Oknum Polisi Pukul dan Rampas Kalung Pedagang di Pinggir Jalan

Iklan Home Page

Buleleng, baliwakenews.com

Aksi kriminal ini bermula dari hal sepele, tomat Rp10 ribu. Seorang pria yang belakangan diketahui oknum polisi berinisial I Wayan SU datang ke warung sayur di Desa Pancasari, Sukasada, Selasa (30/9). Awalnya pura-pura belanja, lalu mendadak berubah jadi perampok.

Dengan uang Rp50 ribu di tangan, ia menunggu kembalian. Saat pedagang bernama Kadek Suartini (50) hendak memberi uang, bukannya terima receh, korban malah disambut pukulan tongkat hitam. Kalung emas di lehernya juga ikut raib.

Baca Juga:  Bravo! Dua Warisan Budaya Buleleng Resmi Jadi WBTB

Namun adegan dramatis itu berakhir kocak. IWS kabur dengan motor Honda Revo, tapi baru beberapa meter melaju langsung menabrak mobil putih. Alih-alih lolos, ia justru terkapar dan dikepung warga, termasuk paman dan sepupu korban yang kebetulan nongkrong di dekat warung.

Baca Juga:  Atisipasi Virus Corona, Bali Belum Perlu Lakukan PSBB

Dari tubuh pelaku, polisi menyita barang bukti yang bikin alis terangkat: tongkat T, wig, rompi hitam, hingga kaos bertuliskan Polsek Baturiti. Lengkap sudah paket penyamaran yang gagal total.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menegaskan perbuatan itu murni ulah pribadi. “Tidak ada toleransi. Proses hukum pidana dan etik tetap berjalan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dibungkus Tas Belanja, Jasad Bayi Dibuang di Selokan Dekat Pemukiman

IWS sendiri mengaku nekat merampok karena terlilit utang ratusan juta. Sayangnya, alih-alih lunas, utang malah bertambah: moral, hukum, dan tentu saja rasa malu. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR