Kereneng, baliwakenews.con
Pemekaran Provinsi Papua menjadi 4 yakni Provinsi Papua, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua Selatan nampaknya tetap menjadi ancaman bagi Bali di PON XXI /2024 Aceh-Sumut mendatang. Pasalnya, keberadaan atlet yang membela Bumi Cendrawasih itu akan menjadi ancaman di peringkat 10 besar.
Menurut Sekum KONI Bali, I Nyoman Yamadhiputra, Rabu 3 Januari 2023, mungkin bayangan berbagai pihak, atlet Papua yang membawa Papua di peringkat 4 saat PON 2020 akan terbagi membela Papua setelah pemekaran tersebut. Yamadhiputra dengan tegas mengatakan bahwa hal itu tidak terpengaruh.
Mantan Binpres KONI Bali tersebut malah menilai jika atlet Papua di PON 2021 lalu yang kebanyakan merupakan atlet dari luar Papua tidak banyak pindah dari Papua ke provinsi lainnya setelah pemekaran.
“Kalaupun ada (pindah), mungkin tidak akan banyak yang pindah. Kalau ada, itu paling sedikit sekali. Kalau dilihat dari 96 emas yang diraih Papua saat menjadi tuan rumah itu setidaknya 80 an medali emas diberikan dari atlet yang direkrut oleh Papua dari luar provinsinya,” beber Yama.
Terlebih, sebelum pemekaran sudah ada batas atlet tidak boleh mutasi ke provinsi lain. Berangkat dari situlah dirinya menilai kalau Provinsi Papua tetap menjadi ancaman bagi Bali dan atlet Bali sendiri tetap harus melakukan persiapan matang sejak selesai mengikuti Babak Kualifikasi (BK) PON 2023 lalu.
“Saya harap para atlet Bali jangan punya pemikiran soal Papua itu atau daerahnya. Terpenting fokus dan konsentrasi berlatih untuk meningkatkan kualitas fisik dan teknik,” harapnya.
KONI berharap seperti itu karena tidak ingin atlet Bali menganggap lolos PON 2024 sudah cukup. Pasalnya pengejaran prestasi puncaknya di PON 2024 September mendatang.
Di PON terakhir, Bali menduduki peringkat 5 di bawah Papua yang kala itu menjadi tuan rumah PON XX. BWN-06































