbagai kendala. Pertumbuhan benih ikan nila belum optimal karena belum menerapkan sistem seleksi atau grading. Selain itu, produk olahan yang dipasarkan masih terbatas pada ikan goreng dan ikan nyat-nyat sehingga nilai tambah yang diperoleh relatif rendah.

Melalui program ini, para pembudidaya mendapat pelatihan teknik grading benih untuk meningkatkan kualitas dan tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rate). Teknik tersebut juga mampu menghasilkan ukuran ikan yang lebih seragam sehingga mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan nilai jual.

Baca Juga:  Hadiri Pemlaspasan Parahyangan SMPN 6 Tabanan, Bupati Sanjaya Harapkan Pendidikan Menciptakan Generasi Unggul Tabanan

Tidak hanya di sektor budidaya, tim pengabdian juga memperkenalkan produk inovatif berbahan baku ikan nila hasil budidaya, seperti dimsum ikan, baby nila crispy, hingga tepung tulang ikan yang memanfaatkan limbah pengolahan sehingga lebih ramah lingkungan.

Produk-produk tersebut diproyeksikan menjadi menu unggulan wisata kuliner yang melengkapi konsep minawisata di Desa Baru.

Selain pelatihan produksi, peserta juga dibekali strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha, teknik pengemasan modern, serta pengembangan kawasan minawisata yang mengintegrasikan budidaya ikan, wisata edukasi, rekreasi memancing, hingga wisata kuliner.

Tim pengabdian juga menyerahkan berbagai peralatan pendukung proses grading dan pengolahan produk agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  LAM-PTKes, Akreditasi Prodi Diploma IV Manajemen Informasi Kesehatan Poltekkes Kartini Bali

Program ini sejalan dengan target pemerintah meningkatkan konsumsi ikan nasional, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kelaparan dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendukung Asta Cita melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan kewirausahaan berbasis potensi desa.

Melalui pendampingan intensif, Kelompok Mina Ayu ditargetkan mampu meningkatkan kualitas benih ikan nila, memperluas ragam produk olahan, memperkuat pemasaran hingga luar daerah, serta menjadikan Desa Baru sebagai salah satu destinasi minawisata baru di Kabupaten Tabanan yang menggabungkan sektor perikanan, kuliner, dan pariwisata secara berkelanjutan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR